
Rizal
mama ana sedang duduk santai menikmati sepotong sandwich di meja makannya.
saat sedang asik menikmati sarapannya, matanya bertemu dengan Rizal yg sedang bersiap untuk berangkat kerja.
bukan nya menyapa sang mama ,ia malah seakan tak melihat keberadaan mama ana di sana.
dan itu membuat mama ana geram.
pasalnya Rizal tak pernah seperti ini sebelumnya, dia tidak pernah sekalipun mengacuhkan sang mama ,
PRAAANGGG !!!!
mama ana melempar piring yg masih tersisa setengah dari sandwich nya.
membuat Rizal menghentikan langkahnya dan menatap mama. pandangan mereka saling bertemu , namun mama ana menatapnya tajam.
"kamu udah berani mengacuhkan keberadaan mama sekarang ?? tegas mama ana menghampiri Rizal
"maaf ma. Rizal buru buru ,banyak kerjaan di kantor.
"alasan. !
mama mau bicara sama kamu !
"tapi ma , , ,
"duduk ! titah mama ana yg langsung menjauh dari Rizal dan mendudukkan bokong nya di kursi meja makan.
"bik , , bibik !! panggil mama ana
"iya nyonya !
"buatin sandwich lagi dan segelas susu buat bapak. titah nya
tak butuh waktu lama bibik sudah kembali dengan membawa sebuah nampan yg sesuai dengan permintaan nyonya.
"silahkan tuan.meletak kan nampan lalu bergegas pergi saat mama ana mengayunkan pelan tangannya menyuruh nya untuk pergi.
"gimana keputusan kamu soal yg kemarin.
Rizal diam , masih menikmati setiap rasa yg ada di mulutnya.
"klak. .! mama ana memukulkan sendok ke meja dengan keras.
membuat Rizal menghentikan gerakan mengunyah nya dan menatap mama ana.
"masih pagi ma! jangan mulai. ucapnya datar lalu lanjut mengunyah lagi.
"mama heran sama kamu.
segitu butanya kamu sama perempuan itu , ha ?? kamu nggak inget anak istri kamu? bentak mama ana yg sudah berdiri dari duduknya. dadanya naik turun meluapkan amarahnya.
"nggak perlu mama tanya , aku selalu inget kok sama mereka. jawabnya tenang
"terus kenapa kamu masih sama perempuan itu, pokoknya mama nggak mau tau ya, mama nggak Sudi liat kalian ada hubungan.
"ma!! kenapa sih mama egois banget ! bantah Rizal yg mulai tersulut emosi
"mama nggak pernah se egois ini sebelumnya sama kamu ya zal.
untuk kali ini , mama nggak bisa menerima keputusan kamu. mama maunya kamu cerai sama perempuan lak**t itu. maki mama ana kesal
"tapi ma , , ,
sesaat ucapannya tertahan ,dan segera di timpali lagi oleh sahutan dari mama ana
"telpon dia. suruh ke sini sekarang.
" , , ,
"nggak ada tapi. mama tunggu 20 menit.
dia sudah harus ada di depan mama.
kalau enggak ,! siap siap aja mama obrak abrik keluarga nya . ancam mama ana tegas.
kemudian ia meninggalkan Rizal dari tempat itu.
hening. . .
Rizal masih mencerna setiap ucapan dari mamanya.
hingga akhirnya ia sadar bahwa mamanya bukan sedang bermain main dengan nya.
ia merogoh sakunya ,dan segera mendial nomor yg ada di ponselnya.
"halo . . sahut indah yg langsung mengangkat dering panggilan dari Rizal
"ke rumah sekarang, penting. lalu segera memutuskan panggilan.
tik. .tok. .tik. tok. .
waktu terus berjalan.
Rizal menghentak kecil kaki nya, menghitung setiap waktu yg berlalu.
"mana dia ?? suara mama ana membuat Rizal terkejut
"ehhm , , bum datang ma.
mungkin mas,
"stop. nggak usah bicara lagi , muak mama denger pembelaan kamu sama perempuan itu. yg seketika membuat Rizal bungkam
20 menit telah berlalu. mama ana mulai jengah dengan keadaan .
bagaimana bisa seorang nyonya besar yg memiliki segalanya harus menunggu kedatangan seorang wanita liar yg baru saja berhasil memporak-porandakan kebahagiaan rumahtangga putra dan menantunya.
"dia mati apa gimana sih zal ? dari tadi nggak nyampe nyampe. mama ana mulai kesal
"sabar ma. .sabar. ucap nya pelan
tak berselang lama, sebuah taksi berhenti di depan rumah nya.
dan keluarlah indah dengan pakaian nya yg terkesan menonjolkan setiap lekuk tubuhnya.
ia melangkah santai masuk ke rumah Rizal.
"pagi Tante , pagi mas.
ucapnya sambil menyalami tangan Rizal dan mama ana. dengan senang hati Rizal menyambut uluran tangan dari indah namun
sama seperti sebelumnya , mama ana tak Sudi jika harus bersentuhan dengan wanita liar yg ada di hadapannya.
ia menatap indah tajam. dan mencecar nya dengan segala umpatan penuh kebencian.
"kamu punya mata nggak. !
punya telinga nggak ?
ini udah berapa menit saya nunggu kamu ? saya bilang kamu harus sampai di sini 20 menit, bukan 45 menit.
tuli kamu ya??
"ma- maaf Tante. tadi saya anterin adik saya ke sekolah dulu, baru saya kesini tant. memberi penjelasan.
"Halah. saya nggak terima alasan.
duduk kamu. titah mama ana
"mulai hari ini kamu nggak usah lagi kerja di kantornya Rizal .
"ha ?? kompak ke 2 nya. (Rizal , indah )
"maaf, maksud Tante gimana ya??
mama ana memutar bola matanya jengah.
"saya bilang kamu nggak usah kerja lagi di sana?? artinya saya pecat kamu , gitu aja nggak ngerti.
"tapi salah saya apa tant?
"salah kamu banyak,apa masih perlu saya ingetin satu satu.
"beginilah kalo mental wanita rendahan.
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yg mereka inginkan. sarkas mama ana penuh penekanan
"maksut mama apa ?? tanya Rizal yg bingung Dengan ucapan mama nya.
"CK. zal zal. .
mama nggak nyangka kamu mudah di tipu dengan perempuan yg kamu elu elukan sebagai istri barumu ini.
"ma , jangan bikin Rizal bingung.
ada apa sebenarnya.
sedangkan indah mulai gelisah , ia meremat ujung rok nya sampai terlihat kusut
"ya. .ya. .mama yakin.
setelah ini kamu pasti bakal nangis darah karna sudah mengambil wanita liar ini masuk ke kehidupan kamu zal.
indah mulai panik.
ia memegangi lengan rizal
"mas. . kita pulang yuk , aku takut. ucapnya terbata
Rizal menatap berlainan arah , sekejap ke mama ana , sekejap lagi menatap ke indah.
bingung dengan situasi yg ada.
"kenapa kamu ?? tatap tajam mama ana menusuk indah membuat nya menunduk dan meremat jemarinya erat
"ma !! sanggah Rizal yg hendak membela indah
mama ana mengangkat tangannya , mengisyaratkan agar Rizal diam.
kemudian mama ana menepukkan tangannya dengan keras 2x , kemudian muncullah seorang pria asing yg membawa sebuah map coklat di tangan nya.
"kamu boleh pergi , dan ini buat kamu.
mengeluarkan selembar cek dari sakunya.
pria itu pun mengangguk dan segera pergi setelah ia menyelesaikan misinya.
mama ana menatap indah tajam.
sedangkan indah kian tertunduk dan hanyut dalam ketakutannya.
"jadi , gimana keputusan kamu zal ? masih mau sama dia , atau kamu mau pisah dari dia ? tanya mama ana sekali lagi.
"apa apaan ini ma, Rizal kan udah bilang Rizal masih ingin bertahan ma,
"CK. .CK. .CK...
yakin kamu ? ucapnya dengan senyuman tipis yg terurai di wajah mama ana.
sembari memainkan amplop coklat yg ada di tangannya.
"tentu saja. yakin Rizal.
"meskipun kamu harus kehilangan segalanya nanti ?? apa kamu siap ??
"i, ,iya.
"yah , mama harap kamu nggak akan menyesali keputusan kamu sih zal.
nah , berhubungan kamu dudah ambil keputusan mama kasih hadiah sama kamu ya, anggap lah ini sebagai ucapan kasih sayang mama terhadap kamu ya nak !
sambil menyodorkan amplop itu pada Rizal.
"apa ini ma.??
"tentu saja hadiah.
mama yakin , kamu pasti suka.
mama ana menyeringai lebar.
tangan Rizal tergerak meraih amplop dari mama nya, ada rasa senang karna ia mengira mama ana sudah bisa menerima keputusan nya untuk bertahan dengan indah.
saat tinggal sedikit lagi ia berhasil membuka isinya , indah memegang tangan Rizal, dan menggeleng pelan.
"buka zal ! titah mama ana.
Rizal terus membuka isinya, ia tak menghiraukan indah yg sedari tadi sudah memegangi lengannya erat.
saat Rizal berhasil membuka
amplop tersebut, dan mengeluarkan isi di dalamnya.
alangkah terkejutnya saat ia melihat beberapa foto syur , dan adegan panas yg membuat darahnya mendidih.
Rizal menyentak keras foto foto itu di depan muka indah.
air mukanya berubah, yg semula teduh dan penuh kasih , kini sudah di selimuti oleh amarah .
"jelasin semuanya ! ucapnya dingin pada indah.
ia menangis dan cepat bersimpuh di kaki Rizal.
"mas, ini nggak sama seperti yg kamu bayangin mas. ini nggak bener, pasti mama kamu yg merekayasa semuanya mas.
sementara mama ana hanya tersenyum menikmati drama yg sedang berlangsung.
"jelasin semuanya. ulang Rizal lagi.
"itu. .ehm. . indah tak bisa memulai ucapannya.
"Rizal menepiskan kasar pergelangan kaki nya yg sedang di peluk oleh indah .
ia mengambil lembar foto foto yg berisi gambar indah yg tercecer di lantai.
nampak indah sedang mengenakan pakaian seksi terlihat sedang melayani beberapa om om menikmati acara minum minum.
ada lagi jepretan foto-foto nya yg sedang menari erotis di salah satu PUB dengan pakaian yg sangat minim bahan ,dan memamerkan lekuk tubuhnya.
dan yg terakhir , yg membuat Rizal kian geram dan tak percaya adalah foto i dah yg tengah terlelap dengan seseorang di kamar hotel.
"wanita jalang !! berani beraninya kamu main kotor di belakang ku ya. ucap Rizal sambil menarik rambut indah dengan kasar
"akhh .. akhm sakit mass!! pekik Sinta yg sudah berderai air mata
"sakit. sakit kamu bilang ha!
mati aja sana kamu. sarkas Rizal menyeret indah menuju kolam renang nya.
"mas. . mas , aku mohon dengerin aku. mas !!
"mati aja kamu. umpat Rizal sambil membenam kan kepala indah ke dalam kolam.
"hah . hah. .hah. . indah yg gelagapan berusaha menarik nafas sebanyak-banyaknya saat Rizal menarik kepalanya ke permukaan.
"keparat kamu ya ! berani beraninya kamu main gila sama orang lain. ciihh ! Rizal meludahi indah tepat di wajah nya.
"pelacur kamu! ia kembali membenamkan kepala indah ke kolam.
begitu terus berkali kali. hingga indah nyaris saja pingsan.
"ampun mas. .ampun!! rintih indah yg masih terus mengerang kesakitan karna rambutnya yg sejak tadi di tarik tarik oleh Rizal .
"keluar kamu, Rizal melemparkan tubuh indah ke luar.
jangan lagi kamu muncul di hadapan saya.
"tapi mas. . gimana dengan ibuk dan adik adik aku mas. rintih indah masih mencoba menggapai Rizal.
"persetan sama mereka.
mau mati juga terserah. tegas Rizal membanting pintu dengan keras.
mama ana tersenyum puas melihat kejadian itu.
dan Rizal melangkah gontai memasuki kamarnya.