Maduku

Maduku
46.



Rintihan dalam doa.


ayu mengerjapkan mata nya berulang kali.


melihat layar ponsel nya dan terlihat waktu menunjukkan masih pukul 3 pagi. hawa dingin begitu menyeruak menembus ke dalam tubuh nya.


ia melihat sang suami yg sedang terlelap di samping tubuh nya itu. di pandangi nya wajah sang suami dengan teliti , sesekali tangan nya ia sapukan pada kening suami tercintanya itu.


ada sedikit ngilu menyayat hati yg mendera relung hati ayu saat ini, ia merasa bersalah karna ia membuat sang suami menanggung Beban berat dengan menikahi Sinta, sang mantan kekasih yg sudah di mabuk cinta dan menjebak suami nya saat ini.


terasa pipinya mulai menghangat, Linangan air matanya mulai membasahi wajahnya.


jujur, saat ini ia juga merasa hancur, bukan hanya sang suami saja yg merasakannya. tapi ia sebagai istri sah merasa hatinya hancur berkeping-keping saat mengingat sang suami pernah memadu kasih dengan perempuan lain di hadapannya waktu itu.


hal itu juga yg membuat ayu mengambil keputusan seperti saat ini.


jika di hadapan Sinta , ia bisa dengan lantang menyuarakan keberanian nya,menentang setiap kata yg keluar dari mulut madunya saat ini dan memperlihatkan ketidak sukaan nya terhadap wanita itu. tapi di belakang sungguh, ia tak mampu , hati nya begitu rapuh ,dan lelah. ia berupaya untuk tegar di hadapan semua orang, suami mama mertua nya, dan juga orang orang di sekitarnya. ia berusaha sekuat tenaga, menahan tangisnya di saat luka luka baru mulai tergores lagi di hati nya.


"maaf mas, aku belum sepenuhnya bisa memaaf kan kesalahan yg kau perbuat tempo hari . maaf kan aku juga, aku telah berpura pura bahagia di hadapan mu ,dan mama. tapi jujur luka ini masih begitu perih ku rasa,


"tapi aku akan mencoba lagi, mengikhlaskan dan melupakan kejadian itu. tutur nya lembut di sela tangis nya .


ayu mengusap air matanya perlahan, dengan segera ia bangkit dan mulai masuk ke dalam kamar mandi nya untuk mengambil air wudhu. terasa segar saat air itu mengenai wajah nya.


segera ayu mengenakan mukena , yg sering ia gunakan untuk sholat di setiap harinya.


dengan khusyuk ayu menunaikan sholat Sunnah yg mulai ia gemar lakukan di beberapa waktu belakangan ini.


"Ya Allah, bolehkah aku mengadu lagi hari ini.


entah kenapa hatiku terasa begitu sesak setiap melihat suamiku dan dia. aku mencintai suami ku ,dan sejujurnya aku juga tidak ingin membagi nya dengan orang lain.


engkau mengetahui segala sesuatu nya Ya Allah. aku bisa berbohong kepada mereka, tapi tidak kepada Mu.


hati ku sakit Ya Allah , di satu sisi ada suamiku ,dan di sisi lain ada dia , yg sangat mencintai suamiku.


aku tau ,aku munafik . hati dan jiwa ku menolak kehadiran nya, tapi di sisi lain aku juga tak bisa egois, mengingat ia adalah seorang perempuan yg pernah di senangi suamiku.


"Ya Allah , apakah sesakit ini ?


ayu memegangi dadanya yg terasa begitu sesak , dan membuat nya kesulitan bernapas di sela isak tangisnya.


"aku tak menyangka, jika rasanya akan sesakit ini , apa ini adalah hukuman dari Mu ??


ah ya, , aku bukan manusia yg baik di waktu dulu.


aku selalu lalai dan melupakan kewajiban ku sebagai hamba Mu.


sehingga saat ini Kau limpahan cobaan dalam hidup ku. rintih ayu pelan


tapi tak apa, aku tau Kau tetap berada di samping ku setiap saat, meskipun aku sudah berlari jauh dan melupakan Mu.


aku hamba Mu yg bodoh, tak seharusnya aku melupakan Mu Ya Allah. sang maha kuasa yg mengatur segala galanya. aku bersyukur karna cobaan inilah , yg membuat ku tersadar dan kembali lagi kepadaMu.


Ya Allah, kuatkan lah hati dan iman ku.


aku masih ingin mempertahankan rumah tangga ku. meskipun aku harus berdusta pada mereka, tapi hanya ini yg bisa aku perbuat saat ini. ampuni aku Ya Allah.


Amin.


cukup lama ayu larut dalam kekhusyukan doa nya.


bahkan ia tak menyadari jika sang suami sudah lama terbangun dan mendengar setiap bait doa yg ia panjatkan.


hatinya begitu Ter iris. dengan begitu tega ia menorehkan luka dalam pada hati sang istri.


ia tak menyangka ,jika ternyata selama ini yg ia kira ayu sudah memaafkan kesalahannya ,ternyata masih menahan segala sesak yg menyeruak dalam dirinya.


mata Rizal mulai berkaca , ia tak menyadari bahwa selama ia dengan sengaja telah menghancurkan perasaan sang istri.


"saat 1000 kata maaf ku ucapkan.


maka 1000 kata bahwa kau telah memaafkan ku pun kau ucapkan pula sebagai jawaban.


maaf kan aku , yg begitu buta dan tuli akan penderitaan mu sayang. ucap Rizal lirih. tanpa sadar air matanya mulai berlinang, membasahi hidung nya.


dan dengan segera ia mengusap air matanya dan kembali berpura pura tidur saat melihat istri tercintanya sudah menyelesaikan doa nya.


ayu bangkit dari duduknya dan melipat sajadah beserta mukena yg baru ia kenakan.


hatinya terasa begitu lega , karna ia telah mengadukan segala keluh kesahnya pada sang pencipta.


Rizal menggeliat perlahan dan membuka matanya. ia menatap sang istri yg baru saja berbaring membelakangi tubuhnya,


dengan perlahan ia melingkarkan tangannya pada pinggang sang istri, memberikan kehangatan yg nyata disana.


"maaf kan aku !! bisik nya lirih.


ayu mengerjapkan mata nya yg baru saja terpejam.


ia mengusap tangan Rizal lembut.


"aku sudah memaafkan mu mas!


"maaf, aku sudah membuat mu terluka.dan


aku sudah menghancurkan kebahagiaan rumah tangga kita. betapa bodohnya aku.


maaf kan aku sayang.!


suara Rizal terdengar sendu. ada penyesalan yg nyata terdengar jelas dalam pengucapan nya.


"apa kau mendengar doa ku ?? tanya ayu lirih.


Rizal terdiam. dan mengagguk pelan.


"apa yg harus ku lakukan ,agar kamu bisa memaafkan segala kesalahanku??


ayu menggeleng pelan.


",aku tak meminta apapun darimu mas.


kita hanya seorang hamba. tak sepantasnya berharap lebih. hanya kepadaNya aku akan meminta segalanya.


jika kau bertanya apa permintaan ku. aku hanya ingin. jadilah imam yg baik untuk kami. istri istrimu.


maaf karna aku telah berbohong padamu.


tapi yg kamu dengan dalam doa ku tadi, itulah kenyataannya mas. jawab ayu dengan suara sendu.


Rizal tau, bahwa saat ini di balik tubuh yg sedang membelakangi nya , pasti ada air mata yg sudah menetes di wajah sang istri.


"apa kamu sungguh sungguh ,menginginkan dia menjadi bagian keluarga kita ? tanya Rizal lagi.


beberapa saat ayu terdiam hening.


"aku setuju. dan aku ikhlas.


untuk kedepannya aku tidak akan memperlihatkan kepura puraan ku terhadap nya. aku tersiksa, jika aku harus bersikap angkuh di hadapan nya, karna sebenarnya aku ini hanya perempuan yg lemah.


"bagaima jika -..


"aku akan tetap menerima nya , meskipun anak yg ada di dalam rahim nya terbukti anakmu atau anak dari pria lain mas. aku hanya ingin kamu bertanggung jawab kepada nya. karna bagaimana pun, kamu sudah pernah bersenang-senang terhadap nya.


seketika Rizal terdiam. lidahnya kelu, tak lagi mampu berkata-kata.


ia begitu menyesal, karna kesalahan yg ia perbuat, telah berhasil memporak porandakan keharmonisan rumah tangga nya.