Maduku

Maduku
66.



"mama kasih waktu kamu berpikir zal.


jangan sampe kamu nyesel belakangan gara gara perempuan kayak begini.


"baik ma. Rizal akan pikir-pikir lagi soal ucapan mama.


yaudah kalau gitu Rizal pamit.


"eh. .eh. .mau kemana kamu ?? tegas mama ana dengan tatapan tak suka.


"pulang ma!!


mama ana mencekal tangan Rizal. menahannya untuk tetap tinggal.


"rumah kamu disini. biarin perempuan nggak tau diri ini pulang sendiri ,dia punya mata , punya kaki. masih berfungsi dengan baik kan !! bentak nya pada indah.


"i, , iya tant.


kalau gitu saya pulang dulu. jawabnya.


indah mengulurkan tangannya yg bermaksud untuk bersalaman dengan mama ana , namun mama ana tak menyambut uluran tangan dari indah, ia melengos pergi dan menarik Rizal untuk menjauh dari indah.


aku tertawa , dan indah menatapku dengan raut heran.


"kenapa mbak ketawa ??


"saya seneng aja , bisa liat mertua saya caci maki kamu ! jawab ku yg sedari tadi memang ingin menumpahkan segala kebencian ku pada wanita di hadapan ku ini.


"maksut mbak apa ? mbak seneng liat saya di permalukan begini. ?? ucapnya yg mulai meninggi


membuat ku kian jengah dan ingin segera mengeluarkan racun pedas yg ada di mulut ku.


"hahahaha . .tawa ku senang.


jelas saya seneng. harusnya kamu tau dimana posisi kamu.


kamu pantes nya disini.


tunjuk ku pada lantai , dan aku menggilaskan high heels ku di sana


"hah, harusnya mbak sadar , mas Rizal udah nggak mau sama mbak !


"saya lebih kenal Rizal dari pada kamu !


saya jadi nggak sabar liat kamu di buang sama dia.


indah memicingkan matanya ,dan menatapku tajam.


"nggak , , mas Rizal nggak akan buang aku.


mbak yg akan tersingkir dari hidup mas Rizal.


ucapnya dengan penuh keyakinan.


membuat ku tertawa terbahak-bahak mendengar keangkuhan yg keluar dari mulut nya.


"saya nggak yakin Rizal bertahan sama kamu.


kalau dia bertahan sama kamu. dia jadi miskin dong ,nggak punya apa apa.


mana mungkin seorang Rizal Permana Rahady rela kehilangan semua hartanya cuma buat perempuan kayak kamu !!


diam ! indah terdiam , bulir air matanya Mulai menetes di wajah cantiknya.


"kenapa ? baru sadar kamu ?


jangan main api kalau kamu nggak mau terbakar. kamu pikir dengan kamu menjadi istri dari Rizal ,kamu bisa memiliki semua hartanya ? begitu ??


sayang . .sayang. .


harapan kamu nggak akan jadi kenyataan ,karna apa ? karna semua aset Rizal itu masih atas nama mama ana.


Rizal hanya mengelola nya saja. kau jnagai terlalu besar kepala jadi orang


dan kamu denger sendiri kan. mama ana bilang apa , dia lebih rela ngasih harta nya buat anak saya.


bukan buat pelakor kayak kamu. ucap ku tegas menohok di depan wajahnya.


indah menutup mulutnya rapat , menyamar kan suara Isak tangis yg mulai terdengar pelan. ia menggeleng gelengkan kepalanya ,menolak semua kebenaran yg baru saja kuusap kan.


"nggak. .nggak. . itu nggak bener ! i


ucapnya berusaha menghibur diri sendiri.


"bener engga nya kamu akan segera tau.


dan satu lagi yg perlu kamu tau. bukan Rizal yg menyingkirkan aku dari hidupnya, tapi akulah yg ingin menyudahi pernikahan kami.


jadi saran ku. siap kan mental mu sekuat mungkin.


bisa saja ,mungkin besok , atau lusa status mu bukan lagi istri dari Rizal.


melainkan janda dari seorang Rizal.


tawaku langsung menggema. membuat indah beringsut melangkah mundur dan segera pergi dari hadapan ku. ia berlari dengan air matanya yg terus membasahi wajahnya.


ku hela nafas panjang ku saat kupastikan tak ada siapapun di samping ku.berusaha menetralkan irama jantung ku yg masih berdebar kencang saat berdebat dengan indah tadi.tapi aku merasa tenang dan juga lega , akhirnya aku bisa menumpahkan segala-galanya di depan wanita murahan itu .


"alangkah senangnya, jika aku bisa menjadi orang yg begitu angkuh , dan menghilangkan sejenak sifat lembut ku jika di hadapkan dengan wanita wanita seperti indah ini! gumam ku.


******


"kamu mau kemana sayang ?? tegur mama ana menghampiri ku.


"ehhm , aku akan pindah ma !


"kemana ? dan kenapa ? tanya nya sambil menggenggam tanganku yg masih sibuk mengemasi barang barang ku.


"ke rumah baru ku ma.


aku baru saja membeli rumah baru untuk ku tinggali bersama baby Zayn ,dan juga Aini adik ku.


"tapi kenapa sayang ? ini rumah kamu ,kamu bisa tinggal disini.


ku endarkan pandangan ku , menyapu setiap sudut kamar .lalu aku menggeleng pelan, "enggak ma !


rumah ini terlalu banyak kenangan pahit di dalamnya. aku tidak ingin mengingat kenangan buruk yg terjadi selama ini. aku hanya ingin memulai kehidupan baru ku ,bersama putra ku ma !!


"sayang , pikirkan lagi.


apa kau sungguh sungguh ingin berpisah dari rizal?? mama ana berusaha meyakinkan ku.


"hmm. aku mengagguk yakin.


aku yakin ma, sekarang aku hanya ingin berpisah. aku ingin melihat putra ku tumbuh bahagia ma.


"hmmm. . baiklah.


mama tak bisa lagi menghalangi keputusan mu. semoga kamu bahagia ya sayang.


ucapnya yg mulai menyendu.


ku ulurkan tangan ku, dan ku kecup lembut jemarinya.


aku bersimpuh di bawah kaki mama ana.


memohon maaf atas segala kesalahanku selama ini. atas kelalaian ku yg mungkin saja membuat hati nya terluka.


"maaf ma! atas kegagalan ku yg tak bisa menjaga suamiku dengan baik.


"nggak sayang , ini bukan salah kamu.


mama sayang sama kamu nak , jangan pernah menyalahkan dirimu atas kesalahan orang lain.!!


kami pun berpelukan, menumpahkan segala kesedihan yg membentang nyata di antara kami. begitu besarnya kasih sayang mama ana padaku. melebihi kasih sayang nya pada anak nya sendiri.


kulepas pelukan erat ku dari tubuh mama ana ,ku tatap lekat netra hitam dan wajah yg mulai terlihat menua itu.


"ma !! bolehkah jika aku tetap memanggil mu mama jika aku dan mas Rizal sudah resmi berpisah ?? mohon ku penuh harap.


berharap mama ana tak pernah membenci ku , karna aku berpisah dengan putra nya.


"tentu sayang. . kamu boleh memanggil ku mama.


karna selamanya kamu adalah anak mama.


bukan sebagai anak menantu ,tapi kamu sudah mama anggap anak kandung mama nak. datang lah ke rumah , kapanpun kamu mau , karna rumah mama adalah rumah kamu.


hatiku terharu mendengar ucapan tulus dari mama. semakin berat rasa hati ku membayangkan jika harus berpisah dengan mama ana. namun aku tetap teguh dalam pendirian ku. berpisah dengan mas Rizal.


aku mengingat kembali alangkah bahagiannya hidup ku 5 tahun terakhir ini.


aku bisa mendapatkan kasih sayang dan segala perhatian dari mama ana untuk ku.


aku bersyukur , mama ana adalah orang yg bijak. ia tetap berada di pihak ku , dan membelaku di hadapan putra nya.