
"apa kau sudah menghubungi keluarga ayu ??
Rizal menggeleng , "belum. aku lupa karna aku terlalu fokus dengan keadaan istriku.
"segeralah kabari mereka. bagaimana pun mereka berhak tau kondisi anak nya sekarang.
Rizal mengagguk. ia meraih ponselnya dan menghubungi orang tua ayu.
dengan tenang Rizal menjelaskan kejadian demi kejadian yg menimpa istrinya itu pada ke 2 mertua nya.dan ia juga mengatakan bahwa kondisi ayu saat ini sedang kritis dan belum sadar.
ada kelegaan saat Rizal mendengar bahwa mertuanya akan segera terbang ke kota B ,untuk segera melihat keadaan anaknya.
dan Rizal mengucapkan terimakasih karna mertua nya bisa mengerti akan kondisi saat ini yg menimpa ayu.
panggilan pun berakhir.
"bagaimana ?? tanya James
"ya ,mereka panik dan juga sedih.
mungkin mereka akan tiba di sini besok atau lusa. jelas Rizal. James mengangguk tenang.
Rizal ingin melihat pantauan rekaman cctv hari ini. ia ingin memastikan apa yg sebenarnya terjadi hingga membuat ayu mengalami hal tragis seperti ini.
namu tiba tiba ponselnya berdering ,dan ia melihat nomor yg tak ia kenali.
ia segera mengangkat dan mendengar suara panik
suster : "pak. mohon segera datang ke ruang ICU .
istri bapak keadaan nya semakin kritis. saat ini dokter sedang mengupayakan yg terbaik untuk menyelamatkan istri bapak.
rupanya itu telepon dari suster yg berjaga. mungkin ia panik karna tak menemukan keluarga pasien , dan memilih untuk segera menghubunginya lewat telepon. karna keadaan yg darurat.
Rizal segera berlari menuju ruang ICU.
ia melihat dokter sedang mengupayakan keselamatan istri nya.
Rizal terduduk lesu. ia tak sanggup melihat istri nya yg saat itu tengah berjuang antara hidup dan mati. Rizal bergetar , saat rasa takut menghujam dalam relung jiwa nya.
"ku mohon ! bertahanlah , demi putra kita !!
rintih Rizal. tangisnya pecah , ia tak dapat lagi menyembunyikan kesedihannya yg ia tahan sejak mendengar kabar tadi pagi.
James berlari mengikuti Rizal , ia terlihat panik saat melihat sahabatnya itu sudah terduduk di lantai , dan mata yg basah.
"oh tuhan !! jangan katakan kalau dia sudah .... "batin James panik
"ada apa ? apa yg terjadi. ?? tanya James penasaran.
namun Rizal Hanya diam , tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. ia tertunduk lemah , tak sanggup memikirkan hal apa yg akan terjadi pada istri nya itu.
James melihat dari balik kaca.
terlihat dokter sedang menggunakan alat pacu jantung atau defribrilator pada ayu. rasa takut saat ini juga ia rasakan. sama seperti yg Rizal rasakan sekarang.
sudah 3 x, dokter mencoba memacu jantung ayu, supaya tetap berdetak dan stabil. namun usahanya sia sia. dokter sudah menyerah . pasien tak dapat tertolong lagi. dengan gontai dokter keluar dari ruangan itu. wajahnya terlihat sendu saat ia melihat Rizal , suami dari pasiennya terlihat kehilangan semangat hidup.
"bangunlah ! titah dokter pada rizal
Rizal mendongak dan melihat dokter tersenyum padanya.
"bagaimana dok. apa istriku baik baik saja ??
dokter hanya terdiam. ia menepuk pundak Rizal.
"lihat lah ke dalam, dia sudah menunggumu.
Rizal bahagia , ia mengira dokter berhasil menyelamatkan istri nya . namun saat ia ingin masuk keruang itu. dokter lagi lagi menepuk pundak nya , bahkan sekarang dokter itu memeluknya , mencoba menguatkan Rizal saat ia mengatakan yg sebenarnya.
"kuatkan hati mu. dia perempuan luar biasa dan kuat, tapi kau harus mengikhlaskan nya , karna sekarang dia sudah pergi , dia sudah menyerah ! lirih dokter.
seketika senyum Rizal hilang.
ia melepaskan pelukan sang dokter , kemudian gelak tawa keluar dari mulut Rizal.
dia wanita kuat , mana mungkin dia menyerah begitu saja !! ucap Rizal lantang.
namun dokter hanya diam , begitupun dengan James. tubuhnya seolah lemas tak berdaya.
mendengar wanita pujaan hati nya itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.
dengan gontai Rizal masuk ke ruang ICU . di Ikuti dengan James di belakang nya.
Rizal melihat istri cantik nya sedang berbaring di ranjang pesakitan nya.
ia selalu terlihat cantik , hanya saat ini bibir dan wajah nya saja terlihat sedikit pucat .
Rizal menggenggam tangan ayu , terasa hangat , seperti biasanya.
ia mengecup lembut jemari tangan ayu , dan menitikkan lagi air matanya.
"bangunlah !
jangan tinggalkan aku sendiri , lirihnya begitu pilu.
apa kamu tak ingin melihat putra kita ?? dia sangat tampan dan wajah nya mirip sekali dengan mu sayang. bagaimana kau bisa pergi , sementara kalian belum pernah bertemu ?? derai air mata kian deras mengalir dari sudut mata Rizal. suaranya kian parau,
"sayang , , bangun ya ! apa kamu tidak lelah karena sedari tadi kamu sudah lama tidur , bangunlah. aku ingin mendengar suara mu.
aku kangen kamu sayang ,,
bahunya berguncang , seiring isak tangis yg tiada henti terus mengalir dari matanya.
"ehm, kau tau sayang , aku sangat bahagia ternyata putra kecil kita sama seperti mu.
dia pria kecil yg kuat , sama seperti ibunya.
bukan kah kau sangat ingin bertemu dengan nya ? apa sekarang kau sudah berubah pikiran? kau tak ingin bertemu lagi dengan nya? mungkin dia juga tak sabar ingin segera bertemu dengan mu sayang , dia merindukan sentuhan tangan mu , lantunan ayat suci yg kau perdengarkan setiap hari padanya.
tapi kenapa , setelah dia lahir , kau malah pergi dari sisinya, kau menjauhi nya ??jika dia bertanya padaku tentang mu , bagaimana aku harus menjelaskan padanya nanti , aku tak tega jika ia merasa sedih karna kau pergi meninggalkan nya.
Rizal terus saja berbicara pada jasad istrinya itu. sedangkan James, ia berdiri mematung di belakang Rizal , mendengarkan semua kata kata yg begitu pilu dan menyakitkan baginya.
"ehm , tunggulah disini sebentar ya sayang ,
aku akan membawa putra kita kemari.
kau mungkin sudah tak ingin melihat lagi.
tapi aku akan mencoba , setidak nya aku ingin putra kita bisa menyentuh tangan halus ibunya yg cantik ini.
aku ingin agar dia bisa lebih dekat dengan mu.
kemudian Rizal pergi , ia menuju ruang bayi dan berbicara pada suster bahwa istrinya ingin sekali bertemu dengan putra kecilnya.
suster memberikan izin dan menyerahkan bayi kecil itu pada Rizal. sesungguhnya semua suster yg berjaga saat itu sudah mengetahui kabar bahwa ibu dari bayi itu sudah meninggal Dunia.
kembali ke ruang ICU.
Rizal mendekap erat tubuh putra nya dengan penuh kasih sayang.
ia kembali duduk di samping tubuh istrinya itu, dan meletakkan bayi mungil itu di tangan istrinya.
"lihat lah , dia bangun sayang !! tadi dia tertidur , tapi saat dia ada dalam pelukanmu ,dia jadi terjaga . lihat senyum kecilnya itu , sama seperti ku kan.
apa kau masih ingin meninggalkan kami sayang ?? lirih Rizal dengan segala keputusannya.
tiba tiba bayi kecil itu menangis. ia menggenggam erat jemari sang ibu .
jemari itu terasa hangat ,tapi tak sehangat tadi. bayi kecil itu mengisap jemari sang ibu. terlihat jelas bayi itu Tengah haus.
semakin kencang saja bayi kecil itu menangis.
membuat Rizal semakin sedih.
namun hal tak terduga pun terjadi.