
hari ini Rizal masih cuti dari pekerjaan nya.
tapi pagi ini ia sudah bangun lebih awal, menyiapkan sarapan pagi untuk istri tercinta nya, mengingat kaki ayu masih terluka jadi hari ini pekerjaan rumah Rizal yg mengerjakan.
semua pekerjaan rumah sudah beres, Rizal segera melepas celemek yg ia kenakan, dan naik ke kamar atas, terlihat istri nya masih tertidur pulas, wajahnya terlihat cantik alami walaupun tanpa make up yg menghiasi wajah nya.
"sssttt. . sayang. . bangun dong. .
Rizal menarik hidung , dan juga pipi ayu.
berusaha membangunkan dari tidurnya.
"sayaaaanng. . bangun lah, , aku udah masakin buat kamu loh, , bangun. . sambil menepuk nepuk pipi ayu
"hmmmm. . ayu menggeliatkan tubuhnya. .
ia mengucek matanya, dan membuka pandangan nya. .
"cup. morning kiss sayang. . ucap Rizal
ayu hanya tersenyum tipis, dan enggan menanggapi Rizal.
"cepetan bangun. . aku udah masak spesial buat kamu loh sayang. . abis ini kita sarapan.
"iya, tapi aku mau ke kamar mandi dulu , mau sikat gigi, cuci muka dulu.
saat kaki ayu menyentuh lantai, ia memekik menahan sakit di kaki nya, ,"hah, , sakit banget, ucap nya lirih.
Rizal dengan sigap membantu ayu, namun segera di tepis oleh ayu
"nggak usah, aku bisa sendiri kok. ucap nya datar
dan Rizal segera melepaskan pegangan tangannya dari tubuh ayu.
pelan pelan ayu melangkahkan kaki nya, meskipun sangat sakit rasanya, tapi ia harus menahannya, ia bukan wanita lemah. memang sakit, tapi ayu bisa melawan rasa sakit itu.
cukup lama ayu di kamar mandi, dan Rizal masih menunggunya di tepi ranjang.
nggak lama ayu keluar, ia mengenakan piyama handuknya dengan semerbak wangi melekat di tubuh nya.
ayu menatap tajam ke arah Rizal
"bisa keluar sebentar nggak, aku mau pake baju.
Rizal menghampiri ayu, menatapnya lembut.
"kamu kan istri aku sayang, ngapain aku harus keluar. ?
"aku nggak nyaman aja kamu liatin. kamu turun dulu deh, nanti aku nyusul.
",ya udah deh. . . di saat Rizal ingin mencium bibir ayu, namun ayu malah refleks memundurkan tubuhnya ke belakang, menghindari ciuman Rizal. "maaf. . ucap ayu pelan.
Rizal hanya tersenyum kecut dan meninggalkan ayu menuju lantai bawah .
dengan cepat ayu memakai pakaian olahraga nya, dan juga melepas perban yg basah dari kaki nya, dilihat nya kaki nya yg terluka tadi malam . darah nya sudah berhenti, namun ada beberapa robekan kecil yg terasa perih jika di buat jalan. dengan cepat ayu membebat lagi kaki nya dengan perban kering yg baru. dan memakai sepatu olahraga.
hari ini ia ingin pergi lagi ke tempat gym, ia tak tahan jika harus bertemu muka dan bertatap muka lama lama dengan suami nya itu.
perlahan ia menuruni tangga, dan melihat Rizal sedang menatapnya. ayu duduk di meja makan bersama Rizal, namun ia tak berniat untuk memakan masakannya.
"kamu mau kemana? tanya Rizal
"mau ke gym.
"kaki kamu kan masih sakit. nggak usah lah ya. di rumah aja. . bujuk Rizal.
"cuman kaki aja yg sakit, ini masih bisa sembuh. tapi kalo hati yg sakit, sampe mati pun nggak bakalan bisa sembuh.
jawab ayu singkat.
",maksut kamu apa sih sayang?? kamu ngapai ngomong gitu ? pura pura bodoh.
"nggak ad. . .
*Ting. tong. .
suara bel menghentikan percakapan mereka.
ayu hendak berdiri dan membuka kan pintu, namun tangan nya di tahan oleh Rizal.
"biar aku yg buka, kamu duduk aja di sini.
ayu mengurungkan niatnya, dan segera duduk kembali.
di saat Rizal membuka pintu, Sinta dengan cepat berhambur memeluk Rizal.
"kakak . . aku kangen. .hmm. .HM. .
Rizal segera membungkam mulut Sinta yg terlalu keras dalam bersuara.
"sssttt. . istriku di rumah, diem.
ucap Rizal pelan dan di angguki oleh Sinta.
Sinta segera mencium bibir Rizal , Rizal pun juga melumatnya dengan lembut.
siapa sangka pemandangan erotis pagi hari itu di saksikan oleh nyonya rumah.
"ehhm. . wah. . ada mbak Sinta ya , ,
masih tersenyum ramah.
Rizal dan Sinta berjingkat kaget, karna ulah mesum nya sudah tercyduk oleh ayu.
Sinta masih tetap santai, tanpa ada rasa bersalah di wajahnya..
"oh, iya kak, , aku ada perlu sama kak Rizal.
Rizal yg di Landa kegugupan setengah mati itu masih belum berani menatap wajah ayu. wajahnya masih tertunduk malu .
ayu:",oh ya udah masuk aja gih mbak Sinta.
kebetulan tadi mas Rizal udah bikin sarapan.kita sarapan bareng yukk. . ajak ayu
Sinta melenggang menghampiri ayu, dan jadi ikut sarapan pagi. . terlihat Sinta dan Rizal diam diam mencuri cuti pandang. dan hal itupun tak luput dari pengawasan ayu.
"braaak. . ayu menggebrak meja.
mengaget kan Rizal dan juga Sinta yg menikmati sarapan pagi mereka. ke dua nya melihat ke arah ayu.
ayu:"oh, maaf ya. aku terlalu bersemangat pagi ini.maaf membuat kalian terkejut. .
"oh ya, aku tinggal dulu ya, kalian enak enakin lah ya ngobrol nya. . aku pergi dulu.
Rizal segera berdiri dan meraih tangan istri nya itu
"kamu mau kemana ? aku anter ya.
"nggak usah, , aku bisa sendiri kok. jawab nya datar, ayu terus melangkahkan kakinya menuju pintu, namun Rizal segera memeluknya erat dan mencium bibirnya.
ayu yg kian jengah menghadapi situasi seperti ini, tanpa sadar melayangkan tamparan pada wajah Rizal
",plaaak !! dan itu membuat Rizal melepaskan pelukan nya. ia mengusap pelan wajahnya yg terasa panas karna tamparan ayu.
dengan segera ayu berlalu pergi dari hadapan Rizal dan menaiki taksi online pesanannya.