Maduku

Maduku
23. first night



acara sudah selesai , dan semua tamu sudah undur diri , begitupun mama ana , papa Rudy , dan juga ayahku.mereka semua sudah ber istirahat di kamar masing².


kini aku dan kak Rizal juga sudah berada di kamar pengantin kami.


aku sangat gugup , jemariku masih terus menggengam dan sesekali meremat kebayaku.menanti kak Rizal yg masih menyegarkan dirinya di kamar mandi.


"ceklek " pintu kamar mandi terbuka. . segera ku tolehkan pandangan mata ku pada sosok pria yg sedari tadi sudah membuat irama jantung ku berdebar kencang. .dengan hanya mengenakan handuk yg terlilit menutupi bagian bawah nya.


langkah kaki nya semakin mendekati ku. di ranjang yg penuh hiasan kelopak bunga mawar di atas seprei putih.



°•^•^•°•


ku pejamkan mataku rapat rapat. ku gigit pelan bibir bawah ku. entah kenapa aku sangat malu jika bertatap muka langsung dengan kak Rizal saat ini. .


Rizal:" sayaaang. . .buruan mandi sana gih , biar badan kamu Segeran ya , kamu pasti capek banget hari ini ya sayang . . . seraya mengusap rambut ku pelan.


ku buka mataku yg sedari tadi ku pejam kan , "oh i-iya kak . .


Dengan segera aku berlari ke arah kamar mandi. . dan segera ku segarkan badan ku. . cukup lama aku mandi, guna mengulur-ngulur waktu supaya kak Rizal lelah menunggu ku dan memilih untuk tidur, , belum sempat aku keluar kamar mandi , kak Rizal sudah mengetuk pintu, ,


kubuka pintu nya dan ku longok kan kepalaku keluar, "ada apa kak? tanya ku padanya.


"jangan lupa pakai ini ya sayang ! kan mama yang nyuruh" ucap kak Rizal seraya menyerahkan kotak merah di tangannya dan tersenyum ke arahku.


dengan berat hati ku terima bingkisan itu dan terpaksa juga ku kenakan isi di dalamnya.


kulihat bayangan diriku di depan cermin, "gimana bisa aku pake pakaian kayak gini di depan kak Rizal ! bisa malu aku . . batin ku dalam hati.


"tok. . tok. . tok. . masih lama ya sayang?


"emm . . nggak kak , ni udah kok . jawabku.


di saat aku keluar , ternyata kak Rizal sudah berdiri di hadapan ku dan melihat tampilan ku yg kayak penari erotis ini.


"kyaaaa. kakak tutup mata nya. . protes ku.


segera kak Rizal menutup mata nya , "kenapa sih sayang , padahal kamu cantik banget Lo pake itu , , aku kan pengen liat jugaa.


" udah deh merem aja kak , jangan liat aku malu. .


"ngapain malu sih. . aku kan suami kamu ?


masih sambil tutup mata.


"nggak kak , jangan melek dulu ya. .


ku raih selimut tebal di ranjang , dan dengan cepat ku lilit kan di badan ku.


"udah kak. . buka mata nya. . ucapku


Rizal membuka mata dan berbalik ke arah ku ,


dia tertawa geli melihat ku yg sudah terbungkus selimut tebal sedang berdiri di hadapannya.


"eehhm. . nggak papa , pengen aja begini. dingin tau kak. .jawab ku ketus


" yaudah deh terserah kamu aja . duduk sini samping kakak. sambil menepuk ranjang empuk di samping nya.


dengan langkah berat , ku seret kaki ku dan menjangkau kak Rizal.pipi ku merona merah karna kata² kak Rizal barusan.


perasaan ku bener bener campur aduk. antara takut , gugup , malu , dan banyak lagi deh..


di tambah lagi tatapan kak Rizal yg sudah mulai berkabut.


makin nggak karuan aku di buat nya.


sejenak mata kami saling memandang , kak Rizal mendekat kan wajah nya pada ku , dan aku langsung menutup mata ku , ,


dag Dig dug suara jantungku kian memburu ,mungkin kak Rizal juga bisa mendengar nya dengan jelas.


kak Rizal mencium bibir ku lembut , aku juga menikmati ciuman lembut dari nya.


sejenak kami berhenti untuk mengambil nafas.


kak Rizal masih mengamati penampilan ku dari atas hingga ke bawah.


" kamu cantik banget sayang. . pujinya lirih.


mendengar itu pipiku semakin merona merah.


dengan lembut Rizal mengusap wajah ku , memberikan kecupan kecil di bibirku yg sedikit terbuka.


hingga ia berbisik di telinga ku.


meminta izin dariku untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.


aku mengagguk , memberikan izin atas segala yg ku miliki.


bagaimana pun , ini adalah kewajiban ku , dan tanggung jawab ku untuk menyenangkan hati suami ku.


. ia melakukan nya,dengan perlahan dan sehalus mungkin , agar tak sampai menyakitiku.


akhirnya aku benar benar pasrah dan menyerahkan segalanya di bawah kendalinya.


setelah itu pun kami selesai.


Rizal tersenyum senang karna ia sudah berhasil menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami, begitupula dengan ku.


"terimakasih ya sayang ! kamu masih menjaganya. aku seneng banget seraya mengecup kening ku mesra.


aku mengagguk dan memeluk nya erat.


"sama sama sayang !


setelah itu kami pun terlelap bersama.