Maduku

Maduku
55.



AYU P.O.V


sekujur badanku terasa sakit , dan tubuhku sudah lelah karena begitu banyak rasa sakit yg terasa menghujam tubuhku.


aku ingin beristirahat. aku ingin tidur dan melepas segala kesakitan yg kurasa.


aku tersadar " dimana aku ??


kenapa disini begitu gelap ?? apa waktu Ki sudah tiba ?? gumam ku .


aku terus melangkahkan kakiku, berharap menemukan sesuatu yg baik di jalan yg kutapaki saat ini. ada cahaya terang yg menyilaukan di ujung sana. seakan menunjukkan arah padaku.


ku langkahkan kakiku dengan yakin ke arah cahaya itu. tubuhku terasa ringan , kurasakan rasa sakit yg mendera tubuhku tadi sudah hilang entah kemana. setengah perjalanan kulalui ,


ku dengar suara tangis yg terus saja memanggil manggil namaku. tepat di belakang ku , suara itu semakin jelas saja terdengar di telingaku , "mas Rizal !! lirih ku


namun aku hanya tersenyum ,dan kembali lagi memandang ke depan , menatap cahaya terang dan melangkah kaki ku kesana.


lagi lagi , ku tolehkan kepala ku ke belakang. ke ruang yg begitu gelap tanpa ada secercah cahaya yg menyinari.


kini aku mendengar tangisan.


tangisan yg begitu nyaring ,dan membuat langkah ku terhenti , "siapa ??


namun tak ada jawaban.


"siapa di sana ?? teriak ku.


namun tangisan itu masih tak berhenti , itu membuat jiwa ku terasa sakit. "siapa yg menangis. ??


" kenapa rasanya begitu sakit saat aku mendengar tangis ini ??


"apa kau masih ingin meninggalkan kami ??


lihat lah ,putra mu memanggil mu sayang !! kembalilah !! suara itu begitu menggema , dan terus berulang-ulang.


" siapa ??? putra ?? putra ku ??


teriak ku.


"dimana putra ku ?? apa dia selamat ?? teriak ku lagi dalam kesendirian ku.


aku menangis ,berbalik lagi ke belakang dan mencari cari sumber suara. tapi hanya ada lorong gelap yg tak berujung.


"kembalilah sayang , kumohon !!


"mas !! mas Rizal dimana ?? teriak ku penuh keputusasaan.


sudah lelah ku berlari kesana kemari ,mencari jalan untuk kembali. namun tak kunjung ku temukan. tangis ku sedari tadi tak terhenti , suara tangis nyaring itu tak pernah berhenti bergema di telingaku.


hati ku seolah terkoyak , putra ku . pasti dia sedang membutuhkan ku.


" ya allah.aku ingin kembali , bertemu dengan putra dan juga suami ku.


tunjukkan jalan mu ya Allah. ku panjatkan doa dalam isak tangisku.


saat mataku terpejam ,dan kupasrahkan segala nya pada Allah. Allah seakan menuntun ku menuju cahaya terang yg ada di hadapanku tadi , tapi kini muncullah cahaya yg sama yg juga ada di belakang ku. kini cahaya itu menunjukkan dua arah yg berbeda , seakan aku harus memilih, dan aku sudah pasti memilih untuk kembali ke belakang.


aku bersujud syukur ,dan segera berbalik arah kembali ke belakang , tangisan itu kian menggema seiring langkah ku yg sudah semakin dekat dengan cahaya Terang itu.


"tunggu ibu sayang !! ibu akan segera memelukmu. !


dan akhirnya ,aku kembali. ku buka mataku lebar lebar. aku terbangun dari mimpi buruk ku.


ku lihat semua orang sedang menangis di sekeliling ku. saat aku ingin bangun , kurasakan lengan ku terasa berat.


dan ya ,ku tolehkan Kepala ku ke samping. kulihat bayi mungil itu masih menangis kencang di sana. raut wajah mungilnya terlihat memerah.


semua orang masih menangis , mereka hanyut dalam kesedihan , dan mereka tak melihat keadaan ku.


ku lihat mas Rizal masih menunduk ,dan sesenggukan. ku gerak kan tangan ku ,dan kusapukan pada rambutnya yg hitam.


"mas !! panggil ku.


"mas !! panggilku lagi.


namun ia masih menunduk , "mungkin ia tak mendengar panggilan ku " pikir ku.


aku mencubit lengan nya pelan , dan itu berhasil mengalihkan perhatian nya padaku.


"sayang ?? ucapnya tak percaya.


aku mengangguk ,dan tersenyum padanya


"sayang , , sayang , kamu bangun. ya Allah Alhamdulillah. . teriak Rizal histeris.


semua keluarga yg hadir di samping ku ikut terkejut, mereka tak henti hentinya mengucapkan syukur ,


James segera berlari untuk memanggil dokter. sedangkan mas Rizal masih menciumi keningku ,dan bersyukur atas nikmat yg Allah berikan.


"mama ana segera menimang cucunya yg sedari tadi terus menangis.


ayu meminta tolong pada Rizal untuk membantu nya duduk.


"ma , mungkin dia haus ! bolehkah aku menyusui nya sebentar ?? tanya ayu hati hati.


mama ana tersenyum dan segera memberikan bayi mungil itu ke pangkuan ayu.


dengan cepat ayu mengeluarkan pa***aranya yg terlihat sudah bengkak , dan segera menyusui bayi mungil nya itu.


air matanya menetes , merasakan haru dan juga kebahagiaan hanya dengan melihat putra nya yg saat ini tengah menyusu dengan lahap padanya. "terimakasih sayang , karena tangis mu sudah membuat ibu kembali lagi. terimakasih. " lirihnya dalam hati.


kini bayi mungil itu sudah tenang dan terlelap dalam dekapan ayu.


mama ana sangat lega , karna kejadian buruk sudah berlalu. ia meraih bayi mungil itu dengan perlahan dari tangan ayu dan kembali meletakkan nya di box bayi.


mama ana memeluk ku, saat ia menatapku air matanya kembali menetes, "maaf kan mama sayang. mama tidak becus menjaga mu , hingga membuat mu terluka seperti ini. lirihnya


aku menggenggam jemari tangan mama ana, aku menggeleng padanya.


"ini bukan salah mama ,itu karena aku saja yg ceroboh dan kurang berhati-hati. jawab ku meyakinkan nya.


mama ana kembali memelukku. bahkan pelukannya terasa begitu erat.


"sudahlah ma, aku sudah tak apa apa.


dan mama ana melepaskan pelukannya.


tak lama berselang , dokter dan suster pun berlarian ke arahku , dan segara memeriksa keadaan ku.


"syukurlah, semua nya baik dan normal.


terang dokter.


ada kepuasan yg tersirat di wajah dokter itu.


ia menepuk pundak Rizal , "lihatlah , dia memang wanita yg kuat !!


Rizal pun tersenyum , "terimakasih dokter.!


dokter itu pun mengagguk , dan segera meninggalkan ruangan tersebut.


sebelum pergi , ia memberi tahu Rizal , bahwa besok istrinya sudah boleh pulang , di Karenakan kondisinya sudah membaik dan normal. dan untuk bayinya , juga sudah di perbolehkan untuk di bawa pulang. dokter menjelaskan jika saat ini berat badan bayi itu dalam keadaan normal, akan lebih baik jika setiap pagi ia bisa menjemur bayi itu di bawah sinar matahari pagi , dan terus memberikan asupan ASI secara rutin untuk meningkatkan berat badan nya dan daya imun sang bayi.


Rizal pun mengangguk , dan menyimak jelas setiap kata yg di ucapkan dokter. tak lupa ia juga mengucapkan banyak terimakasih atas usahanya.