
pagi ini , Sinta menyibukkan dirinya di dapur, bersiap menyambut kedatangan suami tercintanya.
laki laki yg 7 bulan sudah memperistri nya.
dan belum lagi menjamahnya semenjak kekhilafan itu.
Sinta menyegarkan dirinya , dan merias dirinya secantik mungkin untuk memenangkan hati Rizal.
karna ia tahu ,saat ini Rizal pasti terpuruk karna kepergian istri tersayang nya kemarin.
ya ,kemarin sore. Sinta mendapatkan kabar bahagia untuk nya. ia mendengar sendiri dari mama mertuanya bahwa ayu sudah mati.
dan itu membuat nya senang bukan kepalang.
tapi ia tak mendengar kabar selanjutnya ,bahwa wanita saingan cintanya itu mendapatkan kesempatan untuk hidup kembali.
mini dress berwarna cerah , rambut tergerai indah dan bebas ,dan juga sepatu loavers warna senada membuat nya kian terlihat cantik dan anggun. namun tak mengubah sisi keji yg ada dalam dirinya.
suara mobil terparkir di halaman depan.
membuat Sinta segera berlarian kecil menuruni tangga dan bersiap memberikan sambutan hangat dan pelukan mesra pada suami.
mata nya membulat , melihat Rizal terlihat fresh dan tak ada raut kesedihan di wajahnya ,semua terlihat baik baik saja. dan itu membuat Sinta bingung.
"kenapa , apa dia sama sekali tak merasa kehilangan saat perempuan itu mati ?? gumamnya dalam hati.
dan matanya kian membulat saat melihat mama ana turun dari mobil sembari memapah seseorang yg terlihat baik baik saja sedang berhati hati turun dari mobil sembari membawa seorang bayi yg mungil.
seketika air muka Sinta keruh , hilang sudah kebahagiaan yg ada di benaknya.
ia mengepalkan jemari nya kuat kuat ,sampai kuku kuku nya memutih , ia juga meremat ujung drees yg ia kenakan sampai kusut.
dan lagi ,sebisa mungkin ia berpura pura tersenyum di hadapan semuanya.
perubahan mimik muka Sinta , sedari tadi tidak lah lepas dari pengawasan mata James.
James menyenggol lengan Rizal , dan menaikkan dagu nya ke arah Sinta.
Rizal pun menatap tajam ke arah Sinta, terlihat mimik muka yg kentara akan kepalsuannya. Rizal pun tersenyum tipis.
ia membawa ayu dan buah hatinya masuk kedalam. Sinta pun ikut mengekor pada Rizal.
"selamat ya yu , akhirnya kamu udah jadi ibu sekarang !! basa basi Sinta.
ayu pun tersenyum ramah , namun tak menjawab ucapan selamat dari Sinta.
Rizal dan James saling bertukar pandang , dan ke 2 mengagguk seakan memberi isyarat bahwa sekarang lah waktunya.
Rizal duduk di samping Sinta, ia meraih jemari tangannya dan mengecup nya lembut.
Sinta mengerjapkan matanya seolah ia tak percaya dengan apa yg terjadi.
"maaf ! selama 7 bulan terakhir ini aku Lalai sin. ucap Rizal seraya mengusap lembut rambut panjang Sinta.
Sinta hanya diam, terlihat bibirnya menyunggingkan senyuman tipis.dan segera beranjak dan menuju ke kamarnya.
sedangkan ayu sedang asik menimang Minang putra kecil nya. ia hanya melihat sekilas apa yg di perbuat suami nya itu ,sekilas ia juga merasa senang karna hari ini , suaminya itu akan memberikan pelajaran bagi Sinta.
ya , semalam setelah ayu pulih ,Rizal memutuskan untuk melihat kembali pantauan rekaman cctv yg tersambung langsung pada ponselnya. di saksikan oleh James ,dan juga mama ana , karna bagaimana pun mama ana masih merasa bersalah akan kejadian yg menimpa ayu. sehingga Rizal menyarankan agar mamanya juga ikut menyaksikan hal tersebut.
dimulai dari tumpahan baby oil yg sengaja di tuang Sinta , drama ,dan kejadian naas yg nyaris merenggut nyawa ayu.
membuat ke 3 nya geram dan menggertak kan gigi.
hingga akhirnya Rizal juga memperlihatkan apa yg sebenarnya terjadi kepada ayu.
syok ,itu sudah pasti ,takut ,dan hal hal lain yg terus berputar putar di kepala nya.
jika saat ini Sinta bisa Dengan mudah nyaris membunuhnya , bagaimana nanti dengan nasip putra nya , pasti dia akan lebih nekat lagi untuk menyerang putra ku ?? itulah yg terlontar dari mulut ayu . dan Rizal pun juga khawatir , pasalnya ini sudah bukan hal kecil lagi. ini sudah kriminal.
"James , bantu aku menjebloskan dia ke penjara. pinta Rizal.
James hening sejenak.
ia masih memikirkan perasaan kakak nya.
"tapi dia sedang hamil zal , dan itu anak-.
"James , , dia bukan anak ku. bantah Rizal
James mengeryitkan dahinya.
"apa maksudmu ?? kau tak mengakui nya , padahal jelas-jelas kami melihat mu melakukannya di sini ?? menunjuk sofa tamu.
"tanya kan pada kakak mu.
mungkin dia akan senang mendengar kabar ini.
"maksudmu?? James masih bingung
"kau tau James, sebelum aku dan dia melakukan itu, dia sudah hamil James, sementara aku belum pernah menyentuhnya sebelumnya.
kau tau bagaimana aku. !! jadi bagaimana mungkin itu darah daging ku??
"hm. baiklah.. kali ini aku akan membantu mu.
dan jika nanti kakak mu membebaskan dia, itu sudah bukan urusan ku lagi.
"hm, pasti.
"kau tau zal, sungguh aku iri padamu.dia perempuan yg istimewa, jika saja aku selangkangan lebih cepat darimu sudah kupastikan dia jadi wanita dan ibu dari anak anak ku.
Rizal menyunggingkan senyuman.
"kau tau, kau selalu kalah telak dariku. ejek Rizal.
James mendecih kesal mendengar ucapan Rizal. ya dia ingat semenjak kuliah dulu, meskipun James lebih tampan dan mempesona bagi kaum hawa. namun pesona cinta nya tetap kalah jika di sanding kan dengan Rizal. entahlah , terkadang itu membuat nya iri.
°•°•°•°•
sirine polisi terdengar jelas terparkir di depan rumah.
derap langkah beberapa polisi dan juga polwan masuk ke dalam rumah .
suasana masih tenang, Rizal , James, ayu , dan mama ana terlihat santai duduk di sofa tamu.
begitupun para polisi ,
sesuai jadwal setelah kemarin James melaporkan perkara yg menimpa ayu beserta bukti kongkrit nya ke pihak polisi, tak perlu lagi waktu lama , polisi segera menetapkan Sinta sebagai tersangka.
dan hari ini mereka akan membekuk Sinta di kediaman ini.
di dalam kamar, Sinta sudah panik dan berkeringat dingin mendengar adanya polisi yg datang, "sial ! kenapa ada polisi ?? batin nya.
dia sudah terlampau ketakutan dan mencari cari celah untuk kabur.
namu itu sia sia saja.
karna James dan Rizal sudah menutup semua celah yg ada.
jantungnya kian berdegup kencang saat mendengar derap langkah kaki mendekat ke arahnya, dan suara gedoran pintu semakin membuat nya menggila
dia duduk di sudut paling pojok, terduduk di antara deretan baju baju yg di gantung. berusaha bersembunyi dan mencoba lari jika nanti ada kesempatan.
"Gubrak !! polisi mendobrak pintu kamar Sinta, dan sekali tendangan membuat pintu itu terbuka lebar.
ia masih menunduk, rasa takut mulai menghantui nya.
"geledah !! titah seorang polisi berpangkat bintang 3.
semua nya masuk ,dan mencari cari barang bukti, dan ya.
Sinta menjerit histeris saat seorang polwan menyeretnya untuk keluar dari persembunyiannya. dia meronta ronta dan berdalih tak bersalah.
polisi tak menghiraukan Sinta , mereka tetap menjalankan tugasnya dan menggelandang Sinta ke kantor polisi.
beberapa bukti sudah di temukan , diantara nya ada baby oil yg masih baru , dan juga kain lap yg terbungkus plastik.
"zal !! tolong zal, aku nggak bersalah. rintih Sinta dengan derai air matanya.
Rizal mendekati Sinta, ia mengusap lembut air mata Sinta. dan mendekatkan diri ke telinga Sinta
."jika saja saat ini kau tidak hamil, dapat ku pastikan bukan hanya aku yg akan menghukum mu, tapi James mungkin akan lebih sadis lagi daripada aku.
beruntung lah kamu hamil, jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa padamu. bisik Rizal kental akan ancaman.
membuat Sinta bergidik ngeri saat memandangi James dan Rizal secara bergantian.
akhirnya ia pun pasrah dan menyerahkan dirinya.
"satu lagi ,
Rizal ingin menyampaikan sesuatu sebelum Sinta pergi.
"hati ini aku Rizal Permana rahadi, menjatuhkan talak 3 kepadamu. ! lantang Rizal.
seketika Sinta merosot lemas,
"Setega itukah?? tanya nya lirih.
"maaf !! ucapnya lagi
namun Rizal menggeleng, "di sini bukan tempat mu.
carilah dia , dan kembali lah pada ayah dari bayi yg kau kandung." tapi bukan di rumah ini. tegas Rizal.
"pak , bawa dia pergi.
titah James yg mulai geram.
polisi pun bertindak cepat, menggelandang Sinta dan memasukkan nya kedalam mobil polisi. tangan nya sudah terjerat oleh borgol , dan ia sudah tak bisa berkutik lagi sekarang.
Rizal memeluk ayu , pelukan hangat seolah meyakinkan ayu , bahwa hanya dialah yg berhak atas dirinya. dan bukan orang lain.
*lha. gimana pembaca udah puas belum dengan part ini.
Sinta udah terima hukuman.
jadi part selanjutnya enaknya gimana ya 🙄🙄.
bisa coment di bawah ya!!
terimakasih karna selalu hadir dan menyimak cerita ku yg masih asburd ini ya.