
"bersedia kah kamu menjadi imam dalam sholat mu mas??
suara itu terngiang di telinga Rizal.
sebagai seorang suami, ia telah gagal karna tak pernah menjalankan perannya dengan baik.
"mas, bersedia kah ?? tanya ayu lagi pada sang suami yg masih terdiam tanpa jawaban.
"tentu saja. aku akan menjadi imam dalam sholat mu, dan rumah tangga kita.
senyum kelegaan terpancar dari wajah ayu, ia begitu bahagia mendengar Jawaban dari sang suami.
"mari kita berwudhu, sebentar lagi adzan subuh akan berkumandang.
titah Rizal , yg segera di angguki oleh ayu.
setelah adzan subuh selesai berkumandang ,Rizal dan ayu segera menunaikan sholat subuh secara berjamaah.
ini kali pertama nya bagi mereka ,
menunaikan sholat secara berjamaah.
sampai salam terakhir , kemudian ayu mengecup lembut tangan sang suami.
"nyyyrrt."
terasa ngilu di hati Rizal.
alangkah bodohnya ia, yg tak pernah melakukan hal ini sebelum nya. ia merasa kecewa pada dirinya sendiri, yg tak pernah becus menjadi imam yg baik dalam keluarga nya. jika ia tahu, senikmat ini rasanya sholat berjamaah dengan sang istri , maka sedari dulu sudah pasti ia tunaikan dengan ikhlas.
Rizal masih duduk di samping sang istri, melihat mimik mukanya dan sudut bibirnya yg masih khusyuk melantunkan doa dan juga dzikir.
hatinya terasah begitu sejuk melihat pemandangan yg ada di hadapannya sekarang.
entahlah, apa karna Rizal yg tak pernah tau.
atau ayu yg memang tidak memperlihatkan sisi nya yg lain terhadap Rizal.
tapi Rizal merasa jika sang istri saat ini lebih religius, dan menerima semua nya dengan ikhlas.
Rizal masih fokus melihat sang istri.
ia melihat mata teduh nya mulai memandang wajah nya.
"mas !
"eh ,iya sayang.
"bisakah kau melantunkan ayat suci untuk ku ??
"tentu saja. sembari mengambil Al-Qur'an yg sudah berada di samping nya.
"aku ingin mendengar lantunan surah Ar-Rahman mas. tutur nya dengan begitu semangat.
Rizal pun mengagguk dan mulai membuka juz 27. ia menarik nafas dalam dan mulai melantunkan surah Ar-Rahman itu dengan suara khasnya.
suara yg begitu merdu menyejukkan hati setiap pendengar nya.
ayu merasa terhanyut dalam suasana haru karna baru menyadari bahwa sang suami ternyata pandai dalam qiroah.
"Shodaqallahul azhim . .
ayu masih saja menyimak dan mendengar kan dengan serius sampai sang suami menyelesaikan bacaan nya.
ia tersenyum manis ,dan mengecup lembut pipi sang suami.
"aku sangat bahagia , ternyata suamiku pandai dalam qiroah. puji ayu tulus.
Rizal tersenyum senang karena mendapat pujian dari sang istri.
"mau kah mas membacakan ayat ayat yg lain untuk ku??
"sekarang ??
ayu tertawa kecil.
"tidak mas, nanti malam setelah sholat Maghrib. aku ingin mendengar lagi suara merdu saat kamu melantunkan ayat suci Al-quran untuk ku , dan calon anak kita. aku juga ingin dia tau bahwa ayahnya memeliki suara yg sangat merdu. sambil mengusap lembut perutnya.
"baiklah. aku akan membacakan ayat-ayat suci yg lain untukmu sayang , tapi aku juga ingin mendengar bagaimana suara indah istriku saat membaca Al-Qur'an. boleh kah ??
Rizal mengusap lembut kepala sang istri yg masih tertutup oleh mukena.
"tentu saja sayang.
°•°•°•°
ayu segera turun ke lantai bawah ,ia melihat mama mertua nya sudah sibuk di dapur.
"pagi ma. !!
"pagi sayang , ,
"butuh bantuan ?? tanya ayu semangat.
"hmm , ,bisa bersihkan udang ini nggak sayang ?? mama mau masak udang nih.
ayu bergerak cepat dan mengambil udang yg berada di samping mama mertua nya itu.
"tentu saja ma. biar ayu yg bereskan ini.
dengan cepat ayu membersihkan udang udang yg berukuran sedang itu dan menyerahkan kembali pada mamanya.
"apa lagi ma ??
"emmm ..udah kayak nya sayang.
"ehm ,mama mau minum apa ??
"apa aja deh. terserah kamu. sambil mengaduk aduk masakannya.
******
"siaap. . 4 gelas teh susu hangat. seru ayu dengan semangat.
"kok 4 sayang? tanya mama ana heran
"iya ma, 1 lagi buat sinta, kasian dari semalam dia tidak makan.
"oh. jawab mama ana kilas
dengan perlahan ayu menaiki tangga sambil membawa nampan yg berisi minuman hangat dan juga 2 mangkuk kecil roti basah.
tok. .tok. .tok. .
perlahan ayu mengetuk pintu kamar Sinta, cukup lama ia berdiri di depan pintu, dan memutuskan untuk kembali mengetuk nya.
sampai akhirnya Sinta membukakan pintu untuk nya.
ya, Sinta menatap ayu sinis. untuk apa dia harus repot-repot mengantarkan minuman untuk nya sepagi ini. batin Sinta.
"pagi. . sapa ayu
hmm. . Sinta hanya menggumam.
"minum lah, dan makanlah dulu kue ini sin. setelah itu turunlah ke bawah, sarapan bersama kami.
Sinta hanya diam, tak menanggapi ucapan ayu. sedari tadi ia hanya memperhatikan mimik muka madu nya ini. kenapa ia terlihat sangat bahagia?? batin Sinta lagi
"heh. . kenapa suaramu jadi begitu lembut padaku? tanya Sinta sinis sambil menyesap teh yg baru saja di bawakan oleh ayu.
"hmm. .aku lelah berpura pura.
Sinta menaikkan alisnya, tanda ia tak mengerti dengan ucapan ayu.
"hmmm. . ayu menghela nafas pelan
"aku memang seperti ini sin. inilah aku yg sesungguhnya. maaf karena kemarin aku sempat kasar padamu.
Sinta masih saja terdiam di tempat.
"baiklah, segarkan badan mu, dan segeralah turun. kami akan menunggumu untuk sarapan. ayu tersenyum anggun dan keluar dari kamar Sinta.
sesaat saat ayu Keluar dari kamar Sinta. ayu melewati kamar yg bersebelahan dengan kamar Sinta dan kamar nya .kamar itu kosong dan jarang di gunakan namun tetap saja bersih karna ia selalu merapikan nya.
tiba tiba ia terbesit sebuah ide, dan ia berniat akan membicarakan hal ini nanti kepada suaminya. ayu yakin suaminya pasti tidak akan menolak untuk keinginan nya yg satu ini.
dengan langkah ceria ia menuruni tangga dan melihat sang suami sudah ada di meja makan sambil menyesap teh yg telah di buat nya.