Maduku

Maduku
45.



di dalam mobil ,Rizal masih saja terdiam dan menyenderkan kepala ayu dalam bahu nya.


"mas . .


"hmm. .apa sayang. jawab Rizal pelan.


"kamu mikirin apa ?


"nggak ada , sambil menggeleng pelan.


ayu segera duduk tegak dan menatap mata sang suami ,terlihat jelas ada beban terpancar dalam sorot mata teduhnya itu.


"mikirin apa sih mas ?? sembari membelai wajah Rizal.


Rizal memejamkan matanya , meresapi setiap sentuhan jemari sang istri.


"aku takut yank !!


"takut apa ??


"kamu nggak tau Sinta yank !!


"aduuh !! udah deh mas. jangan itu lagi itu lagi. bosen aku dengerin nya.


Rizal meraih jemari ayu , "yank ! aku tu khawatir sama kamu. sama anak kita. Sinta itu nekat yank orang nya.


"mas. .kamu sayang nggak sama aku.?


"sayang lah


"sama anak kita ??


"apaan si, ya jelas lah. sembari mengeratkan genggaman tangannya.


"kalo kamu sayang sama aku, aku mohon mas, bersihin nama kamu dari tuduhan tuduhan nggak bener dari keluarga om Petra.


aku nggak mau, kamu di cap jelek karna kesalahan yg nggak kamu perbuat.


"iya sayang, ,


"mas, jangan takut.


Allah selalu bersama dengan orang orang yg jujur, aku percaya sama kamu mas.


jujur aku juga berat dengan keputusan ini, tapi aku juga nggak mau nama kamu jadi jelek mas, semoga nanti ada titik terang ya mas untuk masalah ini.


Rizal pun mengagguk, dan kembali merengkuh tubuh sang istri.


"makasih ya sayang, kamu udah mau berkorban untuk kepentingan ku. aku sayang banget sama kamu.


"iya mas, aku juga. ke 2 nya hanyut dalam perasaan haru,


sedang mama ana yg duduk di depan hanya diam dan sesekali menitikan air matanya, merasakan kepedihan yg menjalar pada ulu hatinya.


ia merasakan pilu , membayangkan kebahagiaan putra dan menantunya akan terkoyak karna hadirnya orang ke 3.


°•°•°•°


di sisi lain.


Sinta masih menggerutu kesal ,karna Rizal tak mengacuhkan keberadaan nya.


ia di tinggalkan sendiri ,dan tak mengajak nya pulang bersama.


"udah lah sayang , kamu pulang sama mama papa aja ya nak. ! tutur lembut nyonya Petra pada putrinya itu


Sinta masih saja menggerutu , bibir nya mulai mengerucut dan mengomel sendiri.


"udah lah nak. pulang bareng papa aja.


biar papa yg nganter kamu ke rumah Rizal.


sinta pun hanya menurut ,dan memasuki mobil papanya ,mengikuti mobil Rizal yg melaju di depan nya.


sampai di rumah Rizal.


Rizal segera turun dan menggandeng tangan sang istri. mama ana juga turun dan ikut masuk ke dalam rumah.


"ma ,mau minum apa ,? tanya ayu


"enggak sayang ,biar mama nanti ambil sendiri.


"mas mau minum teh anget nggak ??


"boleh deh yank. . maaf ngerepotin ya.


ayu hanya tersenyum ,dan segera pergi ke dapur membuat kan teh hangat untuk suami dan mama mertua nya.


sejenak kemudian ayu pun kembali ke ruang tamu dengan nampan yg berisi teh hangat dan juga beberapa potong kue basah yg tersaji di atas piring kecil.


"ma , mas. silahkan di cicipi.


sembari meletakkan nampan itu di atas meja.


ayu kembali mendudukan bokong nya di sofa tamu ,sembari menyenderkan kepalanya di bahu sang suami.


Rizal masih mengusap lembut rambut sang istri ,sedangkan mama ana menikmati teh hangat buatan sang menantu.


tak lama berselang ,mobil om Petra pun telah tiba di rumah Rizal.


terlihat supir mulai menurunkan satu koper besar milik Sinta. di ikuti Sinta dan juga om Petra , dan nyonya Petra.


ke 3 berjalan beriringan , memasuki rumah Rizal.


melihat tamu yg datang ,ayu lantas segera berdiri ,dan menyambut kedatangan sang tamu. namun sikap nyonya Petra masih saja angkuh dan tak bersahabat . ia seakan mengacuhkan ayu ,yg menjadi nyonya rumah di rumah Rizal saat ini.


ayu hanya tersenyum kecut , mendapat perlakuan sinis dari ibu nya Sinta ini , ayu yg berniat akan pergi ke dapur , segera di tahan oleh Rizal.


"kamu mau Kana yank ??


"bikin minum mas ,buat om sama Tante.


"nggak usah ,biar Sinta aja. sembari menarik tangan ayu untuk segera duduk kembali di samping nya


"sin , buatin minum buat mama papa kamu. titah Rizal.


Sinta hanya mengangguk patuh ,dan beranjak dari duduk nya.


"eh ,nggak usah sayang ! ucap om Petra


maaf ya zal ,om sama Tante nggak bisa lama ,soalnya masih ada urusan. om titip Sinta di sini ya ! tutur om Petra.


Rizal hanya mengangguk. tak ada senyum atau apa pun tersirat di wajah nya. ekspresi kaku , mendengar Sinta di titipkan di sini.


"kalo gitu om pamit dulu ya zal. mbak saya pamit dulu. tutur om Petra berpamitan pada mama ana.


mama ana mengagguk dan tersenyum tipis.


Rizal dan ayu berdiri, dan ikut mengantar om Petra keluar.


ayu masih tersenyum ramah melepas kepulangan om Petra.


tampak mobil om Petra sudah lenyap di ujung jalan, baru kemudian Rizal dan ayu kembali masuk kedalam rumah.


Sinta masih duduk santai di ruang tamu. sedang mama ana sudah tidak ada di tempat. seperti nya ia sudah naik ke lantai atas, dan membawa serta teh yg baru saja di sajikan untuk nya tadi.


ayu yg merasa lelah, juga ingin segera beristirahat, kaki nya terasa kebas, karna sering berjalan.


"mas , aku ke kamar ya, capek mau istirahat.


"yaudah , aku juga ikut.


"lha dia gimana? tangan ayu menunjuk ke arah Sinta yg merasa teracuhkan


"biarin aja, di sini kan banyak kamar,


dia bisa pilih kamar yg mana aja. kita istirahat yuk. sembari menggendong ayu ke lantai atas.


Sinta menghentak hentak kan kaki nya kesal. ia kian geram dengan sifat ayu yg mengklaim Rizal seorang diri.


dengan kasar Sinta menarik kopernya menuju lantai atas, langkah nya sedikit tertatih karna koper bawaannya begitu berat , dan ia harus menaiki tangga yg lumayan panjang untuk sampai ke kamarnya. dengan susah payah ia membawa koper nya, sampai pada kamar yg berada di pojokan. hanya berjarak 1 kamar dari kamar ayu dengan rizal