Maduku

Maduku
61.



"astagfirullah hal adzim. .


astagfirullah hal adzim. .


Astagfirullah hal adzim. .


terus kulafazkan dari bibir ku.


berharap agar semua sakit yg kurasa bisa segera hilang dari hati ku.


aku menangis karna aku tak mampu lagi menghadapi ujian dalam kehidupan rumah tangga ku.


hati ku hancur , harapku hilang di depan mata.


jiwaku meronta, tak ingin lagi menerima kenyataan yg ada.


ku angkat ke 2 tangan ku, dan ku curahkan segala nya pada Allah, di dalam sepertiga waktu malam ku.


aku menangis pilu. mengingat kejadian kejadian yg lalu.


kejadian yg sama , yg membuat ku hancur berkeping-keping.


dan sekarang nyata di hadapan ku.


dia telah beristri lagi tanpa izin dari ku.


"ya Allah,


sungguh aku bertanya-tanya , mengapa Engkau hadirkan padaku dia laki laki yg tak punya hati nurani dalam hidupku. kenapa ya Allah?? isak ku dalam tangis ku.


dia suami ku, seseorang yg Kau takdir kan untuk bersama dengan ku.


tapi kenapa , sekarang dia bagai manusia yg tak berperi ?? menyakiti kami ? dan dengan tega menduakan aku ? lagi . . apa salahku ya Allah ?


ratap ku.


apa kurang ku sebagai seorang istri ?


sungguh aku tak pernah mengerti. ya Allah , aku mohon , kuat kan lah hati dan iman ku.


sungguh aku sudah lelah dengan segala yg ada. berikan aku ridho Mu untuk menyelesaikan segala permasalahan ku.


berikan aku kemudahan dalam segala langkahku. Amin


*****


ku lihat dia , seorang malaikat kecil yg hadir dalam hidup ku.ku pandangi wajah tampan Malaikat kecil ku yg tengah tertidur lelap dalam buai mimpi nya.


ku raih jemari nya , dan ku hadir kan kecupan kecil di sana.


tak terasa mataku mulai memanas, tak kuasa lagi untuk menahan tangisku.


batinku serasa teriris mengingat tentang pertengkaran kemarin malam.


,"bagaimana bisa kamu menghianati kami ??


apa kau tak pernah berpikir tentang perasaan kami ?? rintih ku lirih.


"kenapa kau begitu tega mas, , apa salahku ??


ucapku dalam derai air mata ku.


namun segera ku usap air mata ku.


saat aku tersadar putra ku sedang menatap ku dengan penuh kesedihan di matanya. ku sunggingkan senyuman lembut di bibir ku. berharap agar ia mengerti bahwa saat ini aku sedang baik baik saja.


"bunda kenapa nangis ?? ucapnya sambil menangkup wajah ku.


ku genggam tangan nya yg mungil. dan ku kecup berkali kali.


"bunda nggak apa apa kok kak.


bunda habis sholat dan berdoa sama Allah.


"kok berdoa nangis. ?? tanya nya yg mulai terdengar sendu


"bunda nangis , karena bunda bersyukur dan berterima kasih pada Allah ,karena Allah sudah menghadirkan malaikat kecil nan tampan dalam hidup bunda. jawabku seraya mengusap lembut kepala nya.


"bunda jangan sedih ya, kakak janji.


kakak akan jadi anak yg baik , yg patuh , dan nggak nakal. supaya bunda nggak sedih lagi.


tutur nya dengan mata yg berkaca kaca.


segera ku rengkuh tubuh kecil nya, dan ku bawa dalam dekapan ku.


"Alhamdulillah. . bunda seneng dengerin nya.


yaudah kakak bobok lagi , bunda temenin kakak ya.


dan dia mengangguk patuh, segera membaringkan tubuhnya menghadap ke arahku , dan menutup matanya.


ku usapkan lembut jemari ku pada lengan kecilnya, agar cepat ia terlelap dalam tidurnya lagi.bulir air mata ku kembali lagi berjatuhan.ada rasa sesak yg begitu menyiksa ku. "maafkan bunda ya nak !


gumam ku lirih.


*****


pagi menjelang, ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi.


"ya Allah, aku kesiangan !! pekik ku.


dan ku lihat di samping ku malaikat kecilku ternyata sudah tidak ada, segera aku bergegas ke kamar mandi dan menyegarkan diriku.


setelah selesai , aku berdiri sejenak memandangi sebuah cermin yg ada di hadapanku.


ku lihat pantulan diriku disana. mata sembab, dengan raut wajah lesu.


"begitu menyedihkan. gumam ku


yah , bagaimanapun juga ini adalah jalan yg sudah di takdirkan untuk ku. untuk apa harus berlarut larut dalam kesedihan , toh juga tidak akan merubah apapun.


dengan cepat aku bersiap , ku ambil satu gamis syar'i berwarna navi. salah satu warna faforit ku.


ku poleskan sedikit bedak , dan juga blush on di wajah ku untuk menutupi wajahku yg sangat menyedihkan ini.


tak lupa sapuan lipstik merah muda di bibirku sebagai akhir make up ku.


aku segera turun, dan ku lihat disana sudah ada Aini dan James di bawah sedang asik menemani baby zayn.


"tumben udah kesini James ? tanyaku heran


"iya, tadi Aini yg minta aku kesini. jawabnya


ayu melirik ke arah Aini. dan menaikkan dagu nya. seolah bertanya "mau ngapain ??


Aini malah menyengir kuda.


"ehm , aku minta James buat temenin kita belanja kak.lumayan lah bisa bantu banyu bawa barang. jelasnya cepat.


"hm. yaudah.


kita berangkat sekarang . ajak ku.


dan mereka semua segera beranjak dan masuk ke mobil James.


di dalam mobil.


James dan Aini duduk di depan , sedangkan baby Zayn dan ayu duduk di belakang.


sedari tadi baby Zayn terus memandangi wajah bunda nya itu. sesekali juga ia terlihat tersenyum malu malu.


"kakak kenapa sih liatin bunda terus ?


"enggak bunda ! elak nya


"terus kenapa , di liatin terus dari tadi ? bunda jadi malu kakak.


"hehehehe. . baby Zayn tertawa riang.


enggak bunda, hari ini bunda aku cantiiik banget.


puji nya. membuat wajah ayu merona karena malu.


"ih kakak. makasih kakak. kakak juga ganteng loh hari ini.


sedangkan James dan Aini senyum senyum sendiri mendengar ucapan dari baby Zayn.


"hush , biarin aja. baby Zayn kan dari dulu udah pinter. jelas Aini


sampai di tempat tujuan !


mereka segera turun.


sedang baby Zayn meminta gendong pada sang bunda.


ayu pun menggendongnya dengan senang hati.


ia mengambil sebuah kertas dan kartu ATM di sakunya dan menyerahkan nya pada Aini.


"itu list belanja nya ya dek. kamu cari cari dulu sama James, kakak mau nemenin baby Zayn dulu ,dia ngajak main.


"Aini mengagguk paham. ia berjalan ke stand tempat barang barang yg sudah di tulis oleh kakaknya. di ikuti oleh James di sampingnya.


sedangkan ayu dan baby Zayn pergi ke arah lain, ke wahana mainan anak.


""""""""""


" jadi semalem Rizal pulang ? tanya James memulai pembicaraan.


"hmm. jawabnya singkat sambil memasukkan beberapa barang ke troli.


"terus.


"mereka berantem James.


semalem aku nggak sengaja lihat mereka pas udah selesai makan. aku niat nya mau ke bawah ambil minum. dan aku dengar kak ayu Mulai emosi bahas perubahan Abang rizal, jadi aku urungin niat buat turun. aku naik lagi ke atas dan liat mereka dari pojokan. aku kira itu masalah sepele. karna kan awalnya mereka bahas soal kedatangan keluarga kamu besok. dan ternyata Abang Rizal nggak janji bisa hadir di acara besok. di situ kak ayu Mulai emosi James, jujur aku takut banget karna aku baru liat kakak bisa kayak gitu kalo lagi marah.


James terdiam sejenak.


ia tau betul sifat ayu, jika hanya masalah kecil pasti dia tak akan Semarang itu pada Rizal.


"hm. ayu ada mukul Rizal nggak ? tanya James hati hati.


"2 x, kakak nampar Abang Rizal James. jelas nya


lho kok kamu tau. ? tanya Aini heran


James tersenyum kecut.


"masalah apa?


"haissh. .


masalah besar James. Abang udah nikah lagi. dan itu bikin kak ayu syok dan marah besar semalam. aku kasian sama kakak James, kurang apa dia sebagai wanita ? bisa bisanya Abang nikah lagi di belakang kakak.


James mengepalkan tangannya kuat. kuku nya pun sampai memutih. rahangnya mengeras menahan emosi.


"bajingan emang !!


nggak kapok kapok dia ya.


sedangkan Aini hanya diam.


ia terus memasukkan barang barang yg di butuhkan ke dalam troli. dan setelah di rasa cukup ia segera membayar nya di kasir.


*****


di tempat lain.


baby Zayn sedang duduk manis di samping ayu.


ia terlihat lelah karena baru saja selesai bermain trampolin.


ayu menyeka keringat yg ada di kening sang putra.


"kakak capek ya??


baby zayn mengagguk. "bunda bunda. . kakak haus , ,


"kita cari minum ya kak. sambil cari sarapan , bunda laper ni.


"oke bunda. . baby Zayn melangkah riang mengikuti bunda nya berjalan


sampai ia melihat seseorang yg sangat familiar dengan nya.


"ayah. ucapnya pelan


ia berusaha untuk melihat kembali, seorang pria yg berdiri agak jauh di hadapannya itu.


dan ya, "itu ayah.


"bunda. .bunda ayah bunda. ayah.. ucap nya sambil menarik tangan ayu, dan berlari ke arah pria yg di duga adalah ayahnya itu.


"ayah. .ayah. . baby Zayn berlari dan memeluk kaki ayahnya.


rizal terkejut tak menyangka jika ia bisa bertemu dengan putra dan istrinya di sini.


ayu menutup mulutnya syok , karna pria di hadapannya ini benar adalah suami nya.


tapi ia kian geram saat menyadari ada tangan lain yg menempel erat di lengan suaminya itu.


ayu menarik paksa jemari lentik yg sedang bertengger di lengan Rizal dan menghempaskan nya di lantai.


"siapa kamu ?? tanya ayu penuh kemarahan.


namun wanita itu terdiam seribu bahasa.


ia tak berani menjawab pertanyaan dari ayu.


ayu meraih paksa baby Zayn dari dekapan Rizal.


"jangan sentuhkan tangan kotor mu itu pada putra ku mas.


"tenang sayang , tenang. . Rizal berusaha menenangkan amarah ayu.


sudah banyak pasang mata yg mengerubungi mereka.


ada juga sebagian yg merekam tercyduk nya rizal oleh ayu.


dari kejauhan James dan Aini datang. mereka penasaran dengan apa yg terjadi , sampai banyak kerumunan seperti itu.


Aini dan James pun ikut menerobos masuk, dan mereka terkejut saat melihat pertengkaran yg terjadi antara ayu dan Rizal.


baby Zayn menangis histeris , karena melihat bundanya juga sedang menangis. ia juga takut mendengar bundanya yg biasanya berbicara penuh dengan kelembutan , kini terdengar marah marah.


Aini bergerak cepat meraih baby Zayn dalam dekapannya, dan membawanya keluar dari kerumunan.


"aku bisa jelasin semua , dengerin aku. elak Rizal.


"stop mas, ini sudah menjelaskan semuanya.


aku nggak nyangka ya, kamu Setega ini sama aku , sama anak kita.


"nggak dengerin dulu. dengerin dulu sayang !!


Rizal mencekal lengan ayu.


ayu menggeleng. ia sudah menutup mata dan telinga nya untuk penjelasan palsu Rizal. sudah cukup air mata dan pengorbanan yg ia lakukan selama ini.


"kita cerai mas! putus ayu sambil melangkah pergi dari hadapan Rizal.


saat Rizal ingin mengejar ayu, dengan sigap James menghadang langkah nya.


"sory zal. " Buggh.. buggh .buughh . . James melayang kan pukulan nya di wajah Rizal.


sampai Rizal tersungkur.


ia berdiri , dan memandang James dengan remeh.


"nggak usah ikut campur. bentak Rizal.


"cih. Lo emang nggak pernah berubah, tabiat bajingan Lo makin lama makin parah ternyata.


tukas James seolah menghina.


"bagus deh, ayu udah sadar , kayaknya mereka lebih bahagia kalo pisah sama Lo.


ucap james sambil melenggang pergi menyusul ayu dan juga Aini.


.