
Susana mulai menegang saat ayah ku mulai menjabat jemari tangan James.
netra nya menatap lekat pada sorot mata seseorang yg sebentar lagi akan resmi menjadi ayah mertuanya.
"James Aileen Caesar , saya nikah kan dan saya kawinkan engkau dengan putri ku Aini putri Wijayanti binti putra Wijayanto dengan maskawin emas 10 gr , dan uang tunai Rp 500 . 000 di bayar tunai.
dengan satu tarikan nafas. James melafalkan ijab qobul nya.
"saya terima nikah dan kawin nya Aini putri Wijayanti binti putra Wijayanto dengan maskawin tersebut di bayar tunai.
dan sorak sorai dari para tamu undangan mulai menggema , ketika para saksi yg hadir serentak mengucap kata SAH secara bersamaan.
sebuah cincin emas bertahta berlian kecil tersemat rapi di ke 2 jari manis pasangan tersebut.
tak lupa kecup lembut dari bibir aini ikut hadir di jemari James , berlanjut dengan cium cinta di kening mempelai perempuan.
kami semua terharu, seluruh keluarga silih berganti memberikan pelukan , dan juga ucapan selamat ke pada kedua nya.
rasa bahagia dari kedua nya , seakan menyeret semua tamu yg hadir ikut terhanyut dalam pusaran kebahagiaan.
"selamat ! semoga jadi keluarga yg samawa.
bisik ku pada ke 2 nya.
yg hanya di jawab anggukan kepala oleh James.
sementara adik ku , jangan di tanya lagi.
saat ini dia malah terisak kala mendengar ucapan selamat dari ku.
"hmm. . . iya kak.
semoga kamu juga cepat menyusul kami.
menemukan jodoh mu yg sebenarnya , dan memiliki keluarga yg bahagia.
"amin . amin. peluk ku erat di bahu nya.
"ada seseorang yg menunggu mu.
James berbisik lirih , sembari menunjuk pada seseorang yg tengah berdiri membelakangi ku di kejauhan.
"siapa?
"sebaiknya kamu temui sendiri.
dia sudah merindukan mu dan menantikan saat-saat ini. jelasnya
"hmm. . terimakasih.
seraya melipir pergi dari tempat itu , meninggalkan sesak dan kerumunan para tamu yg meng antri ingin bersalaman dan memberikan ucapan selamat atau sekedar petuah petuah kecil pada pengantin baru.
langkahku terhenti , tepat di belakang seseorang yg James bilang tadi.
seseorang yg sudah menantikan pertemuan ini.
"tapi siapa ??
hingga ia menolehkan kepalanya , dan menatap lekat ke arahku.
sungguh , ini pertemuan yg tak terduga , dan tak pernah lagi terlintas di benak ku
wanita ini , dia . . .
" sin - ta ?? ucapku tak percaya
ia tak berkata apapun.
kaki jenjangnya kian maju , seakan merangsek , dan mengikis jarak di antara kami ber dua. hingga akhirnya tangan lentik nya kini sudah melingkar di bahu ku.
terasa semakin erat , dan bulir bulir air yg terasa hangat itu pun ikut membasahi baju ku.
"maaf ! maaf kan aku. ucapnya lirih di sela isak nya yg kian mengiris hati.
aku masih berdiri mematung , tak tahu harus bagaimana merespon kejadian yg mengejutkan ini.
apakah aku harus senang , atau
sedih , atau malah benci dengan situasi ini.
tangan ku ter ulur, perlahan melepas dekapannya dari tubuhku.
memberikan lagi , jarak di antara kami.
ingin rasanya aku pergi , menghindar dari pertemuan ini.
aku menggeleng kecil , menolak permintaan maaf nya untuk ku.
masih teringat , dan jelas terasa bagaimana kekejaman wanita yg saat ini tengah berdiri di hadapan ku sekarang.
rasanya , masih sakit. Bahkan teramat sakit saat aku hampir meregang nyawa di tangan nya.
aku berbalik ,beralih memunggunginya dan melangkahkan kaki ku untuk segera beranjak dari tempat itu.
namun , tanganku masih tertahan.
ia makin mengeratkan genggaman nya di pergelangan tangan ku.
" please ! untuk kali ini yu.
maaf mu sangat berguna untuk ku.
aku tak bergeming, masih diam di tempat tanpa ada pergerakan apapun.
"aku sakit yu. tolong ! untuk kali ini.
maaf , maafkan aku. mohon nya lagi
"deg !! sakit ??
sakit apa ? hingga membuat seorang Sinta mampu merendahkan diri nya untuk meminta maaf padaku ??
"kanker rahim ! ucapnya lantang.
"astagfirullah hal adzim . batin ku.
"separah itu kah ?? batin ku lagi.
perlahan , ku tahan lagi langkahku.
segera berbalik dan memeluknya sekuat mungkin. memberikan kekuatan pada sesama wanita yg dulunya pernah hidup berdampingan bersama.
"sejak kapan ? bisik ku di telinga nya
"1 th yg lalu. masih stadium 2. tenanglah ! aku masih belum mati. kekeh nya tanpa ragu.
ku lepas pelukan ku , dan ku ajak dia ke tepi balkon. menikmati hembusan angin malam dari ketinggian.
wajahnya masih terlihat cantik , walaupun nyatanya itu hanya manipulasi make up untuk menutupi paras nya yg mulai memucat.
"jadi ? kau ingin meminta maaf ?
"hmm. . angguk nya penuh semangat.
aku mengetukkan jemari ku , menimbang nimbang keputusan apa yg akan ku ambil.
"bagaimana ?? ucapnya yg terdengar tak sabaran
"emmm !!! aku masih memikirkan nya.
mungkin kau bisa memberikan ku waktu dengan mulai bercerita dulu , tentang kehidupan mu setelah berpisah dari mas Rizal ?
pandangan nya mulai ter alih, menatap hamparan gedung yg menghiasi bumi kota ini.
"hmm. . kehidupan ku ya !
setelah aku masuk penjara.
mendapatkan fonis hukuman berat dan jujur , saat itu aku takut.
aku sendirian , dan aku tengah hamil.
pikiran ku kacau. dan kau tau , 2 Minggu setelah aku masuk ke penjara, aku mengalami hal yg sama dengan mu.
Melahirkan di usia yg belum cukup bulan.
"hah !! mungkin ini karma bagi ku.
aku telah mencelakai mu dan nyaris membuat mu meregang nyawa.
dan , aku sudah merasakan nya.
setelah itu , dia datang.
memberikan jaminan untuk ku , dan membebaskan ku dari penjara.
setelah itu , dia melamar ku.
"dia ?? siapa ? tanyaku di sela sela cerita nya.
"Jacob ! ayah dari anak ku.
aku mengernyitkan dahi ku. bingung dengan maksut Sinta.
"dia adalah ayah dari anak ku.
dulu aku terlalu bodoh , sampai aku ter obsesi dengan mas Rizal dan meninggalkan jacob yg benar benar tulus mencintai ku.
kau tau , aku menyesal pernah bersanding dengan mas Rizal , dan mencelakai mu yu.
sungguh.
aku menepuk pundaknya perlahan ,
"aku tau itu.
"ah ya ! di mana mas Rizal ? apa dia datang dengan mu hari ini ? aku ingin meminta maaf padanya.
aku terhenyak untuk sejenak.
lidah ku seolah berat untuk menceritakan semua hal yg terjadi.
"ehm , dia tidak hadir sin.
"kenapa ?
"ehm , ,itu. kami sudah berpisah .
"ha ? kenapa ? kapan ?
"aih , cerita nya panjang.
dan saat ini , kami memang sudah resmi berpisah. dan soal permintaan maaf mu.
aku sudah memaafkan mu sin.
semoga penyakit mu segera di beri kesembuhan oleh Allah.
dia tersenyum tipis , bibirnya bergetar mendengar ucapan ku.
" kau memang wanita berhati emas yu.
semoga kehidupan mu selalu bahagia.
"amin.
kami masih setia mengobrol , hawa dingin kian berhembus menerpa kami.
Sinta sedikit menggigil karenanya , hingga aku mengajaknya untuk masuk ke dalam.
seseorang dengan cepat menghampiri kami , dengan lembut memasangkan jubah tebal di tubuh Sinta.
wajah nya yg panik , membuat ku paham , bahwa inilah yg bernama Jacob.
" aiya !! aku tak apa , hanya sedikit kedinginan.
"kita sebaiknya istirahat. kondisi mu sedang tidak baik. ucapnya penuh kekhawatiran
"ssssstttt !! tenanglah. tunggu.
kenalkan , ini ayu teman ku.
dan ini Jacob suami ku.
dan kami pun berjabat tangan untuk sesaat.
wajahnya , benar benar mirip dengan James.
dia seorang yg penyayang dan menjunjung tinggi kesetiaan.
" istirahat lah sin , kapan kapan aku akan berkunjung ke rumahmu bersama anak ku.
"oh ya ! aku sangat menantikan saat itu.
baiklah , ku rasa aku harus pergi.
selamat tinggal.
lambai nya padaku. aku mengangguk tipis dan juga melambaikan tangan ku padanya.
"semoga , Allah memberikan mu kesembuhan Sint!