
kebahagiaan terus menyelimuti keluarga kecil Rizal.
orang tua ayu , mama ana beserta papa Rudy semua berkumpul di rumah Rizal.
pagi ini mereka serempak datang hanya untuk memberi selamat dan melihat keadaan cucu pertama mereka.
suasana kian ramai , gelak tawa bahagia terdengar karna tingkah lucu para orang tua yg baru saja berganti gelar sebagai kakek dan nenek.
mereka berlomba lomba untuk membuat bayi kecil bernama Zayn itu tertawa.
dan ya ,bayi kecil itu terus menerus tertawa walau hanya dengan godaan kecil dari para nenek nenek nya.
semua nya tertawa bahagia karna kehadiran bayi kecil itu.
°•°•°•°
19 November 2019. tepat pukul 10 pagi .
bayi mungil itu terlahir ke dunia.
Zayn Akbar Permana Rahady.
nama yg indah Zayn : bermakna perhiasan
sedangkan Akbar bermakna besar atau agung.
Rizal dan ayu memberikan nama itu karna kehadiran nya bermakna sebagai hadiah terbesar dari Allah yg di karuniakan untuk mereka.
dan Permana Rahady merupakan nama belakang dari Rizal.
genap 1 Minggu sudah Zayn kecil lahir ke dunia.
dan hari ini Rizal mengadakan acara aqiqah untuk sang putra. sekaligus meresmikan pemberian nama indah itu untuk putranya.
di hadiri oleh keluarga ayu termasuk sang adik yg baru saja lulus dari bangku SMA. ,dan juga keluarga Rizal.
mereka semua berkumpul di saat bahagia keluarga kecil Rizal.
dan ya ,James juga ikut hadir dalam acara itu.
sesekali dia menggendong Zayn kecil dalam dekapan nya.
Ayu POV
aku melihat James yg baru saja tiba , mas Rizal dan aku sengaja ikut mengundang nya untuk datang pada acara aqiqah han putra ku.
dan ya baru saja dia meminta izin dari mas rizal untuk menggendong Zayn . dia terlihat berhati hati dalam memegang putra ku.
tapi ada juga raut bahagia di wajah nya.
aku segera menghampirinya.
"udah cocok kamu James ! goda ku padanya.
"hm. bisa aja kamu yu !
"buruan nyusul. keburu tua !!
"CK .! belom ada calon yu. kamu cariin lah
"aku nggak tau tipe mu James. ntar salah lagi.
"gampang ,asal kayak kamu aja aku juga suka. terang nya.
aku tertawa mendengar nya.
mana adalah James ,setiap orang kan beda beda , punya kekurangan dan kelebihan tersendiri. mana bisa sama !!
"hmm !
"dek !! sini.
panggilku pada adik ku yg terlihat sibuk melayani tamu yg hadir
"nah , sini dek , sambil kutarik tangannya agar lebih dekat pada ku. kenalin ini James sahabat nya mas Rizal.
dan James ini adik ku , Aini.
James terlihat kikuk saat melihat adik ku ,begitu pula adik ku yg malu malu saat aku memperkenalkan mereka.
"James ! sambil mengulurkan tangannya.
"aini. kak !! jawab adik ku sopan. sambil menyambut uluran tangan James.
perlahan ku ambil Zayn dari pelukan James ,
"nah ,Zayn sama ibuk duyu ya !! om cama Tante mau kenayan. . ucap ku dengan nada kecil seraya meninggalkan mereka ber 2 agar lebih leluasa untuk mengobrol.
ku hampiri mas Rizal , dan aku mulai ikut bergabung dengan tamu yg lain. sekedar menyalami mereka, karna sebagian tamu yg hadir adalah para kolega bisnis mas Rizal dan juga para pelanggan tetap butik Z.A syar'i Ku.
mereka sangat antusias , ingin hadir dan melihat putra kecil kami .
sesekali kuendarkan pandangan mataku melirik ke arah James , yg masih betah berdiri kaku di tempat terakhir saat aku meninggalkan mereka tadi. dengan mata yg terus melihat ke arah adik ku. aku tersenyum tipis melihat nya.
"sudah saatnya kau menyerah James.
kita tak di takdirkan bersama. lirihku.
jujur selama ini aku tau James menyimpan rasa untuk ku.
dari cara bicaranya , tingkah nya , dia menjadi pendengar yg baik saat aku menumpahkan segala keluh kesah ku padanya
dan dia jadi pelindung serta penyemangat ku saat aku sedang ada masalah.
ya , aku merasakannya James, debaran itu , rasa nyaman. tapi aku tau tak mungkin bagiku untuk melampaui batasan ku waktu itu , dan yg membuat ku salut adalah , meskipun kau menyimpan rasa yg besar untuk ku ,tapi kau tetap menyarankan saran yg paling baik untuk hubungan ku dengan Rizal waktu itu.
kau pria hebat James.
gumam ku dalam hati.
°°°°°
tepat saat adzan magrib, semua tamu sudah pamit pulang.
aku masih menimang putra kecilku yg mulai rewel . ku dekati mas Rizal dan aku meminta izin padanya untuk segera naik ke atas
."mas , aku istirahat ke kamar ya , kasian Zayn juga udah rewel mungkin ngantuk mas.
"hmm. naiklah.nanti mas nyusul.
ku rebahkan putra kecilku di atas ranjang , ku lepas semua pakaian yg melekat di tubuhnya.
ku ambilkan air hangat dan washlap untuk membersihkan tubuhnya dari sisa keringat.
ku lihat senyumnya, matanya , betapa lucunya dia saat ia tertawa dan terlihat gusi nya yg merah. ku ciumi pipi nya karna rasa gemas ku padanya.
setelah puas, ku sapukan minyak t**on ke tubuh nya dan kembali ku pakaikan pakaian yg nyaman untuknya. tak lupa aku segera menyusuinya , dan kami pun terlelap bersama.
di ruang keluarga.
semua anggota keluarga yg hadir masih berselonjor kaki menghilangkan rasa lelah mereka. termasuk Aini yg juga terlihat lelah.
dan James juga masih disana.
tiba tiba saja ponsel Rizal berbunyi , ada pesan masuk.saat di buka ternyata.
from :James.
"gue minta tolong dikit zal.
* tolong apa
"mintain nomer w.a Adek Lo.
*ha ?? becanda Lo
"serius lah.
*maksut gue , gue nggak punya James.
gue aja baru 2x liat dia , mana mungkin gue punya nomernya. ngaco !!
"ya tolonglah Lo tanya in sama ayu
*dia lagi istirahat , capek katanya.
"ya Allah , segitu nya banget Lo nggak mau bantuin gue.
*ya udah . besok gue mintain.
udah Lo balik sana, kita semua juga mau istirahat, nggak enak juga kalo mau ngusir Lo pergi.
"siap. 👍👍 .
setelah itu James pun berpamitan pulang.
mama ana dan om Rudi sudah lebih dulu masuk ke kamar. begitu juga orang tua ayu.
terlihat Aini masih clingak clinguk mencari kamarnya.
karna baru hari ini ia tiba ,dan belum sempat beristirahat. terlihat wajah nya begitu kelelahan.
karna tak ada lagi kamar kosong lain , akhirnya Rizal pun menyuruh Aini untuk beristirahat di kamar nya saja menemani ayu dan juga putra nya.
sedang kan Rizal akan tidur di sofa saja.
Aini pun mengagguk ,dan segera naik ke lantai atas untuk menemani kakak nya.
Rizal pun pasrah ,jika malam ini ia harus tidur berjauhan dengan sang putra. karna ia juga kasian pada adik iparnya yg terlihat sangat kecapaian. tak mungkin juga jika ia sampai tega menyuruh adik nya itu untuk tidur di sofa malam itu. alhasil dia lah yg mengalah.