
Rizal melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
ia begitu khawatir dengan keadaan sang istri.
baru kemarin ia bahagia karena tau keadaan janin dalam perut ayu sehat. dan hari ini dunia nya bak dibalikkan 180 derajat.
hancur dan luluh lantak , hanya harapan dan doa yg terus ia panjatkan sedari tadi.
"ckkiitttt !!!
Rizal mengerem mobilnya mendadak di pelataran rumah sakit.
untung saja keadaan tak begitu ramai.
dengan tergopoh gopoh ia berlari mencari cari ruang operasi dan berharap bisa segera bertemu sang istri.
dari kejauhan ia melihat mama ana ,dan James sedang duduk di kursi tunggu , menunggu dokter menyelesaikan operasi nya.
"brengsek !! Lo Spain istri gue
bentak Rizal pada James. ia mencengkram erat kerah baju James ,dan hendak melayangkan pukulan pada wajah nya.
nampak raut kesedihan begitu nyata hadir di wajah James. hal yg sama yg saat ini Rizal rasakan.
mama ana dengan cepat melerai Rizal yg sudah kalut dalam emosi.
"tenang lah nak , James tidak tau apa apa. dia yg menolong mama dan membawa ayu ke sini. sembari mengusap lengan putra nya itu.
mama ana mencengkram erat lengan Rizal , dan meminta nya untuk tenang.
Rizal melepaskan cengkraman tangannya dan mengusap wajah nya kasar.
"apa yg terjadi ma ?? lirih Rizal
"mama nggak tau zal , waktu itu mama lagi baca di ruang tamu ,dan ayu ada di kamar.
entah mungkin ia terjatuh atau terpeleset mama nggak tau zal ,tau tau dia udah begini. .
jelas nya . mama ana makin terisak pilu.
ia tak kuasa merutuki kecerobohan nya karna tak bisa menjaga ayu.
"maafin mama zal. !
Rizal memeluk wanita yg telah melahirkan nya itu dengan erat ,mencoba untuk saling menguatkan dan yakin akan keselamatan ke 2 nya , Rizal tak kuasa menahan air matanya.
hari ini ,dunia nya serasa runtuh. ia takut hal buruk akan menimpa keluarga nya.
namun Dengan cepat ia menepis angan negatif itu . ia yakin bahwa wanitanya yg tengah berjuang di dalam ruang operasi itu adalah wanita yg kuat. ia yakin ayu mampu bertahan.
1 jam kemudian, dokter keluar dari ruang Operasi. sayup sayup terdengar suara tangisan bayi saat pintu terbuka.
seketika Rizal , James , dan mama ana menghampiri dokter dan menyerbunya dengan berbagai pertanyaan.
"suami pasien ?? tanya sang dokter
"saya , saya dok jawab Rizal panik
"silahkan anda masuk ke ruang bayi ya pak.. Anda perlu meng adzani putra bapak !! tegas sang dokter.
Rizal menutup mulutnya , ia menangis haru mendengar putra nya bisa selamat. dengan cepat ia masuk ke dalam, dan melihat suster sedang mengenakan pakaian pada seorang bayi laki-laki. bayi itu di balut dengan kain bedong , supaya ia tetap hangat.
rizal semakin gugup , saat suster memberikan bayi kecil itu kepadanya,
bayi kecil , berkulit putih dan tampan , sepintas wajahnya sama seperti ibunya.semoga kamu bisa jadi anak Sholeh ya nak !! batin Rizal.
bulir air mata kian mengalir di sudut matanya.
suster kembali datang , ia menjelaskan pada Rizal , bahwa putra nya harus di taruh dalam inkubator, mengingat kelahiran putra nya itu masih di usia kandungan 7 bulan. meskipun berat lahir sang bayi terbilang normal , 2,8.kg. namun bayi tetap harus di letakkan dalam inkubator untuk menjaga suhu badannya agar tetap hangat. Rizal pun mengerti , ia menyerahkan kembali putra nya pada suster.
kemudian Rizal keluar dari ruang bayi tersebut.
ia masih melihat dokter yg menangani istrinya masih berdiri di samping mamanya dan James.
segera Rizal menghampiri mereka, dan menanyakan bagaimana keadaan sang istri.
"dok , keadaan istri saya gimana ??
tanya Rizal panik
"tenang pak , kami sudah mencoba sekuat tenaga , istri anda kehilangan banyak darah , dan ia sempat mengalami benturan keras pada kepala.. sekarang istri anda kritis.
kita hanya bisa berdoa , semoga Allah masih memberi nya kesempatan untuk bertemu putra nya. lirih dokter
seketika Rizal roboh , kaki nya terasa lemas bagai tak bertulang.ia tak sanggup membayangkan istri yg begitu ia cintai akan pergi dari hidup nya.
James menepuk pundak Rizal , dan berusaha menguatkan hatinya.
sejujurnya saat ia juga merasakan ketakutan yg sama dengan yg dirasakan Rizal. namun ia hanya diam. sesekali bulir air mata itu lolos dari sudut matanya.
"tenanglah , kuatkan dirimu demi putra mu !
lirih James. suara sendu begitu nyata terdengar dari suara James
Rizal hanya mengangguk, ia melihat keadaan James yg terlihat berantakan, dengan rambut yg acak acakan , dan banyak noda darah di bajunya.
"terimakasih karena kau datang di waktu yg tepat .maaf karna aku sudah salah paham padamu.
James tersenyum tipis , dan mengangguk kecil.
'' bolehkah aku minta tolong lagi padamu ?? maaf merepotkan mu lagi. tolong antarkan mama ku pulang. aku ingin dia istirahat. dia terlalu syok , aku takut hipertensi nya kumat.
aku akan di sini menemani istri ku sampai ia siuman.
James mengagguk dan mengajak mama ana pulang. mama ana sempat menolak , namu James tetap membawanya pulang , ia juga tak ingin jika ibu sahabat nya ini akan jatuh sakit nantinya.
°•°••°•
"ganti bajumu James !! titah mana ana saat melihat yg James hendak pergi setelah ia mengantarkan mama sahabat itu pulang ke rumah.
James dengan sopan menolak. dan ia berdalih ingin segera pulang dan kembali lagi ke rumah sakit.
namun mama ana melarang , dan ia tegas menyuruh James untuk mengganti pakaiannya yg kotor dengan pakaian Rizal .
"naiklah ke atas , kamar Rizal nomor 2 dari kanan. segarkan dirimu dan gantai pakaian mu. Tante mau ke dapur dulu.
James pun tak dapat lagi membantah.
noda darah yg membasahi lantai dan sebagian anak tangga tadi kini sudah hilang , mungkin seseorang membersihkan nya selagi mereka pergi ke rumah sakit.
perlahan James melangkah kan kakinya menaiki satu persatu anak tangga. sampai 3 anak tangga terakhir di bagian atas.
nyaris saja ia terpelanting dan jatuh jika saja ia tak cepat cepat berpegangan.
permukaan anak tangga ini begitu licin.
dan benar saja , saat James menunduk dan melihat dengan teliti , menyapukan tangan nya pada ubin tangga itu.ada bau harum di jemari tangan James yg licin dan sedikit lengket tersebut. ia menyimpulkan ada minyak atau sejenisnya yg tadi sengaja di tuang dan sudah di bersihkan di sana. namun tetap saja itu masih meninggalkan bukti kuat bahwa ada rencana pembunuhan yg terjadi di rumah ini.
ia melihat sekeliling , mungkin ia bisa menemukan hal lain lagi di sana. mata james berkeliling , mencari sesuatu yg bisa membuat pelaku pembunuhan itu tertangkap. dan ya , mata nya yg jeli itu mengetahui ada beberapa titik titik strategis yg terpasang cctv kecil di sudutnya.
bibir James menyeringai , menampilkan sisi keji nya. "aku akan segera menemukan mu , ,
ucap James