
mataku sembab , sedari tadi air mataku tak henti hentinya berjatuhan.
aku tak berdaya , hatiku serasa sakit saat melihat kondisi putra ku yg terbaring lemah dengan balutan plaster di dahinya.
bahkan aku tak lagi memperdulikan segala
lebam yg mendera wajah dan kepalaku karna ulah Rizal.
"terimakasih !! ucap ku lirih.
dan Raka hanya mengangguk tipis.
aku tak mengalihkan tatapan ku padanya , aku hanya terfokus pada putra ku yg masih terlelap.
"Ya . dia masih menemaniku di sini , di sampingku tepatnya.
bersama dengan putri kecilnya yg ikut terlelap dalam dekapannya.
"apa lukamu masih sakit ?? tanya nya membuyarkan lamunanku.
aku menggeleng pelan.
walau sejujurnya rasa nyeri masih mendera di wajahku.
Raka menggenggam jemari ku, usapan lembut nya membuat ku sedikit berdesir geli.
"aku tak akan melepaskan si brengsek itu.
ucap Raka tegas
aku beralih menatapnya ,
" kenapa ?? tanyaku menyelidik
"dia akan mendapatkan ganjaran yg pantas karna telah melukaimu.
aku mengerutkan kening ku.
jawabannya membuat ku sedikit senang dan juga tenang.
ku rasa dia masih memperdulikan ku , atau ini hanya perasaan sebatas rasa kemanusiaan saja ??
"ehm , kurasa keyra harus tidur dengan benar.
maksutku , sebaiknya dia di baringkan saja , mungkin posisi seperti itu kurang nyaman baginya.
Raka melihat baby keyra yg sedang tertidur pulas , ia meringkuk dalam dekapan dada bidang nya , dan memang terlihat sedikit kurang nyaman karena ia tak bisa bebas bergerak dalam tidurnya.
perlahan Raka meletakkan tubuh putri kecilnya itu di kasur , tepat nya di samping baby Zayn yg sedang terlelap.
suasana hening, tidak ada yg berbicara di antara kami.
hingga akhirnya pandangan kami bertemu.
ku tatap lekat netra coklat miliknya , ada tatap keteduhan yg Hadir di sana.
tatapan yg sama saat aku pertama kali menjalin ikatan dengan nya di masa lalu.
kemudian kami tersenyum , entah karena apa aku juga tak mengerti.
kami seolah sedang di permainkan oleh suasana , membuat hatiku seolah tergerak untuk menjangkau angan ku yg lalu.
"jangan menatap ku seperti itu !! ucapnya
"jangan gr. siapa yg sedang memandang mu. elak ku.
dia tersenyum tipis ke padaku, memperlihatkan lesung pipi di wajahnya, yg langsung membuat wajahku merona.
karna terpesona akan karisma yg ia miliki.
dan ya, aku tak munafik.
aku masih menyimpan rasa untuknya , karna walau bagaimanapun Raka adalah cinta pertama ku. jika bukan karna kendala restu dari mamanya , pasti kami sudah bersanding di pelaminan sejak dulu.
" berhenti menatap ku. ! cubit Raka di hidungku.
membuat ku mengerjap kaget saat aku menikmati kembali kenangan lama yg terlintas di benak ku.
namun suasana itu mulai buyar , saat aku mendengar adanya sirine polisi yg mulai membuat suasana kian bising.
"mereka sudah datang ! aku akan menyambut mereka dulu. ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya .
"apa aku bisa ikut?? tanya ku ragu.
"jika kau berkenan.
aku pun mengagguk , dan mengikuti langkahnya.
aku berjalan di belakang Raka, dan melihat nya dengan jelas sedang menjelaskan secara rinci tentang kejadian kriminal yg menimpa ku pada polisi.
"baiklah , kita akan melakukan visum pada saudari ayu , untuk mendapatkan bukti yg lebih akurat.
selebihnya kita akan lanjutkan di kantor polisi.
ucap salah satu dari mereka.
aku mengangguk patuh.
dengan paksa mereka menggelandang Rizal , dan guncangan di tubuhnya membuat Rizal tersadar dari pingsannya.
ia terkejut karna dia sudah di gelandang paksa oleh 4 polisi yg mengapit nya.
dan tepat setelah itu , mama ana pun tiba di rumah ku.
dia begitu panik saat aku mengabari nya tentang kejadian ini , dan membuat nya harus bergegas dan sampai di rumahku dengan cepat.
mata kami saling memandang.
mama ana yg baru saja sampai langsung menghampiri ku dan syok saat melihat keadaan ku yg teramat buruk dengan segala lebam yg ku derita.
sedangkan Rizal , ia juga tak kalah bonyok nya dengan ku.
namun mama ana sadar tentang apa yg terjadi saat ia melihat adanya borgol yg menjerat di pergelangan tangan anaknya itu.
mama ana menatap Rizal , ia menggelengkan kepalanya , seakan tak pernah menduga bahwa ia akan berbuat senekat ini.
mama ana mengusap lembut kepala Rizal.
usapan halus seorang ibu pada anaknya.
"mama kecewa sama kamu zal !
akan lebih baik jika seperti ini dulu , akan lebih baik jika kamu bisa merenungkan kesalahan mu nak. !! ucapnya sendu.
kulihat mata mama ana yg sudah berkaca-kaca , bersiap menumpahkan segala sesuatu yg terasa berat baginya.
tidak memungkiri , walau bagaimanapun Rizal tetaplah anak dari mama ana.
dan tak ada seorang ibu yg rela melihat anaknya harus mendekam di balik dingin nya dinding penjara.
"ma , ucapku mulai membuka suara.
aku bisa menghentikan proses hukum ini jika itu bisa membuat mama tenang. ucapku lirih.
membuat semua yg ada di ruangan itu pun tercengang , tak terkecuali Rizal dan Raka.
" apa maksudmu yu ?? jangan bodoh.
bajinga*n ini harus mendekam di penjara , agar dia tau rasanya menerima hukuman. sahut Raka yg mulai emosi.
"tapi.
*enggak sayang ! potong mama ana
ini yg terbaik , biarlah dia merenungi kesalahan nya.
mama tak keberatan. sanggah nya dengan yakin.
aku tersenyum mendengar ucapan mama ana. membuat ku semakin yakin jika mama ana memang seorang wanita yg bijak.
"kita ke kantor sekarang ! tegas seorang perwira polisi.
aku dan Raka mengagguk patuh.
sebelum itu aku menitipkan baby Zayn , dan keyra yg masih tertidur pada mama.
"maaf merepotkan mama!!
"tak apa sayang. kau adalah putri ku.
sekarang pergilah.
aku mengagguk , dan segera menyusul Raka memasuki mobil ku yg masih terparkir rapi di Bagasi. dan mulai bergerak mundur dan mengikuti sirine polisi yg ada di depannya.
hening sesaat , sebelum akhirnya Raka mengeluarkan benda pipih dari sakunya.
"ponsel mu ! tadi tertinggal di mobil ku. sambil menyodorkan nya padaku.
"terimakasih !
"tak perlu !
"ah bukan , maksutku terimakasih sudah datang di waktu yg tepat , aku tak tau jika saja kamu terlambat sedikit saja , mungkin . .
"jangan di bahas lagi. aku juga tak menduga kalau ada kejadian seperti itu di rumah mu.
tadinya aku hanya ingin mengembalikan ponsel mu saja , tapi aku mendengar tangisan baby Zayn memanggil manggil namamu dari depan , dan itu membuat ku sedikit waspada karna ku kira tadinya maling lah yg masuk ke rumah mu , tapi ternyata malah si brengsek itu yg berulah.
"apa kau masih mencintainya ?? tanya nya penuh selidik.
"tidak ! jawabku cepat.
dulu memang aku masih mencintai nya, tapi sekarang aku sudah membuang rasa itu jauh jauh dari hati ku.
"ya ! baguslah kalau begitu.
dan setelah itu kami pun saling diam.
dan hanya fokus pada jalanan yg kami lalui.
.