
akhir akhir ini hari hari ayu kian sibuk. koleksi busananya berlogo Z.A syar'i itu kian melejit di pasaran. ayu sampai kewalahan melayani pesanan pelanggan tetap nya yg semakin hari semakin banyak.
Yap. sudah 6 bulan berlalu.
ia menjalankan usaha baru nya. saat ini ia sudah memiliki anak buah sendiri untuk membuat desain pakaian nya yg di rancang ayu.
sedangkan ayu ia hanya mendesain saja. karena perutnya yg kian membuncit setiap bulanya, membuat ia membatasi ruang geraknya, selain itu juga ia mudah kelelahan dan kram di ke dua kakinya.
untuk urusan menjahit sudah ia serahkan sepenuhnya pada karyawan di konveksi nya.
ayu sedang duduk santai di sofa , di temani dengan mama ana.
mama ana mengusap lembut betis ayu yg mendadak kram itu.sangat perhatian dan lemah lembut.
sorot mata cemburu , terpancar dari mata seorang wanita yg berada di lantai atas,
ia memandangi tingkah ayu setiap harinya.
iri , kesal , sakit hati , dan segala kebencian hadir dalam hidup nya.
semenjak 6 bulan yg lalu ,saat ia mengetahui bahwa ayu juga tengah hamil. hilang sudah perangai nya dalam rumah ini.
ia semakin tak di anggap , dan serasa tak di butuhkan.
setiap hari ia hanya mengurung diri di kamarnya.ia kehilangan semangat hidupnya , hanya waktu makan saja ia baru turun dari kamarnya , dan bertemu dengan suami dan juga mama mertua nya.
setelah itu ia lebih memilih untuk masuk kamar. ia tak pernah lagi bicara dengan ayu. setelah kejadian waktu itu hatinya kian sesak walau hanya dengan melihat ayu. entahlah
7 bulan yg lalu, saat ia resmi menjadi istri siri rizal, berharap akan ada kebahagiaan yg akan ia dapatkan dengan gelar baru nya itu
namun itu sia sia. bahkan sampai saat ini pun , belum pernah barang sekali pun Rizal datang ke kamarnya untuk melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami padanya. hanya uang bulanan yg cukup banyak yg selalu ia terima dari rizal sebagai nafkah lahiriah. sedangkan nafkah batin ??
Rizal tak pernah berniat melakukannya. sempat ia ingin meminta, namun ia urungkan lagi Niat nya, karna percuma saja yg ada Rizal malah akan menolak , memandang dirinya rendah dan tak bermoral.
*****
hari ini, adalah jadwal bulanan ayu dan Sinta pergi ke dokter guna memeriksa kehamilan mereka.
seperti biasa , Rizal selalu setia menemani ke 2 istrinya untuk cek up.
saat Sinta di periksa , dokter menjelaskan tentang keadaan bayi dalam kandungan nya dalam keadaan sehat dan memberi tahu bahwa anak dalam rahim Sinta berjenis kelamin perempuan. Rizal hanya tersenyum dan tak mengatakan apapun
berbeda dengan ayu, saat ia di periksa terlihat Rizal begitu bersemangat mendengar penjelasan dokter. sesekali ia menanyakan tentang berat, dan posisi plasenta sang bayi.
apakah berat nya normal dan posisi plasenta nya bagus atau tidak.
dokter menyatakan jika berat janin ibu ayu di usia 7 bulan saat ini 2,9. kg.
untuk posisi plasenta nya sangat bagus, ia menyarankan supaya ibu ayu mengurangi konsumsi gula.dan rasa rasa manis lainnya, dokter lebih menyarankan supaya ayu banyak mengkonsumsi buah buah segar sebagai pengganti gula.
Rizal manggut-manggut mendengar penjelasan dokter.
"ehm satu lagi dok, anak saya perempuan atau laki laki? tanya Rizal antusias.
"bapak bisa lihat di sini.
dokter menunjukkan salah satu anggota tubuh bayi, yg terlihat seperti Monas kecil. dan rizal meyakini kalau itu adalah bayi laki laki.
"yah bapak benar dia laki laki. jawab dokter itu dengan semangat.
selamat ya pak. Anda akan memiliki sepasang anak nanti nya. satu laki laki dan satu perempuan.
Rizal tersenyum senang, begitu pula dengan ayu yg juga terlihat bahagia.
namun wajah Sinta terlihat murung.
"selalu saja seperti ini , dia selalu jadi yg pertama. sedangkan aku. tak pernah terlihat di matanya. "gumam Sinta lirih.
Rizal pun mengantar ke 2 nya pulang, seperti biasa Sinta begitu dingin , ia jarang sekali bicara semenjak ia mengetahui kehamilan ayu. dengan cepat ia menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya. mengunci diri dalam kesendirian.
"mas !! sebaiknya kamu ajak sinta ngobrol ber 2 deh, biar dia ada semangat gitu ! kasian aku liat nya, mana pucet banget lagi. tutur nya sembari merebahkan dirinya di ranjang.
Rizal menghela nafas gusar
"lagi ?? tanya Rizal sambil mengusap wajahnya.
ayu mengagguk pelan
"kan kamu tau sendiri sayang , dia yg sengaja menutup diri dari kita. mas udah pernah coba bicara sama dia dan alhasil mas sama dia malah berantem. jadi mendingan mas diem dan terus season dia dari jauh.
"maksud mas?? tanya ayu tak mengerti.
"iya mas udah pasang cctv di kamar dia.
mas takut dia bakal nekat dan mutusin buat berbuat yg nggak nggak.
"bunuh diri maksut mas??
"he,em. siapa yg tau dia kan orangnya nekat
makanya mas waspada.
dan lagi di beberapa sudut rumah ini mas juga udah pasang kamera pengawas kecil, untuk memantau keadaan rumah. mas takut dia bakal celakain kamu sayang.
"ah mas nakut nakutin ayu ah!! gumam ayu lirih.
"jujur aja perasaan mas nggak enak, tiap liat dia yg keliatan nya benci banget sama kamu sayang, mas nggak tenang ! jawab Rizal jujur.
"ah, udahlah mas, jangan negatif thinking terus. nggak baik.
aku mau tidur sebentar ya mas, capek pinggang aku sakit. lirih nya.
Rizal pun mengagguk , ia juga ikut berbaring di samping sang istri sembari memijit mijit pinggang nya pelan , meredakan sedikit rasa pegal yg mendera tubuh sang istri.