Maduku

Maduku
41.



suasana ribut di pagi hari sudah mendera kediaman Rizal.


ayu yg sibuk dengan pekerjaannya kini juga harus menenangkan Sinta yg sedang berteriak histeris di lantai bawah menggila ingin menemui Rizal.


"mas Rizal lagi mandi sin , kamu tenang dulu ya. .


"nggak. aku mau Rizal. suruh Rizal keluar sekarang. . ZAL. . KELUAR KAMU. . JANGAN JADI PENGECUT. . teriak Sinta histeris


ayu mengusap lembut bahu Sinta, bermaksud agar ia bisa lebih tenang.


tapi ayu salah, Sinta yg emosi malah mendorong tubuh ayu sampai ia jatuh ke lantai.


refleks tangan ayu lansung menyangga tubuhnya sendiri, supaya tidak langsung terjatuh ke lantai.


ayu segera bangkit, dan mengambilkan air putih untuk Sinta.


"PRANGG. .!!


Sinta membanting segelas air yg baru saja ayu ambilkan untuk nya.


Sinta begitu kasar, tak seperti hari hari sebelumnya, saat dia begitu baik dan terlihat begitu tulus mendekati ayu.tapi sekarang Sinta menatap ayu dengan tatapan yg begitu sinis, sorot matanya begitu menyiratkan kebencian terhadap ayu.


"pelacur. . umpat sinta


"maaf ?? kamu bicara sama saya ?? tanya ayu yg tak mengerti dengan maksud ucapan Sinta


Sinta kian mendekati ayu, amarahnya kian membuncah karna wanita di hadapannya ini, telah mencuri rizal dari hidup nya , dan lagi Rizal lebih mencintai dia (ayu ) daripada dirinya saat ini.


ayu tetap berusaha tenang dalam menghadapi Sinta yg saat ini sedang memaki habis habisan dirinya. ayu berusaha sesabar mungkin untuk tidak mencakar dan menyumpal mulut wanita ular yg terus menjatuhkan harga diri nya saat ini.


PLAAK. .


Rizal menampar keras wajah Sinta, membuat Sinta mengaduh kesakitan sembari mengusap pipinya yg memerah.


"sayang. . .


Sinta langsung merangsek ke dalam pelukan Rizal. tapi Rizal hanya diam. tubuhnya kaku tak merespon gerakan Sinta.


"minggir kamu !! tegas Rizal


Sinta mendongak kan kepalanya dan menatap lekat netra hitam Rizal. ia melihat ada amarah di balik sorot mata nya yg tajam.


"Zal. . !! panggil Sinta lagi.


ia masih berada dalam posisi yg sama. bahkan ia belum berpindah, setelah Rizal menyuruh nya minggir.


dengan kasar Rizal menarik tangan Sinta dan menghempaskan tubuhnya ke lantai.


"aww, , kamu kenapa . .


"itu yg kamu lakukan pada istriku tadi kan. .


karna istriku hanya diam saja saat kamu dorong tadi , jadi sekarang aku yg menggantikannya mendorong mu.


gimana rasanya ?? sakit nggak ??


Sinta mendengus kesal, karna Rizal malah membela perempuan lain dan bukan dirinya.


"aku lagi hamil, gimana kalo anak kita kenapa Napa ?? dengan ekspresi memelas


Rizal tak menggubris ucapan Sinta, ia dengan cepat menghampiri ayu dan menanyakan tentang keadaan nya, apakah ada yg sakit atau tidak .


"ayu menggeleng pelan, tersirat senyum kemenangan di bibir ayu, karna Rizal lebih mengkhawatirkan keadaan nya saat ini, dan lagi hal yg membuat nya kian senang adalah, Rizal benar benar mengacuhkan Sinta, dan tak menggubris keberadaan nya di tempat ini.


Rizal pun ikut tersenyum, ia paham betul, bahwa istrinya saat ini pasti sedang tertawa menang melihat kekalahan dari Sinta.


rizal ingin membuat suasana kian memanas, dan membuat Sinta segera pergi dari rumahnya,


tiba tiba Rizal mencium bibir ayu dengan lembut, dan melumatnya perlahan dan smakin brutal, ayu pun tak kalah lincah dalam mengimbangi ciuman Rizal, bibir dan lidah mereka saling menyatu, mengabsen setiap inci dalam mulut mereka. membuat udara kian pengap dan memanas di Landa gairah. .


"ssshhh. . ke kamar yuk yank !! ajak Rizal.


Rizal menggendong tubuh ayu ke lantai atas, meninggalkan sinta yg sedang terduduk di hadapannya.


"zal. kamu nggak bisa lakuin itu sama aku. .


kamu harus nikahin aku.ini anak kamu . Zaal. . .


teriak Sinta memanggil manggil Rizal yg sedang menggendong ayu ke lantai atas,


"terserah !! pulang sana, muak aku liat kamu.


jawab Rizal sambil lalu.


"aku nggak akan pulang, aku akan terus di sini, sampai kamu selesai dengan pelacur itu.


Rizal merebahkan tubuh ayu dengan perlahan di ranjang, dan mencium nya lagi dan lagi. Rizal memainkan lidah nya, menyusuri titik titik sensitif milik ayu, lehernya yg jenjang nan putih mulus milik ayu, kian menggoda Rizal untuk melumat nya sampai habis, dan meninggalkan bercak semburat kemerahan di sana.


"hhmmmm . ." ayu kian Ter engah engah, karna birahi nya terus meninggi, dan meminta kepuasan.


Rizal segera melakukan tujuan utama nya, melakukan penyatuan yg begitu intens dengan ayu, "occchh. . desah ayu ketika tubuhnya sudah bersatu dengan rizal


lenguhan lenguhan panjang begitu nyaring terdengar . .


desahan nafas yg saling memburu, dan suara penyatuan dua insan yg sedang bercinta menambah panas suasana.


"brengsek, , bajingan kalian. .


umpat sinta yg kian menderita karna harus mendengar suara suara yg ada di lantai atas.


sesekali mata Sinta melirik ke kamar Rizal,


dan benar saja, pintunya terbuka lebar.


"pantas lah, aku bisa mendengar mereka,


sialan !! umpat sinta


"ahhhhh. . sayang.. oww,,ehm. .ah.


lenguhan panjang Rizal membuktikan bahwa dirinya sudah mencapai puncak kenikmatan nya, dan menyudahi permainan cinta mereka.


Sinta kian geram mendengar desahan nikmat yg baru saja Rizal gapai. pasalnya Rizal tidak pernah melenguh nikmat seperti itu saat bercinta dengan nya kemarin, ,


"apa istimewanya pelacur itu, , sehingga Rizal bisa sampai begitu puas. ??


di kamar, Rizal dan ayu masih Ter engah engah mengatur nafas nya.


mereka saling berpelukan, dan menikmati setiap sentuhan yg tersisa.


"kita turun sayang, dia pasti masih di bawah menunggu kita.


"hmmm, , ayu yg hendak memakai kembali bajunya, segera di larang oleh Rizal


"nggak usah pake baju sayank, pake handuk aja. !!


"serius kamu mas, !!


"hmmm iya, biar dia tau, kamu nggak akan tergantikan di hidup aku, dan dia nggak bisa macem macem lagi sama kamu.


"Rizal yg sedah mengenakan kembali bajunya , segera menggendong ayu menuruni tangga, ke dua nya begitu berantakan, tapi itu membuat ayu kian seksi.


Sinta membulatkan matanya, karna melihat ada begitu banyak titik merah di bahu, dan leher ayu, itu sangat jelas terlihat. apalagi kulit ayu yg putih bersih, seperti kanvas .


Rizal duduk di sofa, dan ayu duduk di pangkuan Rizal . mata mereka masih saling berbicara, dan mengabaikan Sinta yg kian kebakaran jenggot menyaksikan adegan panas di hadapannya.


"ehem. Sinta memecah suasana hening itu.


aku mau kamu nikahin aku zal !!