
seperti hari biasa, setelah sarapan Rizal bergegas untuk berangkat ke kantornya. hari ini ayu tak sendiri , mama ana sedang berada di rumah. tak ada acara arisan , atau sekedar meeting dengan clien menggantikan ayu sebagai owner Z.A syar'i. mama ana hari ini ingin menemani menantu kesayangan nya itu bersantai di rumah.
"sialan ! kenapa nenek tua itu nggak pergi hari ini ?? umpat sinta kesal
ia mondar mandir berusaha menenangkan emosi nya yg kian menggebu.
"bisa gagal rencana ku hari ini. batin nya lagi.
Sinta melongok kan kepalanya , mengintip keluar dan melihat di mana keberadaan ayu , dan nenek tua yg tak pernah menganggap kehadiran nya itu.
ia baru menyadari bahwa ternyata nenek tua itu berada di lantai bawah sedang asik dengan novel di tangannya .
sedangkan ayu , terlihat serius dengan urusan desain di kamarnya.
Sinta menyeringai lebar. wajah jahat nya terlihat kian mendominasi daripada kecantikan yg ia miliki.
dengan cepat Sinta menjalan rencananya.
dengan hati hati ia menuangkan tetesan baby oil di sekitaran tangga. itu akan cukup membuat madunya itu jera dan menyadari posisinya yg sesungguhnya.
"nggak semudah itu Lo nyingkirin gue !
kita liat siapa yg bakalan mampus !
senyum keji begitu ketara di wajah Sinta. ia yakin hari ini pasti madunya itu akan mati terkapar karena ulahnya.
Sinta mulai ber akting
ia seolah melintas di depan pintu kamar ayu yg sedikit terbuka, memastikan bahwa perempuan itu melihat kehadiran nya.
dan benar saja ayu melihat Sinta , namun ia tak menegur nya , ayu hanya memperhatikan mimik muka Sinta yg terlihat kesakitan.
"mampus lu ! batin Sinta senang.
ayu pun segera beranjak dari duduknya , dan menghampiri Sinta dengan penuh kekhawatiran.
"kamu kenapa ??
"akhh, perut aku , , perut aku sakit . pekik Sinta
ayu kian panik, ia berniat untuk memanggil nama ana dan minta bantuan
"jangan . jangan panggil mama , lirih Sinta lagi yg berhasil membuat ayu kian panik dan menutup mulutnya lagi.
"apa yg bisa ku lakukan ?? aku binggung !!
panik ayu
"berikan aku air , air hangat . .perut ku kram.
tolong !! rintih Sinta.
"oke oke. .
ayu segera berlari menuruni tangga, dan berniat mengambilkan air untuk Sinta.
namun naas , ayu malah terpeleset dan jatuh berguling di atas tangga.
Sinta melompat kegirangan menyaksikan kejadian mencekam itu. ia senang karna jebakan nya berhasil.
mama ana berteriak histeris menyadari menantunya itu sudah terkapar pingsan berlumuran darah. ia berteriak meminta tolong. namun tak ada seorang pun yg muncul.
"tok. .tok. tok. .
terdengar seorang sedang mengetuk pintu rumah Rizal , seorang pria yg sudah lama tak bertemu dengan teman lamanya. yg pernah membuat ia terpana karna kecantikan dan pemikiran nya.
namun alih alih di sambut ia malah mendengar teriakkan meminta tolong dari dalam .
tanpa permisi ia masuk ke dalam rumah Rizal, dan melihat seorang wanita yg bersimbah darah di lantai.
"tolong. tolong anak saya. rintih mama ana.
"sayang bertahanlah , kita ke rumah sakit ya.
rintih mama ana, ia menangis dan terus merapal doa di sepanjang jalan , untuk keselamatan menantu dan cucunya.
James mengusap wajah nya kasar, dalam hati ia mengumpat dan berkata kasar.
" kenapa aku harus melihat mu dalam keadaan seperti ini ? bukan ini yg aku mau .
batin James.
mobil James pun terparkir asal di pelataran rumah sakit.
dengan cepat ia membopong tubuh ayu masuk dan berteriak lantang bak orang gila memanggil manggil suster dan juga dokter.
"tolong. tolong. .tolong istri saya. tolong dokter !! cepat. . teriak James lantang.
ia begitu panik menyadari keadaan wanita pujaan nya itu kian pucat karna darah segar terus keluar dari jalan lahir.
kemeja biru muda yg ia kenakan pun sudah ikut berlumuran darah dari baju yg ayu kenakan.
dengan sigap para suster segera menangani ayu, ia segera di larikan ke meja operasi. karna keadaan nya yg kian kritis.
sementara James ia masih harus menyelesaikan administrasi.
james mengusap wajahnya kasar, padahal ingin sekali ia menemani gadisnya itu sampai ke dalam. dan memegang jemari nya , meringankan setiap kesakitan yg ia rasakan.
namun ia tak bisa. karna dokter melarang nya masuk.
dengan gusar ia masih berdiri di depan pintu ruang operasi, menunggu kabar baik dari dokter.
mama ana masih terisak pilu. menahan rasa kecewa pada dirinya sendiri.
James merasa iba, dan mendekati wanita paruh baya itu. perempuan yg sudah ia anggap sebagai orang tua ke 2 baginya semasa bersahabat Dengan Rizal. namun kejadian itu sudah lama, ia tidak pernah lagi datang ke rumah mama ana semenjak persahabatan ke 2 ternoda oleh kesalah pahaman.
"tenanglah tant!! ucap James pelan.
"terimakasih James, kamu datang tepat waktu tadi, Tante nggak tau kalau kamu nggak ada di sana tadi. lirih mama ana.
"apa yg terjadi ? tanya James gusar.
"Tante nggak tau James, itu benar-benar tiba tiba. Tante takut James. mama ana kian terisak.
james mengusap bahu mama ana, ia menguatkan mana ana dan yakin bahwa mereka akan selamat.
"di mana Rizal ??
"ya Allah, Tante lupa ngabarin dia James.
mama ana merogoh rogoh celana yg ia kenakan. dan ia tak berhasil menemukan ponselnya.
"hp Tante ketinggalan James, tadi Tante panik dan nggak sempat bawa apa apa .
"biar James yg telfon Rizal tant.
mama ana mengagguk , dan mulai merapalkan doa doa untuk keselamatan ayu.
•tut. tut. Tut. . 3 x sambungan itu terputus.
dan lagi dengan geram James mencoba menghubungi rizal. untuk ke 4 kali nya
"halo !! jawab Rizal
"Lo kerumah sakit harapan bunda sekarang. ayu operasi.ucap James tanpa basa basi
dan itu berhasil membuat seseorang yg di seberang telfon mengucapkan istighfar berkali kali dengan nada ketakutan. sampai akhirnya sambungan itu terputus.
James kembali mendudukan dirinya di kursi tunggu. pandangan nya tertunduk lesu, ada rasa sakit yg merayapi hatinya. genangan air nampak hadir di sudut matanya , merasakan kepedihan yg menimpa hidup gadis pujaannya itu. "kenapa hidupmu tak pernah bahagia jika bersama nya ?" batin James.
"datanglah padaku , maka aku akan membahagiakan mu " batin nya lagi.