Maduku

Maduku
48.



"mas. .


"hmmm. gumam Rizal


"ehhm , ,boleh nggak kamar sebelah yg kosong itu di pakai buat musholla mas ??


Rizal mengalihkan pandangan nya pada wajah sang istri yg terlihat penuh harap itu.


"boleh . tapi buat sementara aja ya sayang,


hari ini aku udah suruh orang buat renovasi ruang depan ,buat bikin musholla. mungkin 3 hari udah selesai kok sayang.


ayu sangat senang mendengar penuturan sang suami.


"Alhamdulillah , makasih ya mas. .


Rizal mengagguk pelan ,ia tersenyum tipis melihat betapa bahagianya istri nya saat ini.


"kalian ngomongin apa sih ,kok seneng banget. tanya mama ana , sembari membawa beberapa hidangan di tangannya.


"ini ma ,mas Rizal mau buat musholla. jawab ayu semangat.


"Alha alhamdulillah ,mama ikut seneng dengerin nya.


°•°•°•°•


ayu terlihat serius menggoreskan pensil di beberapa lembar kertas. matanya tertuju fokus pada apa yg sedang ia gambar di sana.


sampai sang mama mertua mengejutkan keseriusan ayu.


"wah, bagus banget sayang !!


ayu terjingkat kaget.


"eh mama, , maaf ayu nggak liat mama masuk.


"mama bosen sayang, nggak ada kegiatan


makanya mama ke sini , eh nggak tau nya kamu lagi serius banget.


ayu tersenyum tipis , dan mulai beranjak dari meja kerja sang suami. ia mengajak mama ana untuk duduk di atas ranjang.


"sejak kapan kamu suka desain yu ??


"ehm, itu sudah lama ma, sejak ayu masih SMP.


"terus, , kamu nggak ada niatan gitu buat kembangin lagi bakat kamu ??


"ada ma , sebenarnya ayu udah lama pengen ngomong sama mas Rizal soal ini ,ayu pengen bikin baju syar'i ma. ya meskipun desain ayu saat ini masih banyak kekurangan.


"desain kamu udah bagus kok sayang. biar nanti mama yg ngomong sama Rizal ya.mama ana mengusap wajah ayu ,dan beranjak pergi.


"oh ,jadi Lo suka desain ?? suara Sinta terkesan menyindir.


"iya , sambil melanjutkan gambar desain nya yg belum selesai.


Sinta mendudukkan dirinya di ranjang ,dan menelisik setiap gerak ayu


"gue heran , kenapa Tante ana bisa sayang sama Lo. secara Lo kan miskin. Pendidikan juga rendah. apa sih bagus nya Lo.


ayu tersenyum tipis, mendengar Sinta yg terkesan meremehkan pendidikan yg pernah ia tempuh dulu.


"ya aku memang miskin , seperti yg kamu bilang tadi. Menurut ku , SMA bukan Pendidikan yg rendah , bagi orang miskin seperti aku ini itu sudah merupakan pendidikan yg cukup tinggi, beda dengan kamu . anak orang kaya ,yg sudah pasti bisa menempuh pendidikan tinggi di manapun kamu mau


Sinta menyeringai. ada senyum kemenangan di sudut bibirnya.


"jelas lah. orang tua gue kaya. Pendidikan gue tinggi , sindir nya lagi. nggak kayak Lo. nggak bisa apa apa


" darimana kamu tau saya nggak bisa apa apa.?


saya bisa jadi apapun yg saya mau. biarpun saya miskin ,tapi saya punya semangat untuk bekerja. bukan hanya bisa meminta harta dari orang tua !! sindir ayu dengan suara yg mulai meninggi.


Sinta terdiam , ucapan ayu terasa begitu menohok untuk nya.


"saya tidak seperti kamu sin. perempuan manja , dengan kehidupan yg glamor dengan segala kemudahan.


kamu bisa membeli apapun yg kamu mau , kamu tidak perlu bekerja ,karna orang tua kamu punya segalanya.


Dengan mudah kamu bilang saya nggak bisa apa apa! jika saya punya bakat pun ,apa saya harus mempertontonkan yg saya bisa di hadapan kamu ? tegas ayu


suasana kian terasa panas. ayu tak lagi bisa menahan hawa sesak karna penghinaan yg Sinta lontarkan untuk nya.


"gue kan cuma ngomong apa adanya. nggak usah emosi kali. !!


"heh. bahkan kamu lupa , kamu bisa masuk ke rumah ini karna siapa ?? karna saya !


saya kasian sama kamu. . . Jangan pernah lupa , orang yg kamu bilang nggak bisa apa apa ini, bisa memberikan status padamu di rumah ini. saya juga bisa minta mas Rizal buat talak kamu saat ini juga kalau saya mau.


tapi saya nggak akan lakuin itu.


"naif .ucap Sinta pelan


"saya memang naif. saya bodoh , kenapa saya masih bertahan dalam rumah tangga seperti ini. bodoh karna harus berbagi suami yg sangat saya cintai dengan perempuan seperti kamu. picik memang.


tapi saya pikir , perceraian bukan salah satu jalan yg baik untuk menyelesaikan masalah.


"kenapa Lo masih bertahan ? bukanya kemarin Lo udah minta cerai sama Rizal ??


"ya, memang aku sudah pernah meminta cerai, tapi mas Rizal yg nggak mau , dan dia sudah menjelaskan tentang semua yg terjadi.


memang kesalahan nya fatal , sampai bahkan saat ini pun aku nggak bisa lupa.


"bagusan Lo cerai sama dia. biar hidup gue tenang.


"Jangan berharap terlalu tinggi. sampai kapanpun saya nggak akan minta cerai sama mas Rizal.


bukan karena harta , jika hanya materi saya juga masih bisa cari sendiri.


"bulshit !! kekeh sinta


"pemikiran kamu sangat picik sin.


kamu tau kenapa saya masih mempertahankan rumah tangga saya sampai sekarang ??


"itu karena saya Hamil.


Sinta membelalakkan matanya, seketika sesak merayap di dadanya. ia merasa kecewa karna wanita yg pernah ia maki dengan kata mandul ini ternyata saat ini juga sedang berbadan dua.


"bohoong !! teriak Sinta.


ayu hanya menggeleng pelan.


"terserah kamu mau percaya atau tidak.


tapi memang itu kenyataan nya.


Sinta berlari keluar meninggalkan ayu.


bulir air matanya sudah menetes membasahi wajahnya. rasa sesak kian terasa, saat harapan nya untuk memilki rizal seutuhnya karna ia mengandung anak nya kian pudar,


"hah, , ternyata dia juga hamil. semakin berat usaha ku untuk mendapatkan mu zal.


lirih Sinta di sela tangis nya.