Maduku

Maduku
79.



Ayu POV


setelah semalam aku bergulat dengan segala pemikiran yg berkecamuk dalam kepalaku.


akhirnya hari ini aku memutuskan untuk melihat keadaan mas Rizal di sel tahanan.


tepat di jam makan siang , aku bergegas kesana sendiri.


aku mengetuk ngetuk kemudi ku , saat aku baru saja sampai di salah satu lapas tempat mantan suamiku mendekam.


dan aku memantapkan hati untuk turun dan menemuinya.


sekitar 10 menit aku menunggu nya hingga seorang petugas jaga membawa serta mas Rizal bersama nya untuk menemui ku.


setelah itu dia meninggalkan kami ber 2.


kami bersitatap untuk sejenak dan sesaat kemudian ia menundukkan lagi kepalanya.


"assalamualaikum ! sapaku padanya


"waalaikumsalam . jawabnya lirih.


ku ambil sesuatu yg sudah ku siapkan untuknya sedari rumah tadi .


ku angsurkan padanya se rantang penuh makanan favoritnya.


"makan lah mas ! kau terlihat kurus. titah ku lembut


dia hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan ku


"bagaimana kabarmu ? dia masih menundukkan kepalanya ,seakan enggan untuk menatap ku.


"Alhamdulillah , aku sudah membaik. tutur ku lembut.


"kau sendiri ?? ehm , maksut ku apa kau membawa Zayn kemari ??


"ah , maaf .


dia masih sibuk dengan pelajaran nya siang ini .


lain kali aku pasti akan membawanya kemari untuk bertemu dengan mu.


"oh ! iya. jawabnya kian lesu


"dia pasti sangat membenciku . sesal Rizal kian dalam.


dia mengusap kasar wajah nya yg terlihat kusam dengan guratan halus yg mulai nampak di beberapa bagian .


"tidak . dia tidak pernah berucap demikian .


jelasku pada nya.


"haih ! dia mendengus lalu menghembus nafas nya seakan lelah


"kau tau , aku masih sangat menyayangi kalian.


tapi apalah daya yg ku punya , setelah aku menerima fonis 10 th penjara 2 Minggu yg lalu , dan kemudian kemarin aku menerima surat pemberitahuan resmi dari pengadilan akan perceraian kita . Apalagi selanjutnya ?


apa alasan ku untuk tetap bisa hidup ? ucapnya meninggi syarat akan kesedihan yg tersemat rapih di dalamnya.


" Zayn. itu alasan mu mas. ! kau harus tetap hidup agar bisa melihatnya tumbuh dewasa.


raut wajahnya kian keruh.


air matanya yg tertahan kian menggenang di sudut matanya , membuat lidah ku seakan tercekat untuk sementara saat melihat pria yg di hadapan ku ini seakan lelah dan tak lagi memiliki semangat hidup.


" kenapa ? apa ini karena aku masih memiliki rasa yg terpendam untuk nya ? pikiran ku mulai bergolak.


bukan lagi rasa cinta , melainkan hanya sekedar simpati karena bagaimanapun juga dia pernah menjadi bagian dari hidup ku.


bagaimana pun juga dia adalah anak dari mama mertua ku.


mama yg menyayangi ku , dan memberikan segalanya pada anak ku.


apalagi yg bisa ku lakukan ? jujur , aku merasa kasihan saat melihat keadaannya yg kian lusuh ,dan terlihat lebih kurus dari kali Ter akhir kita bertemu.


dan lagi , mendengar fonis 10 th kurungan , kian membuat ku tak tega.


"Apa mama tau soal masa hukuman mu ? tanyaku menyelidik


ia mengagguk kecil ,sambil menikmati bekal yg ku bawa untuk nya.


ia menikmati nya dengan lahap .


hatiku kian tercubit saat mengetahuinya.


pasti nya mama ana saat itu sedang sedih , dan dengan gamblang nya Raka dan aku mengumbar kebahagiaan di hadapannya ??


"manusia berhati apa kami ?? rutuk ku dalam hati.


"jadi kalian akan menikah ? ucap nya tiba tiba


aku terdiam. mencari cari jawaban apa yg akan ku berikan padanya.


" mama yg memberi tahuku.


"selamat. ucapnya lagi mengulurkan tangannya padaku.


aku masih diam , seolah tuli dengan segala yg ku dengar.


"apa ini ? bagaimana dia bisa sesantai ini ?


yg ku tau seorang Rizal bukan lah orang yg seperti ini. batin ku heran.


" emh ! rupanya kau sudah tak sudi untuk menjabat ku. tutur nya menarik kembali tangannya yg sudah ter ulur


"ah , tidak !


bukan begitu , aku tak bermaksud , ,


" ah , sudahlah . potong nya cepat


terimakasih , aku sangat menikmatinya.


kembali mengangsurkan rantang kosong padaku.


aku mengagguk dan menerima nya kembali.


"sebenarnya , tujuan ku kemari bukan untuk membicarakan tentang hubungan baru ku.


tapi memang murni karna aku ingin menjenguk mu dan melihat keadaan mu mas.


maaf , aku tidak membawa serta anak kita kemari.


"ya , tak apa. akan lebih baik jika dia tidak datang.


oh ya , soal saham perusahaan.


aku senang akhirnya mama sudah menyerahkan bagian saham nya pada Zayn.


aku lega . dan sekarang aku bisa menikmati masa tahanan ku di sini tanpa rasa was was.


kau tau , mama sangat keras dalam mendidik ku. bahkan ia menempatkan ku sebagai staf kecil di perusahaan dengan identitas nya sebagai pemegang kendali penuh akan perusahaan.


hingga aku perlu waktu bertahun tahun untuk mencapai posisi puncak ku. itu merupakan proses yg lama dengan statusku yg seperti itu. kau pasti masih mengingatnya bukan ? saat pertama kali kita bertemu , aku masih menjabat sebagai seorang staff kecil. kekeh nya saat mengingat kembali masa lampau kami.


aku masih mendengar nya , menyimak semua yg ia tuturkan, tak menjawab atau pun berniat memotong cerita nya. sesekali tersenyum


"kau tau , mama sangat disiplin dan tegas dalam segala hal.


tapi lihat , dia memiliki anak seperti ku.


ratap nya lirih.


ku angsurkan tangan ku untuk mengusap lembut bahunya yg mulai bergetar.


" mas. mama sangat menyayangimu.


begitupun kami. Jangan pernah berpikiran bahwa mama akan membenci mu karena hal ini.


beliau sangat menyayangi mu , dan selamanya akan begitu. jelasku.


"iya , kau benar.


dia ibu yg baik , sama seperti mu.


"apa kau mau memaafkan ku ?? ucapnya penuh permohonan.


"tentu saja. kita adalah keluarga. jawabku cepat.


senyumnya kembali merekah seiring tangan kami yg saling menjabat.


aku memilih untuk berdamai dengan keadaan.


dengan begitu , kami masih bisa berjalan beriringan sebagai seorang sahabat bukan sebagai musuh.