Maduku

Maduku
39.



pagi itu kala Rizal sedang sibuk dengan sepiring sarapan di meja makan nya, dan ayu masih sibuk membereskan dapurnya.


bunyi bel ber ulang kali begitu berisik dan memekak kan telinga.


terlihat Rizal yg sudah berdiri ingin membuka kan pintu dan melihat siapa tamu yg dengan tidak sopan memencet bel berulang kali di rumah nya.


namun langkahnya terhenti, saat ayu menyentuh lembut bahu nya , dan menyuruhnya duduk untuk menikmati kembali sarapannya. dan ayu lah yg akan membuka kan pintu dan melihat tamu nya.


Rizal pun mengagguk patuh, dan meneruskan kembali sarapannya sebelum ia berangkat ke kantor.


"ceklek"


iya dengan siapa ?? tanya ayu sopan dengan dua orang tamu ( laki ²& perempuan ) yg sedang berdiri di depan pintu rumahnya.


ke dua orang ini memandang ayu tak senang, apalagi tatapan dari sang perempuan. terlihat jelas ia sangat membenci ayu.


"di mana Rizal ??


"mas Rizal ada di dalam Bu, pak. silahkan masuk.


dengan sopan ayu mempersilahkan mereka masuk, namun tetap saja si perempuan ini menatap ayu sinis.


"panggil Rizal ke sini. bilang om Petra datang.


"baik. ayu menunduk dan memanggil suami nya yg sedang meneguk air putih untuk segera ke ruang tamu. karna om Petra datang dan mencarinya.


"uhuk. .uhuk. . Rizal tersedak air minum nya


karna terkejut.


"Rizal mengalihkan pandangan mata nya ke ayu, "om Petra ?? bisik nya lirih


"iya mas. . jawab ayu yakin.


"sayang, denger ya, kamu harus percaya sama aku. entah apa nanti yg kamu denger, kamu jangan percaya dengan ucapan mereka. kamu ngerti kan.


"ayu mengagguk.


"yaudah, sekarang kamu ikut mas keluar, lepas celemek nya. .


ayu pun menurut, "kamu duluan aja mas , aku mau bawain minuman dulu buat mereka.


", yaudah. cepetan ya sayang.


Rizal pun melangkah menuju ruang tamu nya. langkah nya begitu santai, karna ia yakin ia tak terlibat dalam masalah kali ini.


Rizal berhenti sesaat, dan menarik nafas panjang, ia ber siap menghadapi 2 orang yg pasti akan mencari cari celah kesalahan nya untuk masalah kali ini.


"om. Tante. . sapa Rizal


ia pun duduk di sofa panjang, sembari menunggu ayu membawa minuman.


tak lama ayu pun datang , dan meletakkan 2 cangkir teh hangat untuk tamu suaminya itu.


Rizal menarik pelan tangan ayu, dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya dan menyimak pembicaraan yg akan segera di bahas .


"apa kabar om. . Tante. . (basa-basi)


"baik. masih ingat kami rupanya kamu ? sindir ny. Petra


"Alhamdulillah masih tant, oh ya tujuan om Tante datang kesini ada perlu apa ya ??


"mau apa ? jelas mau meminta pertanggungjawaban kamu atas kehamilan Sinta. !! kata ny. Petra dengan suara lantang.


"eh, , pertanggungjawaban ?? memangnya apa yg saya lakukan pada Sinta tant ??


ny. Petra :"brengsek !! dari awal kamu sudah menghancurkan masa depan Sinta. dan sekarang kamu menghamili dia, masih tidak mau mengaku ??


"tunggu dulu Tante, ini ada kesalahpahaman.


saya bukanlah. .


"alah, brengsek kamu.


pokok nya Tante nggak mau tau , kamu harus nikahin Sinta.


dan dia (ayu) , ceraikan dia , perempuan kumuh kayak gini kok di pelihara.


"jaga ucapan Tante, dia istri saya. bela Rizal


"dia nggak pantes jadi istri kamu, udah kere, kumel , melarat., nggak ada bagus bagus nya , masih mending Sinta anak saya kemana mana kalo di banding dia.


ayu masih saja diam , menahan amarah nya karna ia di hina habis habisan oleh nenek lampir di hadapan nya ini. bisa bisa nya dia menghina seperti itu, sementara ketemu juga baru kali ini.. batin ayu.


"ma, udah diam. berhenti bicara hal nggak penting, titah om.petra


"maaf Rizal. karna ucapan istri om tadi kurang sopan & sudah menghina istri kamu.


jadi, kapan kamu mau menikahi Sinta ??


"saya tidak akan menikahi Sinta om. karna daya tidak merasa menghamili dia , jadi buat apa saya tanggung jawab ??


"BRAAAAkKKK. . .


om Petra menggebrak meja dengan begitu keras,dan membuat yg lain nya terkejut.


"jangan brengsek kamu zal !!


apa kamu lupa, kalau dulu kamu lah yg mengambil kesucian Sinta . aku mau berkilah sekarang ??


Rizal menggeleng geleng, sambil menyeringai tipis. senyum kecilnya terlihat ketika lesung pipi itu terlihat berdekik.


"om, jangan salah. bukan Rizal yg melakukannya.


"BUG. !!


"jangan berkilah kamu ?? ancam om Petra satelah memukul pipi Rizal


"itu kenyataan nya. .


"BUG !! Brengsek. .


"apa katamu ?? jadi sekarang kau ingin bilang, bahwa anak ku itu murahan begitu ? sehingga dia harus mengarang cerita seperti ini ??


"BUG. .BUG. om Petra terus memukuli Rizal.


Rizal yg kian geram, segera mencekal tangan om. Petra dan memelintirnya ke belakang.


"jika kau memukulku sekali lagi, aku akan mematahkan lengan mu.


lalu Rizal melepaskan cekakan tangan nya, dan kembali duduk di samping ayu, terlihat wajah ayu begitu khawatir melihat wajah Rizal yg sudah babak belur.


"nggak apa apa sayang , masalah ini harus segera ku selesaikan. lalu Rizal menggenggam erat tangan ayu.


pandangan nya beralih lagi pada om Petra.


"bukan aku yg melakukan itu pada Sinta.


waktu itu, aku memang dekat dengan Sinta, kami pacaran, tapi aku tidak pernah menyentuh nya, bahkan mencium nya saja aku belum pernah. aku sangat menjaganya.


dan malam itu, aku mendapat SMS dari Sinta , dia menyuruh ku untuk segera datang ke hotel xxxx.


awalnya aku bingung, kenapa dia meminta ku untuk datang ke hotel, karna ini baru pertama kalinya.


jadi aku langsung ke hotel, dan mencari keberadaan Sinta.


saat aku menemukan dia, ternyata dia sudah pingsan dan tergeletak tanpa busana.


aku memeriksa bagian kamarnya, namun aku tak menemukan barang bukti, hanya ada sebuah cincin dengan batu zamrud yg tergeletak di atas kasur. aku masih menyimpan nya sampai saat ini sebagai barang bukti.


saat Sinta bangun, dia malah mengira aku lah yg memperkosa nya, apa boleh buat, aku terpaksa berbohong untuk menenangkan emosi nya waktu itu.


tapi aku bersumpah, bukan aku yg melakukan itu. kalian boleh percaya , boleh tidak.


tapi memang itu kenyataan nya.


Rizal pun berdiri, dan mengambil cincin yg ia simpan di dalam laci pribadinya.


"ini om. cincin yg aku temukan waktu itu.


om Petra melihat detail cincin itu, dan ada ukiran kecil, di bagian dalam cincin itu, J.


"siapa J, ? batin om Petra.