Maduku

Maduku
37.




selepas kepergian Rizal dari kamarnya , ayu kian terisak. tangis nya begitu perih ,dalam hatinya dia masih sangat mencintai Rizal , bagaimanapun juga Rizal adalah lelaki pilihannya , yg begitu ia cintai sampai saat ini.


untuk saat ini , sangat sulit bagi ayu untuk melepaskan ikatan pernikahan nya dengan rizal.


bukan apa apa , tapi karna saat ini ayu masih berusaha meyakinkan hatinya sendiri, apakah benar jika suaminya akan tega menduakan pernikahannya ?


atu masih di selimuti dilema, dia sangat mencintai Rizal, begitupula Rizal juga masih mencintai ayu.


ke dua insan ini merasakan sakit yg sama, karna takut akan kehilangan.


ayu beranjak dari kasur nya, dan mengambil ponselnya . ayu duduk di samping balkon kamarnya, kamar yg dulunya milik Rizal , dan semenjak menikah kamar ini menjadi kamar mereka berdua. kamar pengantin tepat nya.


ia membuka album galeri di ponselnya.


terlihat begitu banyak foto foto Rizal di dalam sana , berbagai pose dan raut muka yg begitu lucu , itu karna arahan dari ayu yg menyuruh Rizal bergaya.


ada juga beberapa foto saat mereka bersama, di salah satu alun alun, pantai , restoran, dsn beberapa tempat lain nya. album foto itu mengingat kan kembali akan kenangan manis yg pernah mereka lalui.


"one step closer


i have died everyday, waiting for you


darling, don't be afraid, I have loved you


for a thousand years..


I, ll love you for a thousand more. .


time stands still


beauty in all she is


i Will be brave


i Will not let anything, take away


what's standing in front of me


every breath, every hour has come to this. .


ayu kian histeris setelah selesai menyenandungkan lagu faforit nya bersama Rizal, lagu yg selalu mereka nyanyikan ber dua, dan saat menyambut malam pertamanya. lagu ini menjadi saksi cinta mereka ber dua.


kini ayu kian menangis histeris melihat rumah tangga nya yg saat ini sudah di ambang kehancuran. "ya Allah, , salahkan aku jika aku masih menginginkan nya, dia suamiku , aku juga berhak atas dia ya Allah , kenapa harus aku yg tersisih ya Allah. . apa salahku !!


rintih ayu dengan suara serak nya.


air matanya masih terus berderai, ia tak bisa berhenti meratapi nasip nya, walaupun sekuat tenaga ia mencoba untuk tegar saat di depan Rizal , tapi di saat ia sendiri , terlihat lah serpihan luka dengan begitu banyak duri berasa menghancurkan jiwa nya. ayu tersiksa dengan perasaannya sendiri, ia tak bisa mengeraskan hatinya sendiri , dan mengakhiri semua penderitaan ini. ia masih belum rela.


ayu mengusap air matanya, terlihat bola matanya sedikit bengkak karena terlalu banyak menangis.


segera ayu mencuci mukanya, dan turun ke lantai bawah.


ia melihat meja makan yg sudah kosong melompong tanpa ada makanan di atas nya. . perut ayu mulai keroncongan , ia segera mengupas bumbu ,dan juga mengiris cabai , bawang, dan juga tomat,


dengan cepat ayu menumis bumbunya dan memasuk kan dua piring nasi kedalam nya, tak lupa juga suiran ayam dan potongan sosis menghias di atas nya.


ayu meletakkan nasi gorengnya di meja makan, sambil menunggu suaminya turun.cukup lama ia menunggu.


"Gggrrrkkk. . " perut ayu ber bunyi. .


tak ada pilihan lain , ayu segera naik ke atas dan mencari Rizal . ayu mencari di setiap ruangan, namun ia tak menjumpai Rizal di sana, tinggal 1 kamar saja yg belum ia cek.


ayu mendekati Rizal ,bermaksud ingin membangunkan nya dan mengajak nya untuk makan,


saat ia meraih bahu Rizal, ada sebuah bingkai foto dalam genggaman Rizal. ayu yg begitu penasaran, perlahan meraih bingkai itu dari tangan Rizal,


"ini kan !!


ayu terkejut, karna di foto itu adalah fotonya waktu pertama kali Rizal mengajak nya ke pantai. di sini ayu terlihat cantik dengan senyum yg natural , dan rambut yg tergerai terkena terpaan angin, sepertinya Rizal mengambil foto ini tanpa sepengetahuan ayu.


ayu segera mengembalikan foto itu pada tempatnya dan membangun kan Rizal.


"mas, bangun. . mas. . ayu menepuk nepuk pundak Rizal.


"hmmm. . Rizal yg melihat ayu di samping nya, membuat Rizal seketika terbangun dan mengerjakan matanya.


"sayang. . kamu. .


ayu dengan cepat memotong ucapan Rizal dan mengalihkan pandangannya.


"makan yuk , aku udah buat nasi goreng buat kita. aku tunggu di bawah ya.


ayu berdiri dan segera berlalu ke meja makan.


di ikuti oleh Rizal di belakang nya .


mereka berdua pun makan, keadaan jadi hening, bahkan suara detak jam pun sampai terdengar jelas.


"uhuk. .uhuk. Rizal tersedak.


ayu segera berdiri dan menuangkan segelas air putih untuk Rizal.


"minum mas. pelan pelan. . ayu dengan sabar menepuk pundak Rizal


"makasih sayang. . Rizal tersenyum senang melihat istrinya masih begitu perhatian pada nya


ayu segera duduk dan menghabiskan makanan nya. begitu juga dengan Rizal.


"Alhamdulillah kenyang , makasih sayang. masakan kamu emang yg paling enak. . puji Rizal


ayu hanya tersenyum tipis dan segera membersihkan piring bekas makanan nya.


Rizal yg tak di anggap oleh ayu ,segera mengekor ayu di belakang nya ,ia memperhatikan setiap gerakan tangan ayu. ingin sekali Rizal merengkuh tubuh ramping istrinya itu , dan memeluknya dengan erat. namun itu tak mungkin , jangan kan memeluk ,untuk berbicara saja rasanya sangat sulit.


rizal tau saat ini mungkin ayu hanya melakukan tugasnya sebagai istri. yaitu mengurus nya ,dan mengurus rumah.


tapi ia juga menginginkan ayu seutuh nya ,bukan hanya sebagai pengurus rumah.


Rizal begitu rindu akan kehangatan ayu ,ia rindu mencium wangi melati dari tubuh istrinya itu.


perlahan Rizal mendekati ayu yg sedang berdiri di dapur, sibuk menata piring piring nya.


perlahan tangan Rizal melingkar di pinggang ayu , dan sontak itu membuat nya terkejut.


"sayang . . . Rizal mendekatkan suaranya pada telinga ayu , membuat ayu merona. .


"aku mau ngomong sama kamu , boleh ya. .


ayu sedikit menghindar dari Rizal.


ia hanya mengangguk, dan menunjuk sofa tamu.


Rizal mengerti dengan maksud ayu , ia segera pergi dari hadapan ayu dan duduk di sofa tamu , menunggu ayu menyelesaikan pekerjaannya.