
pagi pagi sekali kak Rizal sudah mendapatkan telefon dari kantor nya , bahwa hari ini akan ada meeting mendadak dengan klien yg sangat penting. dan jika ia berhasil memenangkan tender yg bernilai tinggi itu, maka Rizal akan mendapatkan bonus yang fantastis jumlah nya , dan Rizal tentu saja langsung menyetujui akan hal itu.
sejenak ia menjelaskan ke ayu tentang perihal ini, dan ayu pun tak keberatan mengingat Rizal yg memang sudah lama mengambil cuti guna urusan pernikahan kami.
Rizal memesan tiket pesawat paling cepat pagi ini, dan ayu segera mengemasi semua barang yg harus mereka bawa.
°•°•^•
" ma ! kami pulang dulu ya , mas Rizal ada pekerjaan mendadak ma, , sambil memeluk mama ana
mama: yahhh. . kok buru buru banget sih sayang , padahal kan kalian belum bulan madu , mama juga masih pengen kamu disini sayang. .
"maa. . ayu janji , insyaallah nanti kalo urusan mas Rizal udah beres kami pasti main sini lagi kok ma. .
mama:" sayang , apa kamu nggak bisa tinggal disini sebentar ?
"ayu menggeleng lembut , kalo aku di sini sama mama , nanti yg urus mas Rizal siapa ma ? kan kasian kalo mas Rizal repot sendiri ma. .
mama ana hanya mengagguk lembut , sebenarnya ia masih ingin ayu dan Rizal tinggal lebih lama di sini , karna baru beberapa hari mereka di sini , rumah ini jadi makin ramai , kalo mereka pulang ,, rumah ini pasti jadi sepi lagi . . itulah yg membuat mama ana sedikit sedih.
Rizal mengerti perasaan mama nya, dan memeluk mama nya itu dengan erat.
"ma, Rizal pamit ya , , mama doain Rizal supaya kerjanya lancar ya , biar Rizal bisa sering sering main ke sini lagi sama ayu.
mama:"hhmm. . ya udah , kalian hati hati ya, sering kasih kabar ke mama sana papa ya sayang !!
"iya ma , jawab ayu sambil menyakini mama mertua nya itu.
Rizal dan ayu sudah masuk mobil , mereka di antar oleh sopir menuju bandara.
°•^•^•^•^•
Sampai di kota B.
aku dan kak Rizal langsung bergegas pulang , dan aku dengan cepat menyiapkan semua keperluan mas Rizal
dari kemeja, jas, dasi, dan juga sepatu nya semua sudah tertata rapi di atas tempat tidur.
aku turun ke dapur dan menyiapkan segelas susu dan juga sepotong sandwic untuk kak rizal sarapan, mengingat kami tak sempat sarapan sedari pagi di rumah mama.
kak rizal sudah rapi , dan terlihat lebih tampan dengan setelan jas nya,
"kak, sarapan dulu ya kamu kan belom makan dari pagi. .
" hmmm. iyaa, makasih ya sayang. . sambil melahap sepotong sandwich dan meneguk habis segelas susu yg tersedia untuknya.
aku berangkat kerja dulu ya,
"iya hati hati, sambil menyalimi tangan rizal, dan rizal membalas mengecup kening ayu lembut.
•°•°•°••••
setiba nya di kantor, rizal segera menuju ke ruangan nya, , setumpuk berkas sudah menanti di meja kerjanya, dan rizal segera duduk dan menyelesaikan semua berkas berkas yg menunggu tanda tangan dari nya itu.
tok. . tok. .tok. .
"masuk"
"pak , setelah ini bapak harus segera ke ruang meeting, sebab klien kita sudah menunggu kehadiran bapak disana.
-dan setelah itu bapak ada pertemuan lagi dengan kilen kita yg kemarin guna tanda tangan kontrak yg sudah kita sepakati sebelumnya.
"hmmm.. iya, ini juga sudah selesai berkasnya
kamu yg urus, saya ke ruang meeting dulu, setelah itu kamu juga segera kesana.
titah Rizal sambil berlalu dari ruang kerjanya.
Rizal:"selamat siang, maaf saya sedikit terlambat. dan meeting pun berjalan lancar sesuai rencana.
Rizal:", terimakasih atas kerjasama nya pak, perusahaan hotel kami sangat beruntung bisa bekerja sama dengan bapak.
ke 2 nya berjabat tangan, dan meng akhiri meeting siang ini.
"triing,"
Rizal membuka ponselnya, terdapat banyak panggilan dan pesan di ponselnya itu dari nomor TK dikenal . Rizal mengusap wajahnya kasar. terlihat ada beban yg sedang ia coba selesaikan. .
dengan cepat Rizal mendial nomor itu , dan segera menghubunginya.
Rizal:" ada apa , aku baru aja selesai meeting, jadi tadi nggak bisa angkat telfon kamu.
•••••
Rizal:"yaudah kita ketemu di cafe langganan kita aja ya, sekalian makan siang , ,
•••••
Rizal:"yaudah, aku langsung kesana, kamu tunggu bentar. Rizal mengakihri panggilan nya, dan segera melajukan mobilnya menuju cafe yg sudah di tentukan.
rizal sudah tiba di cafe , ia melihat sekeliling , di sudut meja paling pojok seorang gadis cantik sedang mengayunkan tangan ke arahnya , segera ia menghampiri dan duduk bersama orang itu.
senyum sumringah tersimpul dari ke2 nya, terlihat sangat bahagia dalam pertemuan ini.
" aku udah pesenin makanan buat kamu !
Rizal:"hmm , , makasih ya.
"jadi gimana , , kamu udah nikah sama dia.
Rizal:" hmm, udah baru 1 Minggu yg lalu.
"terus aku gimana ?? kamu tega sama aku . .
Rizal terdiam , ia juga bingung harus berbuat apa.
" aku gimana !! aku udah sembuh zal sekarang , makanya aku ke sini lagi cariin kamu . . ucapnya sambil memegang tangan Rizal.
Rizal:" aku tau , tapi sekarang aku nggak mau bahas ini oke . kita makan dulu, abis itu kita cari solusi nya.seraya mengusap lembut rambut gadis itu.
gadis itu hanya mengangguk dan menikmati makan siang nya bersama dengan Rizal.