
saat pagi menjelang, aku sudah siap dengan segala barang barang yg akan kubawa ke rumah baruku , termasuk semua baju baju milik ku , semua benda kepunyaan ku sendiri semua ku bawa pergi. sedangkan barang barang dari mas Rizal sengaja ku tinggalkan.
aku dan baby Zayn sudah bersiap pergi.
begitupula dengan adik ku dan juga mbak baby sitter yg juga sudah bersiap dengan koper nya.
kami masih duduk santai di ruang tamu, menunggu mama ana untuk berpamitan.
ku dengar langkah kaki yg menghentak pelan menuju ke arah kami , semula ku kira itu adalah mama ana , namun ternyata itu adalah mas Rizal .
dia menghampiri kami.
tepatnya mendekati baby zayn.
"selamat pagi anak ayah. .
ia menunduk, menyamakan tingginya dengan putra ku.
"pagi ayah !
"anak ayah mau kemana? tanya nya pelan.
"kakak mau ikut bunda pergi. ini bukan rumah kakak lagi. ucapnya polos
kulihat ekspresi mas Rizal mulai berubah
ada kekecewaan yg tersirat di wajah nya saat ia mendengar jawaban dari putra nya itu.
"kata siapa ini bukan rumah nya kakak ? ini rumah kakak , kakak boleh kok tinggal di sini.
ucap mas Rizal mulai menyendu , ia mengusap lembut rambut putra nya itu dengan penuh kasih.
kemudian baby Zayn memandang ke arah ku.
seolah bertanya
"apakah masih boleh jika kita tinggal di sini ?
aku tersenyum lembut padanya , dan kemudian menggeleng kecil. memberi arti bahwa kita tak bisa untuk tetap tinggal.
kemudian baby zayn kembali menatap mas Rizal.
ia menangkup kan ke 2 tangannya di wajah Rizal.
"ayah , kakak nggak bisa tinggal di sini ,mulai sekarang kakak mau ikut bunda sama Tante.
ayah kan udah nggak sayang lagi sama bunda , jadi sekarang kakak yg harus jagain bunda, gantiin ayah.
jleeb !! jawaban yg begitu menohok dari seorang anak kecil.
bahkan di usia nya yg masih 4 tahun ia bisa memahami tentang permasalahan orang dewasa.
"kakak , ayah sayang sama bunda , ayah juga sayang sama kakak.
kakak jangan pergi ya, jangan tinggalkan ayah sendiri di sini ! nanti kalau ayah kangen sama kakak gimana,?? ucapnya yg terus mencoba merayu putra ku.
sebelum mas Rizal berhasil mengubah pikiran putra ku , segera ku tarik tangannya untuk menjauh dari baby Zayn.
"jangan coba coba menghasut anak ku mas!!
tegas ku padanya
"aku nggak menghasut Bun, memang itu kenyataan nya. aku masih membutuhkan kalian.
"enggak mas. kamu nggak butuh kami.
kamu juga nggak perduli sama kami.
jangan buat baby Zayn berpikir seolah olah aku yg jahat di sini mas .
"aku beneran bund. aku nyesel.
tolong jangan pergi bund, tolong tetap lah
di sini. pintanya.
aku menggeleng dan menutup rapat telinga ku.
"stop mas ! cukup !
aku nggak akan lagi kemakan rayuan kamu.
meskipun 1000 kali kamu ngomong gitu ke aku , itu nggak akan merubah apapun tentang keputusan ku.
jangan lupa mas ! kamu yg membuat ku jadi begini. kamu yg membuat kami semua menjauh dari mu.
jangan pernah lupa akan kebiadaban mu ketika kamu lebih memilih bersama wanita laknat itu daripada kami keluarga mu sendiri.
tegasku sambil menunjuk ke wajahnya.
"nggak bund. .aku tau, aku salah.
maaf bund. .maaf. simpuhnya di kaki ku.
ku tepis pelan tubuhnya untuk menjauh dari ku.
"nggak mas. maaf aku nggak bisa.
kita sudah berakhir mas.
tolong jangan begini.
"aku nggak mau pisah. tolong pikirkan lagi.
aku menggeleng pelan.
"maaf mas. ! kurasa akan lebih baik jika kita berpisah saja.
aku akan fokus dengan anak ku.dan kamu fokuslah dengan wanita pilihan mu.
sungguh , aku sudah tidak keberatan melepasmu. aku bisa dan aku mampu membesarkan putra ku sendiri. lupakan kami.
ku mohon.
"apa maksudmu bund?? apakah kamu berniat menjauhkan ku dari putra ku sendiri ??
"nggak mas, kamu salah.
aku akan tetap mengijinkan mu bertemu dengan baby Zayn.
tapi untuk membawanya pulang bersama mu.
aku tidak bisa. karna apa ?? karna aku nggak yakin perempuan pilihan kamu itu bakal memperlakukan anak aku layaknya manusia.
"kamu jangan salah sangka dulu dong bund!
kamu juga baru hari ini kan ketemu dan ngobrol sama dia. jangan negatif thinking dulu.
aku memutar bola mataku malas.
"haih. . mas. . mas. .!
segitu bucin nya kamu sama perempuan itu ?
aku nggak yakin dia akan tetap bertahan sama kamu kalau semua harta mama jatuh ke tangan baby Zayn.
aku yakin seyakin yakin nya , dia bukan perempuan baik baik seperti yg kamu bangga banggakan.
aku berbalik dan melangkah untuk pergi dari hadapannya , namun ku hentikan lagi langkahku dan kembali menoleh ke belakang.
"oh ya mas , kayaknya kamu perlu tes dia deh.
nama nya juga jaman sekarang , mana ada sih orang yg nggak butuh duit.
kalo ada mah 1000: 1.
saranku , kamu hati hati aja sama dia.
siap siap bakalan nyesek ,kalau ucapan ku terbukti.
setelah itu aku pergi dari hadapannya.
kembali ke ruang tamu ,dan menghampiri Aini dan juga baby zayn . mama juga sudah ada di sana.
"eh. udah lama nunggu ma ? tanyaku sopan
"nggak sayang, baru aja mama turun.
oh ya, jadi hari ini pindah nya??
"hhmm. .iya ma
sekalian mau pamitan sama mama.
"mama anter ya sayang.
biar gampang kalau mama pengen main ke rumah kamu.
"iya ma, kalau mama mau , mama juga bisa kok tinggal di rumah ayu ma. ayu malah senang di kakak ada yg nemenin.
"kapan kapan mama pasti nginep di rumah kamu sayang. kalau sekarang mama belum bisa, tapi nanti mama usahain .oke !!
"hmmm. . baiklah ma.
"yaudah kita berangkat sekarang .
mumpung masih pagi , ajak mama ana.
aku pun mengagguk patuh, dan meminta pak supir untuk mengemudi kan mobil mama yg berisi barang barang bawaan ku.
sedangkan aku mengemudikan mobil ku sendiri yg berisi penumpang.
sesaat sebelum aku meninggalkan rumah ini.
aku berhenti sejenak, mengendarkan pandangan ku, menatap setiap inci ruangan yg ada di sudut rumah ini.rumah yg menjadi saksi perjalanan cintaku bersama suamiku. ku ingat lagi segala kenangan kenangan lama ku selama aku berada di sini
mulai dari menjadi pembantu rumah tangga, kemudian menjalin asmara dengan mas rizal, dan kemudian berganti status menjadi nyonya rizal.
tanpa kusadari waktu ternyata begitu cepat berlalu, rasanya seperti baru kemarin aku menikmati momen momen bahagia ku menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu dari keluarga kecilku.
tapi siapa yg menyangka, jika rumah tangga ku yg terlihat harmonis dan bahagia itu, sekarang malah sedang di ambang perceraian??
pastinya tiada seorang pun yg menyangka .
aku pun juga tak pernah memyangka jika rumah tanggaku akan se tragis ini.
tidak ada seorang pun wanita yg menginginkan adanya keretakan dalam rumah tangga nya. termasuk diriku.
sungguh rasanya sangat sakit saat aku di hadapkan dengan segala kenyataan yg ada di depan mataku. ingin rasanya aku menolak segala kenyataan yg ada , menganggap semua nya hanya kebohongan belaka.
namun sekeras apapun aku mencoba membohongi diri ku sendiri, tapi hati ku tetap saja tak bisa berpura pura buta.
dan hari ini , sepenuhnya aku sadar bahwa manusia hanya bisa berencana, sedangkan Tuhan lah yg maha menentukan kemana arah takdir akan membawa kita kedepannya.
sekarang , aku mencoba untuk ikhlas menerima nasipku , mencoba berdamai dengan takdir , dan membuka lembar kehidupan baru.
mungkin memang mas Rizal bukanlah di takdirkan untuk menjadi jodoh dunia akhirat ku. aku cukup bersyukur dengan hal itu.
setidaknya Allah masih berbaik hati padaku dengan menghadirkan Malaikat kecil untuk ku.
********
aku terus melajukan mobil ku , menyusuri jalan besar nan ramai di kota ini. kurang lebih 2 jam aku mengemudikan mobil ku ,hingga aku sampai di rumah baruku.
rumah yg lumayan besar untuk ku tinggali bersama putra dan juga adik ku.
rumah ber cat hijau muda ,dengan pilar pilar kokoh yg menyangga setiap sudut bangunannya.
dengan sederet taman menghiasi bagian samping ,dan juga kolam renang mewah di halaman belakang , tak lupa dengan pagar besi nan menjulang tinggi menambah kesan mewah di rumah ini.
lengkap dengan berbagai segala fasilitas yang memadai di dalamnya.memang aku sengaja menghabiskan sebagian besar dari tabungan ku hanya untuk membeli rumah baruku ini.
ku pikir tak ada salahnya jika aku sedikit menghamburkan uang hasil jerih payahku sendiri untuk membeli apapun yg ku inginkan.
apalagi untuk kenyamanan putra ku , aku akan memberikan segala yg ku punya dan ku usahakan untuk memberi nya yg terbaik walaupun aku hanya orang tua tunggal , itulah prinsip ku sekarang.
"ma . . kita udah sampai.
ucap ku pelan saat aku baru saja mematikan mesin mobil ku di depan rumah baruku.
"hmm. . iya. iya. . jawab mama yg mulai mengerjapkan matanya.
aku pun turun dari mobil , dan membukakan pintu untuk mama ana.
kami semua bergegas masuk ke dalam rumah .
"selamat siang buk ! sapa seorang bibi asisten rumah tangga yg berusia sekitar 40 th nan.
"siang. jawabku
"bik , perkenalkan ini mama saya.
hari ini beliau akan bermalam di sini.
bibi tolong masak kan makan siang untuk kami ya. titah ku dengan sopan.
bibik mengagguk , dan mohon untuk undur diri.
ku antarkan mama ana masuk ke kamarnya.
sementara putra ku sudah asik berlarian ke sana kemari bersama mbak.
"kakak. . kesini sebentar, , panggilku padanya.
"apaa bunda !! jawabnya sembari langsung duduk di pangkuan ku.
"kakak suka nggak kalau kita tinggal di sini?
sambil ku usap lembut kepala nya
"suka , ,suka kok bund
dimana pun bunda tinggal , di situ pula kakak juga akan tinggal.
kalau bunda suka , kakak juga akan suka.
jawabnya jujur.
aku tersenyum tipis mendengar jawabannya.
entahlah, kurasa putra ku sudah dewasa sebelum waktunya.
di usia nya yg masih 4 th, yg harusnya manja dan merengek seperti anak yg lainnya.
tapi sifat itu tidak ada di putra ku.
dia sangat dewasa ,dan jelas mengerti .
aku sangat bersyukur , memiliki seorang putra yg memiliki tingkat kecerdasan dan juga kedewasaan yg tinggi. semoga kelak dia bisa menjadi seorang yg jauh lebih baik daripada ayahnya. itulah doa ku untuk putra ku.