
ayu berusaha menahan sakit di perut nya, dan mencoba duduk.
matanya menatap lurus pada Rizal dan juga Sinta, mereka masih terdiam dan menundukkan kepala.
"jadi kapan kita cerai mas ?? ayu membuka pembicaraan.
Rizal membulat kan matanya, tak percaya dengan ucapan ayu.
"ceraii?? siapa yg mau bercerai sayang ?? kita nggak akan cerai .
"terus dia gimana ?? ayu menunjuk Sinta.
Rizal mulai bingung
"aku bakal tetep nikahin dia.
ayu tak habis pikir dengan pola pikir Rizal
"kamu gila !! aku nggak mau di madu.
"sayang , , please dengerin aku .
"nggak !! kalo kamu kekeh nikahin dia , ya udah kita cerai.
ayu dan Rizal masih terus bersitegang , Sinta masih terdiam sambil menautkan genggaman tangannya.
"ehm , maaf kak. . Sinta mulai berbicara
sontak saja ayu langsung mengalihkan pandangannya menatap tajam ke arah Sinta.
"aku minta maaf kak , ini semua salah ku.
tapi aku juga nggak bisa apa apa kak , aku masih mencintai Rizal.
"kamu tau kan dia udah nikah ??
"he. em. jawab Sinta
"kalo kamu tau ,ngapain kamu masih deketin dia ?? dengan suara lantang.
kini Rizal lah yg tertunduk , mendengarkan pertengkaran ayu dan juga Sinta.
Rizal takut berbicara , karna baru kali ini ia melihat ayu dalam kendali emosi yg tinggi dan meluap luap.
"tapi kak , aku bisa apa !! aku juga udah nggak suci , ucap nya pelan
"terus kalo kamu udah nggak suci ,itu karna siapa ?? karna saya begitu !!
" bukan kan ?? karna si brengsek ini kan. .(menunjuk Rizal) . terus kenapa jadi saya yg harus sakit hati disini !! kalian enak enakan , sementara hati saya hancur . . mikir nggak kalian??
suara ayu kian lantang ,
"sayang ,udah dong , jangan teriak teriak. .
(memegangi ayu.)
"apa lagi kamu pegang pegang. (menghempas tangan Rizal )
"udah deh ,sekarang gini aja , kamu mau nya gimana !! tanya ayu ke Sinta
"ya saya mau nya Rizal nikahin saya lah kak !
" karna apa ? karna dia udah prawanin kamu, begitu ??
"iy- iya lah. . jawab Sinta pelan
"yaudah mas ,kamu nikahin dia ,dan ceraikan aku. beres kan masalah nya.
Rizal segera berdiri dari duduknya.
"kamu gila ya !! nggak , nggak bisa
"terserah kalian lah. yg pasti aku nggak mau kalo harus berbagi , dan pergi dari ruangan itu.
namun langkah nya terhenti , ketika Sinta memegangi tangan nya.
ayu menolehkan kepalanya ,dan mendengar setiap perkataan dari mulut Sinta
"apa !
"aku hamil kak. .
ayu menghempas cekakan tangan Sinta , dan melangkah mundur menjauhi nya.
dia menutup mulut nya ,seakan tak percaya dengan apa yg terjadi.
Sinta berusaha menenangkan ayu ,
"kak .. kak. . maaf , aku nggak bermaksud buat hancurin hubungan kalian kak. . maaf kak. .
Sinta terus memohon pada ayu.
ayu menjambak rambut nya sendiri , menambah lagi beban luka di hatinya.
ayu meraih tangan Sinta. dan menatap nya lembut.
"sudah berapa bulan ??
"6 Minggu kak.
ayu mengusap wajahnya kasar.
"ya Allah, , kenapa nasip ku seburuk ini. batin nya.
"sudah berapa lama kalian bersama ??
"kurang lebih 3 bulan kak. waktu itu aku baru pulang dari pengobatan ku, dan aku bertemu dengan kak Rizal. dan dia juga menjelaskan kalau dia sedang sendiri waktu itu.
"apa?? ayu kian tercengang.
"bisa bisa nya kamu mas ngomong gitu ??
terus selama ini hubungan kita itu apa ?? kalo dia udah balik ke sini , ngapain kamu mati Matian ngeyakinin aku buat hidup sama kamu ?? ya Allah. . pusing aku sama jalan pikiran kamu. ucap ayu.
"maaf sayang, aku terpaksa bohong , karna gimana , aku sayang sama kamu , juga sama dia , jawab Rizal.
"yaudah Sinta, kamu selesain dulu deh sama dia, aku mau istirahat , capek. . (berjalan ke lantai atas)
"terus gimana kak !! nasip anak aku..
"haiihh, , tanya Ama Rizal. aku udah kasih pilihan tadi sama dia, suruh dia mikir, gangan nanya ke aku . sambil terus berjalan meninggalkan mereka ber 2 di lantai bawah.
ayu mengunci pintu kamar nya, dan merebahkan dirinya di ranjang.
ia menatapi langit langit kamarnya , ada beberapa gambaran kebahagiaan nya bersama Rizal yg terlintas di sana. . gambar gambar proses ijab qobul, dan masa masa bahagia nya yg pernah ia lewati bersama Rizal , semua hadir dan terlihat jelas di langit langit kamarnya. membuat nya kian Ter iris pilu.
tangis nya tumpah dalam kesendirian , dan keheningan sepi menyayat hati nya ,
ayu begitu terpukul , bahkan dirinya sebagai seorang istri sah saja belum bisa hamil,
tapi orang lain malah dengan mudah nya mengandung buah cintanya bersama Rizal.
ayu bangkit dari ranjangnya ,dan segera mengambil air wudhu.
ayu merasa begitu hina , karna selama ini ia telah melupakan kewajiban sebagai umat muslim , dan saat ada masalah besar yg menghampiri hidup nya ,ia baru mengingat akan adanya Allah , sang maha segala galanya.
ayu begitu khusyuk dalam menunaikan sholat nya , deraian air matanya terus menetes di setiap doa yg ia panjat kan. lantunan ayat suci pun tak lupa ia suarakan, begitu lama ia menikmati momen ibadah nya saat ini .
setelah selesai melakukan ibadah nya , ayu duduk di depan cermin, memejamkan matanya, dan merasakan jiwanya yg terasa begitu tenang , lebih adem , tak seperti tadi saat emosi menguasai pikiran nya.
"tok . tok. . tok ..
"kak , , boleh aku masuk. suara Sinta di depan pintu kamar ayu
"ayu melepas mukena yg ia kenakan , dan membuka pintu nya.
terlihat di hadapannya Sinta sedang membawa sebuah nampan berisi makanan dan juga segelas coklat hangat.
"untuk ku ?? tanya ayu