
selepas kepulangan ku dari lapas kemarin.
baby Zayn nampak jadi lebih pendiam dari biasanya.
itu terjadi saat aku menjemput nya ke sekolah.
di situ dia bertanya ,
" bunda dari mana ? kok tumben lama jemput kakak ?
dan aku menjawab nya dengan jujur , bahwa aku baru saja menjenguk ayahnya di lapas.
dan setelah itu wajah nya seketika berubah murung.
ku ulurkan tanganku dan menyapu lembut kening nya yg sedikit berpeluh.
"maaf ya , bunda nggak sempat ajak kakak.
tapi bunda janji , lusa kita ke sana ya , jenguk ayah lagi.
namun , bukan anggukan yg ku dapat melainkan sorot mata tajam nan penuh kebencian yg terlihat jelas di matanya.
"kakak , kenapa ?? masih ku usapkan tangan ku di wajah nya.
namun ia hanya diam , semakin diam dan perlahan menepis tanganku menyingkir dari wajahnya.
"pulang bund , kakak capek. !
hanya itu.
dan aku sudah jelas mengerti dengan situasi ini.
putra ku seakan enggan untuk membahas nasip ayah nya.
aku memilih mengalah ,dan tak lagi membahas hal yg tak ia inginkan. ku arahkan kemudi ku menyusuri setiap jalanan ramai hingga sampai di kediaman ku.
ia masih diam , dan beranjak turun melangkahkan kakinya hendak memasuki kamar.
Namun , segera ku tahan pergelangan tangannya untuk sesaat , kemudian ku tuntun dia untuk duduk sebentar dan berbincang dengan ku.
"kak ! maaf sebelumnya ya.
kakak kenapa sih selalu gitu kalau bunda lagi bahas ayah ?
dia masih saja diam.
Hingga aku kembali mengulang pertanyaan yg sama padanya.
" bund! kakak benci sama ayah bund.
kakak nggak mau punya ayah yg jahat , kayak ayah Rizal. ucapnya penuh penekanan.
aku tau , mungkin kejadian kemarin masih meninggalkan trauma mendalam di hati putra ku. Hingga membuatnya menjadi benci pada ayahnya sendiri.
dengan sabar aku mencoba menjelaskan semuanya.
"kak , mungkin saat itu ayah lagi marah sama bunda, hingga ayah bersikap seperti itu sama kita.
tapi , kakak harus tau 1 hal.
ayah nggak sejahat itu nak , mungkin waktu itu dia khilaf sayang.
lagipula bunda sudah memaafkan ayah kok. Nggak baik nak kalau kita terlalu membenci seseorang.
" tapi bund , , ,
segera ku gelengkan kepalaku pelan.
menolak segala bentuk penolakan yg akan dia utarakan padaku.
"inget kak , dia ayah kamu.
jangan benci dia , karena sekarang keadaan nya jauh lebih menderita sayang.
kapan kapan , kakak ikut bunda ya , kita jenguk ayah. pinta ku lembut padanya
dia mengagguk lemah , meng iyakan permintaan ku .
aku mengacak rambut nya pelan , senyum ku kembali terukir setelah mendapat jawaban yg ku inginkan darinya.
*******
pernikahan J & A.
jam masih menunjukkan pukul 07.00.
tapi ponsel ku , sudah tak henti hentinya berdering.
Sementara aku sendiri ,masih sibuk dengan putra ku.
sibuk memasangkan outfit yg akan ia kenakan di acara nanti.
hingga celotehan keyra mulai nyaring terdengar , langkahnya yg setengah berlari terdengar jelas dari kamarku.
"bunda !!! teriak nya berhambur ke pelukan ku.
"assalamualaikum keyra !!
"waalaikumsalam bunda. jawabnya malu
"belum siap ?? tanya seorang pria yg sudah tampil rapi dengan balutan jas putihnya , sedang bersender di samping pintu .
Mengamati penampilan ku yg masih belum apa apa.
aku hanya mengedikkan bahu,
"belum , tinggal pasang sepatu. jawabku singkat.
45 menit aku bersiap .
dan hasilnya benar benar membuat ku takjub.
balutan busana berwarna merah , dengan model rancangan terbaru yg baru saja selesai ku desain 2 Minggu yg lalu.
memang sangat pas saat ku kenakan.
ku raih gagang pintu saat aku benar benar telah selesai berkaca , meneliti setiap sudut penampilan ku , bagian mana yg terasa kurang.
"mari berangkat !! ajak ku pada mereka yg terlihat sudah mulai bosan karena menunggu ku terlalu lama.
ke tiga nya pun langsung berdiri, mengamati penampilan ku dari ujung kepala sampai ujung kaki. cukup lama mereka terdiam , hingga aku merasa pasti ada sesuatu yg aneh di wajahku.
"kenapa sih ??
"cantik ! jawab ke 3 nya bersamaan.
membuat ku seketika bersemu mendengar nya.
"bunda cantik banget. puji keyra
"siapa dulu, kan bunda aku. timpal Zayn yg tak kalah membanggakan diri
sebelum perdebatan terjadi , aku segera menengahi mereka.
"iya iya. bunda nya Zayn sama bunda nya keyra. udah jangan berantem ya anak anak bunda. ku kecup pipi mereka satu , satu.
dan mereka memeluk ku bergantian.
"hah , bahagianya memiliki keluarga .
******
sampai di tempat acara.
kami ber 4 saling bergandengan , berjalan memasuki lift menuju lantai nomor 5.
Tempat dimana pernikahan James dan Aini akan di gelar.
mataku berbinar , saat memasuki ruangan dengan dekorasi bunga mawar putih ,serta dekorasi warna pink yg lebih mendominasi tempat tersebut.
membuat mataku seakan enggan untuk berhenti menikmati setiap sudut nya.
"aku akan membuatkan dekorasi yg sama untuk pernikahan kita nanti. bisik Raka di telingaku.
spontan , aku memberikan cubitan kecil di pinggangnya.
membuatnya memekik lirih.
"aww ! kok nyubit sih kamu. protes nya tak suka
"biarin.!
namun senyumku tak kunjung pudar.
jujur ,aku suka , dari setiap kata yg ia ucapkan selalu membuat ku serasa senang.ya , intinya bisa membuat ku bahagia , apapun itu , tentang Raka. aku suka.
"mungkin beginilah rasanya , jatuh cinta.
aku terus berjalan , menuju ruangan tempat dimana ke 2 mempelai sedang bersiap sebelum ijab qobul pernikahan berlangsung.
saat sampai di sana , tanpa terasa mataku mulai memanas , saat melihat aini memakai kebaya syar'i berwarna putih lengkap dengan hijab yg menutupi kepalanya.
aku bahagia , karna hari ini adik ku akan memiliki kehidupan baru nya.
ku langkahkan kakiku untuk semakin dekat dengan nya.
matanya masih terpejam , menerima setiap sapuan kuas yg masih memoles wajahnya.
membuat nya kian cantik dan sempurna untuk menjadi ratu semalam.
"kak ! panggilan itu membuat ku kembali tersadar dari fokus ku pada Aini.
ternyata , seseorang yg sedari tadi ku pandangi kini sudah menangkup kan ke 2 tangan nya di wajah ku.
"hmm !
namun ia hanya diam , hingga netra kami saling bertemu , seakan berbicara menyampaikan isi hati masing masing.
ku lihat matanya kian berkaca , begitu pula dengan ku. kami seakan terhanyut dalam suasana bahagia.
segera ku raih tisu dan ku sapukan dengan lembut di sudut matanya , sebelum tetes air mata itu jatuh dan merusak make up yg baru saja selesai. ia kembali memeluk ku.
Bahkan pelukan yg lebih erat dari sebelumnya.
"selamat ! semoga pernikahan mu ini langgeng ya dek !! bisik ku di telinga nya.
ia hanya mengangguk angguk , tanpa bersuara.
perlahan ku lepas pelukannya , dan ku lihat lagi wajahnya.
"cantik . ucapku
ku lihat wajah nya merona.
"Terimakasih kak. ! Kakak juga cantik.
oh ya , di mana calon Abang ipar ku ??
"CK , , jangan mulai deh ! sahut ku cepat
dia hanya terkikik mendengar jawaban ku.