
hari ini , pagi pagi sekali kak Rizal mengutarakan tujuan nya untuk segera mempercepat pernikahan nya kepada orang tua ayu , , awalnya mereka juga mempertanyakan kenapa harus secepat itu ? apa tidak terlalu buru-buru ?
dan kak Rizal menjawab , jikalau menikah itu adalah ibadah , maka lebih baik segera menunaikan nya.
jawaban itu di angguki oleh ayah dan ibu ayu ,
"semua keputusan kami serahkan ke ayu nak Rizal ! jika ayu sudah siap , kami juga setuju.
jawab ibu ayu.
dan aku sudah menyetujui permintaan kak Rizal sejak tadi malam . dengan syarat aku hanya ingin pernikahan yg sederhana tanpa ada resepsi. awalnya semua menolak persyaratan ku , tapi aku memang tk suka hal hal yg ribet dan terkesan menghabiskan uang.
dan akhirnya kak Rizal menyetujui persyaratan yg aku minta.
aku dan kak Rizal berpamitan kepada ayah dan ibu sebelum aku terbang lagi ke Jakarta ,guna bertemu dengan calon mertua ku.
kupeluk erat mereka , tak lupa juga dengan Aini. mereka mendoakan semoga acara pernikahan ku lancar tanpa halangan. "maaf jika kami tak bisa ikut. insyaallah ayah besok akan menyusul mu kesana guna menjadi wali nikah mu ya sayang . ." ucap ibu nya ayu
"iya buk. nggak apa apa , nanti jika kak Rizal ada waktu cuti , kami pasti berkunjung ke sini lagi.
mobil travel sudah datang , aku menyalami orang tua ku , begitu pula kak Rizal.
4 jm perjalanan kami tempuh , kak Rizal juga sedikit lebih pendiam dari biasanya.dia TK mengajak ku mengobrol. . dia hanya fokus pada pandangan nya di kaca jendela
°•°•°•°°
Jakarta
pukul 10 pagi. kami sudah tiba di Jakarta,
sebuah mobil Chevrolet merah berhenti di depan kami , dia adalah supir keluarga kak Rizal yg bertugas untuk menjemput kami hari ini di bandara.
Rizal:"sayaang , ayo masuk. .
seraya menggandeng tangan ku memasuki mobil mewah itu.
aku masih melihat gelagat aneh pada kak Rizal , aku yakin betul saat ini pasti ada masalah yg dia hadapi.ku beranikan diriku untuk bertanya padanya , entah lah dia mau marah , yg pasti saat ini aku sangat penasaran dengan apa yg dia sembunyikan dari ku.
"kak . . kamu kenapa si ?dari semalem loh kamu aneh gini. . ada apa?
Rizal:"ehmmm. . enggak kok sayang , aku cuma kecapean aja . kamu jangan mikir aneh aneh ya. .!
aku hanya diam dan tersenyum tipis menanggapi ucapan kak Rizal.
mobil kami sudah mulai melambat , dan masuklah ke sebuah gerbang rumah yg tinggi , pak supir membukakan pintu untuk ku dan juga Rizal.
aku terpana ,! baru kali ini aku menginjak kan kaki ku di halaman rumah orang kaya . yg pasti rumahnya lebih besar dari rumah kak Rizal yg selama ini aku tempati.
mataku memandang sekeliling. ada ornamen patung , beserta air mancur menghiasi halaman rumah ,ada juga kebun bunga di halaman samping. "wow.. . ini memang rumah idaman. . . pasti capek jika membersihkan semuanya sendiri " batin ayu.
Rizal:"sayang ayo masuk , mama & papa sudah menunggu kita di dalam, mereka tak sabar ingin bertemu dengan mu. seraya mengulurkan tangannya padaku.
ku sambut tangan kak Rizal , ku genggam erat tangan nya yg hangat, ku atur nafasku yg masih tak karuan. aku sangat gugup ,
Rizal:"assalamualaikum . . ma. .pa. .
ke 2 orang tua itu berdiri dan menyambut kedatangan kami , , untaian senyum terpancar dari wajah orang tua itu .
nak , jadi ini kekasaih mu yg sering kau ceritakan pada mama ? tanya mama kak Rizal
rizal:"iya ma . . ini ayu , ayu ini mama ku ,mama ana . dan juga papa ku papa Rudy.
ayu:" halo om , Tante saya ayu , seraya mencium tangan mereka.
mama ana :"hei , ! apa kau gugup , tangan mu sangat dingin sayang. . ayo kita ke dapur dulu , kita makan dulu , lalu kalian istirahat . .
mama ana berjalan seraya menarik pinggang ku untuk mengikutinya. di susul dengan Rizal dan juga om Rudy.
aku membantu mama ana menyiapkan makanan di atas meja , makanan yg banyak ,juga terlihat sangat enak. . .
perutku sudah keroncongan sedari tadi , di tambah melihat makanan yg menggugah selera makan mu.
"grruukk..... suara Perut ku berbunyi di tengah meja makan ,
om dan Tante malah tertawa mendengarnya .
"sudahlah cepat makan sayang , kau pasti sangat lapar. .
mama ana mengambilkan ku nasi yg banyak , beserta sayur dan juga lauk. hampir 1 piring ku ini penuh dengan makanan.
"makan yg banyak ya sayang. . besok akan jadi hari yg melelahkan untuk kita.nikmatilah makanan ini. . dan cepat habiskan. .
ayu:" ini terlalu banyak Tante . . mungkin nggak habis. .
Rizal segera mengambil alih piringku , dan menyuapi ku makan , ,
"harus habis sayang ! biar kamu fit besok .
sambil terus menjejali mulut ku dengan sendok yg penuh makanan .
orang tua Rizal terkekeh melihat ulah kami , ,
"kalian ini mengingat kan kami waktu muda dulu " ucap om Rudy.
dulu kami juga seperti kalian ,mesra , dan terus tertawa bahagia dalam menjalani mahligai rumah tangga.
, kami bahkan belum pernah mengalami masalah rumah tangga atau pun bertengkar hebat, hanya pertengkaran kecil yg sering berakhir dengan gelak tawa di antara kami. tutur mama ana pada ki. dan Rizal.
"semoga kalian bisa membina rumah tangga seperti kami ya nak. ucap om Rudy seraya menepuk bahu kak Rizal.
"oh ya sayang ! apakah keluarga mu tidak ikut kemari ? tanya mama ana padaku.
ayu:" insyaallah besok pagi ayah yg datang Tante. ibu tak bisa datang karna mengurusi adik saya yg masih sekolah.
"hmm . . ya sudah . naiklah ke kamar atas untuk istirahat , nanti malam kamu coba baju kebaya yg sudah Tante pesan kan , barangkali kamu kurang suka dengan pilihan Tante , kita masih bisa cari yg lain.
ku angguk kan kepalaku , dan kak Rizal segera mengantarku ke kamar tamuuntuk istirahat.