Maduku

Maduku
part 19 (pulang kampung)



aku dan kak Rizal sudah berada di bandara , ,


kami berangkat agak lambat, , karna tadi aku dan kak Rizal bangun kesiangan.padahal biasanya aku TK pernah kesiangan . untung saja jarak tempuh menuju bandara nggak terlalu jauh dari rumah kak Rizal. .


"nggak ada yg ketinggalan kan kak , ,?


tanyaku sambil mengecek barang bawaan kami.


Rizal:"enggak sayang. .


"hp , dompet , kunci rumah , , udah kakak bawa semua. . .


Rizal:"udah sayaang. . udah semua . nggak ada yang ketinggalan kok. . kamu tenang aja ya. . .


"hmmmm. . iya kak. .


ku sandarkan kepala ku di bahu kak Rizal. .


ku bekap erat tubuh nya , , , , aku sangat bahagia. .


tangan kak Rizal merangkul pundak ku. seraya mengusap lembut rambut panjang ku. .


"kak. . .


",*hmm. . iya sayang. *.


"aku sayang sama kakak. . maaf akhir akhir ini aku bikin kakak kesel. .


"sayang. . . aku jg sayang banget sama kamu. . nggak apa-apa. . aku nggak marah kok. .


di pesawat


pesawat sudah mulai climbing, ,ku tatap jendela kaca . . aku akan pulang, ketemu ayah , dan Aini , ,. . batinku


aku dan kak Rizal duduk bersebelahan. .


posisi ku masih sama , , aku menyandarkan kepalaku di dada bidang nya , , dan di genggam nya erat tanganku oleh kak Rizal. .


jantung ku berdegup lebih cepat. .aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melompat kegirangan karna kak Rizal sekarang sedang bersamaku , dan berniat melamar ku. . angan ku sudah melayang kemana-mana. .


,",kak . emm. . apa bener yg kakak bilang semalem. tentang rencana mau ngelamar aku. sama ayah. ? tanya ayu lirih. .


"iya sayang. . aku serius .kamu kenapa. ? emang kamu belum siap ya??


"enggak. . nggak gitu kak. . emm. . aku kan belum pernah ketemu sama orang tua kakak. . aku nggak enak sama orang tua kakak. .


"Rizal menangkup kan tangan nya di wajahku. .


"*masalah itu kamu tenang aja ya sayang , , aku udah bilang sama mama dan papa ku. . mereka nggak keberatan kok kalo kita ingin bertunangan. . malah papa dan mama kakak pengen kita segera menikah. *.


ayu menaik kan sebelah alisnya. .


",lho orang tua kakak kan belum pernah ketemu aku kak. . kok bisa langsung setuju. .


gimana nanti kalo kita udah nikah, , terus orang tua kakak kaget liat aku. atau nggak sesuai ekspektasi . . kan nggak lucu kak. .


Rizal terkekeh mendengar celotehan ayu. .


Rizal:""*sssst. . *. tangan Rizal menempel di bibir ayu


kamu berisik banget sih sayang. .


mama dan papa kakak udah tau kamu kok sayang. . tiap hari kakak selalu Vc mama pas kamu lagi sibuk bebenah , masak , , beresin rumah. . mama udah tau kamu gimana . dan mama cocok sama kamu. . katanya menantu idaman.


pipi ayu merona merah. . dan tersenyum lega mendengar ucapan Rizal.


selama penerbangan , aku dan kak Rizal tertidur. bahu kak Rizal memang sangat nyaman untuk bersandar. . sampai aku nggak sadar kalo pesawat sudah landing. . dan dampai di bandara Juanda. .


",kak. . kok nggak bangunin aku sih. .


yaudah ayo turun. . kita ambil barang bawaan di bagasi bentar ya. *.


",hemm. . iya. . sambil mengusap mata nya yg masih mengantuk.


semua barang sudah selesai di ambil. . kini ayu dan Rizal menuju ke kota ,T.a. .


masih butuh waktu 4 jam lagi untuk sampai ke rumah ayu. .


ayu lebih memilih sewa travel untuk menjemput nya dan kak Rizal. .


perjalanan masih jauh , , sedang aku dan kak Rizal TK bisa tidur.


kak Rizal terlihat sangat lelah , ,


aku menyuruh nya untuk berbaring di pahaku , , awalnya dia menolak keras tawaran ku , , tapi aku memaksa nya. jadi mau tak mau dia tetap berbaring di paha ku.


ku pijat lembut dahi nya , , dan juga kepalanya.


"gimana kak. . udah enakan belom??


Rizal:"he.em sayang. . udah enakan. .


kamu kok pinter banget sih. . sambil mencubit hidung ku. .


"ihh. . kakak. . sakit. .


Rizal:"tapi aku jadi ngantuk Lo sayang. .


"ya udah tidur aja. masih jauh Lo kak. .


tidur aja di sini. . ( sambil menepuk paha nya)


belum sempat Rizal menjawab.


ayu sudah menarik leher Rizal , , hingga kini sudah menempel di paha nya seperti bantal.


"dah tidur lah kak. . sini ku pijit lagi kepala nya. tangan ayu masih setia memijat lembut kening Rizal.


°•°•^•^•


4 jam sudah berlalu. mobil pun sudah sampai di depan rumah ku.


"kak. kak. bangun . udah sampe ni. . ku tepuk lembut wajah nya. .


tapi Rizal masih terlelap. .ia tertidur sangat pulas. . pelan pelan ku cubit hidung nya. .


dan benar saja , , Rizal kaget , karna TK bisa bernafas. .


Rizal:"apaan sih kamu yank. . ? aku nggak bisa nafas loh. . tega banget sih kamu. .


sambil memegangi hidung lancipnya. .


"lagian di bangunin dari tadi nggak bangun bangun juga. .


kita udah sampe kak. . ayo turun. .


"pak supir , tolong bantu saya turunin barang bawaan ya pak. . . kata ayu sopan. .


"iya mbak. .


dengan sigap pak supir menurunkan semua barang bawaan , beserta koper kami. .


aku dan kak Rizal turun , ayah dan Aini sudah ada di depan pintu menyambut kepulangan ku. .


segera ku gandeng tangan Rizal masuk ke rumah. .


aku menyalami ayah ku , dan juga memeluk Aini , , aku sangat rindu pada mereka , , meskipun niat awal dari kepulangan ku adalah , ingin menghindari kak Rizal , , tapi di luar dugaan , kak Rizal malah memutuskan ikut pulang dengan ku. . dan memikirkan untuk