Maduku

Maduku
part 6



Di luar pintu kamar ayu , tepat di depan pintu.


Sedari tadi ada seorang yg menguping di sana . Seseorang yg diam-diam menguping pembicaraan ayu dengan serius.


Dia adalah raka.


Pria itu tak suka jika melihat ayu dekat dengan pria lain.


Tangan nya sedari tadi telah mengepal, menahan amarahnya yg serasa mendidih ketika mendengar cuap mesra ayu dengan orang asing yg baru ia kenal.


"Apa katanya kencan ?"


"Besok ?"Raka mengulang-ulang perkataan yg sama.


Raka yg telah tersulut emosi kian membulatkan tekat nya . Entah rencana picik apalagi yg kini hadir dalam benak dangkalnya.


Perlahan namun pasti ,ia berhasil menyelinap masuk ke kamar ayu.


Tangan Raka perlahan terulur menyentuh permukaan wajah cantik ayu. Di usap nya dengan perlahan pipi chubby nan halus itu.


raka tak ingin gadis kecil nya itu sampai ter kejut akan kehadirannya .


Dan benar saja ayu menggeliat, dia kaget dengan kehadiran Raka yg tiba-tiba sudah berada di dalam kamar nya.


Dengan sigap tangan Raka membekap mulut ayu yg hendak melengkungkan suaranya.


"Jangan berteriak kalau kamu mau aman!" ancam nya ngeri.


Seketika ayu terdiam. Dia menahan tangis nya, rasa takut nya akan Raka kian menjadi malam ini.


Mungkinkah pria ini ingin melecehkan nya ?


Anggukan kecil dari kepala ayu ,membuat Raka sejenak luluh dan melepaskan bekap tangan nya dari mulut ayu.


Gadis itu masih gemetar , menahan takutnya yg kian menjadi-jadi. Ia mendongakkan kepalanya pelan , kemudian memberanikan diri untuk bertanya pada Raka.


"Aa-pa maumu?"


"Tentu dirimu lah sayang! Ngomong-ngomong , aku suka piyamamu . Warna menyala begitu cocok dengan mu." ucapnya dengan senyum nakalnya.


"Jangan Raka ! jangan lakukan ini padaku.


A-aku tau kau orang baik, kau tak akan melakukan ini padaku kan?" rintihku memelas


Ayu ter isak, terus berusaha memohon pada Raka supaya dia mau melepas kan ayu untuk malam ini.


Tapi setan sudah terlanjur membelenggu kami.


Raka semakin mengeratkan genggaman nya pada tangan ku.


Aku meringis kesakitan, cekalan nya begitu kuat meng erat di pergelangan tangan ku.


"Diam! jika kau ingin aku segera pergi turuti apa mauku !" gertak nya yg langsung membuat nyali ku menciut.


Aku hanya mengangguk , mengiyakan segala apa yg dia katakan.


Raka mendekat kan wajah nya pada ku, kemudian menghadirkan kecupan lembut nya di bibir ku .


"Manis !" ucap nya lirih.


Membuat ku tersipu dan merona merah karena pujian darinya .


Dia kembali mendekatkan wajahnya dan berbisik halus di telingaku.


"Bagaimana ? apa kau suka ?"


Terasa hangat saat nafasnya menerpa wajahku , aroma mint yg menyeruak dari rongga mulutnya mengisi seluruh lubang nafas ku. "Aku suka wangi nya !" lirih ku


Dia menyeringai , tampak jelas ada senyum kemenangan yg terukir di sudut bibirnya.


Namun dengan cepat ia sembunyikan itu dari ku.


"Siall..! sayang lihat ! lihat lah hasil ulah mu , kau harus bertanggung jawab padaku malam ini."Raka mengerlingkan sebelah matanya. membuat ku kembali tersengat oleh hawa takut yg kian mendekat ku.


"Aaa--apa??aku tak mengerti maksud mu.


jangan bertindak bodoh Raka !" ingat ku padanya.


Aku masih dengan ketakutan ku.


Pikiran ku melayang hingga kemana-mana . Aku dengan segala ketakutan ku , menimbulkan pikiran rancu yg mengisi otak kecil ku.


Dia kembali memagut bibir ku , kecupan yg lebih lembut nan halus daripada yg sebelumnya .


Ia mendekap ku erat ,membawaku kedalam pelukannya yg dalam.


Membuat ku serasa ikut melayang terbawa suasana romantis seperti ini.


lama , lama , dan lama ia masih betah dengan posisi yg sama , hingga akhirnya dia melepaskan bibirnya dari ku.


Wajah kami sama-sama memerah , terasa jelas ada keinginan yg lebih yg sedang bergejolak di diri kami.


Hingga akhirnya aku memohon pada Raka untuk menyudahi permainan ini ,sebelum ini bisa menjadi suatu bencana bagiku.


Raka pun mengangguk , dan menghentikan aksinya.


kami masih saling bertatap muka , sesekali kupalingkan wajahku karena malu saat mengingat perbuatan kami tadi.


Tak munafik ! aku juga begitu menikmati nya.


Bibir nya yg lembut ,nafas yg harum dan juga wajah yg tampan.


"Aiya !! siapa wanita yg tak kan tergoda."


Namun segera ku tepis angan-angan gila ku itu , aku segera bangkit dan merapikan pakaian ku.


"cup" Raka mengecup keningku lagi.


"tidurlah sayang." ucapnya lirih.


Sejenak ku pejamkan mataku dan merasakan bibir hangatnya yg masih menempel di keningku.


"Ekhm , ka !" panggilku padanya.


Dia memandangku dengan tatapan teduhnya , manik yg begitu indah yg tak pernah terlihat olehku sebelumnya. "Hmm.." gumamnya menjawab panggilan ku.


"Terimakasih , karna kau masih bisa menahannya dan tak mengambil keuntungan dari kelemahan ku." ucap ku perlahan.


"Aku tak kan melakukan nya sayang , tidak Sekarang ." tutur Raka meyakinkan ku.


"Tidurlah, akan ku tutup pintunya." sambung nya lagi.


"Ya." jawabku lirih.


Raka keluar dari kamar ku dan kemudian aku terlelap karna rasa kantuk ku yg sudah bergelayut manja di mataku.


•••••••••••


Raka POV


Raka terduduk santai menikmati kerlip pemandangan dari setiap sorot lampu kendaraan yg berlalu lalang di hadapanya.


Sesekali ia mencecap bibirnya sendiri yg masih meninggalkan rasa khas manis pemilik nya di sana.


Membuat nya menerawang kembali mengingat tingkahnya yg gegabah beberapa waktu yg lalu.


Ia terkikik geli.


" Brengsek !" ia terngiang-ngiang makian pertama yg di lontarkan ayu padanya hari ini.


"Gadis kecil yg nakal." gumamnya dengan senyuman tipis yg masih setia melekat di sudut bibirnya.


"Ku rasa , aku mulai hanyut akan pesona mu.


Aoma wangi ,dan juga rasa manis mu."


"aaaggrrrhhh!! ini bisa membuat ku gila." erang nya mengacak rambutnya frustasi.


Berulang kali ia masih memegangi sudut bibirnya , berangan-angan menembus segala imajinasi nya yg sedang berkeliaran bebas di benak nya.


" ayu!" hanya ayu itu yg terus berputar-putar di benak nya.


"Mungkinkah ?"


"Mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta padanya ?" Raka bertanya pada dirinya sendiri.


Sesekali ia menyugar rambutnya ke belakang.


senyumnya kembali ter urai di sana.


"Aku akan mendapatkan mu , gadis nakal !" ucapnya lirih.