
ayu sudah bergabung dengan Rizal di sofa tamu. namun ia tak menatap Rizal ia sengaja mengalihkan pandangannya ke arah lain dan mengacuhkan Rizal yg masih mencuri curi pandang terhadapnya.
"sayang !! Rizal mulai membuka percakapan nya dengan ayu.
ayu masih diam ,ia hanya menyimak setiap kata yg di ucap kan Rizal.
"sayang ,liat aku dong .aku ngomong sama kamu loh ini. .
ayu dengan terpaksa harus menatap ke arah rizal dan menyimak pembicaraan yg membosankan baginya.
"aku minta maaf, aku tau nggak seharusnya aku kasar sama kamu , aku terlalu cemburu karna kedekatan kamu dengan James akhir akhir ini sayang , aku nggak suka kamu Deket Deket sama James.
"huh , bisa nggak sih mas kamu panggil nama aku aja , nggak usah pake sayang sayang.
"kenapa ? aku kan emang sayang sama kamu !
"nggak suka aku ! jijik dengerin nya.
Rizal sedikit kikuk mendengar ucapan dari ayu, ia menggaruk kepalanya karna tendon dengan sikap ayu yg kian cuek padanya.
ayu bersedakap dada dan mulai serius dengan ucapannya
"udah deh mas, to the point aja. kapan kamu nikahin Sinta !
"nggak ,eh belum tau kapan
"kapan kamu kasih tau mama sama papa soal ini ??
Rizal terdiam sejenak , ia bahkan belum memikirkan tentang hal ini.
"jangan bilang kamu belum kasih tau mereka soal masalah ini mas !!
"aku belum siap , aku takut mereka salah faham.
ayu menatap tajam Rizal , ia benar benar muak dengan sikap suaminya ini.
"terserah kamu deh mas, aku maunya kamu segera urus surat cerai sama aku. nggak sanggup aku liat kalian mesra mesraan di belakang aku .
Rizal meraih tangan ayu. dan mencoba menjelaskan semuanya.
"sayang , dengerin aku.
please sekali ini, abis itu terserah kamu mau cerai atau gimana. terang Rizal pasrah
ayu mengembuskan nafas lelah.
dan bersedia mendengarkan penjelasan Rizal.
"memang aku yg salah , aku yg terlalu serakah dan gegabah dalam mengambil langkah.
awalnya aku memang sudah melupakan Sinta sepenuhnya , tapi aku juga nggak tau kenapa dia bisa tiba tiba muncul lagi tepat saat aku udah mulai komitmen sama kamu.
saat itu aku sangat mencintai kamu dan serius dengan hubungan kita. aku takut kehilangan kamu , dan di lain sisi aku juga masih menginginkan Sinta . aku tau aku memang bodoh , nggak seharusnya aku mengambil langkah gegabah seperti sekarang.
dan soal kehamilan Sinta , itu jujur aku nggak sengaja dan bermaksud melakukan itu.
waktu itu aku ada pertemuan bisnis di salah satu hotel dengan beberapa teman kantor lain nya , dan di sana aku mabuk.
ayu mulai jengah dan merasa terbakar cemburu mendengar cerita Rizal.
"ctt , teruss !! ayu berusaha menahan emosinya , dan masih mencoba menyimak inti dari permasalahan yg membelit rumah tangga nya.
"ya aku minta penjelasan sama Sinta, dan dia bilang kalo kita udah lakuin hal itu.
jujur aku nggak percaya , dan waktu itu aku langsung pulang dan ninggalin dia gitu aja,
dia sering ngubungin aku , tapi aku coba ngehindar, sebisa mungkin aku lakuin itu.
karna aku nggak merasa pernah begitu sama dia.
sampai waktu kita mau nikah, dia kasih kabar kalo dia hamil. dan itu bikin aku tambah syok lagi, makanya aku mempercepat pernikahan kita. aku belum yakin kalo itu anak aku sayang , nggak mungkin kan sekali begituan langsung hamil ?? sedangkan kita udah sering ngelakuin hal itu , tapi aku belum berhasil buat hamilin kamu.
"deg , hati ayu serasa teriris mendengar kata itu , ia merasa apa yg di ucapkan Rizal ada benarnya juga, ia belum hamil. kini ayu merasa kian kalah dari Sinta, baru satu kali bermain dan itu langsung berhasil.
"cih . menyebalkan. umpat ayu
"alah mas mas, , kamu bilang sekali , terus kemarin apa pas di sini ?? ( menunjuk sofa tamu ) bukan nya kalian abis main pas nggak ada aku ?? dengan nada sinis.
"soal kemarin, iya aku memang nglakuin itu.aku pusing sayang, , masalah satu belum selesai, kamu minta cerai. aku khilaf soal kemarin.
"alah . bul shit kamu mas. ayu mengayunkan pergelangan tangannya, khilaf kamu bilang ?
kok mendadak banget khilaf nya. khilaf apa pengen kamu ? sindir ayu
"beneran sayang !!
"udah aku bilang, jangan panggil sayang !!, ngerti nggak ??
Rizal menunduk sebentar , dan mengatur nafasnya.
"aku nggak yakin yg dia kandung itu anak aku yu ! jelas Rizal.
"dari mana kamu tau ?
"ya yakin aja, Sinta udah lama di luar negri kan , bisa aja dia ngejebak aku, mungkin hamil sama orang lain , terus jadiin aku kambing hitam !!
"bukan nya dia bilang kamu yg mrawanin dia?
Rizal menggeleng yakin.
"bukan aku , itu ceritanya panjang banget.
dan aku terpaksa bohong sama Sinta dan bilang kalo aku yg udah melakukan hal itu.
tapi sumpah , aku nggak sebejat itu buat ngambil kesucian seseorang yu.
kamu tau aku kan ! kalo aku emang pria brengsek, pasti aku udah lakuin hal itu sama kamu sejak lama , padahal kamu udah tinggal serumah dengan ku cukup lama. kalau aku mau , kamu pasti udah abis sama aku yu. jas Rizal lagi.
ayu kian bingung, ia mencerna setiap penjelasan yg Rizal lontarkan padanya.
dan penjelasan ada benarnya juga.
ayu menggeleng kan kepalanya, dan mencoba menenangkan hatinya agar tak mudah goyah sebelum mendapatkan kejelasan yg sebenar benarnya.