Maduku

Maduku
73.



sesampainya di kantor polisi.


Rizal yg tertunduk lesu dan tak berdaya itu masih di cecar dengan rentetan pertanyaan dari pihak polisi.


dan ia menjawabnya dengan jujur.


alasan utamanya adalah karna dia cemburu.


sedangkan aku dengan Raka duduk di bangku yg berbeda dengan nya , kami memberikan kesaksian atas kejadian yg menimpaku malam ini.


"cemburu akan hal apa?? pikirku


aku tak pernah berselingkuh di belakang nya , dan lagipula saat ini kami sedang dalam proses perceraian . tak masuk akal.


*bisa anda jelaskan secara rinci sampai anda bisa melakukan tindak kriminal pada anak dan istri anda?? interogasi salah satu polisi.


Rizal mengagguk , untuk sejenak ia diam dan mulai mengobrol nafas panjangnya.


"saya melihat mereka sedang berada dalam 1 mobil bersama dengan anak saya dan juga anak dia. ( menunjuk Raka )


*lalu ??


"saya mengikuti kemana mobil mereka pergi.


dan jujur saja , saya tidak suka dengan kedekatan mereka berdua , apalagi anak saya yg seakan lebih dekat dengan dia dari pada saya , ayahnya sendiri. tutur nya yg mulai menyendu.


aku mendengar nya , mendengar nya dengan jelas alasan tak masuk akal atas insiden ini.


yg membuat ku seakan bergolak lagi dengan emosi ku karna pria keji ini.


"apa kau bilang ?? putra ku lebih dekat dengan Raka daripada dengan mu mas?? ucapku meninggi.


aku meluapkan emosi ku yg sudah ku tahan tahan sejak lama padanya , tak luput telunjukku juga sudah menuding nuding tepat di wajahnya .


"apa kau lupa ! dulu di saat putra ku hampir setiap siang , malam mencari keberadaan mu yg entah dimana , apa kau peduli ???


hampir setiap malam dia menangis dalam diam nya , hampir setiap malam dia mengigau memanggil manggil namamu mas !!


apa kau tau ?? apa kau peduli ??


kau malah lebih sibuk dengan pelacur sialan mu itu daripada kami !! berbohong , dan terus saja ingkar dengan ucapan mu.


dan sekarang , saat kami sudah menjaga jarak dengan mu ,dan memilih untuk hidup sendiri kau dengan mudahnya datang kembali dan menghakimi kami seakan kamilah yg berdosa di sini.


siapa yg bajing*n ?


siapa yg berdosa?


tentu saja itu KAU ! (tunjuk ku lagi )


kau yg penghianat mas.


bukan sekali tapi 2 x , kau melakukan itu terang terangan. kau pikir aku ini apa ha ??


(bentak ku kasar di hadapannya.)


dan sekarang lihat lah !! lihat hasil kelakuan bejat mu mas.


kau bukan hanya menyakiti kami , tapi kau juga membuat benih benih benci kian menjalar di hati putra mu sendiri mas !!


aku benci padamu !! ucapku lirih dan segera meninggalkan tempat itu.


Rizal tertunduk lemah.


air mukanya keruh , dengan matanya yg mulai memerah menahan segala sesak yg menggelayuti hatinya.


polisi sudah mencatat semua nya, dan mereka mengantar kan Rizal untuk masuk ke dalam sel.


tak ada perlawanan , ia patuh mengikuti langkah kaki petugas sampai tubuhnya benar benar telah terkurung di balik jeruji besi.


ia tertunduk , diam , seakan mencerna baik baik segala ucapan dari ayu , seseorang yg akan resmi menjadi mantan istri nya 3 bulan ke depan.


membuat ulu hatinya kian tersayat , saat ia baru menyadari akan kebodohan yg ia lakukan.


ia menatap lekat jemari nya sendiri.


dan seketika itu pula kelakuan bejatnya terlintas jelas di otaknya.


tentang pemukulan , dan percobaan pemerkosaan yg ia lakukan secara brutal dan gelap mata.


"apa yg salah dengan ku ?? batin rizal


aku bukan orang seperti itu , apalagi terhadap ayu , istriku sendiri yg bahkan selama masa pernikahan aku tak pernah barang sekali pun melayangkan tanganku padanya.


aku mencintai nya , , ,


tapi sekarang , aku sudah menjauh dari batasan moral ku. aku sudah membuat nya kian membenci ku. menganggap ku sebagai orang asing yg tak berhak ikut campur dalam kehidupannya , dan yg lebih parahnya lagi aku menyakiti putra ku.


putra kebanggaan ku , ,


"arrrgggghhhh...... Rizal membentur benturkan kepala nya ke dinding.


membuat darah segar mengalir dari pelipisnya.


"sampah tak berguna !! lebih baik aku mati saja sekarang !


teriak Rizal lantang.


membuat para tahanan yg lain menatapnya penuh ironi dan rasa kasihan.


namun mereka seakan tak menggubris keberadaan Rizal dan membiarkan nya bertingkat seperti orang hilang akal.


********


"yu. .yu. berhenti. Raka berteriak memanggil nama ayu yg terus berlari menjauh darinya.


namun ayu tak menggubris nya , ia terus saja melajukan kakinya ke tepian jalan raya.


Raka masih mengejarnya , berharap ia bisa merayu wanita itu untuk bisa tenang dan mengajaknya pulang.


namun harapan tinggallah harapan.


di saat yg sama , saat Raka yg terus saja berteriak lantang memanggil ayu , dan di saat itu pula sebuah mobil yg melaju dengan cepat secara mendadak oleng dan menabrak keras tubuh wanita itu.


membuat nya terlempar jauh dari tempatnya semula.


Raka menghentikan langkahnya.


kaki nya lemas lunglai bagai tak bertulang.


perlahan ia berjalan mendekati wanita yg tengah terkapar tepat di depan matanya sendiri.


tangan Raka gemetar , berusaha sekuat mungkin meneguhkan hatinya untuk bisa merengkuh tubuh itu dalam dekapannya .


ia mengangkat kepalanya dan meletakkan di dada bidangnya , membekap nya selembut mungkin dan terus memanggil manggil namanya.


"yu !! sadarlah.


jangan begini , hey. .


ucap Raka yg mulai panik karna semakin banyaknya darah yg mengalir dari tubuh ayu.


ia masih terpaku dengan sosok perempuan yg masih terpejam dalam dekapannya.


cairan hangat itu telah membuat sebagian bajunya juga ikut basah olehnya.


hingga akhirnya mobil ambulance pun datang dan dengan cepat membawa ayu ke rumah sakit.


Raka menggenggam tangan ayu yg mulai terasa dingin.


terbesit rasa takut yg nyata dalam benaknya.


akan hal yg mungkin membuatnya hancur tak bersisa jika sampai hal buruk terjadi.


"hey , sadarlah. . ( Raka menepuk nepuk pipi ayu yg terlihat kian pucat )


kau harus bertahan. ingatlah bahwa masih ada anak kecil yg membutuhkan mu.


kau harus bangun , bagaimana nanti aku menjawab pertanyaan nya saat dia mencari mu ha!!


apa kau tak kasian padanya ?? dia masih membutuhkan mu.


bertahanlah , untuk sebentar lagi .


kumohon !! bertahanlah demi putra mu


dia pasti sudah bangun sekarang.


dia pasti mencari mu.


jangan sampai kau meninggalkan dia,


kau pasti tak ingin melihat putra mu sedih kan ? apa kau tega membuatnya sampai menangis ?? bagaimana kalau dia menganggap mu sebagai ibu yg kejam nanti nya.?? racau Raka dengan derai air matanya.


ia terus mencoba menyemangati ayu , meskipun ia tahu saat ini ayu tengah tak sadarkan diri.


akhirnya sampai lah di rumah sakit.


para suster bergerak cepat mengangkat tubuh ayu dan segera membawanya ke ruang operasi untuk penanganan yg lebih lanjut.


Raka, terduduk lemas.


ia masih gemetar , jantungnya masih berdegup cepat tak terkontrol.


ia masih menunggu . tetap di tempat yg sama , di depan pintu operasi.


masih dengan keadaan yg sama , dengan baju yg sepenuhnya telah berubah warna menjadi merah dan keadaan kacau yg terlihat jelas di wajahnya.


"tenanglah !! dia sudah terlepas dari masa kritis !


suara dokter membuyar kan segala ketakutannya.


"be - benarkah ?? Raka mulai berbinar senang.


"hmm. sebaiknya kau berganti pakaian terlebih dahulu ,dan jika pasien sudah sadar kami akan segera memindahkannya ke ruang perawatan. jelas seorang dokter.


Raka mengagguk.


"baiklah , aku akan segera kembali.


tolong pastikan dia tetap baik baik saja selama aku pergi. ucapnya yg langsung di angguki oleh dokter tersebut.