Maduku

Maduku
71.



"sebaiknya kamu pergi dari sini mas , dan jangan lupa 2 Minggu lagi persidangan pertama kita di gelar , aku harap kamu bisa hadir di sana. ucap ku tegas


"terserah!! tapi satu hal yg harus kamu tau , aku tak akan pernah rela jika harus melepasmu pergi dari hidupku.


dan kalaupun itu benar terjadi, akan kupastikan tidak ada tempat bagi pria lain dihatimu selain aku.


aku menatapnya tajam memperlihatkan ketidaksukaan ku akan nada bicaranya yang terkesan mendominasi hidupku.


"silakan pergi dari sini mas ! tunjuk ku ke arah pintu.


Rizal beranjak dari duduknya, menatap lekat ke arahku sebelum ia benar benar melangkahkan kakinya pergi dari hadapanku.


"huh !! hatiku sedikit lega akhirnya aku bisa terbebas dari jeratan pria seperti itu.


kenapa bukan kelegaan yg kudapat saat aku bertemu dengannya , justru aku seakan terintimidasi dan terkekang oleh sorot matanya yg tajam dan kata kata yg ia ucapkan untuk ku , seakan ia masih hidup dalam satu ikatan yang sama denganku.


tapi ya sudah lah , aku tak ingin ambil pusing akan hal itu.


yang pasti sekarang aku merasa lega karena sebentar lagi aku bisa terbebas dari ruang lingkup nya ,dan melanjutkan kehidupan ku sendiri.


*****


setiap hari aku memilih untuk menyibukkan diri ku.


Ya , semenjak kedatangan mas Rizal tempo hari, ketenangan seolah lenyap dari hidupku.


setiap hari ia terus saja mengirimkan pesan singkat dan juga menghubungi ku via telepon.


membuatku jengah, dan sangat terganggu dengan ulahnya.


ada saja alasan yang selalu ia gunakan untuk menghubungi ku , dan salah satunya adalah dia ingin tahu tentang perkembangan baby.


"yang benar saja !! pikirku


kenapa baru sekarang ia ingat tentang anak nya . apa setelah ia berhasil membuang perempuan pilihan nya itu dari hidupnya, Sekarang dia merasa menyesal dan ingin kembali menjalin hubungan dengan kami ??


"jangan harap, bahkan sebisa mungkin aku akan menjauhkan mu dari kehidupan kami. batin ku.


aku menggerang kesal.


fokus ku terpecah gara gara dering ponsel ku yg sedari tadi tak henti hentinya berbunyi.


saat ku lihat , memang benar seperti yg kuduga sebelumnya telepon dari mas Rizal.


"CK. . apa lagi sih mas ?? teriak ku kesal saat mengangkat panggilan dari nya


*nanti malam aku ke rumah.


"nggak ! dan stop ganggu aku mas. kamu ngerti nggak sih kalau aku ngomong ??


*aku hanya ingin bertemu Zayn ! apa salahnya ?


aku memijit keningku yg mulai berdenyut karna menahan emosiku yg mulai merangkak naik , dan tanpa sadar tanganku meremat habis lembaran kertas yg ada di meja kerjaku.


"jangan buat alasan ! aku sibuk. sarkas ku yg langsung mematikan teleponnya.


baru saja ku akhiri panggilan dari nya.


kini ponsel ku kembali berbunyi.


dengan cepat ku sambar telepon itu dan mulai berteriak lantang tanpa melihat siapa yg menghubungi ku lebih dulu.


"sudah ku bilang , aku sibuk mas. ngerti nggak sih ??


*eh !! maaf maaf yu.


aku nggak tau kamu sibuk !! sahut nya lirih


" eh. ini bukan suara mas Rizal . batinku


kembali ku lihat ponselku dan ternyata dia Raka . yg langsung membuat ku salah tingkah


"mati aku !!


eh. maaf. . maaf. aku kira kamu orang yg tadi.


elak ku cepat


"ada apa ka , tumben nelfon. tanya ku kikuk


*hmm. .enggak yu.


ntar malem kamu sibuk nggak?


"hmm. .enggak sih, ada apa emangnya ?


*ntar malem niat nya aku mau ngajak kamu keluar .


eh , bukan aku sih tapi si keyra yg minta, dia mau main katanya tapi minta di temenin kamu juga. tapi kalau kamu lagi sibuk nggak papa sih , lain kali aja .


"eh. .nggak. .nggak. .


aku nggak sibuk kok, bisa bisa ntar malem.


jawabku cepat.


*oh. ya udah , maaf jadi ngerepotin kamu !


"nggak papa. oke udah dulu ya , aku masih ada kerjaan nih. assalamualaikum !!


*waalaikumsalam. (dan panggilan pun selesai)


ku letakkan benda pipih itu di atas meja.


ku tenangkan pikiran ku yg mulai kacau.


dan mulai mengingat perbincangan ku dengan Raka barusan.


"haish !! bodohnya aku !


kenapa aku lupa kalau malam ini Rizal juga akan datang kemari?? ucapku merutuki kebodohan ku.


cepat cepat ku raih ponsel ku, dan ku ketikkan pesan pada Rizal.


"nanti malam aku ada acara mas.


lain kali aja kalau mau nengok kakak.


lama aku menunggu namun tetap saja tak ada chat balasan yg kuterima.


"ya sudahlah, yg penting aku udah bilang.


malam nya.


aku sudah bersiap dengan tunik warna hijau tosca dan juga celana polos hitam ku.


dengan balutan hijab yg selalu setia aku kenakan.


dan tak ketinggalan juga baby Zayn.


dia yg paling antusias saat aku bilang malam ini kita akan pergi main bersama dengan keyra.


tak butuh waktu lama menunggu, mobil Raka sudah parkir di pelataran rumah ku.


dia terlihat cool dengan kemeja hitam yg ia kenakan.


"hai. . udah siap ?? tanya nya yg sudah masuk ke rumah ku dengan menggandeng tangan keyra.


"hmm!! tunggu bentar , aku ambil tas dulu. ! ucapku yg langsung ngeloyor masuk kamar.


"sepi banget , pada kemana ??


"bibik hari ini pulang ka, kalau adik aku udah 2 hari ini pulang kampung , ngurusin surat surat buat pindah ke sini.


jadi aku sama Zayn aja yg di rumah. jelasku.


"oh . . ya udah deh, berangkat sekarang ya.


ntar keburu malem lagi. ajak nya.


yg seketika di sambut cepat dengan teriakan senang anak anak. aku hanya tersenyum melihat mereka.


dan kami pun berjalan santai memasuki mobil Raka dan bergegas pergi.


di saat yg sama pula, rizal yg sedari tadi sudah sampai dan memilih menepikan mobilnya agak jauh dari rumah ayu.


terlihat geram dan marah karena ia melihat istri dan anaknya sedang asik bepergian dengan pria lain.


ia berkali kali mengumpat dan memukul kemudinya untuk meluap kan emosi nya yg kian membuncah.


saat mobil Raka mulai bergerak pergi , Rizal pun mulai mengikuti mereka.


hingga akhirnya mobil pun mulai masuk ke halaman parkir salah satu mall.


Rizal pun ikut memarkirkan mobilnya.


ia menahan diri untuk tak segera turun.


ia membiarkan Raka dan istrinya itu berjalan agak jauh di depannya , dan ia mengikutinya dari belakang.


Rizal terus mengikuti kemanapun mereka pergi dan berhenti.


cukup lama ia mengamati pergerakan ayu dan Raka. ia melihat hanya ada obrolan kecil yg terjadi di antara mereka berdua.


namun hal itu berhasil membuat api kecemburuan berkobar dalam dirinya.


seperti anak kecil yg tak rela jika harus berbagi mainan dengan anak yg lainnya.


begitulah kiranya.


lama sekali Rizal menghabiskan waktunya hanya untuk menguntit kegiatan ayu dan Raka.


Rizal hanya fokus pada mereka , ayu dan Raka. rasa penasaran seakan memaksanya untuk tetap betah melihat apa yg sedang terjadi di antara ke 2 nya.


alih alih rasa penasaran yg terobati, yg ada darahnya seakan mendidih ketika melihat ayu dan anaknya bisa tertawa lepas karena sosok Raka.


hingga akhirnya ia memilih untuk pergi dan menunggu kedatangan mereka di rumah ayu.


-----------------


Rizal sudah sampai di rumah ayu.


ia segera memasukkan mobilnya ke garasi, dan segera menyelinap masuk ke dalam rumah.


"heh , ada gunanya juga aku menduplikat kunci rumah ini. kekeh Rizal.


dengan langkah pasti Rizal naik ke ruang atas, dan masuk ke kamar.


tentu saja ia tahu persis itu kamar siapa.


keadaan yg gelap akan membuat rencana nya mudah malam ini.


tak lama kemudian mobil Raka pun juga sudah sampai di rumah.


"bisa aku bantu ?? tanya Raka yg melihat ayu kesusahan mengambil kunci di dalam tas nya sambil menggendong baby zayn yg sudah tertidur.


"ah , ya !! bisa tolong ambilkan kunci rumah ku ? ku rasa menyelinap di sana.


Raka pun membantu mencari , dan akhirnya kunci itu ketemu. namun tanpa sadar ia malah menjatuhkan ponsel ayu di jok mobilnya.


ayu melambaikan tangannya pada Raka saat ia sudah berhasil masuk kerumahnya , dan Raka pun melajukan lagi mobilnya pergi.


perlahan ia menidurkan putra kecilnya yg sudah terlelap di dalam kamar.


sedangkan ayu ia berjalan masuk ke kamarnya sendiri.


ayu meraih gagang pintu dan masuk kedalam.


hanya nuansa gelap yg ada di kamarnya,


sengaja ia mematikan lampu karna itu dapat membuat nya susah tidur.


ayu mulai melepaskan hijab yg membalut kepala nya . sesaat kemudian ia seperti mendengar langkah kaki yg ada di sekitarnya.


suara yg sangat halus.


tapi kemudian hening. tak ada apapun.


"perasaan ku jadi kok jadi nggak enak gini ya. batin ayu.


di saat tangan nya akan meraih saklar lampu , tiba tiba seseorang menerjang tubuh ayu dan membuatnya terhempas ke lantai.


membuat ayu bergidik takut karna ia mengira ini perampokan.


"tolo .. hmm. hmm. .. ayu tak dapat berteriak ,karna mulutnya sudah di bekap oleh Rizal.


Rizal terkekeh senang , karna mangsa yg ia tunggu sedari tadi sudah datang dan masuk ke dalam rencananya.


"sssttt !!! diam. bisik Rizal di telinga ayu.


membuat ayu mengerjapkan matanya ,dan ia tau betul suara siapa ini.


"mmmpphh .. mmmpphh . . teriak ayu dalam mulut terbekap.


"tenang sayang , malam ini aku akan membuat mu tetap menjadi milik ku dan bukan milik pria lain.


ayu bergidik ngeri dan tubuhnya mulai meremang saat Rizal mulai menjamahnya.


sekuat tenaga ayu meronta ronta , berusaha melepaskan dirinya.


hingga saat ada kesempatan , ia menggerakkan kaki nya dan dengan keras menendang **** Rizal.


"aakkkhh . .. . . .. pekik nya keras.


dan melepaskan kuncian nya pada ayu.


ayu pun segera lari keluar dan berteriak meminta tolong. .


"tolong. tolong. . jeritnya saat ia berlari menuruni tangga.


dan saat itu pula ia kembali tertangkap oleh Rizal.


dengan kasar Rizal menjambak rambut ayu dan menyeretnya menuju kamar atas.


teriakkan keras ayu berhasil membangunkan baby Zayn.


"bunda. . bunda.. . teriaknya histeris saat ia melihat ayah nya sedang berlaku kasar pada bundanya.


"tolong nak. .tolong bunda.. rintih ayu yg masih terus di tarik paksa oleh rizal


baby Zayn berlari , dengan langkah kecil nya ia berusaha mengikuti Rizal.


"ayah. . ayah lepasin bunda.


bunda sakit ayah , , jangan. . ucapnya dengan derai air mata.


namun alih alih kasihan , Rizal dengan kasar malah mendorong putra nya sampai keningnya terbentur ke dinding.


"kaaaakk !!!! teriak ayu histeris.


"biadap kamu mas ! lepasin aku.


"kak. . kakak , bertahan ya sayang. .


namun Rizal tetap tak bergeming.


ia dengan kasar memaksa ayu melayani nafsu bejatnya.


dengan sekuat tenaga ayu berusaha melawan , dan tentu saja ia terus berteriak meminta pertolongan. berharap seseorang akan datang dan membantunya


namun harapnya mungkin sia sia.


ia sudah cukup lama bertahan dengan segala perlawanan yg tersisa. bajuku sudah tercabik dan berserakan di lantai. aku hanya bisa menangis , meratapi nasip sial yg akan segera menimpaku.


hingga ku dengar raka menggedor pintu ku dengan kasar. " yu. . yu . ..kamu di dalam ??? tanya nya panik


"hmmmpp .. .hmppp . . . raungku dalam dekapan tangan Rizal.


dengan kasar dia mendobrak pintu kamarku , dan melihat kejadian tak senonoh yg berlaku padaku.


tanpa basa basi , Raka segera menerjang Rizal dan menghajarnya dengan membabi buta.


tak ada perlawanan yg berarti dari Rizal.


hingga akhirnya ia terkapar pingsan di lantai.


aku masih meringkuk di atas ranjang ku.


dengan balutan selimut yg menutupi tubuhku.


"kau tidak apa apa ?? tanya nya sambil mengusap rambut ku.


aku hanya mengangguk tanpa bersuara.


"dimana putra ku ?? tanya ku mulai panik saat mengingat putra ku tadi terluka.


"tenanglah ! dia sudah di obati dan sekarang sedang istirahat.


"kenakan pakaian mu , dan setelah nitunkita urus **** ini. titah nya.


aku kembali mengagguk , dan menuruti perintah nya.