It'S Hurt

It'S Hurt
Salah Paham



...Karna hanya orang yang tuluslah yang akan selalu mengalah ketika dirinya selalu disalahkan...


Gevan sedang mengerjakan soal yang ada dihadapannya namun pikirannya tak bisa fokus kesana. Dirinya kembali memikirkan perkataannya yang tadi pagi ketika ia bertemu dengan Rena.


Bagaimana mungkin kata kata itu keluar begitu saja dari mulutnya, apa dirinya sudah gila? Gevan bahkan tak bisa menenngkan pikirannya


Mina selaku teman yang duduk disamping cowok itupun mengerutkan kening ketika melihat Gevan sepertinya gelisah dan sedang memikirkan sesuatu


“Woi van. Lo kenapa?” Gevan kemudian menoleh kearah dimana Mina yang duduk tepat disampingnya


“Lo kenapa? Dari tadi gue perhatiin lo gak tenang. Apa lo ada masalah?”


“Gue gak papa”


“Wendi?” Mendengar itu, Gevan hanya diam disana tak mau membahasnya sekarang


“Kenapa lo dengan dia?”


“Gue gak papa Mina” Mina yang mendengar itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya disana 


...*******...


Andre kini tengah duduk bersama dengan Yeri disana. Keduanya terlihat sedang melahap makanannya bersama.


“Ndre, nanti malam kamu sibuk?” Tanya Yeri kepadanya cowok didepannya itu


“Emang kenapa?”


“Kamu mau gak temenin aku kerumah sakit” Andre terkejut mendengarnya. Rumah sakit? Siapa yang sakit? Apa cewek itu sakit, pikir cowok itu disana


“Rumah sakit? Ngapain?” Yeri tersenyum lalu meletakkan kedua sendok yang tadinya ada ditangannya


“Adik aku sakit. Dia harus cuci darah setiap bulan ke rumah sakit” Andre yang mendengar itu hanya bisa diam menatap gadis didepannya itu dengan tatapan kasihan


“Kamu gak perlu terkejut ndre” 


“Adik kamu udah sakit berapa lama?”


“ Udah enam bulan. Jadi setiap bulan dia harus kerumah sakit” Andre kemudian meneguk air minumnya lalu menggenggam tangan kekasihnya lembut


“Aku nanti pasti datang kerumah kamu” Yeri tersenyum lebar mendengar jawaban cowok itu


“Makasih ndre”


...*******...


“WENDI!”


Teriak Rena disana ketika melihat sahabatnya itu ingin pergi keluar. Rena tahu pasti sahabatnya itu ingin pergi menemui Gevan


“Lo mau kemana”


“Gue mau istirahatlah”


“Bohong. Lo pasti mau ketemu sama Gevan kan?”


“Lo pikir kerjaan gue buat ketemu sama dia doang. Lagian lo kenapa sih benci banget sama dia, emang dia ada buat salah sama lo?”


“Wen, lo tetap gak sadar juga ya. Buka mata lo wen, gara gara dia hubungan lo sama Andre rusak” Wendi yang mendengar itu memutar bola matanya kesal


“Re….udah deh, lo gak perlu bahas tentang itu lagi. Masalah gue sama Andre itu gak ada hubungannya sama Gevan” 


“Lo kenapa sih belain dia terus? Lo suka sama dia?”


“RE”


Wendi benar benar dibuat kesal oleh sahabatnya itu. Rena bahkan tak pernah berhenti menyalahkan Gevan atas masalah yang terjadi, padahal Rena saja tidak tahu betul apa yang menjadi alasan kenapa Andre memutuskannya


“Lo gak tau apa apa re soal ini”


“Lo lebih belain Gevan dibanding gue sekarang?”


“Lo tau kenapa Gevan selalu dekatin lo?” Perkataan itu mampu membuat Wendi diam ditempat


“Lo gak tau kan kenapa Gevan selalu ada buat lo. Dia selalu ada disaat lo sedih, dia yang selalu ada buat nemenin lo kemanapun bahkan dia selalu berusaha cari cara buat lo gak nangis lagi. Lo tau alasan dia apa?”


“Maksud lo apa sih re gue gak ngerti” Rena kemudian melangkah mendekati sahabatnya itu


“Dengerin gue baik baik wen. Gevan selama ini sengaja deketin lo, dia sengaja buat hubungan lo sama Andre rusak karna, dia suka sama lo”


Wendi yang mendengar itu tak percaya, ia malah tertawa mendengar perkatan Rena yang menurutnya tak masuk akal itu disana


“Lo kebanyakan baca novel re? Lo gak usah mikir yang aneh aneh deh”


“Gue serius wen. Dia sendiri yang bilang ke gue kalau dia suka sama lo” Wendi seketika yang tadinya tertawa kini diam menatap wajah Rena yang sepertinya sedang bicara serius


“Gue serius wen. Gue gak bohong. Dia dari awal memang udah ada niat jahat buat hubungan lo ruak sama Andre karna dia suka sama lo”


Wendi hanya bisa diam disana. Dirinya bingung dia harus percaya. Bagaimana jika yang dikatakan Rena itu benar? Jika benar, itu artinya dirinyalah yang salah, dirinyalah yang merusak hubungannya sendiri disini


Wendi berlari sekuat tenaga menaiki anak tangga menuju rooftop sekolah untuk menemui Gevan. Ia benar benar ingin marah terhadap cowok itu, cowok yang selama ini berpura pura baik padanya, cowok yang ia pikir bisa menjadi dipercaya namun ternyata dialah dalang dibalik semua ini


Gevan berbalik badan ketika mendengar langkah kaki datang ketempat itu. Ia terkejut melihat kehadiran Wendi disana. Dengan cepat cewek itu melangkah mendekati cowok itu sambil menatapnya dengan penuh amarah disana


PLAKK


Sebuah tampaan keras mendarat dipipi cowok itu. Gevan kemudian menatap cewek didepannya itu, ia tahu alasan mengapa cewek itu tiba tiba datang dan menamparnya sekarang


“Ternyata gue salah menilai lo selama ini” Gevan masih diam disana


“Ini alasan kenapa lo selalu ada buat gue? Ini yang lo mau? Ini rencana busuk lo buat hubungan gue rusak sama Andre? Lo puas sekarang, lo senang ketika rencana lo berhasil? KENAPA LO HARUS MUNCUL DALAM HIDUP GUE VAN!” Wendi meluapkan segala amarahnya disana


“Gue emang bodoh. Gue terlalu bodoh percaya sama lo selama ini. Gue bahkan bela belain lo didepan Andre namun ternyata gue salah. Kalau dari awal gue dengerin Andre dan gak percaya sama lo gue yakin hubungan gue sama Andre bakal baik baik aja”


Air mata cewek itu kembali turun disana, rasa kecewa dan penyesalan yang besar ada didalam diri cewek itu


“Lo pikir gue bakal nerima lo hadir dihidup gue? GAK AKAN. Gue gak akan pernah mau percaya dengan orang yang punya hati busuk kayak lo. Pergi dari hidup gue mulai dari sekarang”


“ Lo salah paham wen” Gevan akhirnya angkat bicara ketika cewek itu sudah selesai bicara


“Gue gak pernah ada niat buat rusak hubungan lo. Gue juga gak pernah mau hubungan lo ujungnya kayak gini wen”


“Lo pikir gue percaya sama manusia sampah kayak lo”


“Gue gak paksa lo buat percaya sama gue wen. Tapi gue gak pernah ada niat jahat buat nyakitin lo kayak gini. Lo salah paham wen”


Wendi masih diam disana, hatinya benar benar sangat kecewa terhadap cowok itu


“Yang lo dengar dari Rena itu benar, kalau gue suka sama lo” Perlahan Cewek itu menatap Gevan yang berdiri didepannya


“Gue suka sama lo, tapi bukan berarti gue selama ini sengaja dekatin lo cuman mau merusak hubungan lo wen” Gevan menarik nafasnya panjang lalu membasahi bibirnya yang kering disana


“Gue juga gak tau sejak kapan perasaan ini muncul, tapi ternyata gue sadar kalau gue udah terlanjur suka sama lo. Gue gak mau liat lo sedih, gue gak mau liat lo terpuruk kayak gini makanya gue selalu berusaha untuk selalu ada disamping lo”


“Gue tau lo masih sayang sama Andre makanya gue belum siap untuk ngasih tau lo tentang perasaan gue yang sebenarnya. Tapi ternyata sekarang lo udah tau.”


“Gue gak butuh penjelasan lo lagi. Gue gak butuh omong kosong lo lagi, yang gue mau sekarang lo pergi jauh dari hidup gue. gue gak butuh lo, gue gak butuh perhatian dari lo, gue gak peduli tentang perasaan lo ke gue”


“Gue gak akan biarin lo sedih sendirian wen”


“Itu bukan urusan lo. Gue bisa urus diri gue sendiri tanpa bantuan dari lo”


“Wen, lo salah paham disini”


“Pergi dan jangan pernah datang kehidup gue lagi van” Gevan diam disana tak tau lagi harus bagaimana sekarang


“Jangan pernah ganggu hidup gue lagi”


Wendi kemudian berbalik badan dan segera pergi melangkahkan kaki disana sementara itu Gevan hanya bisa menghela nafasnya kasar menatap kepergian cewek itu. Semua semakin memburuk sekarang, cewek itu sudah salah paham tentang dirinya