
...Ketika suatu hubungan hanya diperjuangkan oleh satu orang maka itu akan berujung dengan sakit hati...
...W...
"Lo mau nyalahin gue terus?"
"Ya iyalah, udah jelas ini itu kesalahan lo, gara lo rencana Andre gagal"
"Ck, gue cuman gak mau Andre dapat masalah besar re"
"Pokoknya lo harus minta maaf sama Andre, bujuk dia dan lo harus janji untuk jauhin Gevan"
"Iya iya. Lo tenang aja. Gue tutup yah, bye" ucap Wendi lalu kemudian menutup telponnya dengan rasa kesal. Kenapa semua orang menyalahkan dirinya? Padahal dia melakukan itu juga untuk kebaikan Andre, tapi kenapa tidak ada orang yang mengerti tentang hal itu? Wendi kemudian membaringkan tubuhnya diranjang dan matanya pun mulai tertutup secara perlahan.
...*******...
Wendi berjalan cepat menuruni anak tangga berharap dirinya tidak terlambat kesekolah. Langkah cewek itu berhenti ketika melihat Andre kekasihnya itu kini ada didepan rumahnya
"Andre" Andre kemudian mendongakkan kepalanya lalu tersenyum lebar ketika melihat Wendi sudah ada didepannya
"Ayo, kita berangkat" ajak Andre namun cewek itu masih diam ditempat karna terkejut melihat Andre yang tiba tiba baik padanya
"Ka, kamu gak marah lagi?"
"Hm. Aku udah maafin kamu. Sekarang ayo naik" Wendi kemudian tersenyum lega mendengarnya dan kemudian langsung naik keatas motor dengan penuh semangat, dirinya tak menyangka jika momen seperti ini akan terjadi
Gevan membuka helmnya dan menoleh kesamping metika melihat sebuah motor masuk dan parkir didekat motornya. Gevan mengangkat satu alisnya ketika melihat Wendi datang kesekolah bersama dengan kekasihnya Andre. Cowok itu hanya menatap kedua remaja itu sampai mereka pergi dari parkiran.
Andre menggenggam tangan cewek itu dengan lembut, tangan yang sudah lama tidak ia genggam. Sebenarnya cowok itu masih kesal namun dirinya sangat merindukan Wendi berada disampingnya bersama dengannya
"Ndre, kamu beneran gak marah lagi kan?"
"Iya wen" ucap Andre sambil merapikan rambut kekasihnya yang berantakan
"Makasih ndre"
"Selamat ulang tahun sayang"
"Ka, kamu ingat"
"Aku gak mungkin lupa tentang itu"Wendi tersenyum lebar bahagia ternya Andre ingat jika hari ini adalah hari spesial baginya
"Ndre, aku boleh minta sesuatu"
"Apa?"
"Kita udah lama gak jalan bareng, aku pengen keluar bareng sama kamu ndre. Nanti malam kamu sibuk? Andre berfikir sebentar, mengingat ingat apakah ia ada waktu nanti malam
"Kalau kamu sibuk gak papa kok ndre"
"Aku bisa" Wendi sontak menatap cowok itu
"Aku pasti datang. Aku janji"
"Makasih ndre"
"Aku ke kelas dulu. Selamat belajar sayang" ucap Andre lalu kemudian pergi dari sana. Wendi yang kegiraan langsung melompat senang disana, akhirnya Andre memaafkannya dan mau kembali seperti dulu lagi
...*******...
"Lo baikan sama Wendi?" Tanya Jinny dengan nada bicara tak suka
"Terus kenapa?"
"Lo masih tanya kenapa? Lo ingat, dia yang buat rencana lo gagal ndre dan lo harusnya mutusin dia"
"Itu bukan hal yang gampang buat gue jin"
"Lo sesayang itu sama dia makanya lo gak bisa mutusin dia" Andre yang sudah kesal akhirnya bangkit berdiri dan menatap kearah cewek itu
"Iya. Gue sayang banget sama dia. Lagian ini hubungan gue sama Wendi dan lo gak ada hak buat nyuruh gue mutusin dia"
"Terserah lo" ucap Jinny marah dan pergi melangkahkan kakinya pergi dari sana
"WHAT?"
Teriak Rena kuat ketika mendengar bahwa Wendi sahabatnya itu sudah baikan dengan Andre
"Lo serius?"
"Gue serius re. Gue juga terkejut liat dia yang tiba tiba baik sama gue"
"Wahhh, gue senang banget wen" Rena kemudian memeluk sahabatnya itu ikut senang mendengarnya
"Trus, dia kasih kado apa buat lo?"
"Gue belum dapat kado dari dia tapi, nanti malam dia ngajak gue keluar" Mata Rena terbuka lebare dengar pernyataan itu
"Jangan jangan....."
"Jangan jangan kenapa re?"
"Dia mau kasih kejutan sama lo"
"Lo yakin?"
"Gue yakin wen. Pokoknya nanti malam lo harus dandan secantik mungkin. Oke" Wendi kemudian menganggukkan kepala dengan penuh semangat. Dirinya benar benar merasa senang hari ini
...*******...
Wendi duduk dikursi panjang yang ada disana. Ia datang ketempat dimana cowok itu menyuruhnya menunggunya disana. Jantung cewek itu berdebar kencang tak karuan, ini akan menjadi hari yang terbaik dan hari yang tidak akan pernah dilupakannya
Disebrang sana terlihat Andre yang sudah bersiap siap untuk bertemu dengan kekasihnya itu
"Ma, Andre pamit" teriak cowok itu kuat lalu kemudian ia membuka pintu dan terkejut ketika melihat Jinny disana
"Lo?"
"Mau kemana?"
"Gue mau ketemu sama Wendi"
"Jadi lo gak bisa bantuin gue?" Andre mengerutkan keningnya bingung apa makasud perkataan cewek itu
"Gue malam ini mau ngantar barang ke rumah teman gue dan lo harus bantuin gue"
"Besok aja yah jin, gue ada janji"
"Harus sekarang ndre"
"Tapi jin" Jinny langsung melipat tangannya didada sambil menatap cowok itu
"Yaudah, tapi gue gak bisa lama lama soalnya Wendi udah nungguin gue"
"Oke. Ayo" Jinny kemudian menggandeng tangan cowok itu menuntunnya masuk ke mobil
Satu jam sudah berlalu namun Andre tak kunjung datang. Wendi bahkan sudah mengirim beberapa pesan namun tidak ada balasan dari cowok itu, apa Andre sengaja melakukan ini padanya sebagai balas dendam? Pikir cewek itu disana
Sementara disana Andre masih sibuk mengangkat barang dari dalam mobil dibantu oleh Jinny dan satu orang temannya. Ponsel Andre berdering memperlihatkan nama Wendi tertera dilayar, cewek itu menelfonnya namun sayangnya ponselnya tertinggal dibagasi mobil yang mana disana hanya ada Jinny
Jinny kemudian mengambil ponsel itu lalu memutuskan panghilan itu, ia tersenyum miring disana. Ya, cewek itu memang sengaja mengajak Andre dengannya malam ini agar hubungan mereka cepat berakhir
^^^Andre❤❤^^^
^^^Ndre, kamu dimana^^^
^^^Aku udah datang^^^
^^^Sayangg..^^^
^^^Kamu masih marah?^^^
^^^Sayang, kamu gak datang?^^^
^^^Sayang....^^^
^^^Andre....^^^
^^^Aku tunggu kamu sampai datang^^^
Begitulah pesan yang dikirim cewek itu namun tetap nihil, tidak ada jawaban dari cowok itu. Perlahan setitik air mulai turun dari langit membuat cewek itu mendongakkan kepalanya keatas dan melihat hujan mulai turun deras. Cewek itu menatap sekeliling mencoba mencari tempat berteduh namun ia tak menemukannya hingga pada akhirnya ia melihat sebuah pohon besar dan berlari kesana untuk berteduh dan hujanpun turun lebat
Andre membuang nafas lega ketika pekerjaannya sudah siap
"Makasih yah ndre, lo udah bantuin kita"
"Sama sama"
"Oh iya, kenalin dia Yeri temen gue" ucap Jinny sambil memperkenalkan cewek itu. Andre dengan sopan langsung mengulurkan tangan
"Andre"
"Yeri" jawab Yeri dengan malu malu
"Lo kenal dia"
"Enggak. Tapi gue pernah liat dia disekolah" ucap Andre lalu kemudian ia mengambil ponselnya yang terletak di atas sofa dan terkejut melihat banyaknya panggilan masuk dan pesan dari satu objek yakni Wendi, kekasihnya. Melihat itu Andre langsung menelfon cewek itu
"Halo wen"
"Ndre, lo dimana? Ucap Wendi dengan nada suara bergetar akibat kedinginan
"Maaf wen, tadi gue bantuin Jinny dan ini baru selesai"
"Kamu lupa kalau kamu ada janji sama aku?"
"Bukan gitu wen, tapi "
"Tapi apa? Kamu lebih mentingin dia dibanding aku? Aku udah nunghuin kamu ndre dari tadi, aku berjam jam nungguin kamu, aku telfon kamu, aku kirim pesan tapi kamu gak ada respon ndre"
"Maaf wen, aku tadi sibuk?"
"Sesibuk itu sampe kamu lupain aku?"
"Bukan gitu wen, dengerin aku dulu"
"Kamu mau jelasin apa lagi? Kamu mau belain Jinny?"
"Wen"
"Aku gak mau tau, kamu harus tepati janji kamu dan datang kesini"
"Datang?" Andre membuka tirai jendela dan melihat hujan deras diluar sana
"Ini lagi hujan wen dan kamu nyuruh aku datang?"
"Aku masih disini ndre dan aku nungguin kamu"
"Kamu pulang aja" Wendi terkejut mendengar perkataan cowok itu yang dengan mudah menyuruhnya pulang
"Apa? Pulang?"
"Aku gak bisa datang, lagian kamu ngapain nungguin aku disana sampe jam segini" Wendi masih diam, bibirnya kelu tak mampu berkata kata lagi
"Kamu pulang aja, bye"
"Ndre, Andre!" Panggilan terputus.
Perlahan air mata cewek itu turun, dadanya serasa ditusuk dari belakang, ia pikir ini adalah hari terbaik namun ternyata sebaliknya, hari ini merupakan hari terburuk dalam hidupnya. Andre, cowok itu bahkan tidak mengkhawatirkan dirinya yang bahkan sudah menunggunya berjam jam bahkan ditengah hujan lebat sekarang
Wendi kemudian berjongkok, ia menatap sekelilingnya yang mulai sepi. Sekarang bagaimana? Untuk cara pulang saja ia tidak tahu karna angkutan umum tidak akan adan dijam malam seperti ini ditambah lagi hujan lebat. Wendi kemudian mengambil ponselnya dan mencoba memanggil seseorang yang mungkin bisa menolongnya
Gevan yang tadinya memejamkan matanya terpaksa terbuka ketika mendengar suara dering ponselnya. Cowok itu mengerutkan keningnya melihat nama Wendi tertera dilayar ponselnya
"Halo"
"Van" panggil cewek itu dengan suara bergetar
"Kenapa?" Tanya cowok itu sambil bangun dari tempat tidurnya
"Lo dimana?"
"Lo kenapa?" Bukannya menjawab cowok itu malah bertanya keadaan cewek itu setelah mendengar suara dari lawan bicaranya itu bergetar
"Gue, gue"
"Kenapa?" Wendi yang tidak tahan lagi langsung menangis puas disana
"Gue,, gue"
"Lo dimana sekarang?"
Gevan dengan cepat memakai jacket dan mengambil kunci mobilnya
"Kemana lo jam segini?" Tanya Steven kepada sang adik
"Gue ada urusan"
"Urusan kemana? Mau tidur sama cewek lo?"
"Ck, gue mau jemput Wendi " jawab Gevan sedikit kesal
"Oh, yaudah. Hati hati" Gevan kemudian pergi menuju mobil
"Lo jam segini jumpain Wendi buat apa? Jangan macam macam lo sama Wendi" ucap Steven dari depan pintu rumah itu
"Diam lo" Gevan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju tempat dimana cewek itu berada
Gevan sampai ditempat dan berlari kecil mencari dimana Wendi berada hingga akhirnya ia melihat Wendi sedang berjongkok dibawah pohon besar dengan pakaian yang sudah basa kuyup akibat terkena hujan. Gevan kemudian berjalan mendekati cewek itu
"Wendi" cewek itu mendongakan kepalanya dan tersenyum melihat Gevan yang sudah datang. Wendi kemudian bangkit berdiri
"Van" ucap Wendi sambil menangis disana
"Van, gu, gue" mulut cewek itu bahkan susah untuk berbicara akibat rasa sakit dalam hatinya
"Van, gue, gue salah apa?" Gevan yang melihat Wendi tak berhenti menangis langsung memeluk cewek itu mencoba menenangkannya
Gevan memeluknya hangat, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada cewek itu hingga membuatnya sampai menangis seperti ini, apa yang dilakukan Andre padanya? Kenapa Andre tega membuat Wendi kekasihnya itu sampai seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi?