It'S Hurt

It'S Hurt
Cinta Dua Arah



...Ketika dia ingin pergi, maka biarkanlah dia pergi...


“Dia pacar baru gue”


Seketika itu, air mata turun membasahi pipi cewek itu, dadanya sesak dan hatinya benar benar hancur sekarang, Andre bahkan dengan gampangnya mengatakan hal itu tanpa memikirkan bagaimana perasaannya


“Ndre, lo gak boleh gitu” Ucap Yeri sambil memukul dada cowok itu pelan


“Memang benar kan, gue gak bohong” Andre bahkan masih bisa tersenyum riang disana tanpa memperdulikan Wendi disana.


Melihat bahwa dirinya diabaikan disana, Wendi dengan cepat pergi berlari dari sana dengan air mata yang tak henti hentinya turun disana. Wendi berlari sekuat tenaga menjauh dari kedua remaja itu, hal yang tak pernah ia pikirkan dan tidak pernah ia duga terjadi, kini Andre kembali menyakiti hatinya


Wendi berhenti kelelahan akibat berlari, lalu ia langsung menjatuhkan dirinya ditanah dan menangis meluapkan semua sakit hat, rasa kecewa dan amarahnya disana. Bahkan untuk berbicarapun ia tak sanggup lagi, yang ia bisa lakukan sekarang hanyalah menangis dan menangis


Gevan menghentikan motor ketika melihat Wendi kini terduduk disana sambil menangis. Cowok itu turun dan menghampiri Wendi disana, cowok itu sudah tau bahwa hal ini akan terjadi itu sebabnya ia melarang cewek itu untuk pergi namun perkataannya diabaikan oleh Wendi. Gevan kemudian ikut berjongkok dan memegang bahu cewek itu


“Kita pulang sekarang” Wendi yang tadinya menunduk kini mendongakkan kepala melihat wajah cowok yang mengajaknya bicara itu


“Van,,,,” Ucap cewek itu dengan suara bergetar


“Gu, gu,,,gue” 


“Gue tahu, tanpa lo bilang gue udah tau” Wendi menatap cowok itu untuk beberapa saat sebelum kemudian ia memeluk Gevan erat dan menangis disana, dirinya mencoba membagi rasa sakit yang kini ia rasakan kepada cowok itu.


Gevan kemudian membalas pelukan cewek itu, ia tahu betul bagaimana perasaan cewek itu sekarang dan Gevan hanya diam membiarkan Wendi menangis sepuasnya disana


...*******...


Wendi masuk kedalam kelasnya dengan penampilannya yang terlihat berantakan ditambah dengan matanya yang bengkak akibat menangis semalaman. Rena yang melihat itupun terkejut dan langsung menghampiri sahabatnya itu


“Wen, lo kenapa?” Namun cewek yang ditanyai itu diam dan bahkan tidak berani menatap kearahnya


“Wen, lo kenapa! Lo berantam sama Andre?” Wendi masih tetap diam namun matanya sudah berkaca kaca disana


“JAWAB GUE WEN, LO KENAPA!” 


“Gu, gue…” Belum sselesai bicara, air mata Wendi sudah mengalir membuat Rena yang melihatnya khawatir tentang apa yang sebenarnya terjadi


“Lo kenapa wen?”


“Andre,,,”


“Andre kenapa?”


“Andre mutusin gue re” Setelah berkata demikian, tangis cewek itu langsung pecah menginat betapa sakitnya perlakuan cowok itu terhadap dirinya


“APA!” Lo, lo serius?” Rena yang mendengarnya ikut shock, tak percaya jika Andre benar benar melakukan hal itu. Rena ikut sedih melihat sahabatnya yang kini tidak berhenti menangis disana, dengan cepat Rena mendekat dan memeluk sahabatnya itu


“Udah wen, lo jangan nangis dong. Andre ngomong gitu pasti karna dia lagi banyak pikiran”


“Andre udah mutusin gue re” Rena benar benar tak habis pikir dengan semua ini, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Wendi sampai seperti ini? Rena bahkan tidak pernah melihat cewek itu sampai menangis seperti sekarang ini


...*******...


“Andre!” 


Cowok itu langsung berbalik badan dan melihat bahwa orang yang memanggilnya itu adalah Rena. Cowok itu sebenarnya tau kenapa cewek itu datang menemuinya


“Lo gila?”


“Maksud lo?” Rena kemudian berjalan mendekati cowok itu


“Lo beneran mutusin Wendi?” Andre hanya diam disana 


“Dia ngelakuin apa sampe lo tega mutusin dia kayak gini”


“Gue lagi gak mau bahas masalah ini re”


“Lo segampang itu buat mutusin dia? Segampang itu lo ninggalin dia? Lo gak tau seberapa sayang dia sama lo, lo yang dulunya ngejar ngejar dia dan buat dia bisa sayang sama lo tapi sekarang, lo yang malah pergi ninggalin dia”


“Re” Cowok itu menatap taam kearah Rena yang kini juga menatap kearahnya


“Ini masalah gue sama Wendi, gue gak mau lo ikut campur karna lo gak tau masalahnya apa. Jadi, lebih baik lo diam aja” Rena yang mendengar itu terkejut, merasa tersinggung dengan perkataan cowok itu namun ia hanya bisa diam menatap kepergian cowok itu dari hadapannya


...*******...


“Maaf ndre, gara gar ague hubungan lo sama Wendi rusak” Ucap Yeri disana sambil menundukkan kepala


“Ini bukan kesalahan lo”


“Maksud lo?”


“Ehmm, omongan lo semalam bohong kan?” Tanya Yeri perlahan kepada cowok itu


“Gue gak bohong, gue serius dengan ucapan gue semalam” Mendengar itu, Yeri langsung membulatkan matanya akibat tak percaya dengan apa yang baru saja didengar oleh dirinya


“Gue sayang sama lo” Yeri masih setia dengan wajah terkejutnya disana


“Lo mungkin gak percaya, tapi gue serius. Gue juga gak tahu kapan dan kenapa perasaan itu muncul tapi semenjak gue kenal lo, perasaan gue perlahan muncul buat lo” Andre mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


“Ta, tapi”


“Tapi kenapa?”


“Gu,gue pikir omongan lo semalam cuman bohongan ndre”


“Jadi gimana? Gue udah jelasin perasaan gue sama lo, gimana tentang perasaan lo?” Yeri meremas roknya disana dan menundukkan kepalanya, dirinya bingung untuk mulai dari mana karna sebenarnya dirinya pun menyukai cowok itu, namun apa ia harus mengatakan yang sebenarnya juga?


“Gue..”Andre masih menunggu jawaban dari mulut cewek disampingnya itu


“Gue, sebenarnya juga suka sama lo ndre” Andre yang mendengar itu tersenyum lega, ternyata cewek itu juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya. Perlahan Andre meraih tangan cewek itu dan menggenggamnya lembut disana


“Kasih gue waktu untuk selesain semua ini dulu baru gue bakal ulang perkataan gue semalam ke lo” Yeri tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya


“Pasti ndre, gue bakal tunggu”


...*******...


Wendi kini bersama dengan Andre dduk disebuah kursi kayu panjang yang ada disana. Wendi mengajak cowok itu untuk bertemu ditempat dimana cowok itu sering mengajaknya bertemu. Keadaan canggung, Andre yang tadinya selalu mempunyai banyak topik pembicaraan ini hanya diam disana 


“Kenapa kamu ngelakuin itu ndre” Setelah sekian lama terdiam, kini cewek itu mencoba memberanikan dirinya untuk membuka pembicaraan


“Kita udah putus” Jawab cowok itu ketus disana


“Kenapa lo ngelakuin itu ke gue ndre, gue salah apa?” Tanya cewek itu kembali dengan mengubah kata katanya


“Karna gue udah gak sayang lagi sama lo”


“Tapi kenapa ndre, gue salah apa sampe lo tega ninggalin gue kayak gini?” Kembali lagi, air mata cewek itu turun. Air mata yang sudah tidak bisa ia tahan lagi


“Apa segampang itu lo lupain gue?”


“Lo yang buat gue berubah wen, lo yang buat gue kayak gini. Lo sadar gak sih? Harusnya lo gak perlu nanya kesalahan lo apa”


“Gue benar benar gak tau ndre, apa kesalahan gue sama lo. Gue udah ngelakuin semua hal yang lo minta, gue selalu dengerin apa yang lo mau, gue yang selalu datang dan minta maaf ke lo kalau ada masalah, gue udah mencoba ngelakuin yang terbak buat lo ndre tapi kenapa gue selalu salah di mata lo”


“Karna kita emang gak cocok wen” Andre membasahi bibirnya yang kering lalu menatap cewek itu dalam


“Lupain gue” Cewek itu masih diam disana


“Gue juga bakal mulai belajar buat lupain lo. Gue tau itu gak gampang, tapi gue bakal belajar untuk mulai perlahan lupain lo”


“Lo gak tau gimana sakitnya yang gue rasain sekarang ndre. Semudah itu lo ninggalin gue demi perempuan yang baru lo kenal itu” Wendi menarik nafasnya panjang lalu menghapus jejak air matanya disana


“Kasih gue kesempatan ndre, gue janji gue bakal berubah, gue bakal turuti apa yang lo mau dan gue janji gue gak bakal ngecewain lo lagi” owok itu hanya menggelengkan kepalanya disana


“Udah terlambat wen, gue udah terlanjur kecewa sama lo”


“Please ndre, kali ini kasih gue kesempatan. Gue bakal perbaiki semua ndre. Please jangan tinggalin gue ndre, gue benar benar sayang sama lo” Andre langsung bangkit berdiri disana


“Cukup wen. Kita sekarang udah gak ada hubungan apa apa lagi, jadi jangan pernah ganggu gue lagi dan lupain gue”  cowok itu kemudian mulai melangkahkan kakinya pergi dari sana


“Apa lo masih sayang sama gue?” Langkah cowok itu berhenti ketika mendengar pertanyan itu


“Apa rasa sayang lo ke gue hilang secepat itu?” Andre perlahan membalikkan badannya disana dan kembali menatap cewek itu


“Lo masih sayang kan sama gue? Jawab gue ndre” 


“Gue masih sayang sama lo” Cowok itu mengepalkan kedua tangannya disana, sebenarnya ia masih mencintai gadis itu namun rasa kecewa yang ada dalam dirinya lebih besar sekarang


“Tapi, gue juga udah sayang sama Yeri” Lanjut cwok itu disana membuat Wendi yang mendengar itu hanya diam mematung disana. Kini, cewek itu tidak bisa berkata kata lagi, semua rasa sakit, kecewa yang ia rasakan hanya bisa digambarkan lewat air matanya yang tak berhenti turun membasahi pipinya


“Lo, bohong ndre”


“Gue gak bohong. Perasaan gue sekarang lebih besar ke Yeri dibanding buat lo. Maka dari itu, lo harus lupain gue dan gue juga bakal lupain lo” Setelah berkata demikian, Andre segera pergi dari sana


Kini tinggallah Wendi yang kini duduk sambil menangis disana. Andre, cowok itu kini benar benar pergi meninggalkannya, dengan mudahnya cowok itu menyakitinya seperti ini, ia tak menyangka jika cowok itu mencintai gadis lain selain dirinya. Sekarang apa lagi? Apa yang harus ia lakukan? Bahkan untuk melupakan cowok itupun dirinya tidak bisa