
...Keterbukaan adalah hal yang dapat membuat suatu hubungan menjadi lebih baik...
...W...
"Andre!" Sang empunya nama langsung menoleh kesumber suara dan tersenyum lebar ketika melihat siapa orang yang memanggilnya
" kenapa" tanya cowok itu kepada Jinny yang kini sudah duduk disamping dirinya
"Nanti malam main yok, udah lama kita gak main bareng'
" kayaknya gue gak bisa jin" Jinny yang mendengar itu menautkan alisnya
" lo sibuk?"
"Gue mau ngajak Wendi keluar, udah lama banget kita gak jalan bareng"
"Memangnya kalian udah baikan?" Tanya Jinny karna ia tahu jika Andre dan Wendi sedang tidak baik
"Bentar lagi pasti baikan kok" Jinny yang mendengar itu memasang wajah kesal seolsh tak suka mendengarnya
"Kalau boleh jujur, gue sebenarnya gak suka sama Wendi" Andre hanya diam mendengarkan karna sebenarnya ia sudah tahu alasan kenapa Jinny tidak menyukai kekasihnya itu
"Dia kayak anak kecil yang baru pacaran. Cemburunya berlebihan, pacar lo yang sebelumnya gak pernah cemburu liat lo dekat sama gue tapi dia . Gue kadang kesrl liat pacar lo itu" Jelas Jinny meluapkan rasa kesalnya sedangkan Andre hanya tersenyum tipis mendengarnya
"Lo gak capek pacaran sama dia?. Kerjaannya hanya cemburu dan cemburu"
"Gue tahu jin. Gue juga kadang gak suka dengan sifat dia yang cemburuan tapi mungkin itu karakternya dia. Tapi gue bakal coba ngomong sama dia, lo tenang aja" ucap Andre sambil mengacak acak rambut sahabatnya itu
"Kalau fia gak berubah lo putusin aja. Siapa dia ngelarang gue dekat sama lo"ucap Jinny dengan penuh rasa kesal sementara disana Andre hanya tertawa kecil
...******...
Wendi berada dikantin sekolah dan terlihat sibuk dengan tugas yang ada didepannya. Sekarang memang jam istirahat dan cewek itu mempergunakannya untuk mengerjakan tugas sekolahnya disana
Disaat sedang fokus tiba tiba seseorang datang kemudian duduk didepan cewek itu sambil tangannya menutup buku yang ada didepan cewek itu
"Kantin itu tempat makan bukan untuk belajar" Wendi yang kesalpun memukul tangan Daniel keras karena telah mengganggu konsentrasinya
"Terserah gue, mendingan lo pergi" Wendi kembali membuka buku yang tadi ditutup cowok itu lalu kembali fokus mengerjakannya
"Ck, lo pikir hidup ini semuanya terserah lo. Yang punya kantin rugi nampung lo belajar disini, buat sempit"
Wendi kini kesal dengan cowok didepannya yang sedari tadi tidak berhenti bicara padahal tidak ada yang menyuruhnya untuk bicara
"Lo berantam sama Gevan?"
"Gak"
"Bohong lo. Lo berdua berantem kan? Biasanya kalau lo ketemu sama Gevan lo gak berhenti gangguin dia"
"Bukan berantem cuman dia nyuruh gue jauhin dia karna dia capek berurusan sama Andre terus"
"Benarkah?. Gue gak yakin pacar lo bakalan berhenti gitu aja"
"Gue juga gak tau. Lo juga gak mau bantuin gue" Daniel menatap cewek itu lalu tertawa kecil
"Lo masih penasaran tentang masalah mereka berdua?"
"Iyalah. Gue bakal penasaran terus sebelum gue tau. Makanya lo bantuin gue"
"Oke" ucap Daniel membuat Wendi terkejut
"Lo serius"
"Iya. Gue serius"
"Beneran lo mau ngasih tau gue?" Tanya cewek itu mencoba memastikan
"Gue bukan ngasih tau tapi gue mau ngasih tau caranya" Wendi menautkan alisnya bingung tak mengerti ucapan cowok itu
"Maksud lo apaan sih"Daniel mendekatkan dirinya dengan cewek itu
"Ditas Gevan ada buku warnanya kuning"
"Gue belum siap ngomong bidadari" ucap Daniel dengan raut wajahnya yang kesal membuat Wendi tertawa geli melihatnya
"Oke oke. Lanjut"
"Nah, lo ambil buku kuning itu karena apa yang lo cari ada disana"
"Emang isinya apa aja?"
"Kalau gue kasih tau ngapain lo gue suruh ngambil bukunya lagi" ucap Daniel sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu
"Habisnya lo nyusahin gue. Kasih tau langsung apa salahnya"
"Enak aja lo terima bersih, usaha dong" Wendi memutar bola matanya disana
"Tapi lo jangan sampai ketahuan, kalau lo gagal mampus lo"
"Gue gak takut" Wendi mengumpulkan semua bukunya dari sana agar segera pergi dari sana
"Gue cabut" ucap cewrk itu kemudian pergi dari sana
"Besok kelas gue ada jam olahraga" teriak Daniel agar cewek itu datang diwaktu yang tepat untuk mengambil buku yang cowok itu katakan tadi
...******...
Wendi terpaksa bangkit berdiri dari kasurnya ketika mendengar seseorang mengetuk pintunya. Jam menunjukkan pukul 20.06 WIB membuat cewek itu kesal dengan siapa orang yang datang bertamu kerumahnya. Wendi membuka pintu dan terkejut melihat kehadiran Andre disana
"Hai" sapa Andre melambaikan tangan sembari tersenyum kearah cewek itu namun Wendi masih diam mematung disana
"Kenapa diam?, gak senang liat aku datang?" Wendi langsung tersadar dan salah tingkah disana. Ia benar benar terkejut melihat kedatangan cowok itu, setelah beberapa hari hubungan keduanya retak,tidak ada komunikasi namun malam ini Andre datang menemuinya
Tanpa basa basi Andre langsung menggenggam tangan cewek itu lembut dan menariknya membuat Wendi terkejut. Andre memeluk cewek itu lembut. Hangat, itulah yang dirasakan cewek itu sekarang
"Maafin aku wen" ucap Andre sambil memeluk cewek itu lembut. Dengan perlahan Webdi melingkarkan tangannya dipinggang cowok itu
"Aku kangen sama kamu ndre" Andre yang mendengar itu tersenyum lalu kemudian melepas pelukannya
"Kamu jangan cuekin aku lagi ya,aku gak suka kamu cuekin aku"
"Aku gak bakal cuekin kamu kalau kamu dengerin aku wen" ucap Andre sambil mengelus rambut kekasihnya itu
"Kalau aku jauhin Gevan, kamu harus janji kalau kamu juga gak akan ganggu dia lagi"
"Aku janji" Wendi tersenyum lega mendengarnya, walaupun sebenarnya dirinya masih ragu dengan cowok itu
Kedua remaja kini duduk bersama dikursi panjang yang terbuat dari kayu didepan tempat tinggal cewek itu. Keduanya saling melepas rindu setelah beberapa bertengkar dan tidak saling komunikasi
"Ndre" cowok itu sontak menoleh kesamping ketika namanya dipanggil
"Aku boleh tanya sesuatu?"
"Mau nanya apa?" Wendi sempat ragu karena ia yakin jika Andre kelasihnya itu tidak akan mau menjawab pertanyaannya itu
"Sebenarnya masalah kamu sama Gevan itu apa?, kenapa kayaknya kamu benci banget sama dia" Cowok itu berfikir sejenak karena sebenarnya ia tidak ingin jika Wendi tahu masalahnya ini karna dia tidak mau Wendi ikut campur didalamnya
"Kamu, gak mau cerita?" Andre masih diam disana tidak ada tanda jika cowok itu ingin menjelaskan
"Aku gak maksa kamu kok"
"Maaf wen, bukannya aku gak mau terbuka sama kamu cuman aku gak mau kamu jadi ikut campur. Mungkin lain kali aku bakal cerita tapi untuk sekarang aku belum bisa wen"
"Hm, gak papa kok. Aku tunggu sampai kamu siap buat cerita" Andre tersenyum lega ketika cewek itu mau mengerti dan tidak mau memaksanya untuk memceritakan semuanya
"Jangan pernah tinggalin aku wen" cewek itu terkejut mendengar ucapan kekasihnya iti
"Maksud kamu?" Andre langsung mengganti posisi duduknya agar bosa menghadap ke arah cewek itu
"Aku sayang sama kamu dan aku serius sama kamu wen. Aku takut kalau suatu saat kamu ninggalin aku"
"Kamu jangan mikir aneh aneh ndre, aku gak pernah punya niat buat ninggalin kamu karna aku juga sayang sama kamu" Andre tersenyum lega mendengarnya. Cowok itu benar benar sangat mencintai gadis itu, itu sebabnya sebisa mungkin Andre akan menjaga cewek itu dan selalu ada bersamanya
"Makasih sayang"