It'S Hurt

It'S Hurt
You Know, It's HURT



...Tidak selamanya cinta itu menjadi suatu hal yang indah, ada saat dimana cinta itu berubah menjadi hal yang paling menyakitkan ketika kita sampai dititik mencintai seseorang terlalu dalam...


Wendi berjalan mendekati pria yang sedang berdiri sambil membelakangi dirinya. Ia berjalan dengan wajah yang sepertinya hilang harapan, merasa seolah dunia sedang menertawakan dirinya sekarang. Gevan menoleh kesamping sekilas melihat cewek yang kini sudah berdiri tepat disampingnya


“Gue,,,boleh minta rokok?” Gevan menaikkan satu alisnya disana bingung dengan perkataan cewek itu


“Lo pernah bilang kalau rokok bisa menghilangkan stress kan?” 


“Gue udah berhenti merokok”


“Lo bohong !” Cowok itu hanya berdecak kesal disana, ia merasa bahwa cewek itu memang sudah tidak waras lagi sekarang


“Rokok itu bukan untuk orang lemah seperti lo”


“Lemah?” Tanya cewek itu kembali mengulang perkataan Gevan 


“Bukan cuman lemah, tapi lebih tepatnya BODOH” Cowok itu mnekan perkataannya di akhir kalimat membuat cewek itu terdiam disana


“Gue udah bilang, kalau lo udah capek lebih baik berhenti. Ngapain lo masih bertahan sementara pacar lo udah gak peduli lagi dengan lo, dengan hubungan ini”


“Karna gue udah terlanjur jatuh cinta terlalu dalam van” 


“Apa rasa sakit lo berkurang dengan itu?” pertanyaan itu tak bisa dijawab Wendi, dirinya hanya bisa diam karna sebenarnya yang ia rasakan sekarang hanyalah rasa kecewa dan sakit hati


“Lo yakin kalau  Andre masih sayang sama lo?” masih tetap sama, Wendi masih diam seribu bahasa disana


“Lo gak bisa jawab kan?”


“Gue gak peduli” Wendi yang tadinya hanya diam, kini mulai angkat bicara


“Gue yakin, hubungan gue sama Andre bakal baik baik aja”


“Lo yakin dengan ucapan lo?” Ucap Gevan mencoba kembali memastikan perkataan cewek itu


“Gu, gue yakin. Gue yang bakal perbaiki semua karna Andre berubah itu karna gue” Gevan kini kehabisan kata kata menghadapi cewek itu disana


“Fine. Silahkan lo bekerja keras buat Andre balik lagi sama lo tapi ingat satu hal, jika suatu saat kerja keras lo sia sia, jangan menyesal dan jangan pernah menyalahkan siapapun” Wendi perlahan mendongakkan kepala menatap cowok didepannya yang kini juga menatap kearahnya


“Lo tenang aja, gue yang akan bertanggungjawab untuk itu”


...*******...


“Lo masih belum baikan sama Wendi?”


Tanya Yeri sambil duduk tepat disamping cowok itu. Kembali malam ini Andre mengajak Yeri untuk menemaninya. Yeri, cewek yang akhir akhir ini selalu ada bersama dengan dirinya walaupun sebenarnya merea belum lama kenal, namun entah kenapa Andre sedikit merasa nyaman ketika dirinya bersama dengan cewek itu


“Lo belum maafin dia?”


“Itu masih berat buat gue yer”


“Jadi sampai kapan lo cuekin dia kayak gini?” Andre sempat diam beberapa saat sebelum akhirnya ia menjawab 


“Gue juga gak tau” Yeri menatap cowok itu disana, sebenarnya ada rasa bahagia dalam hatinya ketika melihat hubungan cowok itu sedang tidak baik, karna itu artinya bahwa ia pnya kesempatan untuk menggantikan posisi Wendi dihidup cowok itu. Yeri kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas lalu kemudian mengarahkan benda itu kepada Andre untuk mengambil foto. Andre yang sadar akan hal itupun membulatkan matanya menatap cewek itu


“Lo ngapain?”


“Ternyata lo lucu juga ya kalau lagi galau kayak gini” Ucap hari sambil tersenyum melihat foto cowok yang baru saja ia ambil itu


“Lo gila? Hapus sekarang?” Ucap Andre sambil mencoba mengambil ponsel cewek itu dari tangannya namun ia tak berhasil mengambilnya


“Enak aja, gue udah berusaha keras buat ambil foto ini” Ucap cewek itu sambil bangkit berdiri


“Yer”


“Blekk, Kejar gue kalau berani” Andre hanya membuang nafasnya kasar melihat sikap cewek itu


“Kayaknya, gue harus upload foto ini” Andre perlahan menatap cewek itu lalu kemudian bangkit berdiri mengejar cewek itu disana


“Yer, lo gila” Ucap Andre sambil mengejar cewek itu untuk berusaha mengambil ponsel dan menghapus foto itu dari sana


“Tangkap gue kalau lo berani” Cewek itu mencoba berlari sekuat tenaga, namun Andre lebih cepat darinya. Cowok itu berhasil menangkap tangan Yeri lalu kemudian menariknya hingga kini jarak antara keduanya sangat dekat. Yeri mendongakkan kepalanya keatas dan melihat dengan jelas bahwa cowok itu juga kini sedang menatap kearahnya


“Ndre, gu,,gue sebenarnya” Sebelum cewek itu melanjutkan kalimatnya disana, Andre dengan cepat menarik cewek itu kedalam pelukannya. Andre memeluk cewek itu dengan lembut sambil mengelus rambut panjang cewek itu


“Maaf, tapi gue butuh ini sekarang” Ucap cowok itu lirih dan kemudian semakin mengeratkan pelukannya. Yeri yang mendengar itu perlahan mulai melingkarkan tangannya pada pinggang cowok itu


“Gue disini ndre, buat lo”


...*******...


Wendi menatap ponselnya yang memperlihatkan deretan pesan yang ia kirimkan kepada Andre kekasihnya itu namun cowok itu selalu mengabaikannya bahan ketika cewek itu mendatanginya kerumahnya pun, Andre selalu tidak ada disana. Wendi sebenarnya sudah benar benar lelah menghadapi cowok itu, namun akibat rasa saying dan cintanya terhadap Andre, membuatnya tidak mampu untuk meninggalkan cowoknya


Terdengar sangat konyol bukan? Banyak orang mungkin menganggap jika dirinya sangat sangat berlebihan, Namun hanya orang yang pernah mengalamilah yang akan paham dengan situasinya sekarang. Wendi kemudian meletakkan kepalanya diatas meja sambil matanya menatap lurus kedepan


Rendi duduk tepat didepan Andre yang kini tengah melahap makanan yang ada didepannya sekarang


“Lo udah putus sama Wendi?” Tanya Rendi tanpa berbasa basi lagi


“Kenapa?”


“Yeri pacar lo?” 


“Ck, kalau nanya itu satu satu ren”


“Kalau lo belum putus sama Wendi kenapa lo berani dekat sama cewek lain?” Rendi kini mulai menaikkan nada bicaranya akibat dirinya sedikit kesal melihat Andre yang sepertinya sedang mempermainkan Wendi


“Dia bukan pacar gue”


“Trus? Lo kenapa dekat banget sama dia”


“Memangnya kenapa kalau gue dekat sama cewek lain ?” Rendi mencoba menahan amarahnya disana mendengar setia perkataan dari sahabatnya itu


“Bisa bisanya lo dekat sama cewek lain sementara Wendi pacar lo sendiri lo cuekin”  Andre langsung bangkit berdiri ketika mendengar perkataan cowok itu 


“Gue tahu ini bukan urusan gue tapi gue cuman mau bilang kalau Wendi sayang banget sama lo, jadi please jangan tinggalin dia ndre” Andre sepertinya tak mengubris perkataan sahabatnya itu, ia bahan pergi begitu saja tanpa meresponi perkataan Rendi disana


...*******...


Dering notifikasi membuat Wendi membuka matanya untuk melihat siapa yang mengirimnya pesan. Cewek itu membulatkan matanya ketika melihat nama yang sudah tidak lama muncul dilayar ponselnya kini kembali muncul dan mengirimnya pesan. Wendi dengan cepat menegakkan badan dan membuka isi dari pesan itu


^^^Andre❤❤^^^


^^^Malam sayang….^^^


^^^Kamu sibuk?^^^


Wendi bersorak kegirangan ketika membaca pesan itu. Orang yang selama ini ia rindukan kini datang kembali bersikap baik padanya


“AAHHHH….ANDREEEEEE.Gue tau lo pasti kangen juga sama gue” Ucao cewek itu sambil berteriak kegirangan disana


“Gue harus jawab apa sekarang” Ucap Wendi sambil membuka ponselnya dan tangannya mulai sibuk mengetik dilayar ponselnya


Wendi


Aku gak sibuk ndre


Kenapa?


Tidak butuh waktu lama, pesan dari cowok itu kembali masuk dan cewek itu dengan cepat membacanya


^^^Andre❤❤^^^


^^^Akum au ajak kamu^^^


^^^Ketemuan. Kamu bisa?”^^^


Wendi semakin berteriak histeris ketika cwok itu mengajaknya untuk bertemu malam ini


Wendi


Aku bisa ndre


Tunggu aku


^^^Andre❤❤^^^


^^^Oke ^^^


^^^Hati hati sayang^^^


Wendi dengan kecepatan kilat langsung membuka lemari pakaian untuk memilih baju yang cocok untuk ia pakai malam ini. Setelah selesai memilih baju, ia mulai memakai sedikit riasan diwajahnya, terlihat senyum bahagia dari wajah cewek itu


“Andre, gue datang” Wendi kemudian menutup pintu dan menuruni anak tangga dengan cepat, dirinya benar benar sangat senang malam ini. Wendi berjanji akan memeluk cowok itu ketika sudah bertemu dan meluapkan rasa kerinduannya selama ini. Wendi yang sudah sampai dihalaman tempat kediamannya terkejut ketika melihat Gevan ada disana


“Gevan” Cowok itu menoleh ke sumber suara dan melihat Wendi berpakaian rapi dengan memakai sedikit riasan diwajahnya


“Lo, mau kemana?”


“Gue..” Wendi diam beberapa saat lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menunjukkan kepada Gevan alamat yang Andre kirim tadi sebagai tempat dimana Andre mengajak cewek itu bertemu


“Lo tau alamat ini” Gevan melihat alamat itu dan menganggukkan kepalanya pertanda jika dirinya tau dimana alamat itu


“Gue mau kesana ketemu sama Andre, Lo bisa antarin gue?”


“Andre?”


“Iya, kenapa? Lo liatkan, kerja keras gue gak sia sia. Dia bahkan ngajak gue ketemuan malam ini” Ucap cewek itu penuh keyakinan disana


“Lo yakin?”


“Udah,,,. Lo gak usah banyak tanya, lo antarin gue aja” Wendi hendak akan naik keatas motor namun dengan cepat dicegat Gevan


“Lo gak perlu pergi kesana”


“Van, please jangan halang halangi gue. Gue benar benar pengen ketemu sama Andre”  Gevan menatap wajah memohon cewek itu disana. Sebenarnya perasaan cowok itu tidak enak jika cewek itu harus pergi namun melihat keras kepala dari cewek itu, akhirnya ia menuruti keinginannya


“Oke. Kalau itu kemauan lo” Wendi kemudian tersenum lebar lalu naik keatas motor cowok itu


Motor Gevan kini berhenti disebuah rumah besar yang tampaknya sangat sepi. Wendi turun, membuka helmnya lalu menatap rumah yang ada didepannya yang benar saja, disana terlihat motor dari Andre kekasihnya itu


“Ini rumahnya Yeri, cewek yang akhir akhir ini dekat sama pacar lo” Wendi diam menatap kedepan, kini perasaannya mulai bimbang, jantungnya berdegup kencang bahkan entah kenapa hatinya kembali merasa sakit bahkan cewek itu ingin menangis. Persaannya yang tadinya senang kini tiba tiba berubah menjadi sakit, merasa jika mala mini akan menjadi malam yang mungkin sangat menyakitkan baginya


“Gue antar lo pulang” Ucap Gevan namun Wendi menggelengkan kepalanya disana


“Gue tetap mau ketemu sama Andre”


“Terserah lo” Kini Gevan benar benar muak dengan sifat cewek didepannya itu. Wendi kemudian mulai melangkahkan kakinya namun masih selangkah berjalan, Wendi kembali berbalik badan


“Lo tetap disitu” Ucap cewek itu dengan nada suara bergetar


“Jangan tinggalin gue”


“Hm” Wendi menarik nafasnya lalu kemudian memantapkan langkahnya untuk pergi. Wendi kini sampai didepan pintu rumah itu, detang jantungnya semakin kencang ketika berada disana, dengan segenap keberanian ia membuka pintu namun sebelum dirinya membuka, Yeri sudah lebih dulu membuka pintu itu membuat Wendi tekejut


“Wendi” Cewek itu masih diam disana menatap cewek yang kini berada didepannya itu


“Lo ngapain datang kesini?” 


“Ah, Gu,gue….gue” Wendi bahkan susah payah untuk berbicara sekarang, dadanya tiba tiba merasa sesak disana


“Gue mau,mau ketemu sama Andre”


“Ohh,,,. Oh iya, Andre memang mau ngomong sesuatu sama lo” Andre kemudian muncul disana membuat Wendi yang melihat itu benar benar terkejut. Andre ada disana? Bersama cewek itu? Apa sebenarnya hubungan diantara keduanya? Kini, Wendi gemetar melihat kejadian itu


“Dia, pacar baru gue”