
...Dengan adanya rasa kecewa dalam suatu hubungan , maka dengan cara apapun tidak akan bisa kembali seperti semula...
Wendi menghentikan langkah kakinya ketika melihat Andre melewati dirinya begitu saja. Ya, kini Andre datang kesekolah sendiri tanpa dirinya, entah sampai kapan mereka seperti ini
Beberapa menit kemudian Gevan juga melewati dirinya, Gevan sempat melihat kearah cewek itu sebelum kemudian pergi
"Wendi" cewek itu berbalik badan ketika mendengar seseorang memanggilnya
"Lo sendiri? Andre mana?" Wendi hanya diam tak berniat menceritakannya kepada cowok itu
"Lo berdua masih berantam?"
"Gue lagi gak mau bahas itu ren" ucap Wendi lalu kemudian pergi dari sana meninggalkan Rendi yang hanya bisa menatap kepergian cewek itu
...*******...
Andre mendrible bola basket dengan lihay, ia bahkan bisa melewati beberapa pemain lain yang mencoba mengambil bola itu dari tangannya namun ia bisa mencegahnya. Andre berlari cepat sambil mendrible bola lalu kemudian melemparnya ke arah ring basket
Andre dan teman satu timnya bersorak riang ketika bola itu masuk kedalam ring. Andre memang sangat hebat dalam bermain basket itu sebabnya ia merupakan salah satu pemain basket terhebat disekolahnya setelah Gevan
Mereka kemudian memulai kembali bermain basket dan bola kini ada ditangan Andre dan kembali mendriblenya. Andre berlari mendekati ring kemudian melempar bola kedalam ring namun sayangnya bola itu tidak masuk kesana melainkan melenceng dan mengenai kepala salah satu siswa perempuan yang tidak sengaja lewat disana
Andre yang melihat itu terkejut dan langsung berlari mendapati cewek yang sudah terjatuh disana
"Maaf. Lo gak papa?" Tanya Andre khawatir
"Gue gak papa" ucap cewek itu sambil mendongakkan kepala melihat siapa orang yang melempar bola itu
"Lo?" Andre sedikit terkejut melihat bahwa cewek didepannya itu adalah Yeri, cewek yang baru baru ini ia kenal
"Lutut lo terluka yer" ucap Andre ketika melihat ada sedikit luka dilutut cewek itu akibat terjatuh tadi
"Gak sakit kok ndre, cuman sedikit doang" ucap Yeri sambil berdiri namun kakinya terasa sakit karna terbentur ke batu dan kepalanya masih terasa pusing
"Ndre, gimana?" ucap Rizal yang datang melihat situasi disana
"Kakinya luka"
"Trus gimana?"
" gue mau bawa dia ke uks bentar"
"Gak usah ndre" ucap cewek itu mencoba untuk menolak
"Zal, lo lanjut main aja gue mau bawa dia ke uks bentar"
"Oke" Rizal kemudian berlari kembali kelapangan basket
"Ayo" bukannya ikut cewek itu malah diam ditempat
"Kaki gue sebenarnya masih sakit ndre" Andre tersenyum tipis mendengar perkataan cewek yang menurutnya sedikit lucu
"Jadi tadi kenapa nolak?" Cewek itu hanya diam malu disana. Lalu kemudian Andre menggendong cewek itu dan membawanya ke UKS
Sesampainya di ruang UKS, Andre mendudukkan cewek itu diatas ranjang lalu menganbil kotak P3K dan mulai mengobati luka cewek itu
Yeri diam mematung menatap wajah cowok yang sekarang fokus mengobati lukanya, ia benar benar mengagumi wajah tampan dari cowok itu
Gevan yang tadinya ingin masuk kedalam UKS berhenti ketika melihat Andre sedang bersama dengan perempuan yang diketahui bukan Wendi. Gevan memicingkan matanya dan menatap kedua remaja yang ada disana tampak terlihat sangat dekat
Gevan yang tak mau berlama lama disanapun langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Udah selesai. Masih sakit?"
"Udah mendingan kok" Andre tersenyum manis menunjukkan lesung pipinya yang membuat cewek didepannya itu semakin terpanah
"YERIIIIII" Teriak seorang perempuan membuat keduanya sontak menutup kedua telinganya disana
"Lo gak papa? Siapa orang yang berani buat lo terluka? Jawab yer!" Pertanyaan bertubi tubi muncul begitu saja dari mulut cewek itu
"Ohhhh, jadi lo yang buat Yeri terluka.." Ucap Jinny ketika melihat Andre ada disana dan kemudian cewek itu memukulinya dengan kuat hingga membuat Andre meringis kesakitan
"Aw, aw. Gue gak sengaja Jin"
"Mampus lo!" Ucap Jinny lalu kembari beralih melihat keadaan Yeri sahabatnya itu
"Lo gak papa?"
"Gue gak papa kok Jin, santai aja kali"
"Gue cabut ya, Jinny udah ada disini jagain lo"
"Makasih ya ndre" ucap Yeri sambil tersenyum hangat kepada cowok itu
"Lo kenapa bisa jatuh sih yer?"
"Gue gak sengaja lewat dari lapangan basket jin, lagian gue baik baik aja kok" Yeri menatap kedepan mengingat kembali sikap perhatian Andre terhadapnya ditambah lagi senyumnya yang benar benar mampu membuatnya hanyut didalamnya
"Andre, ganteng juga ya" perkataan itu keluar begitu saja dari mulut cewek itu membuat Jinny yang ada disana terkejut mendengarnya
"Lo naksir sama Andre?"
"Wendi beruntung banget ya dapetin hatinya Andre" Jinny kemudian mendekatkan dirinya dengan cewek itu
"Lo mau tukar posisi sama Wendi?"
"Maksud lo?" Tanya Yeri bingung maksud dari perkataan cewek itu
"Lo bisa dapatin Andre kalau lo mau"
"Siapa bilang lo perusak?"
"Jadi maksud lo tadi apa?" Jinny tersenyum miring lalu menatap sahabatnya itu
"Hubungan mereka lagi gak baik baik sekarang, bahkan gue pastiin gak lama lagi mereka bakalan putus" Yeri yang mendengar itu mengerutkan keningnya
"Putus? Lo yakin?"
"Gue yakin!"
...*******...
Gevan bersama dengan sahabatnya Daniel tengah berjalan sembari mengobrol disana. Karna sibuk mengobrol, Gevan tak sengaja bertabrakan dengan seorang cewek yang diketahui adalah Wendi
"Maaf" ucap cewek itu sambil membungkukkan sedikit badannya, namun ketika cewek itu menegakkan kepala wajahnya langsung berubah ketika melihat orang yang ditabraknya adalah Gevan
"Wen" panggil Gevan sambil memegang pergelangan tangan cewek itu namun Wendi dengan cepat melepasnya lalu kemudian pergi tanpa menatap cowok itu
Gevan sedikit kesal dengan sikap cewek itu sedangkan Daniel yang melihat moment itu tertawa kecil disana
"Kenapa lo ketawa? Lo pikir itu lucu?" Tanya Gevan kesal melihat sahabatnya itu disana
"Ya luculah. Gak biasanya lo dicuekin cewek kayak gitu van"
"Puas lo setan!" Daniel masih tersenyum lebar melihat wajah kesal Gevan
"Lo berdua berantam?" Gevan hanya menggelengkan kepala disana
"Lah trus, kenapa?"
"Dia cuekin gue demi menuruti perkataan pacarnya"
"Mereka belum baikan?" Gevan kembali menggelengkan kepala
"Kenapa?"
"Kalau lo penasaran tanya sendiri aja sana" ucap Gevan kemudian mempercepat langkah kakinya meninggalkan sahabatnya itu sementara Daniel hanya menatap kesal kearah kemana Gevan pergi
...*******...
Bel pulang sekolah berbunyi, para siswa siswi kini bergegas untuk pulang kerumahnya mading masing. Wendi kini berdiri sambil matanya sibuk mencari seseorang yang sedang ia tunggu
"Lo nungguin Andre?" Wendi berbalik badan ketika mendengar pertanyaan itu namun ketika melihat bahwa orang yang bertanya itu adalah Gevan, ia langsung pergi dari sana namun tangannya dengan cepat dicegat oleh Gevan
"Lo mau cuekin gue juga gak akan bisa ngerubah Andre jadi baik sama lo wen"
"Gue gak peduli"
"Andre gak sayang lagi sama lo" ucapan itu membuat Wendi terdiam beberapa saat disana
"Lo berdua udah cocok" Andre tiba tiba muncul entah dari mana membuat Wendi tersadar dan langsung melepaskan cekalan Gevan dari tangannya
"A, andre kamu belum pulang?"
"Ikut aku" Andre kumudian menarik paksa cewek itu, sebenarnya Wendi merasakan sakit ditangannya akibat cekalan Andre yang kuat namun ia tetap harus menahannya
Gevan yang melihat itu mengejarnya dan melepas cekalan Andre dari tangan cewwk itu
"Lo bisa gak sih, gak usah pake emosi terus? Dia pacar lo, gk sepantasnya lo kasarin dia kayak gini"
"Itu bukan urusan lo"
"Lo benar, tapi ini akan jadi urusan gue ketika lo ngelakuinnya didepan mata gue"
"Berani ikut campur lo sekarang!" Ucap Andre sambil menarik kerah baju cowok itu
"Kenapa? Lo takut?"
"STOP!" Teriak Wendi lalu kemudian melepaskan tangan Andre dari kerah baju Gevan
"Van, please jangan ikut campur lagi tentang hubungan gue sama Andre dan jangan pernah ganggu gue lagi" ucap Wendi yang sebenarnya pun ia terpaksa harus mengatakan itu sekarang
"Gue harap lo mengerti van" setelah berkata demikian, Wendi langsung membawa Andre pergi dari sana
"Kenapa sekarang belain aku?" Langkah kaki Wendi terhenti mendengar perkataan yang keluar dari mulut kekasihnya itu
"Kamu pikir aku senang dengan kamu belain aku didepan Gevan?"
"Kamu maunya apa sih ndre?"
"Kamu gak perlu sok belain aku sekarang wen, gak guna tau gak?"
"Aku udah lakuin apa yang kamu mau ndre, aku udah jauhin Gevan, aku udah merubah sifat aku yang terlalu cemburu, aku udah ngelakuin segala cara buat kamu maafin aku, tapinyatanya apa? Kamu malah marah ketika aku belain kamu, AKU HARUS GIMANA LAGI NDRE? PLEASE...kasih tau sekarang, aku harus ngelakuin apa supaya kamu maafin aku ndre" ucap cewek itu dengan nada bicara putus asa, ya... Ia lelah sangat lelah dengan semua ini, ia bahkan melakukan semua apa yang cowok itu mau namun pada akhirnya semua NIHIL seolah tak berguna
"Aku juga gak tau wen, aku juga gak tau lagi gimana caranya buat hati aku balik lagi kayak dulu sama kamu"
"Ndre" panggil cewek itu dengan suara bergetar
"Kamu masih sayang kan sama aku?" Andre yang mendengar peetanyaan itu diam, ia bahkan tak sanggup untuk menjawab pertanyaan itu
"Jawab aku ndre"
"Aku pikir, dengan masih bertahannya hubungan ini sampai sekarang sudah cukup untuk menjawab pertanyaan itu" Wendi memberanikan dirinya melangkah mendekat kearah cowok itu berada lalu kemudian memeluknya hangat
"Jangan tinggalin aku ndre. Aku sayang sama kamu" ucap cewek itu sambil menangis di dada bidang cowok itu sementara itu Andre memejamkan matanya sejenak, pikirannya kacau. Sebenarnya ia masih sangat mencintai gadis itu namun entah kenapa, rasa kecewa dalam dirinya kini jauh lebih besar sehingga membuatnya bersikap seperti ini kepadanya