It'S Hurt

It'S Hurt
Missing



Gevan kini tengah berbaring diatas kasur sambil menatap langit langit kamarnya, bekas luka akibat berantam tadi siang masih tampak basah karna memang ia belum mengobatinya, tangannya mengambil ponsel yang berada tak jauh darinya dan mencari nama Gisel lalu menelponnya namun tak diangkat oleh Gisel, ia bahkan sudah mencoba menelponnya beberapa kali namun tetap tidak diangkat


Gevan yang bosan akhirnya mengambil jacket dan turun dari kamarnya


"Mau kemana lo?" Tanya Steven yang dibuk menonton televisi diruang tamu


"Bukan urusan lo" Gevan kemudian membuka pintu namun ia tak melihat motornya disana


" Lo belum jemput motor gue?"


"Kenapa gue yang jemput?, Itu motor lo, jemput sendiri" ucap Steven dengan mulut yang dipenuhi dengan makanan sedangkan Gevan mrncoba menahan amarahnya, ia benar benar ingin menenangkan pikirannya sekarang


" Lo berantam lagi?" Tak ada jawaban untuk pertanyaan itu


"Van, Gevan"


"Gue pinjam mobil lo" ucap Gevan tak mau berlama lama berdebat dengan saudaranya itu


"Lo mau kemana?"


"Bukan urusan lo"


"Hadeuh.... punya adik gini amat"


"Gua pake mobil lo",


"Pake aja"


"Kuncinya?"


"Diatas, dikamar gue" Gevan hanya diam menatap saudaranya yang selalu membuat hidupnya menderita itu, sementara Steven hanya tersenyum menunjukkan deretan giginya


"Kuncinya dimobil. Berani lo marah sama abang lo, gue blenderΒ  baru tau rasa" Gevan tak memperdulikan perkataan Steven yang menurutnya tak berguna itu


" Van, jangan lupa beli cilok sama gue" teriak Steven sekuat tenaganya namun Gevan tetap tidak memperdulikannya, ia masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya


Kini Gevan tengah berada disebuah tempat yang terlihat biasa saja, dia duduk disembarang tempat yang didepannya ada sebuah danau. Ia menatap kelangit sambil menarik nafasnya panjang


"Ma, Gevan kangen" ucapnya pelan dan kemudian air mata yang tak diundang pun kini turun membasahi pipinya, ia benar benar merindukan sosok perempuan yang sudah pergi meninggalkannya itu


*****


Matahari yang cerah kembali menyinari pagi hari, membuat Wendi terpaksa membuka matanya, ia kemudian mengambil ponsel dan melihat dilayar handphon nya menunjukkan pukul 07.16 , ia bangun terlambat karna memang hari ini merupakan hari minggu, ia terkejut ketika sebuah pesan masuk dan dengan segera ia membuka pesan itu


Andre ngeselin


Selamat pagi sayang


Kamu udah bangun?


Jangan lupa makan baby 😍😍


Wendi tersenyum ketika ia melihat siapa orang yang mengirimnya pesan itu


^^^Pagi...😊😊^^^


^^^Kamu juga jangan^^^


^^^Lupa makan^^^


Andre ngeselin


Kamu sibuk?


^^^Gak kok^^^


^^^Emang kenapa?^^^


Andre ngeselin


Aku mau ngajak


Kamu main kerumah


Entar aku jemput


Wendi yang membaca pesan cowok itu terkejut batin, dia akan diajak kerumahnya?, itu berarti dia akan bertemu dengan kedua orang tua cowok itu, kini ia merasa gugup, tak tau harus menjawab apa kepada cowok itu


Andre ngeselin


Kok di read?


Pokoknya gue


Jemput lo


Bye sayang 😘😘


Wendi langsung menutup ponselnya, ia benar benar masih belum siap jika harus bertemu dengan kedua orang tua cowok itu, ia kembali membaringkan badannya kekasur


Wendi membuka matanya lebar ketika seseorang mengetuk pintu rumahnya keras sambil memanggil namanya, Wendi langsung berlari dan membuka pintu, dan betapa terkejutnya ia ketika ia melihat siapa yang mengetuk pintunya dengan keras


"Eh, ibu. Mau masuk dulu bu" sapa Wendi menyembunyikan ketakutannya


"Kamu gak perlu sok ramah, mana uang kontrakan kamu. Kemarin kamu bilang minggu depan, sekarang mana?" Wendi kebingungan harus menjawab apa sekarang


"Eehmm.. anu bu, ATM dikampung saya rusak bu, jadi orang tua saya belum bisa transfer bu"


"Alla, banyak alasan kamu, bilang aja uangnya udah habis buat pacaran" mendengar itu Wendi langsung terkejut dan membulatkan matanya


"Enak aja, ibu jangan mikir aneh aneh, entar aku telpon mama suruh transfer uangnya" jawab Wendi berusaha meyakinkan wanita paruh baya itu


"Oke, awas aja kalau dua hari lagi kamu belum kasih uangnya, ibu bakar kamar kamu ini" wanita itu akhirnya pergi sementara Wendi yang melihat itupun kesal dan geram sendiri melihatnya


Wendi kembali masuk kekamarnya dan duduk dimeja belajarnya, ia melihat album NCT Dream yang baru saja kemarin ia beli dengan uang kontrakannya


"Lo pada mesti tanggung jawab, kenapa kalian comeback saat gue belum punya uang" Wendi masih menatap album yang ia borong kemarin


"Gue dapat uang itu dari mana lagi?" Ia kini menyesal menghabiskan uangnya hanya untuk membeli album yang bahkan hanya sebagai pajangan itu, ia sudah habis pikir sekarang tak tau harus berbuat apa lagi


*****


"Katanya ada kerjaan mendadak dikantor"


"Oh" Andre kemudian duduk dan langsung melahap makanamnya


"Tante" terdengar suara perempuan memanggil dari luar membuat keduanya serentak menoleh keaumber suara


"Kamu makan aja, biar mama yang buka" wanita itu berjalan menuju pintu dan membukanya


"Selamat pagi tante" sapa Jinny ramah sambil tersenyum manis kearahnya


"Kamu ternyata, masuk yok, Andrenya lagi makan. Kamu udah makan"


"Udah kok tan" jawab Jinny sambil berjalan masuk kedalam rumah itu dan tersenyum lebar ketika melihat Andre yang tengah melahap makannya


"Makan aja kerjaan lo"


"Berisik lo" jawab Andre dengan mulut yang dipenuhi makanan


"Ndre, lo sibuk?, Temenin gue dong beli komik, ada keluaran terbaru"


"Gue males" jawab Andre seadanya


"Tante, liat Andre gak mau nemenin Jinny" Wanita paruh baya itu hanya tersenyum melihat tingkah cewek itu


"Andre" panggil wanita itu lembut


"Iya, iya. Entar gue siap makan dulu" Jinny yang mendengar itu langsung tersenyum lebar


Andre menyeselaikan sarapannya kemudian mengambil jacket dan mengajak Jinny untuk pergi


"Tante, kita pamit yah"


"Hati hati" teriak wanita itu sedikit keras


Mereka kemudian langsung berangkat menuju toko langganan Jinny membeli komik


Tak butuh waktu lama, mereka akhirnya sampai di toko kesukaan cewek itu, tempat itu besar dan dipenuhi dengan segudang buku


Andre hanya mengikuti kemana kemana langkah cewek itu pergi


"Kenapa lo ngikutin gue terus?"


"Jadi gue ngikutin siapa?" Cewek itu hanya mengerucutkan bibirnya kedepan mendengar jawaban cowok itu


Hampir satu jam ia dan cewek itu berkeliling namun cewek itu masih belum selesai memilih buku yang akan ia beli


"Lo mau beli berapa buku sih?" Tanya cowok itu yang sudah kesal melihat Jinny yang tak kunjung siap mengambil buku yang akan ia beli


"Udah siap" Jinny kemudian langsung pergi kekasir untuk membayar barang belanjaannya


Sementara itu Andre sudah lebih dulu menunggu diluar karna merasa pusing melihat banyaknya buku didalam, ia mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan disana


Wendi


Lo udah makan?


Gue bentar lagi


Datang jemput lo


"Maaf ya kelamaan" ucap Jinny ketika keluar dari toko itu


"Gue udah biasa" Jinny hanya tersenyum melihat ekspresi cowok yang menurutnya menggemaskan itu


"Lo pengen apa, biar gue yang traktir"Β 


"Gue lapar, traktir gue makan sebagai ganti rugi karna lo udah buat gue kecapekan nungguin lo"


"Yaudah, ayo gue traktir" cewek itu kemudian memegang tangan cowok itu


*****


Sementara disisi lain, Wendi tengah berjalan membeli beberapa snack dan minuman, tangannya dengan cepat membuka ponselnya ketika melihat ada pesan masuk, ia tersenyum simpul ketika membaca pesan dari Andre kekasihnya itu


Wendi hendak ingin membalas pesan cowok itu namun tiba tiba ada mobil melaju cepat, karna asik mengetik Wendi sampai tidak sadar ada mobil yang me dekat kearahnya hingga membuatnya sedikit terlempar akibat lengannya yang mengenai spion mobil itu membuat cewek itu terjatuh ketanah


"Aw.." rintih cewek itu kemudian melihat lengannya sedikit terluka karna terbentur ketanah


"Lo gak papa" seorang cowok berjongkok untuk memastikan keadaan cewek itu


"Lo punya mata?, Gue sebesar itu lo masih bisa gak liat" teriak cewek itu kuat, namun ia langsung diam membisu ketika melihat siapa orang yang menabraknya itu namun tidak dengan cowok itu


"Maaf, gue gak sengaja" kemudian cowok itu membungkukkan badannya dan mengambil barang belanjaan milik Wendi yang sudah berserak disana


"Maafin gue, gue bakal ganti rugi"


"Gak papa kok van"


" Kenapa muka lo?, Lo berantam lagi sama Andre?" Gevan hanya diam, tak berniat menjawabnya


"Lo ikut gue, gue bakal obatin luka lo" Wendi membawa cowok itu ke kontrakannya untuk mengobati lukanya


"Itu luka biasa aja"


"Mau luka gimanapun yang namanya luka harus diobati van"Β  Wendi kemudian mengobati luka cowok itu sampai benar benar selesai


"Kenapa lo masih baik sama gue?"


"Gue tau lo pernah manfaatin gue, tapi gue juga gak pernah lupa kalau lo pernah nolongin gue van" Gevan hanya diam disana


"Sebenarnya masalah lo sama Andre apa?" Tanya cewek itu yang memang selama ini dia ingin tau cerita yang sebenarnya


"Lo gak perlu tau"


"Kenapa"


"Wendi" kedua remaja itu menoleh ketika terdengar suara seseorang, Wendi membulatkan mulutnya terkejut melihat siapa orang yang memanggilnya, Andre kini sudah berdiri disana sambil menatap kedua remaja itu tajam sementara itu Wendi takut tentang apa yang akan terjadi setelah ini nanti


"Andre"