
Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.
Dan aku pun pergi ke perpustakaan. Dan saat aku pergi ada seseorang yang masuk ke ruangannya pak direktur. "Mohon maaf pak direktur sunghon, ada yang mau saya sampaikan tentang vin"
"Yah silahkan masuk hesa dan duduk, ada apa dengan vin" kata pak direktur penasaran.
"Waktu kita menjalankan misi dan menyerang para iblis, vin tidak ingin membunuhnya, dan dia bilang, kalau para iblis lebih baik di masukan kedalam penjara" kata hesa.
"Hmm, memangnya kenapa vin tidak mau membunuh para iblis itu?, dan bagaimana dengan para iblis itu sekarang" kata pak direktur dengan tegas.
"Vin mempunyai alasan sendiri, katanya ia tidak pernah membunuh seseorang, dan ia tidak tega dengan para iblis itu, dia sepertinya mempunyai sifat manusiawi, dan yang aku tahu, dia tidak akan pernah membunuh iblis sampai kapanpun, kalau soal iblis yang anda bicarakan sudah saya bunuh" kata hesa.
"Ooh begitu, kalau begitu kau boleh pergi, dan panggilkan vin untuk ku" kata pak direktur.
"Baik pak, kalau begitu saya pergi dulu" meninggalkan ruangan pak direktur dan pergi ke perpustakaan untuk menjemput ku.
"Hei vin, kau di panggil oleh pak direktur sunghon, cepat kesana, ada yang mau dia bicarakan dengan mu"
"Hah, aku di panggil oleh pak sunghon, baru saja aku tadi di suruh ke perpustakaan untuk membaca semua buku, kenapa aku di panggil apa ada masalah?" kataku.
"Aku tidak tahu, dan itu bukan urusanku, itu urusan mu dan pergi lah cepat, dab aku ingatkan, jangan panggil dia pak sunghon itu tidak sopan, panggil dia pak direktur atau direktur sunghon, mengerti?" kata hesa.
"baiklah" aku tak mengerti kenapa dia bersikap dingin sekali pada ku, apa aku ada salah pada dia, tapi yang lain biasa-biasa saja padaku. Ada apa dengannya, aku sangat bingung, lebih baik nanti aku tanya kan saja kepada direktur sunghon.
Dan aku pun keluar dari perpustakaan untuk menemui pak direktur di ruangannya. Akhirnya aku sampai dan masuk ke ruangannya.
"Permisi pak direktur, apa ada masalah, kenapa bapak memanggil saya, padahal tadi bapa barusan menyuruh saya membaca buku di perpustakaan" kataku.
"Tidak, tidak ada masalah kok, tapi kenapa kau memanggilku sekarang pak direktur biasanya kau memanggilku pak sunghon, apa hesa memperlakukan mu tidak baik"
"Ah, sebenarnya iya sih Benar yang bapak katakan, ini semua karena hesa, tapi apakah saya boleh tahu kenapa hesa bersikap dingin pada saya pak?" kataku Hanya ingin tahu.
"Ooh jadi benar toh, sebenarnya sebelum adanya kamu vin ke dalam tim, dulu tim itu di pimpin oleh hesa ia sangat bertanggung jawab dengan tim-nya, tetapi semenjak kau masuk ke dalam tim-nya, dan menjadi ketua tim, dia sangat marah dan benci padamu, karena dia berpikir yang ia telah lakukan pada tim-nya jadi sia-sia" kata pak direktur.
"Ooh jadi begitu, ya pak, saya sama sekali tidak tahu" kataku sambil merasa bersalah pada hesa.
"Langsung saja ke topik pembicaraan, Vin kenapa kau tidak ingin membunuh para iblis"
"Ah, hmm, sepertinya bapak tahu dari hesa ya, sebenarnya alasan saya tidak ingin membunuh iblis adalah, karena saya tidak ingin menjadi seorang penjahat, yang kerjanya membunuh, saya tidak ingin mencemari tangan saya, karena saya berpikir pada diri saya, tangan ini bukan tangan seorang pembunuh" kataku dengan serius.
"Hah cepat sekali pak saya naik pangkat, dua hari yang lalu saya berada di tingkat common, dan kemarin saya berada di tingkat epik, dan Sekarang saya berada di tingkat legend, apa alasan bapak menaikan tingkat saya?" kataku Hanya ingin tahu, dan bingung.
"Sebenarnya ini ada hubungannya dengan hesa, karena hesa sangat membenci mu, maka kau aku naikan menjadi legend untuk menjalani tugas yang berbeda, dan hesa pun bisa menjadi ketua tim lagi, dan lagi pula kau mengalahkan para iblis itu dengan sendirian, kau sudah sangat kuat vin" kata pak direktur.
"Hmm baiklah kalau begitu, aku bisa menerimanya, tapi bagaimana cara menjalani misi di legend pak, apa saya akan mendapatkan tim baru lagi?" kataku.
"Terima kasih atas pengertiannya, tidak vin, di tingkat legend, misi ini tidak membutuhkan kelompok seperti di epik karena tingkat legend sudah bisa menjaga diri sendiri dari bahaya, jadi kau menjalankan misi secara tunggal, dan misi ini bersifat lokasi, jadi kau hanya menjaga lokasi mu yang akan saya berikan, dan di sini masih belum ada seseorang yang menjaga lokasi ini maka kau akan berjaga di sini" kata pak direktur sambil menunjukkan peta lokasi yang di berikan kepada saya untuk menjaga lokasi tersebut.
Aku terkejut melihat lokasi yang pak direktur berikan. Ternyata lokasi yang di berikan pak direktur adalah di sekitar rumah kakek ku. Jadi sepertinya aku bisa bersantai sedikit karena dekat dengan rumah kakek.
"Whoah, ini kan lokasi rumah kakek saya pak, bukannya kakek bisa menjaga lokasi di situ" kataku sambil menunjukkan peta.
"Hei vin kakek mu sudah pensiun dari perusahaan" kata pak direktur.
"Oh iya ya, maaf pak kalau saya boleh tahu kakek saya saat masih bekerja di sini sudah tingkat apa pak" kataku penasaran.
"Waktu kakek mu bekerja disini sudah di tingkat Mystical, dan dia mendapat gelar Bookkeeper, karena dia menjalankan tugasnya dengan sangat baik, apa ada yang mau di tanyakan lagi vin?" kata pak direktur yang terlihat kelelahan menjawab pertanyaan dari ku.
"Ah tidak pak, jadi kapan misinya bisa saya kerjakan pak" kata ku
"Sekarang, sepertinya kau juga sudah tidak akan tinggal di sini lagi, berhubung misi kamu dekat dengan rumah kakek mu, maka alangkah lebih baiknya kau tinggal di sana saja, dan berkemas barang-barang mu" kata pak direktur.
"Hmm, sebenarnya saya juga sudah berpikir seperti itu sih pak, yasudah kalau begitu saya ingin mengemasi barang-barang saya pak, saya pergi dulu" kataku sambil meninggalkan ruangan.
Lalu aku membereskan semua barang ku, dan pergi untuk pulang. Rasanya aku sangat kangen sekali sama kakek.
Akhirnya aku sampai di rumah kakek, aku berharap yang pertama menyambut ku adalah kakek tapi ternyata om arya. Yah tapi aku juga senang di sambut om Arya.
"Hei vin kau kemana saja lama sekali kau pergi, kata kakek mu kau pergi menginap di rumah teman mu" kata om arya yang senang melihat ku kembali.
"Iya aku habis dari rumah teman ku om, nanti aku ceritakan saja selama aku di sana, sekarang aku ingin bertemu kakek dulu" kataku. Tak disangka ternyata ini adalah rencana kakek agar om arya tidak curiga.
Bersambung...
Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.