Human Divination

Human Divination
Benda Apa Ini?



Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.


Om arya menjulurkan tangan kanannya ke dahi ku, lalu tangannya mengeluarkan cahaya putih. Dan setelah itu aku mengingat semuanya, semua kejadian ku di masa lalu saat belum bertemu dengan om arya.


Aku ingat kalau om arya adalah malaikat yang waktu itu menolongku, aku sudah ingat semuanya. Dan aku juga ingat namanya, dia bernama Zack, berarti selama ini dia menyamar menjadi manusia biasa, tapi untuk apa, dan apakah kakek tahu kalau dia adalah malaikat.


"Hei om arya, eh maksudku malaikat, untuk apa kau menyamar seperti manusia, dan apakah kakek tahu kalau kau adalah malaikat" kataku.


"Kau bisa panggil aku Zack saja, tidak usah memanggilku seperti itu, karena tak nyaman di dengar, kalau soal itu aku hanya ikut serta membantu kalian para manusia untuk membereskan para iblis, dan kalau soal kakekmu tahu atau tidak, dia sebenarnya tahu, dan sudah merencanakan sandiwara ini, sampai kakekmu meninggal" kata Zack.


"Baiklah aku akan memanggilmu Zack, berarti aku ini di tipu oleh kalian, ternyata kalian hanya bersandiwara, lagian juga mana ada orang yang mau tinggal disini, dan memberikan uangnya kepada kami, padahal gajinya kan besar, seharusnya bisa buat beli rumah sendiri" kataku.


"Hahaha memang mana ada orang yang seperti itu, tapi aku ada" kata Zack.


"Eh tunggu, tadi kau bilang kalau kalian merencanakan sandiwara ini, sampai kakekku meninggal, berarti kakek tahu kalau dirinya akan mati sebentar lagi?" kataku.


"Yah itu benar, kakekmu adalah penyihir yang unik dia bisa melihat masa depannya, tetapi dia tidak bisa melihat masa depan penyihir lain, hanya dirinya saja yang bisa melalui gambaran-gambaran masa yang akan datang setelah gambaran itu sudah terhenti atau tak bisa melihat masa depan setelah itu, dia tahu bahwa dirinya akan mati pada saat itu, jadi kau jangan menyalakan dirimu, ini semua sudah takdir kita sebagai makhluk hidup" kata Zack.


"Yah, kau memang benar ini adalah takdir, mau sampai kapanpun kita pasti akan mengikuti takdir itu, kita tak akan bisa merubah takdir" kataku.


"Kalau begitu ayo kita masuk portal, portal ini akan membawa kita ke surga, yaitu tempat tinggal para malaikat" kata Zack.


"Hahaha, aku ini sungguh aneh, padahal dahulu aku tak percaya kalau malaikat dan, iblis itu ada, tapi setelah kejadian seperti ini aku sadar ternyata ada makhluk lain selain manusia, dan sekarang aku akan masuk surga" kataku.


"Hahaha kau ini, saat itu aku sebenarnya ingin tertawa saat kau menanyakan bahwa malaikat itu tidak ada, tapi aku menahan tawaku, yasudah ayo kita masuk" kata Zack.


Akhirnya aku masuk portal itu dan seketika terlihat kota dan perkebunan yang sangat indah. Dan juga ada sungai yang mengalir, airnya sangat bersih, dan juga udaranya harum sekali. Aku takjub melihat dunia yang seperti ini, padahal ku kira, di surga itu hanya ada perkebunan yang hijau, dan sungai yang mengalir, dan pegunungan yang megah.


Tapi disini berbeda dengan apa yang ku bayangkan, disini terlihat sangat modern. Dan sepertinya dunia malaikat lebih maju teknologinya dibandingkan dengan dunia manusia. Berada disini, aku seperti manusia yang hibernasi selama berabad-abad, dan bangun melihat dunia yang berubah.


"Hei, hei Vin, apa kau sadar, kau kenapa bengong, hei" kata Zack.


"Eh, eh, ah maaf aku tak sengaja, hanya saja dunia kalian membuatku takjub melihatnya, sungguh begitu keren" kataku.


"Ah tak ada hebat-hebatnya kok, biasa saja, ayo ikut aku" kata zack.


Lalu aku melanjutkan perjalanan ku bersama Zack. Aku melihat banyak sekali malaikat disini, ya tentu saja tak heran kenapa mereka begitu banyak karena ini dunia mereka para malaikat. Tapi aku merasa canggung karena banyak diperhatikan oleh malaikat.


Aku terus berjalan mengikuti Zack, aku tak tahu aku mau dibawa kemana. Tetapi aku percaya kalau Zack tak akan mengkhianati ku. Disini tak ada kendaraan sama sekali, karena para malaikat tak membutuhkannya, karena mereka mempunyai sayap.


"Hei zack, apa yang terjadi yang ada di sana, kenapa keadaan di sana begitu buruk" kataku.


"Waktu itu kan aku pernah cerita padamu, kalau dunia malaikat diserang oleh para iblis, dan akhirnya kami bisa mengusir iblis dengan bantuan kalian para manusia, tetapi api dan lava itu Sulit dihilangkan, padahal sudah banyak yang mencoba memadamkannya, tetapi efeknya hanya berkurang sedikit demi sedikit" kata Zack.


"Oh begitu, apa kah aku boleh membantu memadamkannya?" kataku.


"Ah, apa? kau ingin memadamkan api dan lava itu? memangnya kau bisa?" kata Zack.


"Akan kucoba, siapa tahu aku bisa, lebih baik mencoba bukan? daripada diam saja tak membantu" kata ku.


"Hah, baiklah, silahkan kau coba" kata Zack.


Lalu aku menghampiri kota yang hancur terbakar itu. Dan disana sedang ada petugas yang sedang memadamkan api, lalu aku meminta izin untuk mencoba memadamkannya. Aku mencoba skill baru, yang sepertinya bisa memadamkan api dan lava itu, lalu aku mengucapkan mantra dan menjulurkan tanganku.


Lalu seketika tanganku menghisap semua api dan lava itu, sampai tak tersisa. Lalu para malaikat yang melihat aku, pada bersorak dan memberi selamat. Dan Zack datang menghampiriku dan memberi selamat atas keberhasilanku yang telah menghilangkan api yang ada di kota.


"Selamat atas bantuan anda membantu kami menghilangkan api ini" kata salah satu petugas yang mengurus pemadaman api.


Dan dia memberikanku sebuah kalung yang sangat berkilauan. aku tak tahu untuk apa kalung ini, tapi sepertinya kalung ini memberikanku kekuatan yang sangat besar saat aku memakainya, yang bisa membantuku.


"Wah kau hebat sekali vin, ternyata kau benar kau bisa memadamkannya, tetapi, bukannya kau masih baru-baru ini menjadi penyihir, tapi bagaimana bisa kau melakukan hal yang melebihi para malaikat" kata Zack.


Aku baru tahu kalau dia belum tahu siapa aku yang sebenarnya. Padahal kukira dia sudah tahu, tapi aku tak akan memberitahukannya, karena ini sangat rahasia.


"Ah, aku tak tahu, apa yang kulakukan barusan, mungkin saja kebetulan, memangnya kalau aku boleh tahu, apakah tidak ada malaikat yang bisa memadamkan api ini" kataku.


"Hmm, sebenarnya ada sih beberapa malaikat yang sangat kuat, tapi dia tidak mau membantunya, kalau ingin mendapatkan bantuannya kita para malaikat harus membayarnya dengan benda mistis" kata Zack.


"Aneh sekali malaikat itu, tak mau membantu sesama malaikat, tapi ngomong-ngomong benda mistis itu ada dimana" tanyaku.


"Sekarang baru saja yang kau pakai itu" kata Zack.


Aku tak percaya bahwa benda itu sedang ku pakai, jadi ini benda yang diinginkan malaikat itu. Tapi sebenarnya ini benda apaan ya, aku masih belum tahu fungsinya, selain terlihat keren dan begitu indah.


Bersambung...


Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.