
Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.
Setelah aku berkata seperti itu, Zack terlihat sedih, dan tak berkata apa-apa. Apa mungkin aku salah berkata-kata, aku sepertinya tak sengaja membuat dia sedih dengan masa lalu yang menyakitkan.
Masa kecil Zack.
*Sewaktu kecil aku tak pernah mendapatkan perhatian, dan kasih sayang dari orang tuaku, ah bukan maksudku dari lahir. Setiap kali aku di dekatnya, dan berbicara padanya orang tuaku tak mempedulikan ku sedikitpun.
"Ayah, ibu ayo kita main bersama di luar" jawabku.
Tapi. Mereka hanya diam saja, melihat wajahku saja tidak, apa lagi berbicara padaku, itu rasanya mustahil bagiku. Waktu aku lahir, aku di urus oleh kakekku, sampai aku berumur 5 tahun, baru aku dipindahkan ke rumah ayah, dan ibuku.
Aku kira jika bertemu dengan orang tuaku, hidupku lebih menyenangkan, dan penuh bahagia. Tapi setelah aku bertemu dengan mereka, impianku itu hancur saat melihat kelakuan mereka seperti itu padaku.
Tapi mereka masih mau mengurus ku, tapi bukan mengurus dengan kasih sayang, melainkan dengan uang, harta, dan kekuasaan yang mereka punya. Mungkin bagi orang lain, menjadi anak orang kaya itu sangat enak, dan bisa hidup bahagia, tapi kenyataannya itu tidak benar.
Apakah ini takdir yang harus di terima bagi anak orang kaya? Apakah semua anak orang kaya hidup seperti ini, hidup sepertiku tanpa rasa kasih sayang. Dan mungkin juga bagi orang lain uang adalah segalanya, yang bisa membuat diri mereka berkuasa atas segalanya.
Tapi aku tak membutuhkan uang, aku tak butuh uang, uang itu tak berguna, hanya itu yang dipikirkan ku selama ini. Yang paling aku butuhkan adalah rasa kasih sayang saja, hanya itu saja, apa itu tidak bisa dikasih?.
Kenapa hidupku seperti ini, hidup yang tak memiliki makna, dan Kenangan kasih sayang. Aku berharap sebelum aku lahir, aku bisa memilih orang tua yang akan melahirkan ku, sudah pasti aku akan memilih orang tua terbaik, yang akan sangat sayang padaku.
Tak seperti orang tuaku ini, aku selalu berpikir apa aku pernah membuat salah, hingga hidupku seperti ini?. Setiap malam, aku selalu mengurung diri, dan memendam sendiri penderitaan ini, sambil menangis.
Hingga suatu saat orang tuaku meninggal, saat perang melawan para iblis. Aku melihat mayat kedua orang tuaku, dan hanya terdiam saja, tak melakukan apapun. Aku tak bisa merasakan sedih sedikitpun, aku tak bisa menangis, bukan karena aku membencinya, tapi karena aku tidak pernah menyayanginya seperti mereka.
Mungkin bagi orang-orang sekitar ku saat di pemakaman, mereka menganggap ku seperti anak tak berguna, dan anak durhaka. Aku juga tak bisa merasakan menyesal ataupun marah kepada iblis yang membunuh kedua orang tuaku.
Mungkin yang membuatku begitu adalah, aku tak pernah mendapatkan rasa kasih sayang, oleh karena itu, mereka seperti tak berarti buatku. Lalu dengan seiring berjalannya waktu aku mulai dewasa, dan aku sudah melupakan kejadian masa laluku.
Lalu saat itu juga, dunia kami, dunia malaikat diserang oleh para iblis, banyak sekali korban yang mati selama di serang iblis. Kota-kota juga hancur terbakar, aku terluka parah, dan aku pergi ke dunia manusia, melalui langit.
Karena jika aku masuk lewat portal, sangat berbahaya bagi dunia manusia, jika para iblis tahu ada portal menuju dunia manusia. Karena saat itu malaikat, dan manusia sudah berdamai, maka dari itu aku turun dari langit.
Tapi ada beberapa iblis yang mengejar saat itu, dan aku jatuh di suatu hutan, dan saat itu juga aku bertemu denganmu, vin. Aku takut manusia tak bersalah itu terluka (Vin), oleh karena itu aku membawamu kabur saat itu, dan pergi ke bukit.
Dan saat itu juga, saat aku bertemu denganmu, aku merasa nyaman sekali, tenang, dan damai. Lalu aku mengajakmu berbicara, dan menghabiskan waktu semalam untuk mengobrol denganmu, aku sangat senang sekali.
Karena ini adalah rasa senang pertamaku seumur hidup yang Pernah ku alami. Dan setelah aku tahu kalau kau bukan penyihir, maka saat itu juga aku menghilangkan ingatanmu saat bersamaku.
Lalu besoknya, kakekmu datang menghampiriku, dan dia tahu kalau aku yang kemarin bersamamu. Lalu kami mengobrol berdua, aku menceritakan masalahku, dan membuat perjanjian, yaitu bersandiwara sebagai om Arya.
Karena itu, aku saat menjadi om Arya, selalu bilang kepadamu, kalau aku menyayangimu. Tapi dengan perjanjian itu juga, aku pulang ke duniaku, dari hari senin, sampai Jum'at, dan sabtu, Minggu aku kembali ke dunia manusia, untuk bertemu denganmu.
Tapi aku juga, kadang-kadang mampir di hari yang seharusnya aku di duniaku. Itu karena aku sangat kangen padamu, vin.*
"Ja, jadi seperti itu, maaf aku sudah bertanya seperti itu padamu, yang membuatmu mengingat kembali kenangan yang buruk" kataku.
"Hah, tidak apa, aku tidak menganggap itu sebagai kenangan, tapi sebagai sampah yang tak berguna" kata Zack.
"Sekali lagi aku minta maaf padamu, oh ya terima kasih makanannya, sekarang sudah malam apakah kau bisa tunjukkan dimana kamarku?" kataku.
"Baiklah aku akan mengantarmu, mungkin kau akan lupa jalannya, kuharap kau tak tersesat saat keluar dari kamarmu" kata Zack.
"Haha, yang benar saja aku bisa tersesat, aku ini anak ra... (ups, aku tak boleh memberitahukannya tentang identitas ku)" kataku.
"Ng? apa kau bilang tadi?" tanya Zack.
"Ah tidak kok, ayo lanjutkan saja pergi ke kamarku" kataku.
"Oh, hmm baiklah" kata Zack.
Lalu akhirnya kami berjalan sangat jauh sekali melewati banyak lorong, dan tangga. Dan lagi tempat yang kami lewati rasanya mirip sekali, seperti pergi bolak-balik tak ada ujungnya. Lalu akhirnya aku sampai di kamarku, ternyata kamarku berada di ujung lorong, terlihat sangat menyeramkan sekali.
"Nah kita sudah sampai di kamarmu, semoga kau bisa tidur tenang ya disini, kalau begitu aku pergi dulu, kau ingatkan tempat kembalinya?" kata Zack.
"Ah, hmm mungkin saja aku ingat hehe" kataku.
Lalu Zack pergi meninggalkanku di depan pintu kamarku, dan lalu aku masuk ke kamarku. Aku sangat terkejut melihat kamarku, ternyata tak terlalu buruk yang kukira, fasilitasnya sangat lengkap, dan mewah sekali.
Dan aku pergi mandi, lalu mengganti pakaian, lalu aku bersiap untuk tidur. Tapi aku tak bisa tidur, sepertinya ada yang mengganjal di hatiku, yang membuatku tak bisa tidur. Padahal kasurnya sangat nyaman sekali tapi, aku tak bisa fokus untuk tidur.
Aku sudah memejamkan mataku, tapi tak bisa tidur, lalu beberapa saat kemudian, ada suara ledakan. Sepertinya suara ledakan itu berasal di halaman rumah Zack, aku langsung bangkit dari tidurku, dan segera keluar.
Bersambung...
Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.