Human Divination

Human Divination
Mati? Hidup?



Tidak, ini tidak mungkin, aku pasti tidak mungkin mati disini. Karena aku adalah anak ramalan itu, pasti akan ada suatu keajaiban yang datang padaku. Aku tak mungkin mati, setelah urusan di duniaku belum selesai yaitu mengalahkan raja iblis, karena aku adalah anak ramalan itu.


"Hei kau! kau ingat kata-kata ku ini, aku tidak akan mati di sini sebelum aku menyelesaikan tugasnya di dunia ini" kataku.


"Apa kau tahu, kalau kau itu adalah.... " tiba-tiba jiwaku berhenti bicara.


"Ng!? apa kau bilang, kalau aku itu apa?" kata ku bingung.


"Ah sudahlah tak usah di bahas, lebih baik kita membahas apa yang terjadi padamu" kata jiwaku.


"Membahas hal apa lagi? toh aku tak akan mati di sini" kataku dengan percaya diri, karena aku percaya keajaiban pasti datang.


"Hei kau itu jangan terlalu percaya diri, mungkin saja kau bukan anak ramalan itu, mungkin yang selanjutnya yang akan menjadi anak ramalan itu" kata jiwaku.


"Aku bingung padamu, kenapa kau tidak sepemikiran denganku, padahal kau adalah jiwaku, dan apa maksudmu " mungkin yang selanjutnya yang akan menjadi anak ramalan itu", kau ini aneh" kataku.


"Eh!? tidak tidak, aku hanya asal berbicara" kata jiwaku.


Aku curiga pada jiwaku, sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan dariku. Tapi aku tak tahu apa yang di sembunyikan, dan lagi akhir-akhir ini sifatnya sangat aneh. Dan juga monster danau itu bersikap aneh juga padaku.


"Lalu bagaimana jika aku mati disini, apakah ada orang baru lagi yang akan menyelamatkan dunia ini?" kataku.


"Yah pasti ada jika kau mati disini, suatu hari nanti pasti penyelamat dunia itu akan datang pada hari yang tepat" kata jiwaku.


"Kau memang tak mempercayai ku ya? hanya kau saja yang tak percaya kalau aku anak ramalan itu" kataku.


"Bukannya aku tak percaya padamu, tapi aku yakin nanti akan datang lagi" kata jiwaku.


"Ng? apa yang akan datang?" tanyaku bingung.


"Ah sudah lah, tak usah di pikirkan, lebih baik kita melihat kedepannya apa yang akan terjadi padamu" kata jiwaku.


"Baiklah, kita lihat apa yang akan terjadi padaku, aku akan membuktikan padamu kalau aku lah orangnya" kataku.


Lalu jiwaku tersenyum padaku, dan tiba-tiba ada suara seseorang dari luar. Apakah ini suara kematian, suara ini memanggilku beberapa kali," Vin, vin hei sadarlah" suara ini seperti.....


Lalu aku terbangun dari pingsan ku, aku sedang di gendong oleh seseorang, dan sedang terbang. Aku melihat kebelakang banyak iblis yang mengikutinya, dan aku melihat wajah yang menggendong ku.


Terlihat samar-samar, dan makin lama terlihat jelas, ternyata dia adalah Zack. Dia menyelamatkanku, bersama pak direktur sunghon. Tapi dari mana dia tahu kalau aku berada disini, rasanya aneh sekali, rasanya seperti semua orang menyembunyikan sesuatu dariku.


"Ah kau ternyata Zack, tapi bagaimana bisa kau tahu keberadaan ku saat ini?" tanyaku.


"Akhirnya kau sadar juga ya, nanti akan ku ceritakan, lebih baik kita segera keluar dulu dari sini" kata Zack.


"Hei Tuan Zack, apa kita masih jauh pergi ke portal itu?" tanya pak direktur sunghon.


"Tidak jauh lagi, kita akan segera sampai" kata Zack.


Portalnya sebentar lagi akan sampai, sudah bisa ku lihat dengan mataku sendiri. Tapi tiba-tiba datang tangan raksasa dari bawah tanah yang akan segera menutup portal itu dengan tangannya. Tangan itu terlihat seperti tangan iblis yang besar.


"Ah!? gawat bagaimana ini sepertinya kita tak sempat masuk portal itu" kata Zack.


"Kita masih bisa masuk" kataku.


Tiba-tiba sayapku terasa sakit, dan akhirnya kami terjatuh ke tanah. Saat aku membuka mataku, ternyata aku sedang berada di dunia malaikat, portal itu menghubungkan dunia malaikat, dan iblis.


"Hei Vin apa kau tidak apa?" tanya zack khawatir.


"Ya aku tidak apa-apa kok, hanya saja sayapku sakit sekali, rasanya seperti patah" kataku, sambil memasukkan sayapku.


"Kalau begitu kau tinggal disini dulu ya untuk sementara sampai kau pulih kembali" kata Zack.


"Yah baiklah, lalu bagaimana dengan pak direktur sunghon?" kataku.


"Hmm sepertinya aku akan tinggal di sini juga, sampai kau pulih, lalu kita pulang bersama, aku akan menginap di istana yang ada di sini" kata pak direktur sunghon.


Semua rumah yang ada disini bagaikan istana, jadi yang di maksud istana kata pak direktur adalah kos kosong. Lalu aku di gendong pulang oleh Zack kerumahnya, dan beberapa pelayanannya mengobati sayapku.


"Sementara kau di ruangan ini dulu ya? agar kau selalu di rawat, dan agar kau tidak bosan aku akan menceritakan padamu, kenapa aku bisa tahu kalau kau ada di dunia iblis" kata Zack.


"Yah baiklah jika kau yang bilang, jadi bagaimana ceritanya?" tanyaku.


"Kau tahu kan kalau kakekmu bisa melihat masa depan?" kata Zack.


"Ya, aku sudah tahu" kata ku.


"Dari situlah kami tahu apa yang akan terjadi padamu ke depannya, kakekmu menceritakan masa depanmu pada kami, walau kami tak mengingat semua perkataannya, dan dia juga menceritakan kejadian ini yang menimpamu, kalau suatu hari nanti kau akan di jebak oleh para iblis" kata Zack.


"Oh, pantas saja kalian semua tahu kalau aku sedang di dunia iblis, tapi bagaimana kau tahu kalau kejadian itu hari ini?" kataku.


"Aku di beritahu oleh Pak direktur sunghon kalau kau tak ada di rumah, Karena di hari libur kau biasanya hanya berdiam di rumah saja kan? jadi kami berpikir kalau kau sedang berada di dunia iblis" kata Zack.


Setelah Zack menceritakan semuanya padaku, dia keluar dari ruangan, dan pergi keluar. Aku masih berada di ruangan ini, dan sedang di urus oleh para malaikat, setelah itu dengan cepatnya aku sembuh.


Saat di tengah malam, aku terbangun dari tidurku karena mendengar suara yang berisik. Aku melihat ke kanan, dan ke kiri tapi tak ada siapapun, setelah ku dengar-dengar lagi suaranya tampak jelas di dalam lemari. Lalu karena aku penasaran dengan suara itu, aku pun membuka lemari itu.


Di dalam lemari itu hanya ada tumbuhan kecil yang beralas pot kecil. Tumbuhan itu terlihat indah, sangat bercahaya saat malam, lalu aku mengambil tumbuhan itu dengan pelan-pelan. Lalu tumbuhan itu tiba-tiba berbicara padaku.


"Hai manusia, bolehkah kau merawatku?" tanya tumbuhan itu.


Aku terkejut mendengar tumbuhan yang berbicara. Sampai tak sengaja potnya ku lempar, saat hendak menyentuh tanah, tumbuhan itu mengeluarkan akar agar menahan pot agar tidak pecah.


"Hah!? kau ini apa?" tanyaku.


"Besok kau akan pulang ke duniamu bukan?" tanya tumbuhan itu.


"Ya, jawab pertanyaan ku yang tadi" kataku.


"Nanti akan ku jelaskan padamu, untuk sekarang bisakah kau menyembunyikan ku dari makhluk lain, dan hanya kau saja yang tahu tentangku" kata tumbuhan itu.


Lalu aku mengiyakan perkataannya, Aku menyembunyikan tanaman itu dengan kekuatan ku. Menggunakan portal semacam ruang, atau inventori.


Bersambung...