Human Divination

Human Divination
Aku terjebak



Tak heran mengapa iblis itu adalah makhluk yang terkuat di alam semesta ini. Karena aku pernah mendengarnya saat aku sedang berada di dalam mimpi, kalau iblis itu bilang dia adalah makhluk yang terkuat. Lalu dia mengatakan kalau para manusia itu sangat lemah dari makhluk yang lain, tapi aku tak terima manusia direndahkan oleh makhluk seperti itu.


"Ini dia tuan, portal yang anda cari" kata monster itu.


"Ah baiklah, terima kasih Cancer" kataku.


Lalu aku mencoba memperbaiki portal ini dengan kekuatan para penyihir yang membantuku dia atas. Karena hanya penyihir seperti mereka yang dapat memperbaiki portal dunia, dan aku hanya alat yang akan memperbaiki portalnya. Dengan kekuatan mereka, portal yang di rusak iblis dari dunia iblis, kembali seperti semula, retakan-retakan yang di buat iblis, menjadi hilang.


Lalu setelah selesai memperbaiki portal, aku segera pergi ke permukaan air. Tapi sebelum aku pergi monster itu mengatakan sesuatu padaku, sesuatu yang masih belum aku pahami.


"Tunggu tuan, aku mohon padamu tuan, setelah tuan mengingat semuanya tolong temui aku lagi ya?" kata monster itu, terlihat wajah yang sedih.


"Iya aku akan kembali padamu, tunggulah aku di kemudian hari, mungkin suatu hari nanti aku akan mengingat semuanya, tentang hal apa yang tidak ku ketahui" kataku. Monster itu kembali tersenyum.


Saat aku sampai ke permukaan, semua penyihir yang ada disana bersorak bahagia padaku. Melihat wajah-wajah mereka yang terlihat bahagia, membuatku bahagia. Lalu aku kembali ke rumahku setelah misi ini selesai, saat aku sampai di rumah. Ada yang memberikanku sesuatu, tapi aku tak tahu siapa yang memberikan ini padaku, seperti sebuah kado.


Di kotak itu, tak tertulis siapa yang memberikan ini padaku, hanya sebuah kotak saja. Lalu aku penasaran, dan membuka kotak itu, setelah di buka, aku tersedot masuk ke dalam kotak itu.


Setelah aku tersedot masuk ke dalam kotak itu, aku berada di suatu tempat. Tempat yang sangat panas sekali, aku langsung mengeluarkan shield ku, agar suhunya stabil. Tempat ini terlihat menyeramkan, dan banyak sekali lava di sekelilingku, lebih tepatnya tempat ini di sebut, neraka.


"Ah!? bagaimana bisa aku berada disini, gawat aku harus keluar dari sini, kalau tidak aku mati kelaparan, atau di bunuh" gumamku.


Aku mencari-cari jalan keluarnya, mungkin ada suatu portal yang akan menuju dunia manusia, atau malaikat. Aku harus segera mencari portal itu, di tempat ini hanya ada beberapa pepohonan, tapi sepertinya buah dari pohon ini tak baik di makan oleh manusia.


Dan juga hanya ada bebatuan panas, lava, dan tebing-tebing yang menjulang tinggi, lalu jurang yang dalam. Lalu tak lama kemudian, muncul 3 iblis di depanku, sepertinya mereka menunggu kedatanganku, iblis yang di tengah di kawal oleh iblis di sampingnya.


"Selamat datang, manusia ramalan, hah" kata iblis yang berada di tengah.


Setelah kulihat lagi, iblis yang berada di tengah ini, adalah iblis yang ada di dalam mimpiku. Dia adalah raja iblis disini, bagaimana bisa aku bertemu dengan iblis seperti ini, aku harus melarikan diri.


"Kejar anak manusia itu, dan tangkap dia, lalu berikan padaku aku akan mengurus anak manusia itu" kata iblis yang di tengah.


"Baik tuan, hamba akan melakukan perintah tuan" kata para pengawalnya.


"Anak yang aneh, dia tak terlihat seperti manusia, dan tak terlihat seperti malaikat, sebenarnya siapa dia?" gumam iblis itu.


Para pengawal iblis itu, mengeluarkan sayap yang besar, dan dia terbang melesat ke arahku. Lalu aku menggunakan kemampuan yang paman Yuzel ajarkan padaku, yaitu jiwa itu, akan ku panggil, agar aku lebih kuat, dan bisa terbang lebih cepat.


Mereka juga bisa mengendalikan alam sama sepertiku, mereka mengeluarkan lava, dari dalam batu panas itu. Lalu menembakan lava itu padaku, tapi tak lama kemudian akhirnya aku berhasil melarikan diri, aku bersembunyi di sebuah gua yang ada di salah satu tebing di neraka ini.


Mungkin tak lama lagi aku akan ketahuan, aku harus segera pindah dari sini. Seharusnya aku tak membuka kotak itu, kalau aku tahu isinya, lain kali aku harus berhati-hati jika ada sesuatu yang mencurigakan. Aku terus melarikan diri, tak mungkin aku melawan mereka karena disini adalah tempat yang menguntungkan bagi para iblis, dan juga ini wilayah mereka.


Jika aku mencari keributan, atau melawan mereka, pasti akan banyak iblis yang datang padaku. Apalagi disini ada raja iblis, aku tak tahu dia sekuat apa, mungkin saja dia lebih kuat dariku. Yang penting aku harus berhati-hati, dan mencari jalan keluar dari sini.


"Ada dimana manusia itu? cepat sekali dia menghilang" kata salah satu pengawal iblis.


"Mungkin saja dia tak jauh dari sini, dia pasti sedang bersembunyi di sekitar sini" kata yang satunya.


"(Gawat, aku harus bagaimana ini jika ketahuan, jika dalam keadaan mendesak, aku harus menyerangnya, yah harus menyerangnya tak ada pilihan lain)" kataku, berbicara di dalam hati.


"Itu dia, cepat tangkap" kata pengawal.


"(Ini saatnya aku menyerang)" kataku, di dalam hati.


Aku langsung menusuk perut mereka, menggunakan sihir ku. Lalu mereka menggerakkan tebing yang berada di belakangku, dan menimpaku, hingga aku terjatuh, dan tertimpa tebing yang sangat besar itu.


Aku tak bisa menggerakkan alam, karena ini adalah alam mereka, alam para iblis. seluruh badanku berlumuran darah, karena tertimpa tebing, aku mencoba mengangkat tebing itu dengan kedua sayapku, lalu saat aku berdiri di bantu dengan kedua tanganku.


"Wah wah, dia kuat juga ya, bisa mengangkat tebing yang besar seperti itu, jika aku yang kena mungkin aku mati, tapi bagaimana dengan dua tebing, rasakan ini" kata pengawal.


Pengawal itu menjatuhkan tebing yang satunya kearahku, hingga aku terjatuh lagi. Sayapku patah karena tak kuat menopang beban yang terlalu berat. Aku tak bisa melihat apa-apa, disini gelap sekali karena tertutup tebing, aku sudah tak kuat, aku mulai lemah, dan mulai kehilangan kesadaran ku, lalu aku pingsan.


Saat aku sedang pingsan, ada satu pikiran yang datang, aku datang ke tempat yang waktu itu jiwaku mengajakku ke suatu tempat. Aku sedang berada di hutan bambu, jiwa itu sedang duduk, dan menatapku dengan sedih. Sepertinya dia hendak mengatakan sesuatu padaku.


"Hei kenapa kau terlihat sedih seperti itu, apa karena aku sudah mati?" kataku.


"Belum, kau belum mati, Mungkin sebentar lagi kau akan di bunuh oleh para iblis setelah kau sadar nanti" kata jiwaku.


Tidak, ini tidak mungkin, aku pasti tidak mungkin mati disini. Karena aku adalah anak ramalan itu, pasti akan ada suatu keajaiban yang datang padaku. Aku tak mungkin mati, setelah urusan di duniaku belum selesai yaitu mengalahkan raja iblis, karena aku adalah anak ramalan itu.


Bersambung...


Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.