
Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.
Lalu aku menuruti kata-katanya, dan meninggalkan dia di pohon dalam keadaan terikat. Lagi pula aku tak mau mati disini, dan lagi pula tujuanku untuk mencari batu itu, dan keluar, bukannya menolong dia, dan menghajar makhluk itu. Eh tunggu tadi dia bilang dia tak tahu makhluk macam apa itu, apakah ini berarti ada makhluk lagi selain manusia, malaikat, dan iblis.
Lalu aku melanjutkan pencarian ku untuk mencari batu jiwa itu. Tapi sepertinya aku hanya berputar-putar saja di hutan ini, karena terlihat sama, sampai sekarang aku belum menemukannya. Lalu aku melihat jejak kaki yang sangat besar, jarak jejak kaki itu ke jejak kaki yang lain sangat berjauhan, kira-kira jaraknya 200 meter.
Aku mengikuti jejak kaki itu, karena aku berpikir siapa tahu aku mendapatkan petunjuk mengenai batu jiwa itu. Tak lama kemudian aku menelusuri jejak kaki itu, jejak kaki itu menuju ke seseorang yang terikat di pohon yang tadi aku lihat. Jejak kaki itu, menghilang disana, di dekat orang tadi yang terikat, lalu aku menghampiri dia lagi.
"Hei, tadi saat pertama kali aku kesini tidak ada jejak kaki sebesar ini, apa kau melihat makhluk yang mempunyai jejak kaki ini?" tanyaku.
"Itu monster, jejak kaki itu punya monster, aku sudah bilang kepadamu tadi bukan? pergilah dari sini, jika kau tak ingin mati" kata orang itu.
"Apa kau berpikir aku lemah?" kataku.
"Hah? a, apa?" kata orang itu.
"Siapapun itu, mau makhluk seperti apapun dia, akan ku bunuh, dan Ingat aku bukan orang lemah, yang hanya diam saja tanpa usaha sedikitpun, dan aku tak akan membiarkan seseorang dalam bahaya, aku tak akan kabur lagi seperti waktu itu, aku bukan pecundang" kataku.
"La, lalu apa yang ingin kau lakukan hah? memangnya kau siapa" kata orang itu.
"Aku akan melepaskan mu dari ikatan ini, kau tak perlu tahu siapa diriku" kataku.
Lalu aku melepaskan orang itu dari ikatannya, lalu terdengar dari kejauhan ada suara langkah kaki. Langkah kaki ini terdengar sangat keras, hingga sampai-sampai aku dan orang ini merasakan seperti gempa.
"Te, terima kasih sudah menyelamatkanku, dan cepat pergilah sebelum dia datang" kata orang itu.
"Katamu jika aku melepaskan mu dari ikatan ini, aku akan terkutuk, mana aku baik-baik saja kok, dan jika aku pergi bagaimana denganmu?" kataku.
"Kau tak usah pedulikan aku, kutukan itu adalah dengan datangnya makhluk itu, aku tetap disini, dan menyerang makhluk itu, aku akan menahan dia, sementara kau cepat lari" kata orang itu.
"Sudah kubilang, aku tak akan lari lagi seperti pecundang, aku akan melindungi seseorang siapapun itu, dan lagi jangan menganggap ku seperti orang lemah" kataku.
"Baiklah jika ini yang kau inginkan, semoga kau tidak akan menyesal" kata orang itu.
"Aku tak akan menyesal, karena aku yakin pada diriku, hah, suaranya semakin dekat, dia datang" kataku.
Lalu tiba di hadapanku satu makhluk yang aneh, dengan mata yang banyak sekali. Dia sangat besar, tubuhnya terbuat dari besi yang sangat padat. Lalu dia bisa mengubah wujudnya menjadi apa saja, sekejap lengannya Berubah menjadi benda tajam.
"Ayo kita serang dia" kataku.
Lalu seperti biasa aku menggunakan summon ku, tapi summon ku ukurannya hanya setinggi manusia. Sedangkan dia 50x lebih besar sepertinya, lalu aku mencoba memanggil jiwaku, yang saat itu membantuku melawan alam.
"Hei vin, kau memanggilku lagi untuk mengalahkan makhluk itu, aku tak bisa membantumu, aku sedang malas, lebih baik kau menggunakan pelajaran yang kedua itu" kata jiwaku. Lalu dia menghilang.
"Apa yang benar saja, jiwa apaan itu yang malas-malasan, huh tapi akan ku coba pelajaran kedua itu, yang dimaksud mengendalikan alam bukan?" kataku.
Lalu makhluk itu hendak menusukku dengan senjatanya yang tajam. Lalu aku mengangkat tanganku, sambil memfokuskan pikiranku, lalu tanah yang ku injak bergerak dan melindungi ku dari serangannya.
lalu aku memfokuskan pikiranku lagi aku menjerat kaki makhluk itu dengan tanah yang dia injak. Lalu ku serang dengan menggerakkan tanah yang besar lalu membentuk sebuah tangan raksasa dengan bentuk menggenggam tangan.
tanah tangan ini lebih besar dari wujud makhluk itu 3x lipat, lalu aku menggerakkan, dan menghantam kepala makhluk itu. Hantamannya begitu dahsyat sampai-sampai tanah bergetar kencang.
"He, hebat" gumam orang itu.
Kepala makhluk itu putus, dan kepalanya terpental lalu menghilang. Tapi bagian tubuhnya tetap memulihkan keadaan, hingga dia membuat kepala lagi, tapi membuat dia semakin mengecil, dan semakin lemah.
Lalu makhluk itu berubah wujud menjadi seperti manusia, dan ukuran tubuhnya juga sama seperti manusia. Lalu dia mengeluarkan api dari tubuhnya hingga membakar dirinya, lalu melesat kencang ke arahku. Dia memukul kepalaku dengan kencang hingga aku terpental jauh sampai menabrak beberapa pohon sampai tembus.
Semua pohon yang ku tabrak tumbang, lalu nampak di kejauhan dia berlari cepat ke arahku. Aku hendak melarikan diri dengan masuk kedalam tanah, dengan menggerakkan tanah di bawahku. Aku belum berani keluar, karena aku hendak memikirkan rencana.
Namun ada suara tumbukan dari atas, sepertinya dia sedang mencariku. Akhirnya aku mendapat ide yang sempurna, lalu aku keluar dari tanah, dan terbang ke langit. Makhluk itu berada di bawahku, dan sedang melihatku ke atas, lalu dia menyemburkan api panas dengan cepat ke arahku.
Lalu aku terjatuh karena sayap-sayap ku terbakar, Aku menabrak tanah dengan begitu kencang. Sampai penglihatan ku kabur, lalu makhluk itu datang, dan berdiri di depanku, lalu dia ingin memukul ku, tapi di tahan oleh summon ku.
Tapi summon ku di serang hingga hancur tak tersisa dengan cepat. Lalu aku terbang dengan menggunakan kekuatan angin dari alam, aku mengendalikan angin hingga membuat tubuhku terbang sesukaku. Lalu makhluk itu menyerang dengan api lagi, tapi aku membalasnya dengan angin yang begitu kencang hingga apinya kembali lagi ke makhluk itu, dan membakarnya.
Lalu aku menahan dia dengan tanah, dan menghantam dengan angin yang begitu kencang hingga menusuk tubuhnya sampai berlubang-lubang. Makhluk itu bercucuran darah, dan tiba-tiba tangannya mengarahkan ke orang itu, dan dia tersedot masuk ke dalamnya.
"Ti, tidak mungkin, dia menyerap seseorang, dan lagi orang itu tak bersalah, tapi bagaimana bisa, apa karena dia mengutuknya" gumamku.
Makhluk itu berubah wujud menjadi lebih menyeramkan, dan tubuhnya berubah menjadi listrik. Tubuhnya begitu menyala-nyala, dengan listrik di sekujur tubuhnya, dan dia memukulku dengan cepat sekali, sampai aku tak bisa melihatnya.
Lagi-lagi aku terpental dengan serangannya, dan kini pentalannya lebih jauh, hingga aku menabrak suatu tebing sampai jebol. Tubuhku tak kuat lagi untuk berdiri, rasanya semua tulang ku dibuat patah olehnya. Lalu dalam sekejap mata dia berada di depanku, aku tak tahu aku harus bagaimana.
Bersambung...
Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.