Human Divination

Human Divination
Gaozi



Aku baru ingat, kalau perang ini sudah berlalu lebih dari 2 tahun. Tidak mungkin juga iblis sekuat dia masih dalam keadaan lemah padahal sudah 2 tahun berlalu. Aku tak kepikiran hal itu, tapi apakah aku masih harus melawannya. Tapi kenapa Gordon bilang kalau dia masih dalam keadaan lemah.


"Vin... sepertinya kau di tipu oleh pohon sialan itu" kata Hyun Go marah.


"Ya kau benar, tapi sepertinya dia punya alasan bukan? karena tak mungkin manusia dikhianati seperti ini" kataku percaya bahwa malaikat tak akan melakukan hal itu.


"Hatimu terlalu lemah Vin, sehingga tak bisa menerima kenyataan ini. Kau harus membalas pohon, dan malaikat tak berguna itu" kata Hyun Go.


"Ta-tapi kalau seperti itu bagaimana hubungan manusia, dan malaikat ke depannya" kataku.


"Memangnya hubungan manusia, dan malaikat sekarang seperti apa hah" kata Hyun Go.


"Kau benar juga Hyun Go, karena dia sudah membohongiku. Maka tak ada hubungan lagi antara manusia, dan malaikat" kataku.


"Kalau begitu cepatlah bertarung dengan iblis ini dulu karena dia sudah berada di hadapanmu. Setelah itu, kita lenyap kan malaikat, dan pohon tak berguna itu" kata Hyun Go.


Lalu dalam sekejap aku sadar kembali, dan berdiri. Lalu saat aku berdiri, ternyata benar apa yang di katakan oleh Hyun Go. Iblis itu sudah berada di depanku, sekarang, dan Hyun Go memberikan kekuatannya padaku.


Lalu ku gabungkan kekuatan Hyun Go dengan kekuatan ku. Aku langsung mengeluarkan badai, dan guntur di area ku. Setiap kali guntur yang mengenai kepalanya, dia hanya diam saja. Tak ada reaksi sedikitpun dari iblis itu, apa seranganku tak ada gunanya.


"Hei manusia ramalan... aku merasakan kekuatan yang luar biasa dalam dirimu. Kenapa kau tak menggunakannya, dan kau malah menggunakan kekuatan yang lemah seperti ini" kata iblis itu dengan santai sambil tersambar petir.


"Apa maksudmu hah? kau iblis makhluk terendah jangan sombong" kataku sambil mengeluarkan sayap besar ku.


"Ah... jadi kau tak tahu ya? kalau kau mempunyai kekuatan yang terpendam dalam dirimu. Eh!? tidak, itu ternyata bukan kekuatanmu, aku salah paham ternyata" kata iblis itu.


"Dari tadi kau hanya berbicara omong kosong saja. Apa kau sudah bosan hidup" kataku dengan wajah mengerikan.


Dengan mata biru yang bercahaya, dan gigi yang bertaring seperti monster. Lalu tubuh yang berduri duri, dan ada sengatan listriknya. Iblis itu masih santai saja, dan tak mengeluarkan serangannya sedikitpun padaku.


"Kau ini... sama sekali tak menyeramkan sama sekali bagiku. Lebih baik kau menemani ibumu pergi ke pasar sana" kata iblis ku sambil mengejekku.


"Beraninya kau menyebut ibuku, akan ku bunuh kau!" teriakku sambil menyerang.


Aku melesat maju ke depan, sambil menusuk perut iblis itu. Iblis itu sama sekali tak menghindari seranganku sedikitpun, dia hanya diam, dan menerima seranganku. Seranganku telah membuat perutnya bolong.


"Lihatlah apa yang telah kau lakukan pada orang sepertiku" kata iblis itu dengan santai.


Iblis itu bukannya menyerang balik, dia malah duduk santai di atas pohon sambil menggoyangkan kaki. Aku hanya melongo melihatnya yang tak peduli dengan perut bolongnya itu. Apa tak terasa sakit sama sekali, apa dia tak bisa merasakan sakit walau hanya sedikit.


"Kau... kau ini makhluk macam apa hah? kenapa kau tak merasakan sakit sama sekali. Dan malah sepertinya kau baik-baik saja setelah ku serang seperti itu" kataku bingung.


"Aku makhluk macam apa? apa kau serius bertanya seperti itu. Aku iblis lah, memangnya kau kira aku makhluk seperti apa" kata iblis itu sambil tiduran di atas pohon.


"Kenapa kau tak menyerangku hah? cepat serang aku seperti iblis lainnya" kataku.


"Untuk apa aku menyerang mu? toh tak ada gunanya menyerang mu. Lebih baik aku tidur malas-malasan disini, disini sangat sejuk, dan nikmat sekali" kata iblis itu.


Lalu aku menyerang dia yang sedang tertidur di atas pohon dengan kedua sayapku menusuk-nusuk tubuhnya. Tapi... sebenarnya dia ini apa hah? kenapa dia diam saja, dan menerima seranganku dengan tak peduli akan luka pada dirinya.


Begitu banyak luka di tubuh iblis itu, tapi kecepatan regenerasi iblis ini juga sangat cepat juga. Kecepatan regenerasi iblis ini melebihi ku, sekitar 5 kali lebih cepat dariku. Dalam beberapa jam saja dia sudah bisa sembuh total.


"Oh ayolah, cepat kau serang aku iblis pemalas. Aku sudah lelah nih, seharusnya ini kesempatan bagus untukmu" kataku sambil memancing dia.


"Tidak... gara-gara kau pohon-pohon disini banyak yang hancur. Jadi aku harus mencari pohon lain untuk ku tiduri" kata iblis itu.


"Kalau kau tak mau menyerangku, setidaknya kau bisa memberitahu padaku cara membunuhmu. Aku sudah memotong kepalamu, tapi tetap saja kepalamu tersambung kembali" kataku.


"Tidak... lebih baik kau tidur di dahan yang ini. Karena sepertinya dahan ini cukup kuat untuk di tiduri" kata iblis itu sambil menunjukkannya.


"Kenapa aku harus tidur satu pohon denganmu. Lagi pula untuk apa aku malah tidur malas-malasan sepertimu" kataku.


"Yang penting kau tidak tidur di dahan yang sama denganku bukan" kata iblis itu.


Lalu karena aku sudah lelah, akhirnya aku menurutinya. Kalau aku ingat-ingat sepertinya ini pertama kalinya aku menuruti perintah iblis. Tapi entahlah, aku juga tak tahu apa yang sedang dia pikirkan.


Sepertinya juga dia tak akan membunuhku, lebih baik aku juga istirahat.


"Hei... apa kau tak takut saat kau tidur aku akan membunuhmu" kata iblis itu.


"Hmm, aku sama sekali tak takut padamu. Aku percaya kalau kau tak akan membunuhku" kataku sambil memejamkan mata.


"Oh... baguslah kalau begitu, karena aku akan membunuhmu sekarang juga!" kata iblis itu.


Iblis itu loncat ke dahan ku, dan menarik kerah ku, dan bersiap untuk memukulku dengan tangannya. Tapi aku malah diam saja, dan tak melawan, atau sigap.


"Hei manusia ramalan... kenapa kau hanya diam saja hah" kata iblis itu dengan wajah yang ingin membunuh.


"Bukan kah aku sudah bilang padamu iblis. Aku percaya padamu, kalau kau tak akan membunuhku" kataku.


Lalu iblis itu menyerangku, tapi aku tak bereaksi sedikitpun. Tapi ternyata iblis itu malah memukul tepat, di dahan samping kepalaku sampai hancur.


"Hahaha, Kukira kau akan menghindar atau apa. Tapi ternyata kau hanya diam saja, segitu kah kau mempercayaiku? sampai kau tak menghindar seranganku" kata iblis itu.


"Ya... aku sangat percaya padamu, kalau kau tak akan membunuhku" kataku.


"Ternyata kau bisa lolos dari ujian tadi, kau tak refleks sama sekali walau aku tak menyerang mu" kata iblis itu sambil kembali ke dahannya.


Sudah berjam-jam aku tiduran di atas pohon bersama iblis ini. Sampai malam hari tiba, kami masih tetap tidur, dan tak bercakap satu sama lain. Tapi tiba-tiba saja saat malam hari, dia mengajakku berbicara.


"Hei manusia" kata iblis itu sambil menatap langit.


"Apa" begitupun denganku sambil menatap langit.



"Hmm... menurutku itu tak aneh. Karena pendapat seseorang itu berbeda-beda sesuai apa yang kita lihat. Aku juga berpikiran hal yang sama sepertimu. Walau manusia, dan malaikat berteman, tapi aku lebih memuji dunia mereka" kataku.


"Sungguh? untunglah tidak hanya aku saja yang berpikiran seperti itu" kata iblis itu.


"Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu" kataku sambil menoleh ke arahnya.


"Ya tentu saja, aku akan menjawab pertanyaan mu" kata iblis itu.


"Kenapa kau menyerang Ent itu (Gordon)" kataku.


"Ini semua adalah rencanaku sendiri. Rencana sepihak yang ku buat, bukan rencana yang di buat untuk perang seperti raja iblis" kata iblis itu.


"Hah? jadi ini rencana yang kau buat sendiri? tapi untuk apa kau menyerang Ent itu (Gordon)" kataku.


"Agar ramalan ramalan itu bisa di selesaikan dengan cepat. Agar tidak ada yang namanya ramalan lagi di dunia ini. Sehingga dunia kita, bisa menjadi dunia yang damai" kata iblis itu.


"Hah? apa maksudmu? apa dengan cara menyerang Ent itu (Gordon), dan para malaikat kau bisa mendamaikan dunia ini" kataku.


"Lalu memangnya apa yang kau lakukan dengan para iblis. Bukankah yang kita lakukan sama saja, dan tak ada bedanya" kata iblis itu.


Lalu aku terdiam pada kata-katanya, yang dikatakan dia benar juga. Apakah tak ada cara lain untuk mendamaikan dunia yang terpecah belah ini. Tapi tadi dia bilang untuk mempercepat ramalan. Apa maksudnya itu agar tak ada ramalan lagi.


Apa maksudnya sampai ramalannya menghilang. Kalau tidak salah iblis juga mempunyai ramalan, aku masih ingat yang dikatakan iblis itu waktu bertarung denganku. Dia bilang kalau ramalannya adalah, untuk membunuh manusia ramalan manusia.


Yang berarti yang dimaksud membunuh ramalan manusia itu adalah aku. Apakah pada akhirnya setelah aku mati, dunia akan damai. Jadi ramalan manusia, dan iblis itu berlanjut ya, setelah ramalan manusia terwujud.


Baru ramalan iblis terwujud, eh tunggu. Kalau seperti itu dunia belum damai namanya. Karena masih ada pembunuhan, dan iblis membunuhku, kalau begitu. Ramalan iblis lah yang pertama terwujud, lalu ramalan manusia setelahnya.


Jadi benar, setelah aku mati dunia akan damai. Karena ramalan manusia kan, untuk mendamaikan ke tiga dunia saja. Oleh karena itu aku harus mati untuk mendamaikan ke tiga dunia ini. Jadi... aku tak bisa melihat ke 3 dunia ini damai ya.


Tapi tak apalah, walau aku mati yang terpenting ada ramalan itu bisa terwujud. Yang penting kedamaian itu akan hadir pada masanya aku mati. Aku berkorban untuk ke 3 dunia ini agar damai selalu.


"Hei... ngomong-ngomong namamu Vin ya?" kata iblis itu.


"Ya benar, namaku Vin. Aku pasti sudah cukup terkenal di duniamu ya" candaku.


"Ya begitulah, kau memang sudah terkenal akan bahaya mu bagi kami. Tapi aku tak peduli, karena kami iblis masih punya ramalan" kata iblis itu.


"Ya aku juga sudah tahu ramalan iblis" kataku.


"Hah? apa? yang benar saja bagaimana kau tahu? kau pasti berbohong kan" kata iblis itu tak percaya.


"Tentu saja aku tak berbohong padamu, aku sudah tahu ramalan kalian para iblis. Apa kau tak percaya padaku, apa perlu aku ceritakan?" tanyaku.


"Hmm... tak perlu, kau tak perlu menceritakan padaku. Karena aku juga percaya padamu" kata iblis itu.


"Oh ya, namamu siapa? sejauh ini kita berbicara. Kau belum memberitahukanku namamu" kataku.


"Ah iya benar juga, salam kenal ya. Namaku Gaozi" kata iblis itu dengan tersenyum padaku.


"Ya... salam kenal Gaozi, mulai sekarang mari kita berteman" kataku.


"Ya mulai sekarang kita berteman, mohon bantuannya sekarang" kata iblis itu.


"Aku juga mohon bantuannya padamu, tapi aneh juga ya jika sesama musuh bebuyutan saling berteman" kataku.


"Hah? apa anehnya, kan karena kita saling percaya. Itu saja sudah cukup untuk saling memahami satu sama lain" kata iblis itu.


"Saling percaya ya... hmm kalau dipikir-pikir. Yang kau katakan benar juga! bagaimana kalau kita membuat kepercayaan pada manusia, dan iblis. Agar kita bisa saling berteman nantinya" kataku.


"Sepertinya hal itu tak mungkin terjadi, apa kau lupa pada ramalan mu hah?" tanya iblis itu.


"Oh iya, kau benar juga Gaozi. Apa kau tahu, nanti saat dunia kita damai. Kau tak akan melihatku" kataku dengan sedih.


"Ya aku juga tahu itu, karena ramalan manusia itu butuh tumbal dari ramalannya. Tapi aku janji kok, saat dunia kita sudah damai, aku akan mengunjungi makam mu selalu" kata Gaozi.


"Benarkah? terima kasih Gaozi. Hoamm sepertinya sekarang sudah tengah malam. Aku ingin tidur" kataku.


"Ya begitulah, aku juga ingin tidur, aku ngantuk... sekali" kata Gaozi.


Lalu kami tertidur di dahan pohon dengan pulas. Lalu pagi harinya aku terbangun, karena di bangunkan oleh seseorang. Setelah kulihat ternyata, yang membangunkan ku adalah para malaikat yang tadi.


Rasa marahku juga pada malaikat menjadi hilang karena aku malah berteman dengan iblis itu. Dan juga pada saat tidur, di mimpiku Hyun Go bilang, jangan membenci malaikat. Karena iblis itu tak membahayakan diriku, tapi pandangan Hyun Go.


Terhadap iblis itu (Gaozi) sama seperti iblis lainnya. Dia tetap membenci para iblis, tapi aku melihat ke dahan yang dia tiduri. Dia sudah tak ada disana, mungkin karena dia tahu para malaikat akan datang kesini.


"Tuan Vin... apa anda tak apa-apa. Apa yang terjadi padamu tuan Vin? kenapa kau tidur disini, atau pingsan karena iblis itu menyerang mu" kata malaikat itu.


"Aku hanya tertidur disini saja kok, tapi aku punya pertanyaan buat kalian. Kenapa kalian membohongiku, aku jadi teringat karena sudah dua tahun lamanya. Tidak mungkin kan iblis seperti dia kekuatannya tak pulih kembali" kataku.


"Hmm, maafkan kami sebelumnya, karena itu adalah perintah dari Gordon pada kami untukmu" kata malaikat itu.


"Hmm baiklah kalau begitu, aku juga tak menemukan iblis itu" kataku.


"Tuan Vin, anda di suruh kembali untuk menemui Gordon sekarang juga" kata malaikat itu.


Lalu aku menurutinya, dan kembali ke tempat dimana Gordon berada. Walau sangat jauh sekali untuk kembali ke tempat Gordon, tapi aku butuh penjelasan darinya. Kenapa dia berbohong padaku.


Bersambung...