Human Divination

Human Divination
Kelompok Berjubah



Jumlah mereka hanya satu, dan dari pakaiannya sepertinya dia adalah anggotanya. Pasti akan lebih mudah melawan anggotanya, dia segera kabur, dan sedang membuka portal. Aku segera mengejarnya, dan menariknya saat dia sudah masuk setengah tubuhnya ke portal.


Akhirnya dia terjatuh karena aku tarik, dan portalnya menghilang karena tak jadi masuk. Lalu dia bangkit, dan menendang ku, aku langsung menahannya dengan tenaga dalam. Kami bertarung menggunakan seni beladiri yang kami pelajari.


Aku terus bertarung sekitar 20 menit, di dalam rumahku tanpa henti. Tak memakai kekuatan, atau sihir, hanya tangan kosong yang di tambah tenaga dalam saja. Beberapa fasilitas rumahku banyak yang hancur, dan rumahku juga pada jebol.


Karena kebisingan yang kami buat, Zack akhirnya terbangun dari tidurnya, "Hmm maaf aku mengganggu,. silahkan lanjutkan" kata Zack sembari masuk ke kamarnya lagi. Itu membuat kami berhenti sejenak dari pertarungan kami.


Kami masih terus bertarung, pertarungan beladiri kami sangat sengit, dan sangat merusakkan. Lalu aku mengambil kesempatan di saat dia lengah sedikit, aku langsung memukul ulu hatinya dengan sangat keras, sehingga dia terpental, dan pingsan.


Dia tergeletak di wastafel dapurku, dan aku mendekatinya untuk membuka topengnya. Saat aku ingin membuka topengnya, muncul portal dari atas yang menarik orang itu. Dan menghilang, aku tak sempat untuk mengikutinya, atau menahannya.


Lagi-lagi aku gagal terus, untuk mengetahui identitas orang berjubah itu. Lalu Zack keluar setelah dia tahu pertarungan ku sudah selesai, "Wah... keadaan rumah yang cukup menarik" kata Zack.



"Hahaha....... Tidaaaak!" teriakku setelah menyadari kalau rumahku hancur berantakan. Aku terjatuh lemas di lantai, sambil memegang kepalaku seolah-olah aku pusing.


"Oh ayolah friends, kehancurannya tidak seberapa besar kok. Ini masih bisa di perbaiki lagi, atau..... di bangun ulang hehe" kata Zack menepuk pundak ku.


"Oke baiklah! karena aku tak suka memperbaiki rumah yang sudah hancur seperti ini. Maka aku lebih suka membangun ulang rumahku, akan ku hancurkan dulu rumahku. Kau keluar dulu Zack" kataku, langsung berdiri dengan semangat yang meledak-ledak.


Lalu kami berdua keluar dari rumah, dan aku mengeluarkan serangan penuh untuk menghancurkan rumahku. Lalu aku membangun kembali menggunakan sihirku, keluarlah balok kayu yang banyak.


Lalu dengan sihirku, aku menggerakkan semua bendanya untuk membangun rumah. Sekitar 4 jam, rumahku kembali jadi lagi, sekarang terlihat lebih indah karena kayu yang sangat berkualitas yang ku pilih untuk menjadi rumah kayu.


"Hei kenapa kau menganga begitu Zack" kataku dengan sombongnya.


"Eh, ah tidak kok, aku hanya terkesan saja" kata Zack yang kembali sadar.


"Hmm begitu ya... kalau begitu ayo kita masuk ke dalam rumah baruku untuk melihat-lihat" Kataku mengajak Zack masuk.


Setelah aku masuk, "Hmm kini kau yang terngaga Vin, haha lihat dirimu suram" kata Zack.


Aku lupa kalau barang-barang ku, dan alat-alat, seperti peralatan memasak. Mesin cuci, kompor, dan yang lainnya hancur lebur karena aku yakin telah melakukannya. Sementara Zack, ternyata barang-barang dia dibawa sebelum ku hancurkan.


"Hei Vin, apa kau baik-baik saja? kau sudah terdiam selama beberapa jam disitu" kata Zack.


"Ya aku baik-baik saja, silahkan kau nikmati rumah ini Zack" kataku dengan pikiran kosong.


"Oh ayolah bung! kita beli lagi saja barang-barang yang kau perlukan" kata Zack.


"Aku tidak punya uang sekarang, uang-uang ku yang nilainya triliunan hancur olehku" kataku.


"Bagaimana ini... bagaimana ini... bagaimana ini..." kataku seperti orang bodoh.


Lalu Zack menampar ku begitu kencang," Hei tenanglah, kau semakin terlihat bodoh kalau seperti ini. Tenang saja aku akan membayar semua kebutuhan untukmu. Karena sebenarnya, aku mempunyai uang yang sangat banyak di tas ku ini" kata Zack sambil menunjukkan tasnya padaku.


Lalu aku langsung meloncat, dan mengambil tas milik Zack," ini tas milikku, kembalikan, dan ini juga uangku kan" kataku sambil menarik tasnya dari Zack.


"Hei ini uang milikku tahu, sebelum aku datang ke duniamu. Aku membawa uang yang sangat banyak, dan lagi ini juga uang hasil jerit payahku untuk menjual es krim saat itu" kata Zack.


"Hei apa kau tak ingat, waktu itu aku yang memborong es krim mu tahu. Jadi ini uang milikku" kataku.


"Karena kau sudah membeli es krim ku maka uang ini milikku... ah baiklah terima ini" kata Zack yang tiba-tiba melepaskan tasnya di saat aku menariknya dengan kuat.


Aku pun terpental dengan kencang, hingga kepalaku terbentur tembok. Dan aku ketawa-ketawa setelah mendapatkan tas milik Zack, dan meloncat-loncat seperti orang gila.


"Astaga anak ini, sepertinya dia sudah gila" kata Zack dalam hati.


Lalu akhirnya kami pergi ke toko perabotan untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari kami. Dan beberapa bahan makanan yang untuk di masak nanti, ternyata uang Zack banyak sekali. Oh iya aku baru sadar, kalau dulu Zack adalah sultan.


Lalu kami pergi ke toko baju, untuk membeli baju untukku. Lalu beli di mall untuk membeli kompor gas, mesin cuci, dan lain sebagainya yang pasti di butuhkan untuk kegiatan sehari-hari. Lalu setelah itu kami pulang ke rumahku, aku melihat banyak tim petugas keamanan menjaga rumahku.


Kalau sampai ada petugas keamanan yang datang kesini secara tiba-tiba. Berarti akan datang kelompok berjubah itu, dan peperangan yang pasti terjadi di antara kami. Oh tidak, bagaimana jika rumahku hancur lagi, aku sudah lelah membangun rumah terus-terusan.


Lalu ketua petugas tim keamanan datang menghampiri ku, "Tuan Vin, kau memanggil kami lagi. Apakah kelompok orang berjubah itu akan datang lagi?" tanya orang itu.


"Sudah kubilang berapa kali pada kalian, kalau aku tak pernah memanggil kalian. Aku saja tak punya benda itu lagi" kataku sambil berjalan membawa barang-barang ku masuk ke rumah.


"Walau aku tak mengerti maksud anda tuan Vin. Pasti tetap akan ada peperangan bukan, seperti sebelum-sebelumnya" kata orang itu sambil membantuku membawa barang-barangnya masuk.


"Ya kau benar, aku tak tahu orang mana yang memiliki benda itu. Sehingga kalian datang beramai-ramai, tapi aku juga curiga bagaimana dia bisa tahu kalau kelompok berjubah itu datang tepat waktu" kataku sambil membereskan barang-barangnya.


"Baiklah juga tuan Vin tetap berkata yang sama. Maka kami tak akan bilang kalau anda yang memanggil kami mulai sekarang. Kami sangat bersyukur kepada orang yang memberitahukan kepada kami melalui benda itu" kata orang itu.


"Ya aku juga, pokoknya siapa dia. Aku ingin sekali berterima kasih padanya" kataku.


Lalu beberapa petugas keamanan ikut membantu ku dalam menyusun perabotan ini. Beberapa lagu bertugas untuk menjaga tanda-tanda kedatangan kelompok berjubah itu. Setelah kami selesai menyusun perabotan, orang-orang berjubah itu datang mengelilingi rumahku.


Lalu kami keluar semua dari rumah, sementara Zack aku menyuruhnya untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah. Agar dia tak kenapa-napa, saat aku keluar dari pintu aku tak melihat pemimpinnya. Namun ada yang memanggilku dari atas rumahku, dan ku lihat ternyata dia pemimpinnya.


Bersambung...


Tolong bantu teman-teman untuk men-share novel saya agar lebih terkenal. Dan juga jika kalian berkenan untuk memfollow lg saya @mnovrialz nanti ku follback kok. Terima kasih semuanya