
Hanya namanya saja kroto, tapi sebenarnya itu adalah benda. Benda yang seperti pedang yang agak besar, dan di ujungnya bercabang. Itu adalah benda yang di temukan di dunia iblis oleh raja iblis.
Entah siapa yang membuat pedang itu, dan anehnya kenapa raja iblis menyebutkan pedang itu dengan nama kroto. Padahal kan kroto itu telur semut, sebenarnya apa yang dia pikirkan saat menemukan pedang itu.
Lalu raja iblis mencoba memotong rantai besar yang mengikatnya itu dengan pedang kroto. Namun apa yang terjadi, tak membuahkan hasil sedikitpun, rantai itu kebal terhadap sayatan pedang itu. Padahal pedang kroto itu lebih kuat dari pedang legendaris ku, sebenarnya rantai itu sekuat apa.
"Apa!? ini tidak mungkin, akan ku coba lagi dengan kekuatan penuh" kata raja iblis sambil mengalirkan energinya ke pedang itu.
Agar pedang itu semakin kuat, lalu saat di coba lagi. Hasilnya sama saja, rantainya terlalu kuat, sampai tak ada efek sama sekali. Raja iblis terus-terusan membacok rantai itu terus-terusan sampai ia kelelahan.
"Hah... hah... rantai macam apa ini yang mengikat ku. Kau dasar wanita, siapa sebenarnya kau" kata raja iblis.
"Mana yang kau pilih, terus terikat sampai seperti itu. Atau kau mau pergi dari sini, dan akan ku lepaskan rantai itu" kata Naozi.
"Argh tidak ku sangka ada makhluk yang lebih kuat dariku. Makhluk apa dia? malaikat? manusia? atau iblis?" kata raja iblis dalam hati.
"Kalau kau tak menjawab berarti itu tandanya kau memilih untuk tetap di rantai" kata Naozi.
"Grrrr... baiklah aku akan pergi dari sini. Cepat lepaskan aku" kata raja iblis.
Lalu tiba-tiba saja rantai yang mengikat raja iblis menghilang. Lalu setelah rantai itu di lepas raja iblis pergi melewati jalan yang dia masuki tadi. Untunglah dia menepati janjinya sebagai raja, namun. Tiba-tiba saja raja iblis melesat dengan cepat ke arahku.
Raja iblis mengepalkan tangannya, dan saat tangan itu hendak persis sekali berada di depan mataku. Tiba-tiba saja Naozi mengeluarkan rantainya lagi, dan menarik raja iblis dengan kuat.
"Akh... k-kau! akan ku bunuh kau wanita sialan!" teriak raja iblis yang terlihat sangat marah.
"Memangnya kau bisa apa dengan keadaan mu yang seperti itu" kata Naozi merendahkan.
Lalu raja iblis sangat marah ketika dirinya di rendahkan oleh orang lain. Di tubuhnya keluar aura aura hitam kemerahan, dan tubuhnya semakin membesar. Sehingga rantainya mulai retak, dan akhirnya rantai itu hancur. Jadi ini wujud yang sebenarnya dari raja iblis, ini adalah wujud yang waktu itu ada di mimpiku.
Aku tak menyangka kalau rantai itu bisa di hancurkan. Aku terkejut begitu melihat rantai itu di hancurkan, namun tidak dengan Naozi. Dia malahan terlihat sangat santai sekali saat rantai itu di hancurkan.
"Wah wah kau hebat sekali ya bisa menghancurkan rantai itu. Tapi bagaimana dengan rantai yang lebih kuat" kata Naozi.
Lalu tiba-tiba Naozi mengeluarkan rantai yang lebih besar, dan sepertinya terlihat lebih keras, dan kokoh dari yang sebelumnya. Rantai itu berduri duri mengikat tubuh raja iblis, lalu di tarik, dan terjatuh. Lalu raja iblis mencoba untuk menghancurkannya lagi, namun dia tak bisa menghancurkannya karena terlalu kuat.
"Ada apa iblis? kenapa kau tidak berbicara lagi padaku?" kata Naozi.
"Ma-maafkan aku... tolong maafkan aku, dan biarkan aku pergi dari sini" kata raja iblis memohon.
Aku belum pernah melihat raja iblis memohon kepada orang lain, di tambah lagi dia menundukkan kepalanya. Namun Naozi tak menjawabnya begitu lama, begitu juga denganku, kami tak saling berbicara. Keadaan begitu canggung, raja iblis masih saja menundukkan kepalanya di hadapan Naozi.
Lalu tiba-tiba, "Baiklah kalau begitu, kau sudah membuktikan kepadaku kalau kau kali ini sudah benar-benar tak melanggar ucapan mu. Kau ku perbolehkan pergi dari sini, dan jangan pernah lagi kau menemui ku, mengerti?" kata Naozi.
Lalu tiba-tiba rantai yang mengikatnya menghilang, "Terima kasih, tapi sebelum aku pergi bolehkah aku tahu. Siapa dirimu?" tanya raja iblis, terus menundukkan kepalanya.
"Sudah ku bilang tadi, kalau aku adalah pacarnya Hyun Go" kata Naozi.
"Hah!? apa maksud..." kataku, dan tiba-tiba mulutku di tutup olehnya.
Akhirnya raja iblis itu menepati ucapannya, dan pergi keluar, dan tak akan pernah kembali lagi kesini. Akhirnya aku lega setelah dia benar-benar akan pergi, ku kira saat itu. Naozi akan membiarkan ku di bunuh olehnya, untung saja tidak.
Lalu aku beranjak, untuk pergi keluar dari tempat ini, "Kau mau kemana?" tanya Naozi tiba-tiba.
"Sudah waktunya aku pergi..." kataku, tiba-tiba saja ada rantai yang menarik ku ke pelukannya.
"Kau tak boleh pergi dulu, temani sebentar lagi untukku" kata Naozi memeluk kepalaku.
"Ah!? astaga kau bikin aku kaget saja, ku kira aku akan terjatuh. Baiklah aku akan tinggal disini sampai kau puas, tapi setidaknya lepaskan aku. Ini terlalu hmm" kataku.
"Hmm baiklah, terima kasih sudah mau menemaniku. Ayo kita masuk ke rumahku, apa kau ingin ku buatkan teh?" tanya Naozi sambil masuk ke dalam rumah.
"Hmm baiklah kalau kau memaksa, aku akan tunggu disini saja" kataku.
"Masuklah ke dalam, kau duduk saja di dalam, di ruang tamu" kata Naozi menarik ku masuk ke dalam.
Lalu aku menurutinya, dan duduk di kursi ruang tamu. Sambil menunggu tehnya siapa, aku melihat-lihat keadaan dalam rumah Naozi. Rumahnya terlihat sangat indah, baik dilihat dari dalam, ataupun dari luar. Rumah yang sangat sempurna, namun rumah seindah ini sayang sekali jika hanya di tinggali oleh dia sendiri saja.
Lalu Naozi datang sambil membawa dua cangkir teh, " Ini tehnya silahkan di minum, " kata Naozi memberikan padaku, lalu duduk di depanku.
Lalu aku menerima tehnya, "Terima kasih" kataku, sambil meminum tehnya.
Setelah ku minum teh itu rasanya enak sekali, sangat nikmat saat diminum. Aku belum pernah merasakan teh seenak ini seumur hidupku. Rasanya sangat sempurna, sampai tak sadar aku mengatakan kalau tehnya sangat enak sekali.
"Tehnya sangat enak sekali" kataku tanpa sadar keluar dari mulutku.
"A-apa!? apa kau bilang!?" tanya Naozi dengan wajahnya yang memerah.
"Hah? memangnya aku berbicara apa tadi" kataku kebingungan karena tak tahu apa yang ku ucapkan barusan karena tak sadar.
"Tadi kau jelas-jelas bilang kalau teh buatan ku... hmm sangat enak" Kata Naozi sambil memegang rambutnya untuk menutupi mulutnya.
"Eh!? sejak kapak aku bilang? sepertinya aku tak pernah bilang" kataku.
"Tapi... terima kasih" kata Naozi memalingkan mukanya.
"Oh ya kau bilang waktu itu, kalau seorang dewa menciptakan makhluk hidup. Tatanan dunia akan berubah ya, apa berarti karena aku diciptakan, dunia akan berubah. Tak seperti apa yang sebelumnya di rencanakan oleh yang maha kuasa ya" kataku.
"Ya... semuanya telah berubah, walau hanya satu saja yang ku ciptakan. Akan menimbulkan perubahan yang besar bagi semuanya" kata Naozi.
Jadi... kira-kira sebelum aku diciptakan, apakah tak ada yang namanya ramalan sebelumnya. Karena ramalan itu ada, karena ada aku yang menemukan prasasti itu bukan. Jika bukan aku yang menemukannya, atau aku tak ada.
Pasti tak ada yang namanya manusia ramalan, dan tidak ada Vin yang di sebut sebagai manusia ramalan. Jika tak ada aku, bagaimana keadaan dunia manusia, apakah akan terus berada di bawah.
Bersambung...