Human Divination

Human Divination
Hari Ke 7



Lalu aku mengayunkan pedangku tepat di kepalanya, dia mati dengan tersenyum. Seolah-olah dia telah melakukan kebaikan di akhir hidupnya. Lalu setelah dia mati aku bawa mayatnya di perusahaan untuk di periksa. Karena setiap iblis yang di bunuh harus di bawa ke perusahaan, karena bisa digunakan untuk menambahkan kekuatan dari iblis yang dibunuh.


Mayat iblis itu di bawa ke laboratorium, yang ada di bawah tanah perusahaan. Untuk diteliti, dan dijadikan sebuah pil, jika memakan pil itu, maka akan mempunyai kekuatan dari iblis yang dibunuhnya itu. Aku kembali ke rumahku, aku memandangi rumahku yang hancur terbakar itu. Satu-satunya peninggalan yang berharga bagiku, aku tak bisa menjaga rumah ini dari kehancuran.


Lalu Rick memanggilku, "Hei Vin... kau jangan merasa bersalah seperti itu. Karena masih ada peninggalan yang menurutmu berharga disini" kata Rick.


"Hah? memangnya apa? rumah ini kan sudah hancur lebur. Memangnya peninggalan apa yang masih tersisa?" tanyaku.


"Coba kau buka tumpukan kayu itu" kata Rick sambil menunjukkan tempatnya dengan tangkainya.


Lalu aku membuka tumpukan kayu itu, setelah kubuka aku baru ingat. Kalau masih ada ruang bawah tanah yang waktu itu aku mendapatkan kekuatannya dari sini. Tempat buku itu berada, lalu aku masuk kedalam ruang bawah tanah itu, keadaannya masih baik-baik saja.


Lalu untuk sementara aku tidur di ruang bawah tanah itu dulu untuk istirahat. Lalu esoknya aku bangun pagi, dan segera pergi ke pusat area latihan, murid-muridku sedang menunggu kedatanganku. Mereka menyambut ku dengan sangat bahagia, lalu mereka menunjukkan hasil latihan mereka tadi malam. Setelah kulihat perkembangan sihir mereka meningkat pesat, kurasa mereka sudah cukup kuat untuk berperang.


"Perhatian semuanya! ini adalah latihan terakhir untuk kalian semua! jadi kumohon lakukan yang terbaik untuk latihan terakhir ini! karena kita akan mulai berperang besok!" kataku.


Lalu aku mengajarkan mereka dengan sangat serius karena hari ini adalah hari terakhir latihan. Aku juga memberikan mereka sebuah pil, agar mereka menjadi lebih kuat, dan tak kalah dengan kekuatan iblis. Yang kuberikan pada mereka adalah pil iblis tingkat A-S agar mereka menjadi lebih kuat.


Jumlah manusia semakin berkurang setiap harinya, ini dikarenakan penyerangan iblis dengan cara diam-diam. Mereka menggunakan cara yang licik untuk menghabisi manusia. Di area latihan ini aku membuat pelindung sihir dari kekuatanku, agar tak ada iblis yang menyerang secara tiba-tiba.


Lalu hari mulai gelap, kami semua beristirahat sejenak, untuk menghilangkan rasa lelah. Sementara saat kami sedang beristirahat, aku mengajarkan mereka tentang iblis. Iblis apa saja yang pernah ku lawan, saat aku sedang bercerita pak direktur Sunghon datang ke area pelatihan ku.


"Vin bisa kita bicara sebentar" kata pak direktur Sunghon.


"Baiklah pak... apa yang ingin bapak bicarakan?" tanyaku.


"Apa kau tahu iblis yang kau bunuh waktu itu adalah iblis yang sudah membunuh kakekmu. Jadi sisa 4 iblis lagi yang belum kau bunuh" kata pak direktur Sunghon.


"Apa pak! jadi iblis yang membunuh kakekku adalah iblis yang ku lawan tadi malam. Kalau begitu aku akan mencari 4 iblis lainnya, akan kubunuh mereka semua. Agar mereka merasakan sakitnya terbunuh" kataku.


"Dan juga bapak ingin bilang ini padamu. Kalau iblis yang di pulau itu, yang saat itu kau sedang bertugas untuk mengecek tempat iblis itu bermunculan. Dari sisa-sisa kekuatan yang ada di pulau itu adalah salah satu iblis yang membunuh kakekmu. Kekuatan yang bisa mengeluarkan tanah neraka itu adalah iblis pemimpin dari kelima iblis itu. Iblis itu setingkat SSS" kata oak direktur Sunghon.


"Apa! tingkat SSS? pantas saja dia kuat sekali. Sampai-sampai aku tak berdaya melawannya, akan kubunuh dia saat di pertarungan ini" kataku.


"Tapi kenapa dia tak membunuhmu, Vin" kata pak direktur Sunghon.


"Ah soal itu... aku tidak tahu mengapa dia membiarkan aku hidup" tanyaku.


"Jangan sampai karena dia membiarkan kau hidup, kau jadi tak ingin membunuhnya, Vin" kata pak direktur Sunghon.


"Baiklah bapak percaya padamu, Vin karena kau ingin balas dendam kan" kata pak direktur Sunghon.


"Iya pak, saya pasti akan membalaskan dendam untuk kakek saya" kataku.


"Kalau begitu bapak pergi dulu, hanya itu saja yang ingin bapak sampaikan padamu Vin. Kalau begitu kau ajarkan lagi mereka. Bapak ingin pergi lagi" kata pak direktur Sunghon.


"Baik pak... ayo semuanya! kita latihan lagi! jangan buang kesempatan terakhir kalian!" kataku.


Hari ini aku mengajarkan mereka dengan keras, sampai mereka sudah sangat kuat. Ada yang sudah bisa menggunakan kekuatan untuk memanggil, dan ada juga kekuatan pelindung, dan lain-lain. Mereka sudah sangat berkembang, aku yakin pasti umat manusia akan menang.


Saat malam harinya lagi ada yang menggantikan aku untuk mengurusi murid-muridku. Mungkin agar saat perang nanti aku tidak terlalu lelah. Aku kembali lagi ke rumahku untuk beristirahat di ruang bawah tanah itu. Sebelum aku ingin tidur aku berbicara sebentar dengan Rick terlebih dahulu.


"Hei Vin kau pulang lagi?" kata Rick.


"Iya aku pulang lagi... hmm dimana temanmu yang kemarin" kataku.


"Oh dia... dia sedang tak datang menemui ku hari ini" kata Rick.


"Oh baiklah... kalau begitu aku masuk dulu ya. Aku sangat lelah" kataku.


"Baiklah tuan" kata Rick.


"Eh!? kenapa kau memanggilku tuan?" tanyaku.


"Ah itu... itu karena kau sudah mengurusku jadi aku panggil tuan saja. Haha bolehkan?" kata Rick.


"Baiklah seterah kau saja mau memanggilku apa" kataku.


Lalu aku masuk kedalam ruang bawah tanah, aku tiduran memandangi buku-buku yang ada di ruangan. Rasanya aku tak bisa tidur begitu saja, kurasa aku ingin membaca salah satu buku saja. Lalu aku mengambil salah satu buku yang ada di ruangan ini. Buku ini berisi foto-foto saja ternyata, kukira hanya tulisan saja yang ada didalamnya.


Di foto-fotonya juga ada tahun, dan tanggal kematiannya. Aku tak tahu foto-foto apa ini, lalu aku lihat di akhir buku itu ada tempat foto yang tak terisi. sekarang adalah tahun 2015, foto terakhir kematian seseorang itu pada tahun 2000. Dan juga tanggal-tanggal yang tertulis di buku itu tepat dengan tanggal lahirku, aku lahir pada tahun 2000, dan dia mati pada tanggal 2000 juga.


Sebenarnya foto-foto siapa ini, kenapa kakek tak memberitahuku. Sebenarnya siapa orang-orang ini, foto pertama yang ada di buku itu sudah 10 abad lamanya dia mati. Lalu ku perhatikan sekali lagi foto itu, ternyata di pojok foto itu tertulis namanya setiap foto. Dan kulihat nama di foto yang pertama itu adalah "Hyun go" seingat ku dia adalah orang pertama yang menemukan buku ini.


Bersambung...