Human Divination

Human Divination
Hyun Go (2)



Setruman listrik milik Hyun Go berwarna hijau, itu adalah energi listrik terkuat dari yang lain. Sedangkan aku berwarna biru, itu adalah yang paling lemah di antara yang lain. Sampai-sampai iblis itu teriak kesakitan, dan tubuhnya tak berhenti bergetar.


Lalu iblis itu langsung mengeluarkan dinding yang sangat tinggi dengan cepat dari tanah. Dinding yang dia gunakan mengenai ku, jadi aku ikut terangkat bersama dengan dindingnya.


Lalu iblis itu membuat portal di belakang tubuhnya, sehingga dia terjatuh sendiri ke dalam portal itu, dan pergi. Aku sangat marah karena musuh yang ada di hadapanku bisa lolos begitu saja.


Aku marah, dan menghancurkan tembok batu neraka yang mengangkat ku tadi. Lalu para petugas keamanan datang menemui ku, dan menghentikan ku yang sedang marah-marah.


"Tuan Vin hentikan itu! anda bisa terluka jika terus-terusan memukul tembok yang tak mungkin kita sebagai manusia menghancurkannya" kata petugas keamanan.


"Tak mungkin hah?" kataku seraya tembok itu hancur berkeping-keping.


Lalu mereka terkejut melihat tembok itu hancur, "I-ini tidak mungkin... bagaimana bisa kau tuan Vin menghancurkannya yang bagi seorang manusia itu adalah mustahil. Tetapi kau bisa menghancurkannya dengan begitu mudah. Bahkan bagi manusia saja tanah neraka itu mustahil di hancurkan" kata petugas keamanan.


"Berisik kau, sudahlah aku akan menyusul iblis itu!" kataku dengan emosi yang membeludak.


Aku langsung segera menyusul pergi iblis itu, dengan menggunakan kekuatan portal yang ku miliki. Namun aku terkejut, setelah melihatnya ternyata iblis itu tak mengikuti para kelompok berjubah itu.


Dia memasuki portal ke tempat lain, agar aku tak bisa menemukan yang lainnya. Aku melihat dia berbaring lemas di tanah, sambil batuk-batuk darah, dan juga tubuhnya berlumuran darah.


"Kau! beraninya kau menipuku! kalau begitu akan ku selesaikan kau disini" kata Hyun Go.


"Hahaha, aku terkejut begitu melihat dirimu yang berbeda Vin. Entah kenapa kau menjadi sosok dengan kepribadian yang terlihat jahat sekarang. Dan anehnya lagi tiba-tiba kau memiliki kekuatan yang luar biasa" kata iblis itu.


"Bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku akan membunuhmu suatu hari nanti. Jadi sudah terbukti kan, kalau sekarang kau akan mati di tanganku" kataku.


"Yah baiklah, silahkan kau bunuh aku sekarang" kata iblis itu pasrah, dia tak memiliki kekuatan lagi untuk kabur.


"Kau... kenapa kau masih ingin mati? kenapa kau tak memberitahu padaku dimana para kelompok berjubah itu berada. Padahal aku sedang memberimu banyak waktu untuk mengatakan dimana mereka berada" kataku.


"Aku tak bisa membiarkan mereka mati di bunuh oleh seseorang. Aku rela mati demi mereka, karena mereka sangat berharga bagiku" kata iblis itu.


"Hahaha... kau ini lucu sekali, kau rela mati demi mereka? yang bahkan mereka itu adalah musuh kalian para iblis" kataku.


"Apa!? jadi kau sudah tahu kalau mereka adalah manusia. Dan hanya aku yang satu-satunya iblis yang masuk ke dalam kelompok itu" kata iblis itu terkejut.


"Ya tentu saja, karena aku bisa membedakan mana yang kekuatan manusia, dan mana yang kekuatan iblis. Sebelum kau benar-benar mati, aku ingin bertanya padamu" kataku.


"Hmm? apa itu?" kata iblis itu.


"Kenapa kau rela berkorban demi seseorang?" tanyaku dengan serius.


"Itu karena... karena mereka adalah temanku, tapi tiba-tiba saja direktur Wang berubah menjadi jahat. Dan memusuhi para manusia, direktur Wang menjadi seperti iblis. Dan juga para anggotanya asal mengikuti saja perintah dari direktur Wang" kata iblis itu.


"Hmm jadi yang membuat jahat itu adalah kristal merah itu ya" kataku.


"Lalu aku mengikutinya saja, karena aku tak ingin kehilangan teman satu-satunya yang berharga bagiku. Lebih baik aku mati bukan, dari pada dia yang mati terlebih dahulu. Kalau kau jadi aku sudah pasti kau akan berpikir hal yang sama bukan" kata iblis itu.


"Eh!? ta-tapi bukankah kau sangat sedih saat kehilangan temanmu saat itu" kata iblis itu.


"Ah itu aku cuma berakting saja kok, karena di sana sedang banyak orang. Jadi aku harus bersifat layaknya manusia bukan, tapi berbeda disini. Disini hanya ada kita berdua saja, aku bisa mengungkapkan siapa diriku sebenarnya, hahaha" kataku.


"Apa!? kau, kau kenapa Vin? kenapa kau berubah? padahal aku melihatnya. Kau sangat tulus menangis untuk seorang sahabat mu, tapi kenapa sekarang kau seperti ini?" tanya iblis itu.


"Argh sudahlah diam! aku tak mau mengingatnya. Itu bukanlah a..." kataku, hampir saja kalau aku mau bilang kalau aku adalah Hyun Go.


"Lagi-lagi kau tak mau mengatakannya, apa kau mau bilang kalau dirimu bukanlah Vin?" tanya iblis itu.


"Ah apakah dia menyadarinya? ini gara-gara aku sering keceplosan saat berbicara. Pokoknya tak ada yang boleh tahu siapa Vin yang sekarang. Karena aku akan mengendalikan sepenuhnya tubuh Vin, untuk selama-lamanya" kataku dalam hati.


"Baiklah, pembicaraan kita sudah selesai bukan. Kalau begitu cepatlah bunuh aku" kata iblis itu.


"Haha, baiklah... dengan senang hati" kataku sambil mengeluarkan pedang legendaris.


Lalu saat aku sedang mengayunkan pedangku, tiba-tiba saja seseorang muncul lewat portal di depanku. Dia menghalangiku UJ membunuh iblis itu, sambil menghadapku. Ternyata yang muncul adalah direktur Wang.


"Kenapa! kenapa kau kesini direktur Wang! cepatlah pergi!" kata iblis itu.


"Aku tak akan membiarkan temanku mati, jika kau ingin mati. Maka matilah bersamaku, jangan tinggalkan aku sendirian" kata direktur Wang menatap iblis itu.


"Hahaha, ini sangat luar biasa sekali. Dua sahabat yang sedang drama di depanku, ini sungguh dramatis sekali" kataku sambil menghentikan pedangku.


"Direktur Wang... kumohon pergilah, cepat" kata iblis itu.


"Aku tak mau! aku tak akan membiarkan mu mati. Jika memang kau mati, aku juga harus mati" kata direktur Wang.


Lalu lama-lama aku kesal melihat omong kosong mereka. Aku sudah tak sabar lagi aku ingin membunuh mereka berdua, lalu tiba-tiba saja. Kelompok berjubah itu datang semua, dan menghalangi ku.


Mereka semua berniat untuk menyelamatkan direktur Wang, dan juga iblis episode 25 itu. Lagi-lagi seseorang berkorban demi seseorang, itu membuatku muak sekali.


"Direktur Wang! dan juga kau (iblis) cepatlah pergi. Biar kami yang mengurus dia disini" kata salah satu anggotanya.


"Ka-kalian... baik, terima kasih" kata direktur Wang, lalu mereka berdua pergi.


Aku marah, karena melihat mereka lolos, seharusnya aku langsung saja membunuh iblis itu. Kenapa aku malah berbicara dengannya, dan lagi aku harus mengurusi orang-orang lemah seperti ini.


Aku langsung maju, dan mengayunkan pedangku dengan cepat maju ke arah mereka. Aku langsung menebas kepala mereka satu persatu dengan cepat. Akhirnya mereka semua mati, yang tersisa dari kelompok berjubah adalah direktur Wang, dan juga iblis itu.


Aku pasti akan membunuh mereka berdua, dan tak akan kubiarkan lolos lagi. Lalu aku kembali ke rumahku, dan para petugas keamanan menungguku. Mereka semua menatapku dengan takut, karena banyak darah yang berlumuran di bajuku.


Bersambung...